Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
The Effectiveness of Grammarly in Enhancing Grammatical Competence Among First-Year Preservice English Teachers
This study aims to examine the effectiveness of using Grammarly in enhancing the grammatical competence of first-semester students in the English Education Program at Universitas PGRI Pontianak. The research employs an experimental method with a pretest-posttest design. The population consists of 160 first-year prospective English teachers, divided into four classes (A to D). The sample, Class A morning, was selected through cluster random sampling after ensuring that all classes were statistically homogeneous in terms of initial ability. Data analysis was conducted using a paired sample t-test via SPSS. The results indicate that the use of Grammarly as an AI-based learning tool significantly improves students' grammatical competence, with a significance value of 0.02 (p < 0.05). These findings suggest that Grammarly can serve as an effective learning support tool to enhance grammatical proficiency in the context of English language education
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Alat Peraga Matematika bagi Kelompok Belajar
Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa (kelompok belajar) melalui perancangan dan penyediaan alat peraga matematika. Metode pelaksanaan kegiatan PkM ini berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan alat peraga melalui empat tahapan kegiatan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan pengabdian ini melibatkan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cendekiawan Soe dan kelompok belajar sebanyak 23 orang. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini mendapat respon yang sangat positif dari kelompok belajar yang ada. Hal ini ditandai dengan keterlibatan kelompok belajar dalam memproduksi alat peraga matematika. Alat peraga yang dihasilkan dalam kegiatan ini berupa: mistar hitung, papan logika, bangun datar dan bangun ruang pada materi geometri. Untuk mengukur tingkat kreativitas siswa diberikan kuesioner yang ditekankan pada ciri kreativitas itu sendiri berupa kelancaran, keluwesan, keaslian, penguraian dan perumusan kembali. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kreativitas kelompok belajar di TBM Cendekiawan Soe dalam mempersiapkan media pembelajaran berupa alat peraga pada setiap jenjang pendidikan
PELATIHAN PEMASARAN DAN PENGEMASAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PRODUK SAYURAN
Kelompok wanita tani Mawar yang ada di Desa Sungai Dungun Kecamatan Sungai Kunyit sebagian besar mengembangkan usaha sayuran. Hingga saat ini hasil panen hanya dijual di pasar tradisional tanpa kemasan dengan harga yang relatif murah, sehingga perlu dibimbing untuk menembus pasar dan kemasan menarik. Oleh karena itu pelatihan strategi pemasaran dan pengemasan penting untuk dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wanita tani dalam pengemasan produk. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan anggota kelompok wanita tani melalui pemasaran produk sayuran. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan pada Kelompok Wanita Tani Mawar yang ada di Desa Sungai Dungun Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan dengan tahapan orientasi, tatap muka, penyuluhan, pelatihan dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman anggota KWT terhadap konsep dasar pemasaran sebesar 25%, anggota KWT juga memahami cara-cara dan jenis pengemasan sayuran yang menarik serta adanya peningkatan pemahaman terhadap penggunaan waktu dan biaya yang digunakan dalam melakukan pengemasan produk sayuran
PENERAPAN PAKAN MANDIRI BERBASIS BAHAN BAKU TEPUNG SILASE LIMBAH USUS AYAM PADA BUDIDAYA IKAN LELE
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada kelompok pembudidaya ikan lele di Desa Sukajadi Kebun Ireng, Kec. Langsa Lama tentang penerapan pakan mandiri berbasis tepung silase usus ayam. Terdapat tiga tahapan dalam metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, yaitu tahap persiapan (pra survey), tahap pelaksanaan (sosialisasi dan pelatihan pembuatan pakan mandiri), dan monev (monitoring dan evaluasi). Berhasarkan hasil pra survey diperoleh informasi para pembudiddaya di desa Sukajadi Kebon Ireng mengeluhkan tentang harga pakan ikan yang mahal, sementara harga jual ikan yang relative murah. Hasil dari sosialisasi dan pelatihan pembuatan pakan ikan, para pembudidaya sudah memahami prosedur pembuatan pakan secara mandiri. Sementara berdasarkan hasil monev, belum ada pembudidaya yang mencoba membuat pakan mandiri dengan alasan belum memiliki alat untuk mencetak pakan. Sehingga ini masih menjadi kendala dalam penerapan pakan mandiri dalam kegiatan budidaya ikan lele di desa mitra. Namun tujuan dari kegiatan ini sudah tercapai yaitu memberikan pemahaman kepada mitra
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENCEGAH PERUNDUNGAN DAN KEKERASAN SEKSUAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR
Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar terkait literasi digital terutama dalam media sosial sehingga terhindar dari menjadi pelaku dan korban perundungan dan kekerasan seksual. Metode pelaksanaan yang diterapkan dalam program pengabdian ini mengacu pada pendekatan model pelatihan deduktif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi 3 tahapan yaitu observasi dan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan diikuti 91 siswa sekolah dasar. Pelatihan dilakukan secara klasikal dengan pemberian materi melalui ceramah. Hasil pelatihan menunjukkan 67% peserta mendapatkan pemahaman baru dan lebih mendalam terkait penggunaan media sosial yang baik, bentuk bentuk perundungan dan kekerasan seksual di kehidupan nyata dan siber. Harapan dari pelatihan, siswa dapat mencegah menjadi pelaku maupun menjadi korban dari perundungan dan kekerasan seksual baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat
PELATIHAN TEKNIS PEMBUATAN BRIKET LIMBAH CANGKANG KEMIRI PADA GAPOKTAN MAKMUR LESTARI KABUPATEN PRINGSEWU
Lampung merupakan provinsi yang memiliki produk hasil kayu dan hasil hutan bukan kayu (HHBK) salah satunya adalah kemiri. Produksi kemiri oleh Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Makmur Lestari di Desa Kedaung, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung berkapasitas 800 kg-1000 kg per bulan, namun menghasilkan 70% limbah cangkang kemiri. Selama ini limbah cangkang kemiri di Gapoktan Makmur Lestari hanya ditumpuk dan dibuang begitu saja padahal cangkang kemiri memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan berupa bahan bakar briket. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Makmur Lestari bagaimana cara memanfaatkan limbah cangkang kemiri menjadi produk bahan bakar briket yang memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan terdiri atas survei pendahuluan, penyuluhan, pelatihan teknis (praktik), diskusi, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini mitra memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah cangkang kemiri dengan mengolahnya menjadi bahan bakar briket. Selain itu, mitra juga memperoleh keterampilan cara pembuatan briket dari awal hingga akhir proses melalui pelatihan teknis (praktik). Kegiatan ini direspon positif oleh kelompok tani Makmur Lestari sebagai mitra sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan yang dapat menghasilkan keuntungan
PENGOLAHAN SAMPAH DAPUR MENJADI PUPUK ORGANIK BERBASIS GENDER DI KELURAHAN TUWELEY KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI
Tujuan Pengabdian pada masyarakat ini adalah mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik, untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan nilai dari sampah. Memberi pemahaman dan pengetahuan ibu rumah tangga dan remaja putri dalam mengelolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) di RT 6 kelurahan Tuweley kecamatan Baolan kabupaten Tolitoli. Metode kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pelatihan, bimbingan teknis pembuatan POC serta pendampingan di lokasi pengabdian selama 2 bulan. Alat yang digunakan disediakan oleh tim pengabdi sedangkan bahan yang digunakan disediakan oleh ibu rumah tangga. Hasil pengabdian ini membuat ibu rumah tangga paham dan tertarik untuk untuk mengolah sampah organik menjadi POC dengan metode komposting. Simpulan pegabdian ini terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan bagi ibu rumah tangga dan remaja putri terhadap pengolahan sampah dapur organik rumah tangga yang berpotensi meningkatkan sirkular ekonomi
PELATIHAN PERENCANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU IPA DI KECAMATAN KATINGAN HILIR
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru IPA yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kecamatan Katingan Hilir mengenai perancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan yang dilaksanakan dengan pendekatan in dan on training service. Peserta terdiri dari 25 guru IPA SMP di wilayah Kecamatan Katingan Hilir. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa para peserta memiliki pemahaman yang baik terhadap konsep PTK dimana 12% peserta berkategori pemahaman sangat baik, 84% berkategori baik, dan 4% berkategori pemahaman rendah. Seluruh peserta (100%) memberikan respons positif terhadap pelatihan. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa satu artikel PTK berhasil dipublikasikan oleh peserta pelatihan pada forum ilmiah. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model bagi pelaksanaan pelatihan serupa guna mendukung peningkatan kompetensi profesional guru
PENGOLAHAN LIMBAH UMKM KULINER BERBASIS EKOENZIM SEBAGAI PEMBINAAN KEWIRAUSAHAAN BAGI SISWA SLB NEGERI KOTA LANGSA
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan keterampilan mitra untuk mengolah limbah UMKM yang menghasilkan ekoenzim multiguna dan berwirausaha. Langsa merupakan salah satu kota yang mayoritas penduduknya bekerja di bidang UMKM kuliner, sehingga limbah kuliner mudah didapatkan dan kemudian diolah menjadi ekoenzim sehingga terjadi pengurangan volume limbah. Adapun yang menjadi mitra pada kegiatan ini yaitu guru dan siswa di SLB Negeri Kota Langsa. Kegiatan ini terdiri dari lima tahapan terstruktur, yakni: sosialisasi, bimbingan teknis, pelatihan pengolahan limbah berbasis ekoenzim, pelatihan pembuatan produk ekoenzim, dan pembinaan kewirausahaan. Fokus kegiatan pengabdian yaitu penerapan teknologi ekoenzim sebagai solusi pengolahan limbah berkelanjutan. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 mengenai pendidikan berkualitas, poin 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 12 mengenai konsumsi dan produksi bertanggung jawab. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa siswa mempunyai keterampilan pengolahan limbah hingga menghasilkan ekoenzim cairan multiguna. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan berkelanjutan di kota Langsa
OPTIMALISASI KOMERSIAL PRODUK OLAHAN RUMAH TANGGA KELOMPOK USAHA WANITA MELATI UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN
Tujuan pengabdian kemitraan masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan keterampilan dan mengembangan usaha, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan pada kelompok usaha wanita Melati. Kelompok ini beranggota 15 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai usaha rumahan. Keterbatasan keterampilan dan pengetahuan menyebabkan usaha sulit berkembang. Metode pada kegiatan ini adalah workshop dan pendampingan. Kegiatan pertama pelatihan literasi keuangan mencakup manajemen keuangan rumah tangga dan keuangan usaha. yang kedua workshop digital marketing, dengan memanfaatkan sosial media untuk memperluas jangkauan promosi dan pemasaran, pendampingan dan memfasilitasi pelatihan bagi anggota kelompok dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten dibidang usaha kuliner untuk meningkatkan kualitas produk, serta pengembangan produk. Evaluasi yang dilakukan dengan mewawancara kekonsumen secara langsung berdasarkan pertayaan-pertanyaan yang diajukan. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan literasi keuangan 63%. Keterampilan meningkatkan kualitas produk 67% dan memperluas jangkauan pemasaran 130%