Ejournal Universitas Adiwangsa Jambi
Not a member yet
873 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Body Mass Index (Bmi) dan First Degree Dengan Fenotipe Molekul Her-2 pada Pasien Breast Cancer of No Special Type (NST) di RSUD Raden Mattaher Jambi
Breast cancer of No Special Type (NST) is the most common histological subtype of breast malignancy and demonstrates diverse molecular phenotypes, including the expression of Human Epidermal Growth Factor Receptor-2 (HER-2), a key marker associated with tumor aggressiveness and therapeutic response. Risk factors such as nutritional status measured through Body Mass Index (BMI) and the presence of a first-degree family history of breast cancer are suspected to be associated with molecular phenotypes; however, local evidence remains limited. This study aimed to analyze the association between BMI and first-degree family history with HER-2 molecular phenotype among patients diagnosed with breast cancer NST at RSUD Raden Mattaher Jambi.This analytic observational research employed a cross-sectional design. Data were collected from medical records, including BMI values, first-degree family history, and HER-2 expression determined through immunohistochemistry (IHC). Statistical analysis using the Chi-Square test was conducted to assess the relationship between the independent variables and the HER-2 phenotype. The results indicated that most patients were categorized as overweight or obese. There was a tendency for patients with higher BMI to show a greater proportion of HER-2–positive expression compared with those with normal BMI. Additionally, patients with a first-degree family history of breast cancer exhibited a higher proportion of HER-2–positive cases than those without such a history. Overall, this study found a significant association between BMI and first-degree family history with HER-2 molecular phenotype in patients with breast cancer NST. These findings underscore the importance of early detection, enhanced risk factor education, and close monitoring among individuals with elevated BMI and positive family history. The results are expected to support the development of clinical and preventive strategies for breast cancer management at RSUD Raden Mattaher Jambi.
 
Penerapan Data Mining Menggunakan Algoritma K-Means Untuk Menganalisa Penjualan Rumah Parfume
store is a shop that offers various types of perfume scents under the IM brand. Even though it provides a wide range of choices, not all types of perfume sell quickly, some are in demand and some are less desirable. Data on sales, purchases and expenses at the store is irregular, so that the data only functions as an archive without being used for developing marketing strategies. The data that has been collected should be used as a decision-making system to solve business problems. To achieve this, the authors designed a data mining application in this study with the hope of providing maximum and effective results in analyzing perfume sales at the IM Parfume Rantau prapat store. The application of Data Mining with the K-Means Algorithm is proven to provide the best analysis and be a solution in developing the perfume business. Through clustering modeling with the K-Means algorithm and by dividing the number of clusters into 3, rapid miner succeeded in forming three clusters, where cluster 1 consisted of 9 products, cluster 2 had 3 products, and cluster 3 had 13 products out of a total of 25 product items observed
Inklusi Keuangan di Wilayah Pesisir: Studi Kasus pada Nelayan dan UMKM Pesisir di Kupang
Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inklusi keuangan pada masyarakat pesisir di Kota Kupang dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi akses, literasi, serta pemanfaatan layanan keuangan formal. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, yaitu kombinasi pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 120 responden dari kalangan nelayan dan pelaku UMKM pesisir, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan responden, tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga keuangan. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk mengukur tingkat literasi keuangan, tingkat akses, serta hambatan utama yang dihadapi. Sementara itu, analisis kualitatif dilakukan dengan teknik tematik, yang mengelompokkan narasi informan ke dalam tema hambatan, peluang, kepercayaan, dan budaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan masyarakat pesisir Kupang masih tergolong rendah, ditandai dengan dominasi penggunaan tabungan informal dibandingkan rekening bank formal. Hambatan utama adalah rendahnya literasi keuangan, minimnya akses infrastruktur perbankan, serta tingginya ketidakpercayaan terhadap lembaga keuangan formal. Namun demikian, terdapat peluang penguatan melalui pemanfaatan layanan digital banking dan program inklusi keuangan berbasis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi peningkatan inklusi keuangan di wilayah pesisir perlu mengintegrasikan aspek literasi, teknologi, serta pendekatan budaya lokal agar lebih efektif dan berkelanjuta
PERBEDAAN PENGARUH KRONOTIPE DAN JETLAG SOSIAL TERHADAP MEROKOK PADA SISWA SMA
Merokok di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, telah menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan pengaruh antara kronotipe dan jetlag sosial terhadap perilaku merokok pada siswa SMA. Kronotipe merujuk pada pola tidur dan kebiasaan individu dalam menentukan waktu yang ideal untuk beraktivitas, sementara jetlag sosial menggambarkan ketidaksesuaian antara waktu biologis tubuh dan waktu sosial yang diatur oleh lingkungan (misalnya, jadwal sekolah). Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 200 siswa SMA sebagai sampel. Data diperoleh melalui kuesioner yang mengukur kebiasaan merokok, kronotipe (pagi, siang, atau malam), serta dampak jetlag sosial berdasarkan jadwal sekolah dan kebiasaan sosial. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA untuk menguji perbedaan pengaruh antara kronotipe dan jetlag sosial terhadap perilaku merokok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kronotipe malam dan yang mengalami jetlag sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki prevalensi merokok yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki kronotipe pagi atau siang. Siswa yang mengalami jetlag sosial lebih besar juga menunjukkan kecenderungan merokok sebagai respons terhadap ketidaksesuaian antara waktu biologis dan jadwal sekolah. Penelitian ini menyarankan perlunya intervensi berbasis pengelolaan waktu tidur yang lebih baik dan kesadaran tentang dampak jetlag sosial pada kesehatan remaja, khususnya dalam mengurangi kebiasaan merokok di kalangan siswa SMA
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Prenatal Yoga Untuk Mengurangi Kecemasan Selama Kehamilan Di Puskesmas Kampung Bali Pontianak Tahun 2023
IUD merupakan metode kontrasepsi jangka panjang dan memiliki tingkat efektivitas tinggi (97 – 99 %), mekanisme kerja IUD yaitu dengan munculnya reaksi peradangan dalam cavum uteri yang akan membuat sperma mati, benang yang menggantung turun ke vagina semakin menyebabkan iritasi dan peradangan pada serviks uteri. Sehingga IUD sebenarnya berpotensi menyebabkan infeksi.
Latar Belakang: Prenatal yoga merupakan suatu olahraga yang dapat meningkatkan kesehatan, ketenangan dan kebahagiaan, dimana setelah melakukan yoga pikiran akan menjadi lebih fokus, lebih berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari dan mengurangi keluhan yang terjadi selama kehamilan.
Tujuan: untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Prenatal Yoga Untuk Mengurangi Kecemasan Selama Kehamilan Di Puskesmas Kampung Bali Pontianak 2023. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pengertian kehamilan yaitu sebanyak 25 responden (83%) memiliki pengetahuan baik, pengetahuan ibu hamil tentang prenatal yoga yaitu sebanyak 15 responden (50%) memiliki pengetahuan kurang, pengetahuan ibu hamil tentang tujuan prenatal yoga yaitu sebanyak 30 responden (100%) memiliki pengetahuan baik, pengetahuan ibu hamil tentang prinsip prenatal yoga dalam kehamilan yaitu sebanyak 13 responden (43%) memiliki pengetahuan kurang, pengetahuan ibu hamil tentang modifikasi dan postur-postur yang harus dihindari untuk setiap trimester yaitu sebanyak 23 responden (77%) memiliki pengetahuan cukup, pengetahuan ibu hamil tentang postur-postur dalam prenatal yoga yaitu sebanyak 16 responden (53%) memiliki pengetahun kurang. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pendidikan,umur dan pekerjaan. Penelitian ini didukung oleh teori Siregar (2019), dimana semakin tinggi pendidikan seseorang semakin banyak juga pengetahuan yang di miliki. Menurut teori Nursalam (2013), dimana dengan banyaknya ibu yang tidak berkerja secara tidak langsung ibu akan mendapatkan infomasi yang lebih sedikit mengenai prenatal yoga dan semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikir seseorang, sehingga pengetahuan yang di peroleh semangkin banyak. Kesimpulan: Dari hasil penelitian pengetahuan ibu hamil tentang prenatal yoga dikategorikan cukup, sebanyak 15 responden dengan persentase (50%) di Puskesmas Kampung Bali Pontianak
Studi Kualitatif Pengalaman Wanita Dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi di Desa Tempursari
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program dari pemerintah Indonesia yang diharapkan dapat membentuk manusia yang berkualitas dan dapat mengurangi kelahiran bayi serta kematian perempuan (ibu). Kematian yang terjadi pada perempuan dapat disebabkan karena jarak kehamilan yang dekat atau bahkan karena seringnya mengalami keguguran. Namun, program keluarga berencana hanya dipahami untuk dipakai perempuan saja, sehingga peranan keluarga menjadi tidak seimbang. Perempuan-perempuan di Desa Klampok tidak menyadari bahwa dia menjadi target sasaran pembangunan bangsa. Masyarakat hanya memahami bahwa tujuan keluarga berencana dengan menggunakan alat kontrasepsi adalah untuk mensejahterakan masyarakat tanpa menyadari adanya ketidakadilan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan menjadi pemilik rahim bertanggung jawab terhadap fungsi reproduksinya. Alat-alat kontrasepsi yang tersebar pada masyarakat lebih banyak ditujukan untuk perempuan dan cocok digunakan Perempuan. Sehingga banyak masyarakat yang beranggapan bahwa masalah reproduksi dengan membatasi kehamilan dan kelahiran anak menjadi tanggung jawab Perempuan. Jenis penelitian ini adalah Studi Kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti mendeskripsikan pengetahuan dan pengalaman perempuan mengenai penggunaan kontrasepsi. Informasi diperoleh melalui observasi kehidupan perempuan dan wawancara terhadap lima orang perempuan pengguna alat kontrasepsi. Kontrasepsi meliputi suntikan, pil, implan, IUD, dan metode kontrasepsi mantap. Karena efektivitas alat kontrasepsi menimbulkan ketidaknyamanan bagi penggunanya, seringkali perempuan mengganti metode kontrasepsinya agar sesuai dengan tubuhnya. Sekalipun hal itu membuat seorang Perempuan tidak nyaman, namun mereka tetap bertahan karena tidak punya pilihan lain. Pengetahuan perempuan terhadap metode kontrasepsi masih sangat rendah, dan pengetahuan tersebut kebanyakan diperoleh melalui pengalaman orang tua dan saudara kandungnya. Pasangan (suami) kurang terlibat, bahkan ada pasangan yang tidak mau mengetahui penggunaan kontrasepsi pasangannya (istri). Beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan metode kontrasepsi antara lain pengetahuan, masyarakat, pendidikan, dorongan dari keluarga dan pasangan, serta efek samping penggunaan. Perempuan mempunyai hak untuk memilih jenis alat kontrasepsi yang digunakannya, namun mereka tidak berhak menolaknya, meskipun alat tersebut bisa berdampak membahayakan kesehatannya
Analisis Penerapan Smart Building pada Perancangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hijau di Kota Bogor
Melihat kondisi global warming yang terus meningkat, pemerintah Indonesia mulai menekankan standar bangunan hijau pada setiap bangunan yang akan dibangun. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hijau (P3TH) menjadi salah satu ide proyek rancang bangunan di Kota Bogor yang berfungsi sebagai fasilitas pusat dalam penelitian, inovasi dan pengembangan teknologi ramah lingkungan. Fasilitas ini dirancang sebagai langkah awal Kota Bogor dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan wawasan masyarakat Bogor terkait teknologi hijau dan berkelanjutan. Dengan menerapkan konsep Smart Building, P3TH ini diharapkan dapat mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi energi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan menciptakan lingkungan kerja yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara smart building dan bangunan hijau, serta mengidentifikasi elemen-elemen yang harus dipertimbangkan jika ingin mengimplementasikan Smart Building pada bangunan P3TH. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sehingga data akan bersifat deskripsi dan akumulasi data
Analisis Desain Arsitektur Tropis pada Bangunan Karya Thomas Karsten(Studi Kasus: Volkstheater Sobokartti)
Perancangan bangunan yang responsif terhadap iklim merupakan hal mendesak demi mencapai kenyamanan dan bangunan yang hemat energi. Sudah selayaknya setiap bangunan di Indonesia menerapkan prinsip desain arsitektur yang responsif terhadap iklim tropis Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip arsitektur tropis pada bangunan Volkstheater Sobokartti karya Thomas Karsten yang berusia lebih dari 100 tahun dan masih aktif digunakan, serta ditetapkan sebagai cagar budaya Nasional. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Proses analisis melibatkan kajian aspek orientasi bangunan, ventilasi, pelindung matahari pada bangunan dan juga vegetasi di sekitar bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Volkstheater Sobokartti menerapkan prinsip orientasi bangunan dan penataan ruang yang responsif terhadap garis edar matahari. Ventilasi diterapkan pada keempat sisi bangunan dari atap hingga dinding sehingga pergerakan udara didalam bangunan lancar. Perlindungan bukaan dari panas matahari menggunakan strategi tritisan serta selasar pada sisi timur dan barat bangunan. Vegetasi diletakkan pada sisi timur, barat serta utara bangunan
Pengaruh Pemberian Totok Wajah Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Nifas di Desa Rambah Tengah Hilir
Masa nifas adalah periode 6 minggu setelah proses kelahiran Ketika perubahan fisiologis yang cukup besar terjadi karna ibu Kembali ke keadaan sebelum hamil. Perubahan psikologis yang dialami ibu dapat menyebabkan kecemasan. Dapat diatatasi secara non farmakologi, salah satu terapi non farmakologi yaitu totok wajah yang dapat,merangsang hormon endorphin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh totok wajah terhadap tingkat kecemasan ibu nifas di desa rambah Tengah hilir. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan pre-test dan post-test dan post- test one grup. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang berada di desa rambah Tengah hilir. Teknik sampel dalam penelitian ini adaah total sampling yaitu sebanyak 20 orang dengan menggunakan skala HARS dan lembar SOP dan diberikan perlakuan berupa tototk wajah. Distribusi rata-rata tingkat kecemasan ibu nifas sebelum dilakukan totok wajah diperoleh rata rata 21.10 sedangkan rata – rata tingkat kecemasan setelah dilakukan totok wajah adalah 9.35. Analisiss data menggunakan uji T-Dependen Hasil uji statistik paried sampel test diperoleh p-value 0,00 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara totok wajah terhadap Tingkat kecemasan ibu nifas di Desa Rambah Tengah Hilir. Dengan demikian dapat disarankan bagi tenanga kesehatan agar mengaplikasikan terapi komplementer totok wajah pada ibu nifas yang mengalami kecemasan
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Asi Eklusif Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam
ASI adalah nutrisi terbaik yang memiliki kandungan yang bermanfaat untuk bayi. Pemberian ASI ke bayi sangat krusial terutama pada awal kehidupan, karnanya bayi membutuhkan nutrisi ASI secara tertentu sewaktu 6 bulan pertama tanpa menambah atau mengubah menggunakan makan dan minuman.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah semua balita yang berkunjung ke puskesamas dari umur 6 bulan sampai 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Air Hitam sebanyak 70 orang. Sampel penelitian dengan menggunakan metode total sampling. Analisa yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan hasil menunjukkan bahwa pernikahan dini (p value= 0,002), dukungan suami (p value 0,000), dukungan Keluarga (p value 0,009) artinya ada hubungan pernikahan dini, dukungan suami, dukungan keluarga dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam. Saran bagi ibu menyusui agar mengkosumsi makanan yang bergizi sehingga menghasilkan produksi ASI yang berkualitas dan frekuensinya banya