Ejournal Universitas Adiwangsa Jambi
Not a member yet
    873 research outputs found

    Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan

    Get PDF
    World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa hipertensi adalah salah satu penyakit yang menyebabkan kematian nomor 1 di dunia. Kejadian hipertensi terjadi karena pola makan yang tidak baik, waktu istirahat yang tidak cukup, kurang olahraga, merokok, minum-minuman beralkohol dan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RS Bhayangkara dari tanggal 12 Februari 2024 sampai dengan 04 Maret 2024, dengan populasi seluruh penderita hipertensi yang datang berobat ke poliklinik penyakit dalam RS Bhayangkara sebanyak 212 dan jumlah sampel sebanyak 68 yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dengan melakukan pengukuran tekanan darah dan pengisian kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipertensi tingkat I sebanyak 33 responden (48,5%), memiliki pola makan yang kurang baik sebanyak 39 responden (57,4%) dan melakukan aktivitas fisik yang baik sebanyak 41 responden (60,3%). Ada hubungan pola makan terhadap kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan dengan nilai p 0,001 < 0,05. Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan dengan nilai p 0,727 > 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan menjadi penyebab hipertensi pada pasien rawat jalan. Untuk itu, diharapkan dapat peningkatan pelayanan kesehatan dan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang pola makan dan aktivitas fisik yang baik sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya hipertensi

    Perancangan Sistem Informasi Laporan Keuangan Berbasis Web pada CV. Lintang Fajar

    No full text
    CV Lintang Fajar adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha distribusi pupuk. Dimana dalam hal pencatatan transaksi dan laporannya masih menggunakan buku jurnal. Sehingga dalam pencatatan dan pemrosesan laporannya rentan terjadi kesalahan dan kehilangan data. CV Lintang Fajar sendiri memiliki berbagai cabang yang terletak di berbagai desa. Hal ini menyebabkan sulitnya transfer data transaksi antar cabang. Dengan keterbatasan ini maka proses pembuatan dan pelaporan keuangan dari cabang ke pusat menjadi terhambat. Karena hal tersebut, penulis memutuskan untuk membuat penelitian yang diberi judul sistem informasi laporan keuangan berbasis web pada CV Lintang Timur. Sistem informasi laporan keuangan yang penulis bangun pada penelitian kali ini akan digambarkan dengan permodelan use case diagram dan class diagram. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem informasi laporan keuangan berbasis web yang memiliki fungsi untuk melakukan login, ganti password, mengelola data master, mengelola transaksi, laporan dan logout

    Efektivitas Penerimaan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) (Studi Kasus Pada Masyarakat Di Desa Jebak Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi)

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023. Penelitian ini dilakukan di Desa Jebak Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah aparat desa dan warga yang menerima BLT yang berjumlah 50 orang. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerima bantuan langsung tunai di Desa Jebak Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi memiliki penghasilan yang tidak tetap sehingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Mekanisme penyaluran bantuan langsung tunai dan berjalan secara efektif.Mengingat dalam penelitian ini hanya untuk mengetahui efektivitas penerimaan bantuan lansung tunai maka diperlukan upaya untuk meningkatkan efektivitas dari program tersebut. Salah satu cara yakni dengan melakukan sosialisasi lebih lanjut dan meningkatkan keinginan masyarakat untuk memanfaatkan bantuan langsung tunai untuk melakukan usaha

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MOTIVASI INTRINSIK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KAB. TANJUNG JABUNG BARAT

    No full text
    Ada hubungan yang erat antara kinerja perorangan (individual performance) dengan kinerja lembaga (institusional performance). Apabila kinerja perorangan/pegawai baik, maka kemungkinan besar kinerja instansi/lembaga juga baik. Menurut Mangkunegara (2004:67) kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pegawai harus memiliki kualitas agar dapat memberikan kinerja yang baik untuk mendukung kinerja organisasi, karena pada dasarnya pegawai yang menunaikan tugas-tugas organisasi dalam kerangka kerja yang terarah. Apabila instansi memiliki kinerja yang bagus maka akan memberikan laba pada instansi

    Hubungan Supervisi Dengan Kepatuhan Hand Hygiene Perawat Diruang Rawat Inap Rsud Kh. Daud Arif Kuala Tungkal Tahun 2024

    Get PDF
    Hand hygiene merupakan suatu upaya mencegah infeksi yang ditularkan melalui tangan dengan menghilangkan kotoran atau membunuh mikroorganisme pada kulit dengan mencuci tangan 6 langkah dan 5 momen. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan supervisi dengan kepatuhan hand hygiene perawat diruang rawat inap RSUD KH. DAUD ARIF KUALA TUNGKAL TAHUN 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada 5 Februari 2024- 2 Maret 2023 di RSUD KH. DAUD ARIF KUALA TUNGKAL dengan 52 responden. Data kemudian dianalsisi secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui ada hubungan antara supervisi dengan kepatuhan hand hygiene perawat   diruang rawat inap RSUD KH. DAUD ARIFKUALA TUNGKAL TAHUN 2024 dengan p-value 0,024. Untuk itu disarankan agar hendaknya Kepala Ruangan dan PPI memfasilitasi dan mendorong perawat untuk meningkatkan kepatuhan denganmelakukan supervisi secara rutin

    Hubungan Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga Tentang Hipertensi Terhadap Kualitas Hidup Lansia dengan Hipertensi

    Get PDF
    Lansia adalah apabila seseorang telah memasuki usia 60 tahun atau lebih, karena faktor tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya baik secara jasmani, rohani maupun sosial (Nugroho, 2012). Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah sistolik pada tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Risiko terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi) akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Berkisar 2 dari 3 orang berusia di atas 75 tahun diperkirakan mengidap hipertensi. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015, terdapat sekitar 1,13 miliar individu di seluruh dunia menderita hipertensi, dan angka ini meningkat menjadi 1,28 miliar pada tahun 2021 dan diperkirakan bawah jumlah penderita hipertensi akan terus bertambah hingga mencapai 1,5 miliar pada tahun 2025. (Firmansyah et al., 2020.  Fenomena yang terjadi adalah perhatian keluarga terhadap lansia semakin berkurang karena meningkatnya aktivitas keluarga dan juga sedikitnya pengetahuan keluarga tentang lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga tentang hipertensi pada lansia. Desain penelitian adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah keluarga dengan Lansia Hipertensi di Posyandu Kartika Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru. Sampel berjumlah 55 responden diambil dengan menggunakan purposive sampling. Hasil uji statistic dengan menggunakan uji spreaman didapatkan p value 0,001 dengan nilai α < 0,05 nilai r 0,680, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pelaksanaan tugas Kesehatan keluarga dengan kualitas hidup lansia. Tugas kesehatan keluarga yang baik akan berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia yang menderita hipertensi

    Pengaruh Pemberian Stimulus Terhadap Perkembangan Anak Usia 60-72 Bulan Di Tk Rumpun Tani Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi Tahun 2023

    Get PDF
    ABSTRAK Stimulasi merupakan perangsangan yang datang dari lingkungan luar anak dan stimulasi dapat diberikan oleh orang-orang yang berada disekitar lingkungan anak Mulai dari guru, pengasuh, keluarga serta orang yang paling dekat dengan anak yaitu orang tua. Desain penelitian yang digunakan adalah experimental dengan rancangan pretest-posttest on group design. Jumlah populasi 30 anak dengan Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan adanya perubahan jumlah responden sebelum dilakukan intervensi berupa pemberian stimulus didapatkan hasil 10 anak (33,3%) memiliki perkembangan tidak sesuai dan 20 anak(66,7%) memiliki perkembangan sesuai, sedangkan jumlah responden setelah dilakukan intervensi berupa pemberian stimulus perkembangan sesuai sebanyak 26 anak(86,7%) dan anak yang tidak sesuai sebanyak 4 anak (13,3%). Hasil Wilcoxon menunjukkan p value sebesar 0,020< α(0,05) yang berarti adanya pengaruh pemberian stimulus terhadap perkembangan anak. Hasil dari penelitian ini adanya pengaruh pemberian stimulus terhadap perkembangan anak Di Tk Rumpun Tani Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi. Diharapkan untuk memberikan stimulasi yang sesuai dengan usiaanak karena dengan memberikan stimulasi yang baik dapat mengoptimalkan pencapaian perkembangan anak. &nbsp

    Pengaruh Usia Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Terhadap Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ladongi Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur

    Get PDF
    Masa keemasan (golden age) adalah masa kritis yang dimulai saat anak dalam kandungan dan berakhir saat anak berusia dua tahun. Anak-anak adalah aset yang sangat penting di masa depan dan akan melanjutkan perjuangan negara. Bayi usia 0 sampai 24 bulan berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, sehingga disebut dengan istilah “golden age”. Jumlah keterikatan antara ibu dan anak juga dipengaruhi oleh menyusui. ASI diberikan tanpa makanan tambahan selama 6 bulan. MP-ASI diberikan berdasarkan tahap perkembangan bayi. Gizi yang tidak adekuat dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) tidak   tepat   dalam kualitas dan kuantitas dapat menyebabkan bayi menderita kurang gizi, pemberian yang terlalu dini juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Jika MP-ASI diberikan secara tepat dan efektif, maka kebutuhan gizi anak akan terpenuhi, dan anak akan berkembang secara optimal. Artinya ada keterkaitan antara penggunaan MP-ASI yang baik dengan kesehatan gizi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Usia Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Terhadap Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ladongi Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Jenis penelitian ini Penelitian kuantitatif ialah suatu penelitian yang mencakup data-data yang berupa angka, menggunakan rancangan Cross Sectional. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ni adalah semua bayi di wilayah kerja Puskesmas Ladongi dan sampel dalam penelitian ini yaitu semua bayi yang berumur 6-12 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 73 orang dan tehnik pengambilan sampel Purposive Sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Regresi ordinal dengan software SPSS for windows. Hasil uji Regresi ordinal diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh Waktu Pemberian MP-ASI terhadap kejadian Status Gizi

    Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

    Get PDF
      One of the most important assets owned by a company is human resources because it has an influence on the survival of the company. Employees in a company should be provided with a comfortable working environment to produce optimal performance. The work environment is an important thing to be considered by every company and is one of the factors that determine employee performance. The purposes of this research are to know how is the work environment, employee performance and how much is the impact of work environment to employee performance. This research was conducted by distributing questionnaires to 25 employees at the Division of Mill Service Departemen PT Lontar Papyrus Pulp And Paper Industry(PT. LPPPI). Based on research that has been done, the regression equation Y =16,322+0,535X . The study states the working environment and employee performance in the Department of Mill Service Departemen PT Lontar Papyrus Pulp And Paper Industry(PT. LPPPI) has a positive relationship (moderate) with a value of 0,535 and the working environment influence on employee performance

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBELI LELANG DALAM PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN

    Get PDF
    Hak tanggungan merupakan perlindungan hukum bagi kreditor apabila debitor tidak dapat melakukan kewajibannya untuk melunasi hutangnya kepada kreditor. Pelunasan hutang kreditor dilakukan dengan cara penjualan objek jaminan hak tanggungan melalui pelelangan umum. Permasalahan dalam pelelangan terjadi ketika pemenang lelang tidak dapat menguasai objek lelang yang dibelinya dikarenakan susahnya pengosongan dan adanya gugatan dari pihak debitor ataupun pihak ketiga. Perlindungan hukum harus diberikan terhadap pemenang lelang yang berarti adanya kepastian hukum hak pemenang lelang atas obyek yang dibelinya melalui lelang. Proses lelang yang telah dilakukan akan menimbulkan akibat hukum yaitu peralihan hak obyek lelang dari penjual kepada pemenang lelang. Dalam peralihan hak obyek lelang ternyata menimbulkan suatu permasalahan, seperti tidak dapat dikuasainya obyek lelang oleh pemenang lelang, serta pembatalan lelang berdasar putusan. Adanya pembatalan lelang eksekusi hak tanggungan oleh putusan pengadilan mengakibatkan pemenuhan hak preferen yang diberikan oleh undang-undang kepada kreditur pemegang hak tanggungan melalui lelang eksekusi menjadi tidak memiliki kepastian hukum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum bagi pemenang lelang eksekusi hak tanggungan atas penguasaan obyek lelang dan bagaimana tanggung jawab pejabat lelang terhadap penjualan lelang hak tanggungan dan juga upaya hukum apa saja yang dapat dilakukan oleh pembeli lelang beritikad baik atas pembatalan eksekusi lelang oleh putusan pengadilan. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum positif Indonesia yang mengatur tentang lelang yaitu Vendu Reglement, HIR, serta PMK Nomor 106/PMK.06/2013 Tentang Perubahan Atas PMK Nomor 93/PMK.06/2010 dan PMK Nomor 93/PMK.06/2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Adanya pembatalan lelang eksekusi hak tanggungan oleh putusan pengadilan mengakibatkan pemenuhan hak preferen yang diberikan oleh undang-undang kepada kreditur pemegang hak tanggungan melalui lelang eksekusi menjadi tidak memiliki kepastian hukum.Hak tanggungan merupakan perlindungan hukum bagi kreditor apabila debitor tidak dapat melakukan kewajibannya untuk melunasi hutangnya kepada kreditor. Pelunasan hutang kreditor dilakukan dengan cara penjualan objek jaminan hak tanggungan melalui pelelangan umum. Permasalahan dalam pelelangan terjadi ketika pemenang lelang tidak dapat menguasai objek lelang yang dibelinya dikarenakan susahnya pengosongan dan adanya gugatan dari pihak debitor ataupun pihak ketiga. Perlindungan hukum harus diberikan terhadap pemenang lelang yang berarti adanya kepastian hukum hak pemenang lelang atas obyek yang dibelinya melalui lelang. Proses lelang yang telah dilakukan akan menimbulkan akibat hukum yaitu peralihan hak obyek lelang dari penjual kepada pemenang lelang. Dalam peralihan hak obyek lelang ternyata menimbulkan suatu permasalahan, seperti tidak dapat dikuasainya obyek lelang oleh pemenang lelang, serta pembatalan lelang berdasar putusan. Adanya pembatalan lelang eksekusi hak tanggungan oleh putusan pengadilan mengakibatkan pemenuhan hak preferen yang diberikan oleh undang-undang kepada kreditur pemegang hak tanggungan melalui lelang eksekusi menjadi tidak memiliki kepastian hukum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum bagi pemenang lelang eksekusi hak tanggungan atas penguasaan obyek lelang dan bagaimana tanggung jawab pejabat lelang terhadap penjualan lelang hak tanggungan dan juga upaya hukum apa saja yang dapat dilakukan oleh pembeli lelang beritikad baik atas pembatalan eksekusi lelang oleh putusan pengadilan. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum positif Indonesia yang mengatur tentang lelang yaitu Vendu Reglement, HIR, serta PMK Nomor 106/PMK.06/2013 Tentang Perubahan Atas PMK Nomor 93/PMK.06/2010 dan PMK Nomor 93/PMK.06/2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Adanya pembatalan lelang eksekusi hak tanggungan oleh putusan pengadilan mengakibatkan pemenuhan hak preferen yang diberikan oleh undang-undang kepada kreditur pemegang hak tanggungan melalui lelang eksekusi menjadi tidak memiliki kepastian hukum.

    439

    full texts

    873

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal Universitas Adiwangsa Jambi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇