Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
PENERAPAN AL IZNUL URFIYYU KAL IZNIL LAFSIYYI PADA AKAD, ZAKAT DAN INFAQ
Dalam akad, penting untuk memastikan bahwa izin yang diberikan, baik secara urfi (kebiasaan) maupun lafzi (verbal), dipahami dengan jelas oleh semua pihak yang terlibat untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa akad tersebut sah dan dapat diterima secara syariah. Sedangkan Zakat adalah kewajiban memberikan sebagian dari harta yang dimiliki oleh seorang Muslim yang telah mencapai nisab (ambang batas tertentu) kepada golongan yang berhak menerimanya. Zakat termasuk salah satu dari lima rukun Islam dan merupakan amal ibadah yang memiliki tujuan sosial untuk mengurangi kesenjangan sosial dan membantu kaum miskin serta memperkuat solidaritas dalam masyarakat Muslim. Sementara Infaq merupakan sumbangan atau pemberian secara sukarela yang diberikan oleh seorang Muslim dari harta atau pendapatannya untuk kepentingan umum, seperti bantuan kepada fakir miskin, yayasan amal, pembangunan masjid, pendidikan, atau kegiatan sosial lainnya,Dan Infaq tidak memiliki kewajiban hukum seperti zakat, namun dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk kebaikan dan kepedulian terhadap sesama. Dalam Al-Adatu Al-Muhakkamah, kedua konsep ini diatur secara rinci mengenai syarat-syarat, jumlah yang harus dikeluarkan, jenis harta yang wajib dikenakan zakat, serta cara dan waktu pelaksanaannya. Konsep zakat dan infaq juga memainkan peran penting dalam membangun keadilan sosial dan kesejahteraan dalam masyarakat Muslim
ANALISIS BENTUK GHARAR DALAM TRANSAKSI EKONOMI
Conventional financial institutions contain many elements gharar which is clearly prohibited in Islamic law. Islam has strict limits on various economic transactions, so that they are clear what is prohibited or not prohibited. Justice values are a thing main principles that form the basis of economic activities, so that you feel persecuted by the other party.
Lembaga keuangan konvensional banyak mengandung unsur gharar yang jelas telah dilarang dalam syariat Islam. Islam memiliki batasan yang tegas terhadap berbagai transaksi ekonomi, sehingga jelas mana yang dilarang atau tidak dilarang. Nilai-nilai keadilan merupakan hal utama yang menjadi prinsip pokok untuk melandasi kegiatan ekonomi, sehingga merasa teraniaya oleh pihak yang lain
ANALISIS GHARAR DALAM JUAL BELI PAKAIAN BEKAS KARUNGAN
The main problem in this research is, First, what is the buying and selling transaction for used sack clothes? Second, what is the gharar analysis of buying and selling transactions of used sack clothes? This type of research is qualitative research with a phenomenological approach. Secondary data comes from various sources, namely books, journals and other research. The data collection method used was observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out through three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. Consumers of used clothes are expected to be able to weigh and choose the goodness of using used clothes.Pokok masalah dalam penelitian ini adalah, Pertama bagaimanakah transaksi jual beli pakaian bekas karungan? Kedua, bagaimanakah analisis gharar pada transaksi jual beli pakaian bekas karungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data sekunder berasal dari berbagai sumber yaitu buku, jurnal dan penelitian lainnya. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk konsumen pakaian bekas, diharapkan dapat menimbang dan memilih kebaikan dalam menggunakan pakaian bekas
Kontroversi Pola Asuh Pasca Perceraian Mempengaruhi Kerajinan Sholat Siswa MTs Negeri Soppeng : Perspektif Hukum Keluarga Islam
Perceraian sering kali membawa perubahan signifikan dalam struktur dan dinamika keluarga, yang dapat memengaruhi pola asuh dan kedisiplinan anak, termasuk dalam hal pelaksanaan ibadah sholat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pola asuh pasca perceraian mempengaruhi kerajinan sholat siswa di MTs Negeri Soppeng, dengan pendekatan perspektif hukum keluarga Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap siswa yang orang tuanya bercerai serta melalui analisis hukum Islam terkait tanggung jawab orang tua dalam membimbing anak setelah perceraian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam pola asuh dan dukungan terhadap pelaksanaan sholat antara orang tua yang bercerai, yang berdampak langsung pada kerajinan sholat anak. Selain itu, ditemukan bahwa implementasi hukum keluarga Islam dalam konteks perceraian masih menimbulkan kontroversi, terutama terkait dengan kewajiban dan hak orang tua dalam mendidik anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendekatan yang lebih integratif dan adaptif dalam mengelola pola asuh pasca perceraian agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kedisiplinan anak dalam melaksanakan ibadah sholat
Analisis Strukturalisme Dalam Jurnalisme Digital Studi Kasus Manipulasi Di Indonesia
Abstrak: Artikel ini mengkaji pemikiran strukturalisme Ferdinand de Saussure dan Claude Lévi-Strauss serta pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu-ilmu sosial dan humaniora di Indonesia. Saussure, dengan teori linguistiknya, meletakkan dasar bagi analisis struktural dalam bahasa, sementara Lévi-Strauss mengaplikasikan prinsip-prinsip strukturalisme dalam antropologi budaya. Di Indonesia, strukturalisme telah diaplikasikan dalam berbagai bidang, termasuk linguistik, antropologi, sastra, dan arsitektur. Pendekatan ini telah membantu mengungkap struktur-struktur yang mendasari fenomena sosial budaya di Nusantara. Meskipun menghadapi kritik, terutama dari aliran post-strukturalisme, strukturalisme tetap relevan dan terus diadaptasi untuk memahami kompleksitas realitas Indonesia. Tantangan utama adalah menyeimbangkan universalisme struktural dengan partikularisme budaya lokal. Warisan pemikiran Saussure dan Lévi-Strauss terus menginspirasi generasi baru peneliti Indonesia, mendorong eksplorasi lebih lanjut terhadap struktur-struktur yang membentuk realitas sosial budaya Indonesia.
Keywords: Strukturalisme, Ferdinand de Saussure, Claude Lévi-Strauss, linguistik, antropologi, Indonesia, ilmu sosial, humaniora
Analyzing Expressive Speech Acts in The Late Late Show with James Corden
The Late Late program with James Corden, a prominent late-night talk program, is a great resource for studying expressive speech acts. This study aims to analyze the types of expressive speech acts performed by James Corden in The Late Late Show with James Corden. In this study, the researchers used a qualitative descriptive research method using the Searle and vanderveken (1985) theory to analyze a total of 32 utterances from the last episode of the show, which are included in the types of expressive speech acts, such as 1 data of Apologize, 4 data of Thank, 1 data of Condole, 3 data of Complain, 4 data of Lament, 5 data of Protest, 1 data of Deplore, 1 data of Boast, 5 data of Compliment, 4 data of Welcome and 3 data of Greet. The results show that, James Corden uses various expressive speech acts to interact with the audience and guests, so as to create a lively and fun atmosphere. The findings contribute to the understanding of expressive speech acts in the context of talk shows and show the importance of language in shaping social interactions and relationships
Penerapan Al Hajaru Tanzilu Manzila Ad Dhoruroh 'Ammatan Au Khassodtan Pada Transaksi Akad Jual Beli Online Yang Mengandung Unsur Gharar (Ketidakjelasan)
Penerapan Al Hajatu Tanzilu Manzila Ad Dhoruroh ‘Ammatan Au Khassodtan pada transaksi akad jual beli online yang mengandung unsur gharar (ketidakjelasan). Dimana seperti yang kita ketahui jika jual beli online sudah menjadi kebutuhan pokok dan kebutuhan umum masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri. Jual beli online yang dianggap sangat membantu terutama dalam keadaan darurat atau mendesak, tentunya mengandung unsur gharar dimana barang yang diingin hanya diliat dari gambarnya saja, tapi kita tidak tahu apakah barang tersebut benar-benar ada atau tidak, dan akan diterima beberapa hari kemudian dengan pembayaran yang dilakukan pada saat pemesanan dilakukan. Gharar (ketidakjelasan) adalah sesuatu yang yang masih bersifat kabur dan tidak jelas, sehingga bisa dan biasanya akan mengakibatkan kerugian pada salah satu pihak yang melakukan transaksi, dan ini sangat dilarang dalam syariat Islam. Akan tetapi karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat dan memang sangat membantu, maka jual beli online ini boleh dilakukan selama tidak melanggar syariat Islam. Terlebih lagi, saat ini jual beli online sudah dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan yang dapat membuat penggunanya tidak perlu khawatir, salah satunya dengan COD (Cash On Delivery). Dimana barang yang dipesan dapat dibayar setelah barang sampai ditangan pembeli. Dengan demikian, jual beli online yang mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) yang merupakan salah satu bentuk transaksi yang tidak diperbolehkan dalam Islam, tetapi karena dapat membantu mengatasi keadaan darurat/mendesak, dan tentunya memberikan dampak positif bagi masyarakat, pada akhirnya diperbolehkan selama tidak melanggar syariat Islam
Legal Reformulation of Nusyūz in Marriage From The Perspective of Critical Legal Studies
The problems of Islamic family law over time, seem increasingly complex. Included in this is nusyūz which so far has been taken for granted by society in the provisions of positive law in Indonesia. This article seeks to examine the problems of nusyūz normativity based on the critical legal studies (CLS) paradigm, namely one of the substitutions for the legal school of realism that is present in the classification of the post-modern era of law. There are two main topics of discussion: First, the ratio legis of nusyūz in Indonesian legislation from a CLS perspective; and Second, the reformulation of the upcoming nusyūz law in marriage legislation in Indonesia. This article argues that the ratio legis nusyūz in Indonesian legislation in terms of the trashing, deconstruction, and genealogy approaches of CLS still has a legal construction that is not in favor of justice and social interests as well as the reformulation of the upcoming nusyūz law in marriage legislation in Indonesia based on a philosophical, sociological, and juridical foundation can be implemented through the formation of new laws in the form of laws governing marriage law or Islamic material law or by making changes or revisions to the Compilation of Islamic Law.Problematika hukum keluarga Islam seiring berjalannya waktu, semakin lama tampak semakin kompleks. Termasuk dalam hal ini adalah nusyūz yang selama ini diterima begitu saja oleh masyarakat dalam ketentuan hukum positif di Indonesia. Artikel ini berupaya untuk mengkaji problematika normativitas nusyūz berdasarkan paradigma critical legal studies (CLS), yakni salah satu substitusi aliran hukum realisme yang hadir dalam klasifikasi era post-modern hukum. Terdapat dua fokus pembahasan yang menjadi topik utama: Pertama, ratio legis nusyūz dalam perundang-undangan di Indonesia ditinjau dari perspektif CLS; dan Kedua, reformulasi hukum nusyūz mendatang dalam perundang-undangan perkawinan di indonesia. Artikel ini berargumen bahwa ratio legis nusyūz dalam perundang-undangan di Indonesia ditinjau dari pendekatan trashing, deconstruction, dan genealogy CLS masih memiliki konstruksi hukum yang tidak berpihak pada keadilan dan kepentingan sosial serta reformulasi hukum nusyūz mendatang dalam perundang-undangan perkawinan di indonesia berdasarkan landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis dapat diimplementasikan melalui pembentukan hukum baru berbentuk undang-undang yang mengatur hukum perkawinan atau hukum materiil Islam atau dengan melakukan perubahan atau revisi atas Kompilasi Hukum Islam
Penerapan Kaidah Al-Ashlu Bara'atu Dzimmah dalam Akad Wakalah dan Kafalah
Kaidah Al-Ashlu Bara'atu Dzimmah (prinsip bahwa pada dasarnya seseorang terbebas dari tanggungan) memiliki penerapan signifikan dalam akad Wakalah dan Kafalah. Dalam konteks Wakalah (perwakilan), kaidah ini menegaskan bahwa wakil pada dasarnya tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang terjadi selama ia bertindak sesuai dengan batas-batas yang diberikan dan dengan itikad baik, kecuali jika terbukti ada kelalaian atau pelanggaran. Sementara dalam Kafalah (penjaminan), kaidah ini menggarisbawahi bahwa kafil (penjamin) hanya bertanggung jawab atas kewajiban yang telah secara jelas disepakati dalam akad, dan tidak bisa diperluas melebihi kesepakatan tersebut. Penerapan kaidah ini dalam kedua akad tersebut memberikan kepastian hukum, melindungi hak-hak individu, mendorong kejujuran dan itikad baik, serta memfasilitasi penyelesaian sengketa dengan menetapkan dasar untuk menentukan beban pembuktian dan tanggung jawab. Namun, penerapannya harus tetap mempertimbangkan aspek keadilan dan maslahat, dengan kemungkinan pengecualian dalam kasus-kasus tertentu untuk mencegah kerugian yang tidak adil atau melindungi pihak yang lebih lemah
Potensi Perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia sebagai Tujuan Investasi Generasi Muda
The Islamic capital market in Indonesia has shown positive development, particularly in the sectors of Islamic stocks and sukuk/Islamic bonds. This study examines the potential of the Islamic capital market as an alternative investment for the younger generation, focusing on the growth of Islamic stocks, sukuk, and Islamic mutual funds. The research employs a qualitative descriptive method with a literature review approach, utilizing relevant books, articles, journals, and news sources. The data reveals that, despite a decline in the number and value of Islamic mutual funds, the Islamic Stock Index (ISSI) and the market capitalization of government sukuk demonstrate stable growth. Interest among the younger generation, especially those under 30, has significantly increased, largely driven by advances in technology and improved financial literacy. These findings underscore the importance of enhancing financial literacy and information access to attract more young investors to the Islamic capital market. Despite challenges such as the decline in Islamic mutual fund values, the Islamic capital market has substantial potential to contribute to economic growth and infrastructure development in Indonesia. The study recommends strategies to improve financial literacy and facilitate access to the Islamic capital market to leverage the potential of the younger generation and enhance overall growth in the Islamic capital market