Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
    2676 research outputs found

    PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS) DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PADA PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR TBK TAHUN 2016-2023

    Get PDF
    Fluktuasi laba bersih yang signifikan pada periode 2016-2023, mencerminkan dinamika kinerja keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji secara mendalam bagaimana perubahan Earning Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) dari tahun ke tahun berkontribusi terhadap pergerakan harga saham perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk selama periode 2016–2023. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan Error Correction Model (ECM) dan pengolahan data menggunakan Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dalam jangka pendek, EPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan DER tidak berpengaruh. Namun, dalam jangka panjang, baik EPS maupun DER berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada tingkat signifikansi 10%. Secara simultan, dalam jangka pendek EPS dan DER berpengaruh signifikan terhadap harga saham, namun dalam jangka panjang EPS dan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham

    ANALISIS RESIKO KEBANGKRUTAN PADA PERUSAHAAN JASA YANG MEMILIKI EKUITAS NEGATIF YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2023

    Get PDF
    Kondisi beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) terutama pada perusahaan jasa, berdasarkan data laporan keuangan dan notasi khusus terhadap emiten yang memiliki hutang banyak yakni notasi "E" yang mengalami ekuitas negatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat resiko kebangkrutan pada perusahaan jasa yang memiliki ekuitas negatif yang terdaftar di BEI tahun 2023 menggunakan metode Altman Z-Score modifikasi. Rasio keuangan yang ditetapkan Altman yakni modal kerja terhadap total aset, laba ditahan terhadap total aset, laba sebelum bunga dan pajak atas total aset, dan nilai ekuitas terhadap nilai buku utang merupakan variabel yang digunakan dalam analisis ini. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan data sekunder dari situs BEI, khususnya laporan keuangan tahunan. Analisis data yang digunakan adalah Rumus Z = 6,56 X1+ 3,26 X2 +6,72 X3 + 1,05 X4 yang merupakan teknik Altman Z-Score modifikasi, dengan nilai cut off adalah Z<1,1 (Zona kebangkrutan), 1,1 < Z < 2,6 (Zona abu-abu), dan Z > 2.6 (Zona aman). Berdasarkan temuan analisis resiko kebangkrutan menggunakan pendekatan Altman Z-Score yang dimodifikasi, temuan penelitian menunjukkan bahwa perusahaan jasa dengan ekuitas negatif beresiko tinggi. Setiap perusahaan jasa dalam sampel dengan ekuitas negatif memiliki Z-Score negatif, yang menunjukkan bahwa Z<1,1 berarti perusahaan di zona kebangkrutan

    Konsep Inovasi Produk Perbankan Syariah dalam Mengadaptasi Kebutuhan Finansial Milenial Digital

    Get PDF
    The massive digital transformation has reconstructed the landscape of financial behavior and needs of the millennial generation, which is inherently adaptive to technology. This generation has high expectations for financial services that are fast, flexible, and digitally based. This study systematically examines Islamic banking product innovations that address the financial needs of digital-native millennials. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, 30 nationally accredited SINTA journal articles published between 2015 and 2024 were thematically analyzed. The results show that more than 60% of the articles highlight the development of Islamic mobile banking, QRIS integration, digital financing, and collaboration with fintech as key strategies. However, challenges such as low Islamic financial literacy and institutional limitations remain significant barriers. This review concludes that the success of Islamic banking product innovation is largely determined by the synergy between digital transformation, maqashid shariah values, organizational readiness, and progressive regulatory support.Transformasi digital yang masif telah merekonstruksi lanskap perilaku dan kebutuhan finansial generasi milenial yang secara inheren adaptif terhadap teknologi. Generasi ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap layanan keuangan yang cepat, fleksibel, dan berbasis digital. Penelitian ini secara sistematis mengkaji inovasi produk perbankan syariah yang mampu menjawab kebutuhan finansial generasi milenial digital. Dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), sebanyak 30 artikel jurnal nasional terakreditasi SINTA dari tahun 2015 hingga 2024 dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari 60% artikel menyoroti pengembangan mobile banking syariah, integrasi QRIS, pembiayaan digital, serta kolaborasi dengan fintech sebagai strategi utama. Namun, tantangan berupa rendahnya literasi keuangan syariah dan keterbatasan kelembagaan tetap menjadi hambatan besar. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan inovasi produk bank syariah sangat ditentukan oleh sinergi antara transformasi digital, nilai maqashid syariah, kesiapan organisasi, serta dukungan regulasi yang progresif

    AKUNTABILITAS SOSIAL DALAM ANALISIS KEPUASAN NASABAH TERHADAP TRANSFORMASI LAYANAN DIGITAL BANK SYARIAH

    Get PDF
    The digital transformation of services in Islamic banking requires not only technological innovation and efficiency but also enhanced social accountability in alignment with Sharia principles. This literature study aims to analyze the relationship between social accountability and customer satisfaction within the context of digital service transformation in Islamic banks. A systematic literature review method was employed, examining scholarly articles, industry reports, and relevant regulations published in the last ten years. The findings reveal that social accountability—which includes transparency, participation, and social responsibility—plays a critical role in shaping customer perception and satisfaction regarding digital services. Although digital innovation enhances access and efficiency, customer trust largely depends on the extent to which Islamic banks uphold social and ethical values. The implications highlight the importance of integrating social accountability strategies into digital service development in order to foster long-term customer loyalty. The main recommendation is the need to strengthen both regulatory frameworks and internal policies concerning social performance reporting and active customer involvement in digital service evaluation.Transformasi layanan digital dalam industri perbankan syariah tidak hanya menuntut efisiensi dan inovasi teknologi, tetapi juga peningkatan akuntabilitas sosial sebagai bagian dari prinsip-prinsip syariah. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara akuntabilitas sosial dan kepuasan nasabah dalam konteks transformasi layanan digital bank syariah. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis dengan menelaah artikel-artikel ilmiah, laporan industri, dan regulasi terkait yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntabilitas sosial, yang mencakup transparansi, partisipasi, dan tanggung jawab sosial, memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan kepuasan nasabah terhadap layanan digital. Meskipun inovasi digital memberikan kemudahan akses dan efisiensi, kepercayaan nasabah tetap sangat bergantung pada sejauh mana bank syariah mampu menjaga nilai-nilai sosial dan etika Islam. Implikasi dari temuan ini menekankan perlunya integrasi strategi akuntabilitas sosial dalam pengembangan digitalisasi layanan perbankan syariah agar mampu membangun loyalitas nasabah yang berkelanjutan. Rekomendasi utama adalah perlunya penguatan regulasi dan kebijakan internal bank dalam hal pelaporan kinerja sosial serta keterlibatan aktif nasabah dalam proses evaluasi layanan digital

    Pola Asuh Orang Tua Dalam Perkembangan Sosial-Emosional Pada Anak Usia Dini Di Desa Taman Asri

    No full text
    Pola asuh orang tua sangat penting bagi anak dan akan mempengaruhi kehidupan anak hingga ia dewasa, oleh sebab itu orang tua hendaknya memperhatikan pemilihan pola asuh yang tepat sehingga anak memiliki perilaku  sosial-emosional yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola asuh orang tua dalam perkembangan sosial-emosional pada anak di desa taman asri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang telah digunakan pada masing-masing anak dapat mengembangkan sosial-emosional anak meskipun terdapat anak yang pemarah, berkata kotor namun dengan sigap orang tua dapat mengatasinya dengan caranya sendiri secara baik. Anak dapat bersosialisasi dengan cukup baik kepada teman sebaya dan lingkungan sekitar.Adapun dampak yang terjadi mulai dari pola asuh otoriter yang membuat anak menjadi jauh dengan orang tua, pola asuh demokratis anak menjadi lebih mandiri, dan pola asuh permisif anak menjadi manja

    Gender in the Integration of Batik Ethnomathematics and Fiqh: Learning Models, Numeracy, and Trustworthiness

    Get PDF
    Mathematics education in Indonesia continues to face challenges in developing students’ numeracy literacy, partly due to the limited integration of cultural, Islamic, and gender perspectives in pedagogical practices. This study seeks to design and validate an integrative learning model that merges batik ethnomathematics, Islamic jurisprudence (fiqh) values, and gender inclusivity to enhance students’ numeracy literacy and trustworthiness (amanah). A quasi-experimental method employing a pretest–posttest non-equivalent control group design was applied. The experimental class received instruction based on batik ethnomathematics integrated with fiqh values, while the control class followed a conventional approach. The findings demonstrate that embedding geometric concepts within batik ethnomathematics made learning more contextual, meaningful, and culturally relevant. The inclusion of fiqh principles, such as amanah and fairness, fostered students’ Islamic character development, while gender-responsive strategies promoted equitable participation among male and female learners. This study extends existing ethnomathematics scholarship by proposing a cohesive instructional framework that bridges cultural, ethical, and pedagogical dimensions. Theoretically, it enriches the discourse on numeracy literacy through the synthesis of ethnomathematics and Islamic moral education. Practically, it offers a model for implementing gender-responsive and value-based mathematics learning that cultivates trustworthiness and inclusivity in diverse educational contexts

    Peran Bimbingan Rohani Islam dalam Meningkatkan Spritualitas pada Remaja: Pengertian Bimbingan Rohani Islam, Tujuan atau fungsi dari Layanan Bimbingan Rohani,

    No full text
    This study aims to analyze the role of Islamic spiritual guidance in improving spirituality in adolescents. The method used is literature review by examining various scientific sources such as journals, books, and relevant articles within the last ten years. The results of the study show that Islamic spiritual guidance plays a strategic role in shaping character, strengthening faith, and increasing the mental and moral resilience of adolescents. Through a holistic approach that includes worship guidance, spiritual assistance, and strengthening Islamic values, spiritual guidance can be a preventive, curative, and self-development solution for adolescents in facing the challenges of the times. Activities such as Islamic studies, religious counseling, and religious social activities have proven effective in instilling good habits, empathy, and building spiritual closeness to Allah SWT. Thus, Islamic spiritual guidance not only improves religious aspects, but also forms adolescents who are noble and beneficial to the surrounding environment.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranbimbingan rohani Islam dalam meningkatkan spiritualitaspada remaja. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah sepertijurnal, buku, dan artikel yang relevan dalam kurun waktusepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwabimbingan rohani Islam berperan strategis dalammembentuk karakter, memperkuat keimanan, sertameningkatkan ketahanan mental dan moral remaja. Melalui pendekatan holistik yang mencakup pembinaanibadah, pendampingan spiritual, dan penguatan nilai-nilaiIslami, bimbingan rohani mampu menjadi solusipreventif, kuratif, dan pengembangan diri bagi remajadalam menghadapi tantangan zaman. Kegiatan sepertikajian keislaman, konseling keagamaan, dan aktivitassosial keagamaan terbukti efektif dalam menanamkankebiasaan baik, empati, serta membangun kedekatanspiritual dengan Allah SWT. Dengan demikian, bimbingan rohani Islam tidak hanya meningkatkan aspekreligius, tetapi juga membentuk remaja yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya

    Peran Pendidikan Agama Islam Berbasis Rekonstruksionisme dalam Membentuk Generasi yang Berakhlak dan Adaptif

    Get PDF
    Conventional Islamic Religious Education (PAI), with its strong emphasis on normative and ritual aspects, often struggles to address contemporary social challenges and global transformation, resulting in a gap between religious values and social engagement (Nata, 2014; Muhaimin, 2004). This study aims to conceptually examine and develop a theoretical model of Reconstructionism-based PAI that connects Islamic ethical principles with social action. Using a Library Research method supported by Concept Analysis and Theory Synthesis, the study analyzes primary works of Reconstructionist philosophy (Brameld, 1956) and literature on transformative PAI through Content Analysis and Comparative–Synthesis techniques, with data credibility strengthened through Source Triangulation (Lincoln & Guba, 1985). The theoretical synthesis indicates that integrating Reconstructionism offers a coherent framework for restructuring PAI toward issue-centered learning, critical inquiry, and socially oriented action. This model conceptually supports the development of Transformative Ethics (Gusau, 2021) and adaptive socio-religious skills, positioning PAI as a more responsive and action-oriented educational approach. The novelty of this study lies in formulating a philosophical model that aligns Islamic values with Reconstructionist principles, providing a conceptual basis for future empirical development and curriculum reform. Keywords: Islamic Religious Education, Reconstructionism, Transformative Ethics, Social Action

    Analysis of Maqasid al-Syari'ah (Primary Maslahat) on the Practice of Mute Marriage Contracts in Songing Village, South Sinjai District, Sinjai Regency

    Get PDF
    This study aims to examine the Analysis of Maqasid al-Syari'ah (Primary Maslahat) on the Practice of Mute Marriage Contracts in Songing Village, South Sinjai District, Sinjai Regency. This is a qualitative study. The research design is field research. Data collection methods in this study include observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the practice of mute marriage contracts in Songing Village, South Sinjai District, Sinjai Regency, is inconsistent with the Marriage Law of 1974, Article 2, Paragraphs 1 and 2, as well as KHI Article 4, which is considered inconsistent with one of the primary objectives of Maqasid al-Syari'ah, namely maslahat primer, hifz al-Din.  This is due to the contradiction between the marriage contract practices and Islamic law, specifically the consensus of Islamic scholars, which is the primary cause of the violation of the Marriage Law of 1974, Article 2, Paragraph 1, and KHI Article 4. Furthermore, hifz al-Nasl. This is because the marriage is not recognised due to its violation of the Marriage Law of 1974, Article 2, Paragraph 1, and therefore the marriage is not registered as mentioned in the subsequent paragraph. This has implications for the status of children in the marriage under the applicable law in Indonesia. The subsequent effect is chaos in the realm of hifz al-Mal/maintenance/guardianship of property. This reality causes serious issues regarding the inheritance status of children and spouses, as well as joint property. Regarding the legal status of the marriage under Sharia law. This is exempted if the marriage officiant was unaware of the consensus of the scholars

    Aspek Hukum Waralaba dan Permasalahannya di Indonesia

    Get PDF
    The main purpose of this study is to understand and examine how franchise business activities operate in Indonesia and to identify their legal issues from the perspective of positive law. The concept of franchising has become a significant trendsetter, bringing a distinct influence to the domestic economic landscape. In order for franchising to develop and serve as an embryo for national economic growth, it is essential to establish legal certainty that binds all business actors both franchisors and franchisees. Therefore, franchise cooperation between parties must be based on a written agreement governed by the applicable laws and regulations. This research employs a normative juridical approach (normative legal research), with data collected through literature study, namely by tracing, identifying, and analyzing legal sources and scholarly works relevant to the research topic. The findings indicate that the implementation of franchising in Indonesia already has a sufficiently strong legal foundation through Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2024 and Peraturan Menteri Perdagangan No. 71 Tahun 2019. However, in practice, various legal problems still arise, particularly concerning the imbalance of bargaining positions between franchisors and franchisees, which often results in adhesion contracts and potential breaches of contract (default). This study concludes that the implementation of franchising in Indonesia has not yet fully complied with the existing legal provisions. Although the regulations are clearly stipulated under PP No. 35 tahun 2024 and Permendagri No. 71 Tahun 2019, many business actors remain insufficiently informed about the substance of these laws and are more profit-oriented. Consequently, this situation gives rise to improper practices, such as unilateral termination of franchise agreements without valid legal grounds. Therefore, there is an urgent need to enhance legal awareness and compliance with the principles of justice and legal certainty in every stage of franchise agreement implementation and termination.Prinsip dan tujuan penulisan ini untuk memahami dan mengetahui bagaimana kegiatan perusahaan waralaba Indonesia serta permasalahannya ditinjau dari perspektif hukum positif. Konsep bisnis waralaba atau Franschise menjadi trendseller yang memberi warna berbeda pada dunia perekonomian dalam negeri. Agar Waralaba (Franchise) dapat berkembang dan menjadi embrio pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga perlu adanya kepastian hukum yang mengikat bagi para pelaku bisnis tersebut baik bagi dari pemilik Franchise (Franchisor) maupun penerima franchise (frinchisee), sehingga dalan menjalin Kerjasama waralaba antara pihak dibuat perjanjian tertulis yang berdasarkan aturan-aturan hukum yang berlaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif (normative legal research) dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dengan cara menelusuri, mengidentifikasi, dan mengkaji sumber hukum dan literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan waralaba di Indonesia telah memiliki dasar hukum yang cukup kuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 dan Permendag No 71 Tahun 2019, namun dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan hukum, terutama terkait ketidakseimbangan posisi antara pemberi dan penerima waralaba yang sering menimbulkan perjanjian bersifat sepihak (adhesi) dan potensi wanprestasi.Penelitian ini menyimpulkan laksanaan waralaba di Indonesia belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Meskipun telah diatur secara jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 dan Permendag No. 71 Tahun 2019, masih banyak pelaku usaha yang kurang memahami substansi pengaturan tersebut dan lebih berorientasi pada keuntungan semata. Kondisi ini menyebabkan munculnya praktik-praktik yang menyimpang, seperti pemutusan perjanjian secara sepihak tanpa dasar hukum yang sah. oleh karenanya, diperlukan peningkatan kesadaran hukum dan kepatuhan terhadap asas keadilan serta kepastian hukum dalam setiap pelaksanaan dan pengakhiran perjanjian waralaba

    2,142

    full texts

    2,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sao Jurnal IAIN Parepare
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇