Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
    2676 research outputs found

    Unpacking Identity Construction and Negotiation of a Student Studying Abroad: A Phenomenological Study

    Get PDF
    This study aims to explore how an Indonesian doctoral student form and negotiate their identities while studying in the United States. Using a phenomenological approach, this study explores participants' experiences in detail through semi-structured interviews. The results show that the process of identity construction was dynamic and influenced by linguistic, academic, social and technological challenges. The participant experienced barriers to understanding informal English, intensive academic pressure and the demands of writing in native speaker standards. However, the participant showed resilience by strengthening their identities through time management strategies, independent learning using digital technologies, and identity reinforcement through everyday activities, especially cooking. These activities not only served as practical skills, but also as a medium to maintain emotional stability and cultural connection. This research confirms the importance of continued investment in cultural skills and learning languages as part of the cultural adaptation process. The results recommend that higher educational institutions provide contextualized support and be more sensitive to international students’ needs as they construct academic and social identities in a global environment

    MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA DALAM TRADISI UANG PANAI' BUGIS: ANALISIS EKONOMI ISLAM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik manajemen keuangan keluarga dalam tradisi uang panai’  pada masyarakat Bugis dengan menggunakan perspektif ekonomi Islam. Tradisi uang panai’  merupakan bentuk pemberian dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebelum pernikahan yang memiliki implikasi sosial, budaya, dan ekonomi yang signifikan. Fenomena ini sering menimbulkan beban finansial, memengaruhi pola pengelolaan keuangan keluarga, serta memunculkan dilema antara pelestarian budaya dan prinsip keadilan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap keluarga Bugis di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik uang panai’  mendorong keluarga untuk melakukan perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk tabungan, investasi, dan strategi pembiayaan berbasis gotong royong. Namun, terdapat ketidakseimbangan antara tuntutan adat dan prinsip efisiensi serta keberlanjutan dalam manajemen keuangan syariah. Dari perspektif ekonomi Islam, praktik ini dapat dilihat sebagai bentuk ’urf (kebiasaan) yang diperbolehkan selama tidak menimbulkan gharar, israf, dan dharar. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya reinterpretasi budaya uang panai’  agar tetap selaras dengan maqashid al-syari’ah, khususnya dalam aspek keadilan, kemaslahatan, dan keberlanjutan keuangan keluarga

    A Disrupsi Digital terhadap Prinsip Layanan Perbankan Syariah di Era Keuangan Modern: Abstrak, Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metodologi, Hasil, Pembahasan, Simpulan, Referensi

    No full text
    Disrupsi digital telah mengubah industri perbankan secara signifikan, termasuk perbankan Islam, yang didasarkan pada prinsip keadilan, transparansi, dan larangan riba. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi teknologi seperti fintech, blockchain, dan kecerdasan buatan memengaruhi prinsip-prinsip inti layanan perbankan Islam. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur, temuan tersebut mengungkapkan bahwa disrupsi digital dapat meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas, tetapi juga menimbulkan risiko seperti ketidakpatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dan kesenjangan digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan regulasi, promosi inovasi yang sesuai dengan syariah, dan pelibatan otoritas syariah sangat penting untuk menjaga integritas layanan keuangan Islam di era digital .Disrupsi digital telah membawa perubahan besar dalam industri perbankan, termasuk sektor perbankan syariah yang bertumpu pada prinsip keadilan, transparansi, dan pelarangan riba. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana inovasi teknologi seperti fintech, blockchain, dan kecerdasan buatan mempengaruhi prinsip-prinsip dasar layanan perbankan syariah. Melalui pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah, ditemukan bahwa disrupsi digital berpotensi meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan, namun juga menghadirkan tantangan seperti ketidakpatuhan terhadap prinsip syariah dan ketimpangan digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa penegakan regulasi, inovasi berbasis nilai Islam, dan peran aktif otoritas sangat penting dalam menjaga integritas layanan keuangan syariah di era digital

    THE TRANSFORMATION OF THE ROLE OF ISLAMIC FINANCIAL INSTITUTIONS IN MSME FINANCING IN THE ERA OF ECONOMIC DIGITALIZATION: TRANSFORMASI PERAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DALAM PEMBIAYAAN UMKM DI ERA DIGITALISASI EKONOMI

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis transformasi peran Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dalam pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digitalisasi ekonomi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, yang menelaah 30 artikel ilmiah terbitan tahun 2010 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi mendorong peningkatan efisiensi, aksesibilitas, dan inovasi dalam pembiayaan UMKM, terutama melalui adopsi fintech syariah, sistem digital onboarding, dan platform crowdfunding halal. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan regulasi syariah yang belum adaptif masih menjadi hambatan utama. Artikel ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara LKS, regulator, dan pelaku fintech, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Secara praktis, artikel ini bermanfaat sebagai acuan strategi digitalisasi syariah yang responsif terhadap kebutuhan UMKM. Secara teoritis, kajian ini memperkaya pemahaman konseptual tentang integrasi antara prinsip-prinsip syariah dan inovasi digital dalam ekosistem keuangan Islam.This article aims to systematically examine the transformation of the role of Islamic Financial Institutions (IFIs) in financing Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) within the context of economic digitalization. Using the Systematic Literature Review (SLR) method under the PRISMA approach, this study reviews 30 peer-reviewed articles published between 2010 and 2024. The findings show that digitalization has enhanced the efficiency, accessibility, and innovation of MSME financing, especially through the adoption of Islamic fintech, digital onboarding systems, and halal crowdfunding platforms. However, challenges remain, such as low digital literacy, infrastructure limitations, and underdeveloped Sharia regulatory frameworks. This article recommends strengthening collaboration among IFIs, regulators, and fintech actors, along with improving human resource capacity. Practically, this study provides strategic insights for Sharia-based digitalization initiatives that are responsive to MSME needs. Theoretically, it contributes to the conceptual understanding of the integration between Sharia principles and digital innovation within the Islamic financial ecosystem

    Analysis of Teacher Professional Development at SDN Caturtunggal 4 Yogyakarta

    No full text
    This study aims to analyze teacher professional development at SDN Caturtunggal 4 to improve competence and education quality. A descriptive qualitative method was used, with data collected through interviews, observations, and document reviews. The results indicate that teacher professional development is implemented through training organized by the education department, teacher working groups (KKG), webinars, and teacher professional education programs (PPG). Additionally, initiatives like "Senin Berbagi" are applied to share best practices within the school. The findings also reveal teachers' needs for mastering educational technology, understanding the latest curriculum, and enhancing social skills. This professional development positively impacts teachers' abilities to use innovative teaching methods, including information technology, to meet students' needs. However, challenges such as time constraints and lack of motivation persist. To address these, the school applies internal training and knowledge dissemination by trained teachers. In conclusion, teacher professional development at SDN Caturtunggal 4 enhances teaching quality but requires more inclusive policies and sustainable programs. Keywords: Development, Competence, TrainingPenelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan profesi guru di SDN Caturtunggal 4, sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan profesi guru dilakukan melalui pelatihan oleh dinas pendidikan, kelompok kerja guru (KKG), webinar, dan program pendidikan profesi guru (PPG). Selain itu, inisiatif seperti "Senin Berbagi" diterapkan untuk berbagi praktik baik di lingkungan sekolah. Temuan juga mengungkap kebutuhan guru dalam penguasaan teknologi pendidikan, pemahaman kurikulum terbaru, dan dukungan pengembangan keterampilan sosial. Pengembangan profesi ini memberikan dampak positif terhadap kemampuan guru menggunakan metode pembelajaran inovatif, termasuk informasi teknologi, yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Namun, kendala seperti keterbatasan waktu dan motivasi masih ditemukan. Untuk mengatasi hambatan ini, sekolah menerapkan pelatihan internal dan pengmbasan pengetahuan oleh guru yang telah dilatih. Kesimpulannya, pengembangan profesi guru di SDN Caturtunggal 4 mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, namun perlu didukung oleh kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kata Kunci : Pengembangan, Kompetensi, Pelatiha

    Strategi Penguatan Fungsi Pasar Modal Syariah dalam Mendukung Ekonomi Nasional

    Get PDF
    Pasar modal syariah di Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan potensi besar untuk mendukung perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan fungsi pasar modal syariah melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Temuan utama menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan, penguatan regulasi, diversifikasi produk investasi syariah, dan adopsi teknologi inovatif, seperti blockchain, merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan sektor ini. Data menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar syariah meningkat dari Rp350 triliun pada 2019 menjadi Rp500 triliun pada 2023, mencerminkan peningkatan minat investor. Selain menawarkan alternatif investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, pasar modal syariah juga memiliki daya tarik global, terutama melalui penerbitan sukuk hijau yang mendukung proyek keberlanjutan. Namun, tantangan seperti rendahnya partisipasi investor ritel dan kurangnya harmonisasi regulasi masih memerlukan perhatian lebih lanjut. Penelitian ini menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, regulator, pelaku pasar, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan wawasan strategis yang relevan untuk pengembangan pasar modal syariah di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan pendekatan yang holistik, pasar modal syariah diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan

    Syauqi Ḍaif (Studi Peranan Dalam Pembaharuan Ilmu Nahwu)

    Get PDF
    The inherently philosophical and convoluted nature of traditional nahẉ materials has led many modern nahẉ scholars to seek their reform. Among those who have made significant contributions to the development of modern nahẉ is Syauqi Ḍaif. This study, entitled “Syauqi Ḍaif (A Study of His Role in the Renewal of Nahẉ Science),” addresses two research questions: What criticisms have nahẉ scholars leveled against Syauqi Ḍaif in the field of nahẉ, and what role has he played in reforming nahẉ science? The method employed is library research with a qualitative approach. Data sources for this study include the books Tajdīd Nahwī and Taysīr an‑Nahwī at‑Taʻlīmī Qadīman wa Ḥadīthan maʻa Nahji Tajdīdihā, as well as other documents relevant to the research. The results of the study indicate that Syauqi Ḍaif authored six books on nahẉ, all of which generally treat nahẉ as an exclusive domain of the Arabic language. Furthermore, six main themes emerge from his efforts to renew nahẉ materials: reformulation, elimination, addition, and others, all aimed at making nahẉ more accessible so that beginner students of Arabic do not find it overly difficult

    Dilema Kecepatan dan Akurasi Jurnalisme Digital dalam Perspektif Teori Media Baru

    Get PDF
    Cara kerja media massa kini mengalami perubahan yang signifikan seiring berkembangnya teknologi digital, terkhusus pada pemberitaan online. Di sisi lain, yang menjadi bagian utama dalam menyampaikan suatu informasi adalah pada kecepatan publikasi dan pembacanya. Namun keakuratan informasi pun bisa saja terancam akan kecepatan dalam pempublikasian. Sehingga hal tersebutlah yang menjadikan media dilanda dilema akan hal etis dan profesional dalam pemberitaannya, utamanya menjadi urutan pertama menyampaikan berita di tengah persaingan yang ketat. Artikel ini mengkaji bagaimana media online seperti Kompas.com dan Liputan6 menghadapi dilema antara kecepatan dan ketepatan informasi pada. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis isi pemberitaan dari kedua media. Teori Media Baru digunakan sebagai lensa analisis untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi seperti penggunaan chatbot, AI, dan sistem notifikasi mempengaruhi cara kerja redaksi, distribusi berita, serta proses verifikasi informasi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun teknologi mempercepat proses penyampaian berita, media tetap bergantung pada verifikasi manual dan kontrol editorial manusia agar akurasi tetap terjaga. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa teknologi tidak serta-merta menggantikan peran manusia dalam jurnalisme, melainkan harus dijadikan alat bantu untuk mendukung prinsip-prinsip dasar jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab publik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian jurnalistik digital dengan menyoroti pentingnya integrasi teknologi yang bijak dan etis dalam praktik media daring. Selain itu, penelitian ini juga memberi gambaran tentang bagaimana media arus utama di Indonesia beradaptasi dengan tuntutan era digital tanpa mengorbankan integritas pemberitaan

    Artificial Intelligence in the Thought of Imam al-Ash‘ari

    Get PDF
    In everyday language, AI is not considered mute because it can produce speech; however, from the perspective of kalam, the presence of kalam nafsi is required to negate muteness. The research problem, which centers on the distinction in the meaning of muteness, gives rise to three main issues to be analyzed: (1) the possibility of qualia in AI, (2) AI’s potential to speak, and (3) the source of the grammatical utterances generated by AI. This study is descriptive and qualitative in nature, employing a literature review method. The results of this study reveal three key findings: first, AI does not possess qualia; second, AI is essentially a mute subject that only produces speech mechanically; and third, the source of AI’s utterances is its designer. Theoretically, this research expands the concept of kalam in Imam al-Ash‘ari’s thought, which was previously focused solely on God, toward the domain of created beings in this case, AI. Practically, this study shifts our linguistic perspective by highlighting that the AI we converse with is a mute subject, whereas a mute human being actually possesses inner speech.   Keywords: . AI, Imam al-Ash‘ari, Muteness, Kalam, Quali

    Challenges and Strategies of Moral Faith Teachers in Instilling Character in the Era Digital at Mtsn Parepare

    Get PDF
    This thesis aims to describe the challenges and strategies applied by moral faith teachers in instilling character in the digital era in students at MTsN Parepare. This study uses a type of qualitative approach with an ex post facto type of research that is descriptive in the form of field research and direct data collection through observation and interviews with PAI MTsN Parepare teachers. The research paradigm used is a qualitative descriptive paradigm that seeks to understand in depth the social and educational reality that is taking place in schools. The results of this study explain that teachers of Moral Faith at MTsN Parepare face various challenges in cultivating students' character in the digital era, such as the negative influence of social media, lack of awareness of digital ethics in students, and limited time in a dense curriculum. The challenge of teachers in implementing strategies is the use of digital media as a means of learning, problem-based learning methods, as well as discussions and simulations related to moral issues in cyberspace, while guiding students through self-reflection and example. The strategy has shown positive results although not fully optimal, but with consistent and continuous implementation students are beginning to be able to understand and practice character values in their digital lives

    2,142

    full texts

    2,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sao Jurnal IAIN Parepare
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇