Universitas Islam Majapahit Journals System
Not a member yet
1541 research outputs found
Sort by
Analisis Efektivitas Media Pendingin Otomotif Dalam Meningkatkan Kekerasan Material ST-41
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pendingin berbeda terhadap kekerasan Besi ST 41 setelah proses quenching. Tiga jenis media digunakan: oli SAE 20, solar, dan minyak rem. Spesimen dipanaskan hingga suhu 850°C selama 40 menit lalu didinginkan dengan masing-masing media. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa solar menghasilkan kekerasan tertinggi (57.56 HRB), diikuti oleh minyak rem (54.89 HRB), dan oli (41.56 HRB). Hasil uji ANOVA dua arah menunjukkan bahwa perbedaan media pendingin memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai kekerasan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan media pendingin sangat memengaruhi hasil perlakuan panas logam, khususnya pada baja karbon rendah seperti ST 41
Analisis Eksperimental Efektivitas Media Quenching Tradisional dan Modern terhadap Kekerasan Baja ST42
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kekerasan baja ST42 setelah proses quenching menggunakan dua jenis media pendingin yang berbeda, yaitu air biasa (tradisional) dan air coolant radiator (modern). Spesimen baja ST42 dipanaskan hingga suhu austenitisasi 850°C dan selanjutnya didinginkan cepat menggunakan masing-masing media. Pengujian kekerasan dilakukan dengan metode Rockwell skala B (HRB). Hasil pengujian menunjukkan bahwa spesimen yang didinginkan dengan air biasa memiliki nilai kekerasan rata-rata 96,44 HRB, sedangkan spesimen yang didinginkan dengan air coolant memiliki rata-rata kekerasan 94,22 HRB. Uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan nilai kekerasan tersebut signifikan secara statistik (p < 0,001). Oleh karena itu, air biasa dinilai lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kekerasan tinggi, sementara air coolant radiator lebih sesuai untuk kebutuhan proses dengan pendinginan yang lebih terkendali
Karakterisasi Biodiesel Produk Reaksi Interesterifikasi Minyak Kelapa Sawit Dengan Katalis Natrium Hidroksida
Proses transesterifikasi dalam pembuatan biodiesel kurang efektif karena ada tahap pemisahan produk samping gliserol. Proses interesterifikasi lebih efektif karena produk samping triasetin tidak perlu dipisahkan dan berfungsi sebagai antioksidan pada biodiesel. Waktu reaksi dan konsentrasi katalis merupakan factor yang sangat penting untuk terjadinya suatu reaksi. Menyelidiki bagaimana reaksi interesterifikasi antara metil asetat dan minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh waktu reaksi dan konsentrasi katalis NaOH merupakan tujuan utama penelitian ini. Parameter-parameter berikut digunakan: 250 g minyak, perbandingan molar metil asetat terhadap minyak 1:6, kecepatan pengadukan 400 rpm, konsentrasi katalis NaOH berkisar antara 0,25 hingga 0,75 persen, suhu reaksi 60 derajat Celsius, dan durasi reaksi 15 hingga 75 menit. Reaksi antara minyak, metil asetat, dan NaOH dilakukan dalam labu tiga leher sesuai dengan parameter operasi. Setelah melewati corong pemisah, hasil reaksi dicuci dengan air suling untuk menyesuaikan pH-nya menjadi netral. Setelah mendestilasi fase atas, bahan sisa dianalisis dengan kromatografi gas (GC) untuk pengujian konsentrasi dan sifat fisik. Pada periode reaksi 60 menit dengan katalis NaOH 0,5%, proses interesterifikasi minyak kelapa sawit ditemukan optimal, menghasilkan 68.504 mg/L FAME, nilai asam 0,224 mg KOH/g, serta densitas 0,888 g/mL, selaras SNI 7182:2015
Perbandingan Model LSTM dan GRU Untuk Analisis Sentimen Ulasan Pengguna Spotify
Spotify merupakan salah satu platform streaming musik populer yang menghasilkan banyak ulasan dari pengguna. Analisis sentimen pada ulasan tersebut penting untuk mengetahui persepsi dan tingkat kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan sentimen ulasan Spotify menggunakan dua model deep learning, yaitu Long Short-Term Memory (LSTM) dan Gated Recurrent Unit (GRU). Dataset yang digunakan berjumlah 61.587 ulasan dengan dua kategori sentimen, yaitu positif dan negatif. Tahapan penelitian meliputi pra-proses teks, tokenisasi, padding, pemisahan data, pelatihan model, dan evaluasi. Model dilatih menggunakan embedding bawaan Keras dengan optimizer Adam. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa LSTM memperoleh akurasi 0.8950, sedangkan GRU mencapai 0.8922. Kedua model menunjukkan performa yang stabil berdasarkan nilai precision, recall, dan F1-score. Berdasarkan hasil tersebut, LSTM memiliki performa sedikit lebih baik, namun GRU tetap menjadi alternatif yang efisien dengan hasil yang mendekati LSTM
Studi Eksperimental Pengaruh Waktu Granulasi Dan Bahan Campuran Terhadap Keseragaman Bentuk Granular
Pupuk granul merupakan salah satu bentuk pupuk organik yang lebih praktis digunakan petani karena memiliki ukuran seragam dan mudah diaplikasikan ke lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi bahan campuran dan waktu granulasi terhadap keseragaman bentuk butiran granul. Metode yang digunakan berupa pengujian eksperimental dengan memanfaatkan bahan baku kotoran sapi dan kambing, baik dalam kondisi basah maupun kering, dengan tambahan perekat ampas CPO dan solid sawit. Proses granulasi dilakukan pada sudut mata penahan 36° dengan variasi waktu 5, 10, dan 15 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kotoran kambing kering dengan perekat solid sawit memberikan performa terbaik, menghasilkan butiran lebih seragam pada rentang ukuran 2–5 mm. Waktu granulasi 10–15 menit terbukti paling efektif dalam membentuk granul yang stabil, sedangkan bahan baku basah tidak direkomendasikan karena kandungan air yang tinggi menyebabkan penggumpalan. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan bahan baku dan durasi granulasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas pupuk granul yang dihasilkan. Persentase keberhasilan hasil dari pengujian ini sebesar 25% dari bahan input kotoran kambing 1 kg dan bahan baku 1 kg
GUIDANCE FOR VILLAGE OFFICIALS IN IMPLEMENTING BUSINESS COMPLIANCE, MANAGEMENT COMPLIANCE, AND COMPLIANCE IN IMPLEMENTING CONSTRUCTION SERVICES IN MOJOKERTO REGENCY
Village-level construction project management in Indonesia faces significant challenges in applying construction service regulations mandated by Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017. This community service program addressed this gap by strengthening the capacity of village officials in Mojokerto Regency to understand and implement business compliance, management compliance, and construction service implementation standards. The program employed an integrated methodology combining training sessions, interactive workshops, practical simulations, and field assistance, engaging eighty-eight officials from villages across the regency. Pre-test assessments revealed limited baseline knowledge, with participants averaging 42.4% comprehension of regulatory requirements. Following the intervention, post-test results demonstrated substantial improvement to 86.2%, with the most significant gains observed in business compliance (38.2% to 84.5%). Participants successfully identified administrative and technical requirements in procurement processes and recognized the critical importance of systematic construction work monitoring. Field assistance in selected villages yielded tangible improvements in documentation practices and oversight functions. This initiative contributes meaningfully to enhanced governance practices, reduced financial irregularities, and accountable, high-quality village infrastructure development aligned with decentralization objectiv
Meningkatkan Brand Image melalui Kualitas Produk dan Gaya Hidup Hedonis
This study aims to analyze the influence of Product Quality and Hedonic Lifestyle on the Brand Image of Wuling-branded vehicles in the Jepara region. The research employs a survey method with an accidental sampling technique, involving 100 respondents. Data collected includes both primary and secondary sources, analyzed using multiple linear regression. The findings reveal that an improvement in product quality significantly contributes to Wuling's brand image, with a regression coefficient of 0.386, indicating that a 1% increase in product quality enhances the brand image by 0.386%. Additionally, hedonic lifestyle positively impacts brand image, with a coefficient of 0.210. These results underline the importance of product quality and engaging marketing strategies in attracting consumer interest. The uniqueness of this research lies in its focus on the interaction between product quality and hedonic lifestyle within the context of the automotive market in Jepara, a topic rarely explored in existing literature. This study provides new insights for Wuling manufacturers to formulate more effective marketing strategies while emphasizing continuous attention to product quality to maintain customer loyalty in a competitive market. Consequently, this research not only contributes to marketing theory development but also offers practical implications for Indonesia's automotive industry.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Product Quality dan Hedonic Lifestle terhadap Brand Image terhadap produk kendaran bermerek wuling di wilayah Jepara. Penelitian menggunakan metode survai, sedangkan penentuan sampel menggunakan metode accidental sampling. Jumlah sampel keseluruhan diperoleh sebesar 100 responden. Data penelitian adalah data empiris dikumpulkan dari sumber primer dan skunder. Hasilnya menunjukkan bahwa meningkatkan kualitas produk dan mempromosikan gaya hidup hedonis merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan brand image dan penjualan produk Wuling di Kabupaten Jepara. Kualitas produk harus menjadi prioritas utama bagi produsen Wuling. Gaya hidup hedonis dapat dipromosikan melalui iklan dan marketing campaigns yang menarik minat konsumen
Analisis Strategi dan Hambatan Pemasaran di Perumda Tirtanadi Cabang Diski
Regional Drinking Water Company (Perumda) Tirtanadi Diski Branch operates in the clean water supply industry, not only plays a role in meeting the basic needs of the community, but also contributes to sustainable development and public health. Marketing strategy is the first step before carrying out marketing activities. Marketing strategy is a fundamental element in the success of an organisation, especially in an era of increasingly complex global competition. Marketing is not only limited to promotional activities, but involves a deep understanding of consumer needs, appropriate product design, effective distribution, and efforts to create sustainable value. Marketing is not only considered a function, but also a strategic business concept. Therefore, marketing strategy must consider all environmental factors, both internal and external, that affect the company. This study aims to analyse the marketing strategies implemented by Perumda Tirtanadi Diski Branch in providing clean water services to the community, as well as identify the obstacles faced in its implementation. Using a qualitative descriptive method, data was collected through observation, interviews with marketing staff, and analysis of internal company documents. The results showed that Perumda Tirtanadi implements a customer relationship-based marketing strategy with a community-based approach and local promotions, which effectively increases customer loyalty. However, the main challenges faced include limited distribution infrastructure, limited budget, competition with alternative water sources, and lack of public awareness regarding the importance of water conservation. This research suggests that Perumda Tirtanadi should improve its infrastructure, increase its community education campaigns, and find solutions to optimise its budget and face competition. With more innovative and responsive marketing strategies, Perumda Tirtanadi can strengthen its position as a reliable and affordable water provider for the community.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh Perumda Tirtanadi Cabang Diski dalam menyediakan layanan air bersih kepada masyarakat, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan staf pemasaran, dan analisis dokumen internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perumda Tirtanadi menerapkan strategi pemasaran berbasis hubungan pelanggan dengan pendekatan berbasis komunitas dan promosi lokal, yang efektif meningkatkan loyalitas pelanggan. Namun, tantangan utama yang dihadapi termasuk keterbatasan infrastruktur distribusi, anggaran terbatas, persaingan dengan sumber air alternatif, dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi air. Penelitian ini menyarankan agar Perumda Tirtanadi memperbaiki infrastruktur, meningkatkan kampanye edukasi masyarakat, serta mencari solusi untuk mengoptimalkan anggaran dan menghadapi persaingan. Dengan strategi pemasaran yang lebih inovatif dan responsif, Perumda Tirtanadi dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia air bersih yang handal dan terjangkau bagi masyarakat
ANALISIS SEBARAN KEBOCORAN GAS PADA KILANG LPG SIMULASI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ALOHA (studi kasus kilang LPG Gresik Jawa Timur)
Kebocoran gas dari kilang LPG dapat menyebar ke area permukiman terdekat dan punya resiko menjadi kasus VCE (vapor cloud explosion), maka diperlukan penelitian yang akan menentukan dimana titik worst case kebocoran gas dan juga bagaimana sebaran gas yang ditimbulkan ketika terjadi kebocoran gas pada kilang LPG.Penentuan titik worst case kebocoran gas menggunakan metode SLRA (Screening Level Risk Analysis) dengan hasil resiko tertinggi terjadi pada kasus kebocoran gas LPG product tank V500/501 manhole 24”. Simulasi sebaran gas pada kebocoran LPG product tank V500/501 manhole 24” menggunakan program ALOHA dengan 3 skenario berbeda. Hasil simulasi menunjukkan sebaran gas terjauh dan terluas terjadi pada skenario 2 hingga mencapai wilayah permukiman terdekat dengan jarak sebaran hingga 862 m dengan konsentrasi 10%LEL. Kilang LPG Gresik memiliki potensi terjadi kasus kebocoran gas besar yang sebaran gasnya mencapai wilayah penduduk terdekat dengan konsentrasi LEL (Lower Explosive Limit) yang rendah
STRATEGI PEMERINTAH DESA BULANG DALAM MENGANGKAT UMKM KLEPON: MENGGALI POTENSI LOKAL UNTUK KEMAJUAN EKONOMI
Community empowerment is a strategy carried out to achieve long-term socio-economic independence of the community. Community empowerment through Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is the main agenda. In the midst of economic challenges and global developments. This study aims to determine the Government's Strategy in Encouraging Community Empowerment Through Klepon MSMEs in Bulang Village, Prambon District, Sidoarjo Regency. The method in this study is to use a quasi-qualitative approach (qualitative research) using a case study used in this study. The strategy for empowering Klepon MSMEs in Bulang Village shows that the integration between local initiatives and village government support can have a significant positive impact on the local economy, that the Bulang Village Government, Prambon District, Sidoarjo Regency, is actively involved in supporting the empowerment of Klepon MSMEs. In this case, the five empowerment approaches are enabling, empowering, protecting, supporting, and sustaining. Overall, these approaches are used as a basis for designing a comprehensive strategy to improve the performance and sustainability of Klepon MSMEs. Through the application of these approachesPemberdayaan masyarakat merupakan sebuah strategi yang dilakukan untuk melakukan kemandirian sosial ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Pemberdayaan masyarakat melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi agenda utama. Di tengah tantangan ekonomi dan perkembangan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pemerintah Dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Melalui UMKM Klepon Di Desa Bulang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo. metode dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan quasi kualitatif (qualitative research) dengan menggunakan studi kasus yang dipakai dalam penelitian ini. strategi pemberdayaan masyarakat UMKM Klepon di Desa Bulang menunjukkan bahwa integrasi antara inisiatif lokal dan dukungan pemerintah desa dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap ekonomi lokal, bahwa Pemerintah Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, secara aktif terlibat dalam mendukung pemberdayaan UMKM Klepon. Dalam hal ini, lima pendekatan pemberdayaan yaitu pemungkinan (enabling), penguatan (empowering), perlindungan (protecting), penyokongan (supporting), dan pemeliharaan (sustaining) Secara keseluruhan, pendekatan-pendekatan ini digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi yang komprehensif dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan UMKM Klepon. Melalui penerapan pendekatan-pendekatan tersebu