Universitas Islam Majapahit Journals System
Not a member yet
1541 research outputs found
Sort by
BENTUK REDUPLIKASI PADA CERPEN DAN DONGENG DALAM MAJALAH BOBO EDISI 12 TAHUN 2017
This research aims to explain the form of reduplication in the rubric of short stories and fairy tales in Bobo children's magazine Edition 12 Year 2017. The research used is qualitative research, which collects all repetitive words in Bobo magazine. in Bobo magazine Edition 12 Year 2017. The method used in data analysis data analysis is agih method with data collection techniques in the form of listening and note-taking techniques. note technique. After the research, five forms of reduplication were found: 1) dwilingga; 2) dwilingga salin suara; 3) dwipurwa; 4) dwiwasana; and 5) reduplication with affixes.
Keywords: reduplication, short stories and tales, magazinePenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk reduplikasi pada rubrik cerpen dan dongeng di dalam majalah anak Bobo Edisi 12 Tahun 2017. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan semua kata berulang pada majalah Bobo Edisi 12 Tahun 2017. Metode yang dilakukan dalam analisis data adalah metode agih dengan teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan teknik catat. Setelah penelitian ditemukan ada lima bentuk reduplikasi: 1) reduplikasi dwilingga; 2) reduplikasi salin suara; 3) reduplikasi dwipurwa; 4) reduplikasi dwiwasana; dan 5) reduplikasi dengan pembubuhan afiks.
Kata Kunci: reduplikasi, cerpen dan dongeng, majala
ANALYSIS OF PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) IN THE MEDIA FOR TEACHING INDONESIAN LANGUAGE AND LITERATURE COURSE
This research aims to analyze the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in the Media for Teaching Indonesia Language and Literature Course, focusing on the process, benefits, and challenges of PjBL implementation. The research method used in this study is qualitative descriptive research. The primary data of this research are the results of observations and documentation studies. The data sources for this research include the learning process of the course with practitioners, lesson plans, and student project results. The results of this study indicate that in the project-based learning process, there are three stages, namely 1) project launch, 2) guided inquiry and product creation, and 3) project conclusion. Meanwhile, the benefits of implementing PjBL are (1) practical skills, (2) collaboration and teamwork, (3) creativity and innovation, and (4) problem-solving. Lastly, there are challenges in implementing PjBL: (1) limited time, (2) resources and access to technology, (3) students' technological skills, and (4) subjective evaluation.
Keywords: Learning, Project-Based Learning (PjBL), MediaTujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) pada mata kuliah Media Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan fokus pada proses, manfaat, dan tantangan penerapan PjBL. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data utama penelitian ini yaitu hasil observasi dan studi dokumentasi. Adapun sumber data penelitian ini berupa, proses pembelajaran mata kuliah media pembelajaran dengan praktisi, dokumen RPS, dan hasil projek mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada proses pembelajaran berbasis proyek terdapat tiga tahapan, yakni 1) peluncuran proyek, 2) penyelidikan terbimbing dan pembuatan produk, dan 3) kesimpulan proyek. Manfaat dari penerapan PjBL yaitu; (1) keterampilan praktis; (2) kolaborasi dan kerja tim; (3) kreativitas dan inovasi; (4) pemecahan masalah. Tantangan penerapan PjBL: (1)waktu yang terbatas; (2) sumber daya dan akses teknologi; (3) keterampilan teknologi mahasiswa; dan (4) evaluasi yang subjekti
Pengaruh Orientasi Sudut Anyam Serat Bambu Petung Terhadap Kekuatan Mekanik dan Sifat fisik
Komposit merupakan material yang terdiri dari dua unsur yaitu penguat dan pengikat. Komposit memiliki beberapa sifat istimewa diantaranya adalah anti terhadap korosi dan memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan baik dibidang industri, otomotif, maupun rumah tangga. Serat bembu petung menawarkan potensi sebagai penguat serat alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi orientasi sudut anyam serat bambu petung sebagai penguat dengan matriks resin polyester BQTN 157 terhadap kekuatan mekanik serta struktur makro komposit. Proses pembuatan spesimen menggunakan metode hand lay up, dengan variasi orientasi sudut anyam 0°/90°, 15°/105° , 30°/120° dan 45°/135° dengan fraksi volume serat bambu petung sebesar 30%, dan resin polyester sebesar 70%. Spesimen dibentuk sesuai dengan standar ASTM D638 untuk uji tarik dan struktur makro. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi sudut 15°/105° mendapatkan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 1,397 Kgf/mm2 dan mampu menahan beban maksimum sebesar 59,19 Kgf. Sedangkan yang terendah pada sudut 30°/120° dengan nilai kekuatan tarik sebesar 0,893 Kgf/mm2 dan hanya mampu menahan beban maksimum sebesar 35,3 Kgf. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa orientasi sudut anyam berpengaruh terhadap kekuatan tarik material komposit hal tersebut diperkuat dengan hasil struktur makro bahwa fiber pull out yang terjadi diakibatkan oleh kurangnya kemampuan resin dalam mengikat serat pada sudut 15°/105°. Sedangkan pada orientasi sudut 30°/120° menunjukan kurang mampunya susunan anyam serat dalam menahan beban yang diberikan sehingga mengakibatkan patahnya spesimen uji dikarenakan susunan serat kurang mampu menguatkan komposit dengan baik
Pelatihan AKMI tentang Literasi Membaca Terintegrasi untuk Guru MIN 11 Hulu Sungai Selatan: bahasa indonesia
This training is designed to enhance the reading literacy competencies of teachers at MIN 11 Hulu Sungai Selatan through an online approach utilizing digital platforms. The training method involves the use of Google Meet, Zoom, and WhatsApp Group as interactive media and communication tools. The training consists of four sessions, covering theoretical understanding, practical application, group collaboration, and reflection on learning outcomes. Based on pre- and post-assessment results, 80% of participants showed an improvement in competencies from basic to proficient levels, and 85% of participants felt more confident in preparing literacy-based teaching materials. Although there were some technical challenges and time limitations, the use of WhatsApp Group as a supporting medium proved effective in facilitating smooth implementation. These results demonstrate that literacy-based online training can have a positive impact on the quality of teaching.
Keywords: reading literacy, teacher training, AKMI, MIN, madrasah education..Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi literasi membaca para guru MIN 11 Hulu Sungai Selatan melalui pendekatan daring yang memanfaatkan platform digital. Metode pelatihan melibatkan penggunaan Google Meet, Zoom, dan WhatsApp Group sebagai media interaktif dan komunikasi. Pelatihan terdiri atas empat sesi yang mencakup pemahaman teori, penerapan praktik, kolaborasi kelompok, dan refleksi hasil pembelajaran. Berdasarkan asesmen pra dan pasca pelatihan, 80% peserta mengalami peningkatan kompetensi dari tingkat dasar menjadi cakap, serta 85% peserta merasa lebih percaya diri dalam menyusun bahan ajar berbasis literasi. Meskipun terdapat beberapa kendala teknis dan keterbatasan waktu, penggunaan WhatsApp Group sebagai media pendukung terbukti membantu kelancaran pelaksanaan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan daring berbasis literasi dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pengajaran
Kata Kunci: literasi membaca, pelatihan guru, AKMI, MIN, pendidikan madrasah
Ketahanan Rantai Pasok Pangan dalam Menghadapi Perubahan Iklim dengan Menggunakan Sistem Dinamik
The uncertainty of climate change poses a serious threat to the resilience of the global food supply chain, especially in the production and stability of rice prices. Extreme weather phenomena such as El Nino and La Nina not only affect production, but also threaten the availability and access of food for the community. This study aims to identify factors that affect the resilience of the food supply chain and develop a model using a dynamic system approach. This approach was chosen because of its ability to analyze the complexity of the food supply chain system through causal relationships and interactions between its components temporally. The developed model shows that the resilience of the rice supply chain is determined by the complex interactions of various variables and sub-variables. The availability of rice, as the main indicator, is directly influenced by two factors: rice production and population. Rice production itself depends on rice productivity and the area of ??available harvest land. Threats to rice availability mainly come from the risk of crop failure caused by various factors such as water shortages, pest attacks, and plant diseases. These factors are very crucial because they can significantly reduce rice production and threaten overall food security.Ketidakpastian perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi ketahanan rantai pasok pangan global, khususnya dalam produksi dan stabilitas harga beras. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino dan La Nina tidak hanya mempengaruhi produksi, tetapi juga mengancam ketersediaan dan akses pangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan rantai pasok pangan dan mengembangkan modelnya menggunakan pendekatan sistem dinamik. Pendekatan ini dipilih karena kemampuannya dalam menganalisis kompleksitas sistem rantai pasok makanan melalui hubungan sebab-akibat dan interaksi antar komponennya secara temporal. Model yang dikembangkan menunjukkan bahwa ketahanan rantai pasok beras ditentukan oleh interaksi kompleks berbagai variabel dan sub-variabel. Ketersediaan beras, sebagai indikator utama, dipengaruhi langsung oleh dua faktor: produksi beras dan jumlah penduduk. Produksi beras sendiri bergantung pada produktivitas padi dan luas lahan panen yang tersedia. Ancaman terhadap ketersediaan beras terutama berasal dari risiko gagal panen yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kekurangan air, serangan hama, dan penyakit tanaman. Faktor-faktor ini menjadi sangat krusial karena dapat secara signifikan mengurangi produksi beras dan mengancam ketahanan pangan secara keseluruhan
HASIL BELAJAR AGAMA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERILAKU KEKERASAN SISWA
The purpose of this study is to examine how religious learning outcomes affect violent behavior among students at SMP Karya Gedeg Mojokerto. Using a quantitative approach that employs a correlational method, data was collected through a questionnaire focused on violent behavior, in addition to students' religious learning outcomes sourced from their report cards. The study population consisted of all eighth grade students and a portion of ninth grade students, with a purposive sample of 30 students selected for analysis. The results of this study show that students' average religious learning outcomes fall into the high category, with a score of (91.07), while their average violent behavior is categorized as moderate with a score of (23.87). A significant positive correlation was identified between students' religious learning outcomes and violent behavior through the Pearson Product Moment correlation test, resulting in a value of r=0.362 and p=0.049. This suggests that as students achieve higher results in religious learning, there is a tendency for violent behavior to increase, although the correlation remains at a low level. This research shows that factors beyond religious learning outcomes play a role in shaping students' violent behavior. Contributing elements include external influences such as the social environment and parenting in the family. This study recommends improving religious education that focuses on the values of tolerance and conflict resolution, as well as encouraging collaboration between schools and parents to foster a supportive learning atmosphere. This research is expected to provide efforts to prevent violence in the school environment.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana hasil belajar agama mempengaruhi perilaku kekerasan di kalangan siswa di SMP Karya Gedeg Mojokerto. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode korelasional, data dikumpulkan melalui kuesioner yang difokuskan pada perilaku kekerasan, di samping hasil belajar agama siswa yang bersumber dari rapor mereka. Populasi penelitian terdiri dari semua siswa kelas delapan dan sebagian siswa kelas sembilan, dengan sampel purposive berjumlah 30 siswa yang dipilih untuk analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar agama rata-rata siswa termasuk dalam kategori tinggi, dengan skor (91,07), sedangkan perilaku kekerasan rata-rata mereka dikategorikan sedang dengan skor (23,87). Korelasi positif yang signifikan diidentifikasi antara hasil belajar agama dan perilaku kekerasan siswa melalui uji korelasi Pearson Product Moment, menghasilkan nilai r = 0,362 dan p = 0,049. Hal ini menunjukkan bahwa ketika siswa mencapai hasil yang lebih tinggi dalam pembelajaran agama, ada kecenderungan peningkatan perilaku kekerasan, meskipun korelasinya tetap pada tingkat yang rendah. penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor di luar hasil belajar agama berperan dalam membentuk perilaku kekerasan siswa. Unsur-unsur yang berkontribusi meliputi pengaruh eksternal seperti lingkungan sosial dan pola asuh dalam keluarga. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pendidikan agama yang berfokus pada nilai-nilai toleransi dan penyelesaian konflik, juga mendorong kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk menumbuhkan suasana belajar yang mendukung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah
Prediksi Harga Coin Cryptocurrency BNB Menggunakan Metode Auto Regressive Integrated Moving Average
Binance Coin (BNB) merupakan mata uang kripto yang saat ini banyakdiminati sebagai alternatif investasi. Metode ARIMA merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memprediksi data time series. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi harga Binance Coin (BNB) dengan menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Data harga BNB harian diambil dari November 2017 hingga Agustus 2022.Data yang digunakan adalah data harga BNB 6 tahun terakhir.Melalui analisis data deret waktu, model ARIMA yang sesuai diidentifikasi, diestimasi, dan divalidasi.Untuk memastikan data yang digunakan stasioner, dilakukan analisis stasioneritas dengan menggunakan uji Augmented Dickey-Fuller (ADF).Jika data tidak stasioner, dilakukan proses pembedaan hingga data menjadi stasioner.Plot fungsi autokorelasi (ACF) dan fungsi autokorelasi parsial (PACF) digunakan untuk mengidentifikasi parameter ARIMA yang optimal.Selanjutnya model ARIMA dibangun dan diestimasi berdasarkan parameter yang ditentukan.Proses ini mencakup pemodelan tren, musiman, dan komponen sisa data harga BNB.Setelah model ARIMA diestimasi, prediksi harga BNB dibuat untuk periode mendatang.Hasil prediksi dievaluasi dengan membandingkan nilai prediksi dengan data aktual menggunakan metrik seperti mean absolute error (MAE), root mean square error (RMSE), dan mean absolute perception error (MAPE).Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA mampu memberikan prediksi harga BNB dengan tingkat akurasi yang tinggi
A Pengaruh Program Kemitraan dan Endorsement terhadap Efektivitas Digital Marketing: Peran Mediasi Kesadaran Merek pada UMKM
This study aims to identify factors influencing the effectiveness of digital marketing among SMEs in Mojokerto City through a quantitative survey. The sample consists of 95 randomly selected SME owners from a population of 1,625, using the Henry King nomograph with a 5% margin of error. Data were collected through a questionnaire measuring partnership programs, celebrity endorsements, brand awareness, and digital marketing effectiveness, analyzed using PLS-SEM and Ordinary Least Squares (OLS). Key findings indicate that both partnership programs and celebrity endorsements significantly impact digital marketing effectiveness through increased brand awareness. Partnership programs directly enhance brand awareness, while endorsements positively influence brand perception. The analysis shows that brand awareness serves as a significant mediator linking partnership programs and endorsements with digital marketing effectiveness, supporting Keller’s (2001) brand equity theory, which positions brand awareness as the foundation of consumer-brand relationships. In a digital context, strategic collaborations with influencers and well-planned partnerships emerge as critical for effective marketing, suggesting the importance of a holistic strategy that integrates partnerships and endorsements. This research demonstrates that integrating partnership programs and endorsements into digital marketing strategies effectively enhances brand awareness, which, in turn, improves campaign effectiveness. Looking ahead, SMEs need to strategically engage with partners and celebrities aligned with their brand values to achieve maximum impact. The practical implications highlight the importance of establishing brand awareness as an initial step in digital strategies, while socially and ethically, this study emphasizes the necessity of transparency and authenticity in selecting endorsers and partners to avoid consumer manipulation.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas digital marketing di UMKM di Kota Mojokerto dengan menggunakan survei kuantitatif. Sampel terdiri dari 95 pelaku UMKM yang dipilih secara acak dari populasi 1.625 menggunakan nomograf Henry King, dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur program kemitraan, endorsement selebriti, kesadaran merek, dan efektivitas digital marketing, dianalisis menggunakan PLS-SEM dan Ordinary Least Squares (OLS). Temuan utama menunjukkan bahwa baik program kemitraan maupun endorsement selebriti memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas digital marketing melalui peningkatan kesadaran merek. Program kemitraan secara langsung memperkuat kesadaran merek dan efektivitas digital marketing, sementara endorsement selebriti memperbaiki keduanya melalui dampak positif terhadap persepsi merek. Keterbatasan penelitian mencakup ketergantungan pada data dari satu lokasi geografis dan ukuran sampel yang terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan geografis dan demografis serta menerapkan metodologi longitudinal. Prediksi masa depan menunjukkan pentingnya peningkatan transparansi dan keautentikan dalam interaksi merek dengan konsumen seiring dengan berkembangnya teknologi digital dan media sosial
Studi Karakteristik Makro Nugget Las pada Resistance Spot Welding
Penelitian ini menyelidiki pengaruh variasi arus las terhadap karakteristik makrostruktur dari nugget yang terbentuk dalam proses resistance spot welding, dengan fokus khusus pada stainless steel 304. Studi ini mengevaluasi efek dari berbagai tingkat arus—3, 5, dan 7 Ampere—terhadap diameter, area, dan kedalaman penetrasi nugget. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang jelas antara peningkatan arus las dengan pertumbuhan ukuran nugget. Pada arus 3 Ampere, nugget memiliki diameter 127,95 µm, area 12.858,20 µm, dan kedalaman penetrasi 1,2 µm. Ketika arus dinaikkan menjadi 5 Ampere, diameter nugget meningkat menjadi 542,2 µm, dengan area 230.909,67 µm dan kedalaman penetrasi 1,14 µm. Pada arus 7 Ampere, nugget mencapai diameter maksimal sebesar 648,09 µm, area 329.883,41 µm, dan kedalaman penetrasi 2,1 µm. Meskipun arus yang lebih tinggi menghasilkan nugget yang lebih besar dan penetrasi yang lebih dalam, arus ini juga meningkatkan risiko cacat las, termasuk deformasi dan ketidakberaturan mikrostruktur. Temuan ini menekankan pentingnya mengoptimalkan parameter pengelasan, terutama tingkat arus, untuk mencapai spot weld berkualitas tinggi yang menyeimbangkan ukuran nugget, bentuk simetris, dan penetrasi tanpa mengorbankan integritas sambungan las. Studi ini menegaskan perlunya kontrol yang tepat atas parameter pengelasan guna memastikan produksi sambungan las yang kuat dan bebas cacat dalam aplikasi industri.
Pemanfaatan Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum Linn) Sebagai Alternatif Coolant Pada Proses Pembubutan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alternatif minyak biji nyamplung sebagai alternatif coolant selama proses pembubutan terhadap kekasaran dan kekerasan baja ST 37. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimen dengan melakukan studi literatur, eksperimental, pengambilan data, dan analisis data. Variasi proses pembubutan terdiri dari variasi persentase coolant dan putaran spindle. Pada penelitian ini, variasi minyak dromus digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan kekasaran terendah berada di variasi 1 putaran 450 rpm (40% minyak dromus + 55% air + 5% emulsi) menghasilkan nilai kekasaran awal 1,247m; titik dua 1,837 m; dan titik akhir 1,447 m. Sedangkan nilai kekasaran minyak biji nyamplung yang paling mendekati nilai kekasaran minyak dromus adalah variasi 4 putaran 400 rpm dengan nilai kekasaran awal 2,394m; titik dua 2,005 m; dan titik akhir 1,872 m. Selain itu, hasil nilai kekerasan tertinggi pada variasi 1 putaran 450 rpm (40% minyak dromus + 55% air + 5% emulsi) yang menghasilkan nilai kekerasan awal 93,4 HRB; titik kedua 91,7 HRB; dan akhir 89,3 HRB Sedangkan nilai kekerasan minyak biji nyamplung yang paling mendekati nilai kekerasan minyak dromus adalah variasi 4 putaran 450 rpm dengan nilai kekerasan awal 88,3 HRB; titik kedua 90,4 HRB; dan akhir 87,9 HRB