Universitas Islam Majapahit Journals System
Not a member yet
1541 research outputs found
Sort by
Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk Meningkatkan Disiplin Positif Bagi Guru Penggerak di Mojokerto
The Merdeka Teaching Platform (PMM) was built to support the implementation of the Merdeka Curriculum so that it can help teachers get references, inspiration and understanding of the Merdeka Curriculum. This IT-based platform is also provided to be a driving partner for teachers and school principals in teaching, learning and creating. The Independent Curriculum is a strategic step in the context of changing the learning paradigm at the elementary, middle and high school levels. The most striking change is in the teaching curriculum which is centered on the needs of diverse students. Learning objectives are prepared by each educational unit with local content that has meaning given the environmental conditions. The goal to be achieved from this activity is the transformation of the 'classical' education process into meaningful and contextual education. In the framework of this change, adequate coaching abilities are needed from teachers and school principals, in order to be able to provide a more positive approach to students. The methods used in this activity are lectures and discussions, online training, in-house training in each educational unit through PMM, followed by a mentoring process over a period of 1 year, then full scale implementation in each educational unit.someone aims to help empower others by facilitating self-learning, personal growth and improvement. performance. The methods used in this activity are lectures and discussions, online training, in-house training in each educational unit, followed by a mentoring process over a period of 1 year, then full-scale implementation in each educational unit
Pengaruh Lingkungan Kerja, Pengawasan, Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Pengadilan Agama Di Lingkungan Provinsi Gorontalo
The aim of this study is to analyze the effects of the work environment, supervision, and compensation on employee performance, with work discipline as an intervening variable, at the Religious Courts in Gorontalo Province. This research employed a census sampling method, involving 120 respondents, and used path analysis for data evaluation. The results of the path analysis show that the work environment can enhance performance through work discipline, whereas supervision does not have a significant indirect effect on performance through work discipline, indicating that work discipline does not mediate the relationship between supervision and employee performance. Conversely, compensation has a positive and significant effect on performance through work discipline, indicating that fair compensation, supported by high work discipline, can further improve employee performance. These findings emphasize the importance of creating a conducive work environment, providing fair compensation, and implementing effective supervision to enhance discipline and performance among employees in the Religious Courts of Gorontalo Province.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, pengawasan, dan kompensasi terhadap kinerja pegawai dengan disiplin kerja sebagai variabel intervening pada pengadilan agama di lingkungan Provinsi Gorontalo. Metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis jalur. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa lingkungan kerja dapat meningkatkan kinerja melalui disiplin kerja, namun pengawasan tidak memberikan pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap kinerja melalui disiplin kerja, menunjukkan bahwa disiplin kerja tidak memediasi hubungan antara pengawasan dan kinerja pegawai. Sebaliknya, kompensasi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja melalui disiplin kerja, menunjukkan bahwa kompensasi yang adil, didukung oleh disiplin kerja yang tinggi, dapat lebih meningkatkan kinerja pegawai. Temuan ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, memberikan kompensasi yang adil, dan menerapkan pengawasan yang efektif untuk meningkatkan disiplin dan kinerja pegawai di Pengadilan Agama Provinsi Gorontalo
Pengaruh Variasi Temperatur Pre-Heat Pada Pengelasan Resistance Spot Welding Terhadap Sifat Mekanik Stainless Steel AISI 304
Perlakuan pre-heat yang kurang optimal dapat mempengaruhi sifat mekanik sambungan las pada material stainless steel AISI 304 yang dilas menggunakan pengelasan resistance spot welding. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh suhu pre-heat yang berbeda (130°C, 160°C, dan 190°C) terhadap kekuatan tarik, kapasitas beban maksimum, dan kekerasan pada sambungan las stainless steel AISI 304. Metode yang digunakan adalah pengelasan resistance spot welding pada material stainless steel AISI 304 dengan perlakuan pre-heat pada suhu yang ditentukan, diikuti dengan pengujian kekuatan tarik, kapasitas beban maksimum, dan kekerasan di daerah las, HAZ (Heat-Affected Zone), dan base metal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pre-heat 160°C memberikan peningkatan sifat mekanik yang optimal, dengan kekuatan tarik meningkat 66% (78,98 Pa) dan kapasitas beban maksimum mencapai 1,974 kN. Suhu pre-heat 190°C justru menurunkan performa mekanis akibat overheating yang menyebabkan pembentukan butiran kasar. Hasil ini merekomendasikan rentang suhu pre-heat antara 130°C hingga 160°C untuk mencapai performa pengelasan yang optimal
Analisis Postur Kerja Manual Menggunakan Metode REBA Dan 3D SSPP
Work-related musculoskeletal disorders (WMSDs) are common risks, especially in jobs involving manual material handling in the manufacturing industry. Improper working posture can reduce worker performance and increase the risk of long-term injury. This study examines the risk of complaints in paper-shredding work using the Nordic Body Maps (NBM) method to evaluate complaints and the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method to assess work posture. The purpose of this study was to identify the level of risk of complaints using NBM and evaluate the risk of work posture with REBA. This study uses a quantitative approach by collecting data through direct observation of paper-shredding activities and also additional data from literature and company documents. This study was conducted at PT XYZ from February 2024 until the completion of the thesis. The results of the NBM questionnaire showed that there were frequent complaints in the back, upper arms, waist, wrists, hands, ankles, and feet. A REBA score of 12 indicates a very high risk so that posture improvement is needed. Analysis using 3D SSPP showed that compression in the lumbar spine was approaching the safe limit, indicating the risk of back injury if this task is continued, and the high percentage of force in the shoulders and wrists indicated the potential for muscle fatigue and musculoskeletal injury.Gangguan muskuloskeletal yang terkait dengan pekerjaan (WMSDs) adalah risiko yang sering terjadi, terutama dalam pekerjaan yang melibatkan pengangkutan material secara manual di industri manufaktur. Postur kerja yang tidak tepat dapat menurunkan kinerja pekerja dan meningkatkan risiko cedera dalam jangka panjang. Penelitian ini meneliti risiko keluhan dalam pekerjaan merobek kertas dengan menggunakan metode Nordic Body Maps (NBM) untuk mengevaluasi keluhan dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat risiko keluhan menggunakan NBM dan mengevaluasi risiko postur kerja dengan REBA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi langsung pada kegiatan merobek kertas dan juga data tambahan dari literatur dan dokumen perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan di PT XYZ dari Februari 2024 hingga selesainya skripsi. Hasil kuesioner NBM menunjukkan adanya keluhan yang sering muncul di punggung, lengan atas, pinggang, pergelangan tangan, tangan, pergelangan kaki, dan kaki. Skor REBA sebesar 12 mengindikasikan risiko yang sangat tinggi sehingga perlu dilakukan perbaikan postur. Analisis menggunakan 3D SSPP menunjukkan bahwa kompresi pada tulang belakang lumbal mendekati batas aman, yang mengindikasikan risiko cedera punggung jika tugas ini terus dilakukan, serta tingginya persentase kekuatan di bahu dan pergelangan tangan menunjukkan potensi kelelahan otot dan cedera musculoskeletal
KONFLIK BATIN PERAN UTAMA DALAM NASKAH DRAMA SAMPEK ENGTAY KARYA N. RIANTIARNO KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA
This study aims to describe the inner conflict in the main role of Engtay, in the drama script Sampek Engtay by N. Riantiarno using Sigmund Freud's Theory. The method used is a qualitative descriptive research method. The data used in this study are dialogue sentences, monologues delivered by the main character in the drama, data collection techniques using library techniques and using corpus data tables. From the results of this study, there are several forms of inner conflict experienced by the main character, including pain, disappointment, confusion, anxiety, failure. These factors cause the main character's inner conflict with Raden Mas Darmaji as his father, Ray Retno as his mother and Sampek. There are three styles used by the main character in overcoming inner conflicts, namely the fox style, the mouse deer style, and the turtle style.
Keywords: Main Character, Inner Conflict, Literary Psychology, Drama, Sampek Engtay
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan konflik batin pada peran utama Engtay, dalam naskah drama Sampek Engtay karya N. Riantiarno dengan menggunakan pendekatan psikologi Sigmund Freud. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskripsi kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kalimat dialog, monolog yang disampaikan oleh tokoh utama dalam drama tersebut, teknik pengumpulan data mengunakan teknik pustaka dan memakai tabel korpus data. Dari hasil penlitian ini ada beberapa bentuk konflik batin yang dialami tokoh utama diantaranya kepedihan, kecewa, kemarahan, kecemasan, kegagalan. Faktor tersebut menyebabkan konflik batin tokoh utama kepada Raden Mas Darmaji selaku ayahnya, Ray Retno selaku ibunya dan Sampek. Terdapat tiga gaya yang digunakan tokoh utama dalam mengatasi konflik batin yaitu gaya rubah, gaya kancil, dan gaya kura- kura
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO BERBASIS APLIKASI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNANETRA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SECARA DARING
This study aims to determine the use of application-based audio media and to determine the quality of application-based audio media for children with special needs with visual impairment. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Sources of data in this study were students with visual impairments. The data collection technique in this study used the literacy method (library study) by reviewing various literatures related to the use of audio media, education of children with special needs (Inclusive Education), and learning media. The results of this study are the use of audio media for blind children in learning Indonesian online is easy and can improve listening skills and application-based audio media has good quality seen from its easy use, economical cost, and has benefits that can help children with needs. specifically for the blind in learning Indonesian online.
Keywords: visually impaired, audio, onlinePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media audio berbasis aplikasi dan mengetahui kualitas media audio berbasis aplikasi bagi anak berkebutuhan khusus tunanetra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa penyandang tunanetra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode literasi (studi pustaka) dengan cara mengkaji berbagai literatur yang berkaitan dengan penggunaan media audio, pendidikan anak berkebutuhan khusus (Pendidikan Inklusi), dan media pembelajaran. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media audio bagi anak tunanetra dalam pembelajaran bahasa Indonesia secara daring mudah dan dapat meningkatkan keterampilan menyimaknya serta media audio berbasis aplikasi memiliki kualitas yang bagus dilihat dari penggunaan yang mudah, biaya yang ekonomis, dan memiliki manfaat yang dapat membantu anak berkebutuhan khusus tunanetra dalam pembelajaran bahasa Indonesia secara daring
PENDIDIKAN KARAKTER MORAL PRAMUKA PADA KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SMK SWASTA SURABAYA
The urgency of students' speaking skills needs to be improved through moral character education in scouts. The purpose of this study is to determine the importance of the correlation of moral education that can improve speaking skills. This study uses a qualitative approach with interview and observation data collection methods. From this study, it can be seen that students' problems when speaking include 1) pronunciation accuracy, 2) use of diction, 3) attitude gestures, 4) ability to choose topics, 5) coherence, 6) voice and intonation, and 7) fluency. The benefits of scouts found include strengthening character formation, growing strong mental and morals, having an attitude of tolerance needed as a means of developing self-potential. The conclusions obtained in the form of various problems of speaking skills can be overcome by inculcating moral education, support from the school and family is also needed in student activities to participate in scouting to instill moral values that become the basis for improving students' speaking skills.
Keywords: Speaking Skills, Moral Education, ScoutsUrgensi keterampilan berbicara siswa perlu ditingkatkan melalui pendidikan karakter moral pada pramuka. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pentingnya korelasi pendidikan moral yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara dan observasi. Dari penelitian ini dapat diketahui permasalahan siswa saat berbicara diantaramya 1) ketepatan pengucapan, 2) penggunaan diksi, 3) gerak-gerik sikap, 4) kemampuan memilih topik, 5) keruntutan, 6) suara dan intonasi, dan 7) kefasihan. Manfaat pramuka yang ditemukan antara lain menguatnya pembentukan karakter, menumbuhkan mental dan moral yang kuat, memiliki sikap toleransi yang dibutuhkan sebagai sarana pengembangan potensi diri. Kesimpulan yang didapat berupa berbagai problematika keterampilan berbicara dapat diatasi dengan penanaman pendidikan moral, dukungan dari pihak sekolah maupun keluarga juga dibutuhkan dalam kegiatan siswa mengikuti pramuka untuk menanamkan nilai moral yang menjadi pijakan meningkatkan kemampuan siswa dalam keterampilan berbicara.
Kata-kata kunci: Keterampilan Berbicara, Pendidikan Moral, Pramuka
Tindak Tutur Asertif Pada Film Sejuta Sayang Untuknya
This study examines the problem of assertive illocutionary speech acts in the film Sejuta Sayang Untukya by Herwin Novianto. This study aims to describe assertive illocutionary utterances in the film Sejuta Sayang Untuknya by Herwin Novianto. This type of research is descriptive qualitative. The data collection technique in this study utilized the observing method, with the research technique namely basic tapping techniques and advanced techniques which are divided into competent engaged observing techniques (SLC), proficient free engaging observing techniques (SLBC), and note taking techniques. The data research instrument is the researcher himself who acts as an observer. The data analysis technique was carried out by watching the film Sejuta Sayang Untuknya by Herwin Novianto repeatedly in order to understand the meaning of the speech in the film. Then transcribe the data that has been obtained, followed by describing the data. Furthermore, researchers concluded the data that has been analyzed. The results of data analysis are presented in the form of a brief description. This research shows that there are 22 assertive illocutionary speech acts in the film Sejuta Sayang u by Herwin Novianto. These assertive speech acts include: 1) there are 8 assertive utterances of telling, 2) there are 2 assertive utterances stating, 3) there are 8 assertive utterances refusing, 4) there are 3 utterances expressing opinions, and 4) there is 1 assertive utterance reporting.Penelitian ini mengkaji masalah tindak tutur ilokusi asertif pada film Sejuta Sayang Untukya karya Herwin Novianto. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mendeskripsikan tututran ilokusi asertif pada film Sejuta Sayang Untuknya karya Herwin Novianto. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini memanfaatkan metode simak, dengan teknik penelitian yaitu teknik dasar sadap dan teknik lanjutan yang terbagi menjadi teknik simak libat cakap (SLC), teknik simak libat bebas cakap (SLBC), dan teknik catat. Instrumen penelitian data adalah peneliti sendiri yang bertindak sebagai pengamat. Teknik analisis data dilaksanakan dengan cara menonton film Sejuta Sayang Untuknya karya Herwin Novianto secara berulang-ulang guna memahami maksud tuturan yang ada dalam film tersebut. Kemudian mentranskrip data yang telah diperoleh, dilanjutkan dengan mendeskripsikan data. Selanjutnya peneliti menyimpulkan data yang telah dianalisis. Hasil analisis data disajikan ke dalam bentuk uraian singkat. penelitian ini menunjukan hasil terdapat 22 tindak tutur ilokusi asertif pada film Sejuta sayang ukarya Herwin Novianto. Tindak tutur asertif tersebut diantaranya: 1) terdapat 8 tuturan asertif memberi tahu, 2) terdapat 2 tuturan tuturan asertif menyatakan, 3) terdapat 8 tuturan asertif menolak, 4) terdapat 3 tindak tuturan mengemukakan pendapat, dan 4) terdapat 1 tuturan asertif melapor
ANALISIS CERPEN “HUKUMAN TERBAIK” KARYA DYAH WAHYUNINGSIH: KAJIAN STRUKTURALISME
"Hukuman Terbaik" by Dyah Wahyuningsih is a short story that contains social criticism of the rampant betrayal that begins with a struggle. The purpose of this research is to describe the intrinsic structure and genetic structure of the short story "Hukuman Terbaik" by Dyah Wahyuningsih. This research was conducted using descriptive qualitative research method with the help of structuralism study approach. The findings show that structurally the short story "Hukuman Terbaik" has complete intrinsic elements such as theme, character and characterisation, plot, setting, time setting, social setting, and point of view. Meanwhile, the genetic structure found is such as humanitarian facts and the author's worldview. The human facts in this short story illustrate the social reality between Samiran and other additional characters that build strength in conveying the current state of life of Samiran. The author's worldview focuses on criticism of the reality, according to which the depiction of punishment through dialogue or expressions delivered is ultimately to convey the appropriate punishment for a traitor.
Keywords: Short story, structuralism-genetics, betrayal, punishment.
Cerpen “Hukuman Terbaik” karya Dyah Wahyuningsih merupakan cerpen yang berisi kritik sosial terhadap maraknya pengkhianatan yang dimulai dengan perjuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur intrinsik dan struktur genetik dari cerpen “Hukuman Terbaik” karya Dyah Wahyuningsih. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan bantuan pendekatan kajian strukturalisme. Hasil temuan menunjukkan secara struktural cerpen “Hukuman Terbaik” yang memiliki kelengkapan unsur-unsur intrinsik seperti tema, tokoh dan penokohan, alur, latar tempat, latar waktu, latar sosial, dan sudut pandang. Sementara itu, struktur genetik yang ditemukan adalah seperti fakta kemanusian dan pandangan dunia pengarang. Fakta kemanusiaan pada cerpen ini menggambarkan adanya realitas sosial antara Samiran dengan tokoh tambahan lainnya yang membangun kekuatan dalam menyampaikan keadaan kehidupan terkini dari Samiran. Pandangan dunia pengarang yang menitikberatkan kritik terhadap realitas tersebut yang menurutnya penggambaran hukuman melalui dialog ataupun ungkapan-ungkapan yang disampaikan tersebut pada akhirnya untuk menyampaikan hukuman yang tepat bagi seorang pengkhianat.
Kata kunci: Cerpen, strukturalisme-genetik, pengkhianatan, hukuman
MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI HIJAU MELALUI TINGKAT PENDAPATAN DAN PENDIDIKAN
Green economic growth can have a negative impact on poor communities. The green economic transition can cause an increase in energy prices which can have a negative impact on poor communities. The green economic transition can cause job losses, especially for sectors whose supporting materials depend on intensive natural resources. This research aims to analyze the influence of poor people's income with the independent variables being the level of income and education on the affected green economists. This research uses primary data and secondary data. The research results show that people's income has a negative influence on the impact of the green economy. An increase in people's income can reduce the negative impact of the green economy. Education has a positive effect on increasing the growth and sustainability of the green economist program in the Jepara region.Pertumbuhan ekonomi ramah lingkungan dapat berdampak negatif pada masyarakat miskin. Transisi ekonomi hijau dapat menyebabkan kenaikan harga energi yang dapat berdampak negatif pada masyarakat miskin. Transisi ekonomi hijau dapat menyebabkan hilangnya lapangan kerja, terutama bagi sektor-sektor yang bahan pendukungnya bergantung pada sumber daya alam yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan masyarakat miskin dengan variabel independen tingkat pendapatan dan pendidikan terhadap green economizer yang terkena dampak. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat mempunyai pengaruh negatif terhadap dampak ekonomi hijau. Peningkatan pendapatan masyarakat dapat mengurangi dampak negatif ekonomi hijau. Pendidikan berpengaruh positif terhadap peningkatan pertumbuhan dan keberlanjutan program ekonom hijau di wilayah Jepar