Universitas Islam Majapahit Journals System
Not a member yet
1541 research outputs found
Sort by
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP TINGKAT RISIKO KELUHAN GOTRAK PADA TENAGA KEPENDIDIKAN
Kampus vokasi negeri yang membidangi perkapalan yang berada di surabaya, jawa timur. Mayoritas tenaga kependidikan ini melakukan aktivitas kerjanya pada bagian administrasi seperti bagian umum dan kepegawaian, keuangan, akademik dan kemahasiswaan, dan unit-unit lainnya. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap aktivitas para tenaga kependidikan terutama bagian administrasi, Saat bekerja setiap hari dihadapkan dengan komputer dengan posisi duduk terlalu lama kurang lebih 4 jam/hari. Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner keluhan gotrak pada 10 Tenaga Kependidikan, didapatkan hasil bahwa keseluruhan Tenaga Kependidikan mengeluhkan adanya nyeri pada bagian tubuh mereka. Penelitian ini akan menganalisis pengaruh karakteristik individu (masa kerja, usia, dan jenis kelamin) dan faktor pekerjaan (postur kerja, durasi, dan frekuensi) terhadap tingkat risiko keluhan gotrak berdasarkan SNI 9011:2021, dan usulan tindakan perbaikan yang dapat diberikan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Uji pengaruh dilakukan dengan menggunakan Uji regresi logistik ordinal. Hasil uji pengaruh menunjukkan bahwa faktor pekerjaan yang berpengaruh terhadap tingkat risiko gotrak adalah frekuensi (p-value 0.000). Rekomendasi yang diberikan adalah menghilangkan postur canggung dengan menggunakan pengendalian rekayasa manajemen seperti menyesuaikan ketinggian kerja, meminimalkan jarak jangkauan, mengubah orientasi pekerjaan, dan mengubah tata letak stasiun kerja.Kampus vokasi negeri yang membidangi perkapalan yang berada di surabaya, jawa timur. Mayoritas tenaga kependidikan ini melakukan aktivitas kerjanya pada bagian administrasi seperti bagian umum dan kepegawaian, keuangan, akademik dan kemahasiswaan, dan unit-unit lainnya. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap aktivitas para tenaga kependidikan terutama bagian administrasi, Saat bekerja setiap hari dihadapkan dengan komputer dengan posisi duduk terlalu lama kurang lebih 4 jam/hari. Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner keluhan gotrak pada 10 Tenaga Kependidikan, didapatkan hasil bahwa keseluruhan Tenaga Kependidikan mengeluhkan adanya nyeri pada bagian tubuh mereka. Penelitian ini akan menganalisis pengaruh karakteristik individu (masa kerja, usia, dan jenis kelamin) dan faktor pekerjaan (postur kerja, durasi, dan frekuensi) terhadap tingkat risiko keluhan gotrak berdasarkan SNI 9011:2021, dan usulan tindakan perbaikan yang dapat diberikan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Uji pengaruh dilakukan dengan menggunakan Uji regresi logistik ordinal. Hasil uji pengaruh menunjukkan bahwa faktor pekerjaan yang berpengaruh terhadap tingkat risiko gotrak adalah frekuensi (p-value 0.000). Rekomendasi yang diberikan adalah menghilangkan postur canggung dengan menggunakan pengendalian rekayasa manajemen seperti menyesuaikan ketinggian kerja, meminimalkan jarak jangkauan, mengubah orientasi pekerjaan, dan mengubah tata letak stasiun kerja
POLA KOMUNIKASI POLITIK ANIES BASWEDAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
Political communication is a form of the process of delivering a message from a regional head to the community. By using the choice of speech code according to its purpose and function, political communication can certainly work. The purpose of this research is to analyze a speech pattern of Anies Baswedan in political communication on Instagram social media. The data was collected using the observation method. In carrying out this observation method, basic techniques are applied, namely tapping techniques which are then continued with advanced techniques in the form of competent free listening techniques, recording techniques and note-taking techniques. Data analysis was performed using the equivalent method, contextual method, and was carried out using the markup reading technique. Based on the results of data analysis, Anies Baswedan used the choice of speech code as a communication need in accordance with his speech function. The form of speech code choices used varies. The pattern of choice of speech code for Anies Baswedan as regional head in political communication on Instagram social media is classified into two parts, namely based on the relationship between participants and the surrounding situation. Anies Baswedan in making speech code choices has a variety of patterns with the dominant patterns that emerge based on participant relationships, namely vertical patterns and informal patterns.
Keywords: Anies Baswedan, Sociolinguistics, Patterns of Political CommunicationKomunikasi politik merupakan suatu bentuk proses penyampaian sebuah pesan dari seorang kepala daerah kepada masyarakatnya. Dengan penggunaan pilihan kode tutur sesuai dengan tujuan dan fungsinya tentu komunikasi politik tersebut dapat berjalan. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis sebuah pola tutur Anies Baswedan dalam komunikasi politik di media sosisal Instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak. Dalam melakukan metode simak ini diterapkan tenik dasarnya ialah tenik sadap kemudian diteruskan dengan teknik lanjutan yang berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan, metode kontekstual, serta dilakukan dengan teknik baca markah. Berdasarkan hasil analisis data, Anies Baswedan menggunakan pilihan kode tutur sebagai kebutuhan komunikasi sesuai dengan fungsi tuturannya. Wujud pilihan kode tutur yang digunakan bervariasi. Pola pilihan kode tutur Anies Baswedan sebagai kepala daerah dalam komunikasi politik di media sosial instagram diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu berdasarkan hubungan antar partisipan dan situasi yang melingkupi. Anies Baswedan dalam melakukan pilihan kode tutur memiliki berbagai macam pola dengan pola yang dominan muncul berdasarkan hubungan partisipan adalah pola vertikal dan pola informal.
Kata Kunci: Anies Baswedan, Sosiolinguistik, Pola Komunikasi Politik
Komunikasi politik merupakan suatu bentuk proses penyampaian sebuah pesan dari seorang kepala daerah kepada masyarakatnya. Dengan penggunaan pilihan kode tutur sesuai dengan tujuan dan fungsinya tentu komunikasi politik tersebut dapat berjalan. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis sebuah pola tutur Anies Baswedan dalam komunikasi politik di media sosisal Instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak. Dalam melakukan metode simak ini diterapkan tenik dasarnya ialah tenik sadap kemudian diteruskan dengan teknik lanjutan yang berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan, metode kontekstual, serta dilakukan dengan teknik baca markah. Berdasarkan hasil analisis data, Anies Baswedan menggunakan pilihan kode tutur sebagai kebutuhan komunikasi sesuai dengan fungsi tuturannya. Wujud pilihan kode tutur yang digunakan bervariasi. Pola pilihan kode tutur Anies Baswedan sebagai kepala daerah dalam komunikasi politik di media sosial instagram diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu berdasarkan hubungan antar partisipan dan situasi yang melingkupi. Anies Baswedan dalam melakukan pilihan kode tutur memiliki berbagai macam pola dengan pola yang dominan muncul berdasarkan hubungan partisipan adalah pola vertikal dan pola informal.
Kata Kunci: Anies Baswedan, Sosiolinguistik, Pola Komunikasi Politi
Budaya Indonesia PERAN BIPA DALAM MEMPERKENALKAN BUDAYA INDONESIA: Budaya Indonesia
The function of the Indonesian language is as a symbol of national pride, national identity, as a means of communication between citizens, regions and cultures, as well as a means of unifying tribes, cultures, and languages. There are several efforts made by the Indonesian government in internationalizing the Indonesian language, including: developing the Indonesian language both at home and abroad and protecting the Indonesian language through several journals that are recognized by the Indonesian government. BIPA is Indonesian language learning whose subjects are foreign speakers. BIPA is seen more as a learning factor. The author uses qualitative research methods with object observation models. Data collection techniques are carried out by emphasizing the meaning of generalization. By watching Youtube shows that contain elements of Indonesian culture, several YouTube channels show learning videos that introduce Indonesian culture, be it dance, batik cloth, to pencak silat and an introduction to culture in/in Indonesia.
Keywords: BIPA, Culture, IndonesiaFungsi bahasa Indonesia adalah sebagai lambang kebanggaan bangsa, identitas bangsa, sebagai alat komunikasi antarwarga, daerah dan budaya, serta sebagai alat pemersatu suku, budaya, dan bahasa. Ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menginternasionalkan bahasa Indonesia, antara lain: melakukan pengembangan bahasa Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri serta melindungi bahasa Indonesia melalui beberapa jurnal yang diakui oleh pemerintah Indonesia. BIPA adalah pembelajaran bahasa Indonesia yang mata pelajarannya adalah penutur asing. BIPA dipandang lebih sebagai faktor pembelajaran. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model observasi objek. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menekankan arti dari generalisasi. Dengan menonton tayangan Youtube yang mengandung unsur budaya Indonesia, beberapa channel YouTube menayangkan video pembelajaran yang memperkenalkan budaya Indonesia, baik itu tari, kain batik, hingga pencak silat dan pengenalan budaya di/di Indonesia
SITUASI DIGLOSIA PADA PENUTUR KABUPATEN BOJONEGORO DAN MADURA DI JAWA TIMUR
The concept of diglosia is first interpreted as a "situation" in which there is a variety of T (high) languages called formal situations and R (low) informal situations. In this concept it has developed and includes a situation in which there are two or more languages that have been distinguished in position. The phenomenon of this research data is the situation of dilosia in men from Java who are married to women from Madura, so that they have children with the initials F who have a variety of different languages in two situations, namely formal and informal. In this study, the author used a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques are taken using observation. The instrument in this study is to provide question questions, and test / questionnaire questions. Based on the results and discussion, it can be concluded that the child with the initials F has a phenomenon of three languages that differ in position in the situation of diglosia.
Keywords: abstract, italic, maximum three words.Konsep diglosia diartikan pertama kali sebagai “situasi” yang di dalamnya terdapat ragam bahasa T (tinggi) yang disebut situasi formal dan R (rendah) situasi informal. Dalam konsep ini telah berkembang dan mencakupi sebuah situasi yang terdapat dua bahasa atau lebih yang telah dibedakan kedudukannya. Fenomena dari data penelitian ini adalah situasi diglosia pada laki-laki asal Jawa yang menikah dengan perempuan asal Madura, sehingga memiliki anak yang berinisial F yang memiliki ragam bahasa yang berbeda dalam dua situasi yaitu formal dan informal. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang diambil menggunakan observasi. Instrument dalam penelitian ini adalah memberikan soal pertanyaan, dan soal tes/kuisioner. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa anak yang berinisial F memiliki fenomena tiga bahasa yang berbeda kedudukannya pada situasi diglosia.
Kata Kunci: diglosia, bahasa, formal, informa
REPRESENTATION OF EDUCATIONAL FACILITIES AND THEIR RELATION TO ELEMENTS OF ECONOMIC CULTURE IN THE FILM LASKAR PELANGI
Currently, film is no longer interpreted as a work of visual art, but as a social representation and mass communication. In which there is a lot of social interaction to build a good film. While film can also be interpreted as a means to convey messages conveyed to the community. Film is a new facility for all humans to work both in writing and orally which can provide visualization into a film. So film as a means of mass communication also functions as a cultural transmission in society. Laskar Pelangi film with educational and social themes is understood as a representation of cultural reality that shows how a culture works and lives in a society. So that film can be said to be an effective medium in cultural learning by the community. This research is a cultural studies research with a subjective research approach. Through the unit of analysis in the form of the Laskar Pelangi film, this concept reflects a number of educational cultural findings such as the still weak education sector due to the uneven distribution of the education budget that is not optimal, the pretentiousness of education because it is more concerned with prestige than skills, lack of respect for the process, education is still measured from statistical figures. and the commercialization of education.
Keywords: film, education, culture, econom
Metode Bermain Peran PENGARUH METODE BERMAIN PERAN DALAM MATERI WAWANCARA BAHASA SUNDA SISWA FASE E SMA NEGERI 1 LEMBANG
The research is aim at elaborating the impact of role-play method in interview material for phase E (grade X) at SMAN 1 Lembang in Sundanese (Bahasa Sunda) Local Content Subject. The research used experimental quantitative research design. Experimental data for this research were students of SMAN 1 Lembang in odd semester of the 2022/2023 academic-year. In this research, phase E6 students were chosen as experimental class while phase E2 students were chosen as control class. The procedure of collecting data was carried out by observation method through observation sheets and performance test. The result of this research indicated that tcount > ttable (11.309 > 1.99495), consequently H0 was rejected. This showed that role-playing method in interview material had an impact toward phase E students at SMAN 1 Lembang.
Keywords: role-play, interviewTujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang pengaruh metode bermain peran dalam materi wawancara siswa fase E (kelas X) SMAN 1 Lembang pada mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa Sunda.
Penelitian ini memakai pendekatan kuntitatif dengan jenis eksperimen. Yang menjadi sumber data pada penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Lembang semester ganjil Tahun Ajaran 2022/2023. Siswa Fase E6 sebagai kelas eksperimen dan Fase E2 sebagai kelas kontrol. Adapun pengumpulan data penelitian dilakukan dengan memakai teknik observasi melalui lembar observasi, dan tes performance
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bahwa uji thitung > ttabel (11.309 > 1.99495), sehingga dapat diambil kesimpulan H0 ditolak. Hal tersebut menunjukan bahwa adanya pengaruh metode bermain peran terhadap materi wawancara peserta didik Fase E SMA Negeri 1 Lemban
ANALYSIS OF CRITICAL DISCOURSE STUDY TEUN A.VAN DIJK ON THE EDITORIAL OF MEDIA INDONESIA REGARDING PERPU NO. 2/2022
This study aims to describe the critical discourse analysis of the editorial of Media Indonesia on January 3, 2,023 with the theme "Executive Defiance". The reason for choosing this theme is because this problem has attracted public attention to the government's defiance of the Constitutional Court's decision which stated Law No. 11 of 2020 concerning the Omnibus Law was declared conditionally unconstitutional, so the government had to revise it within 2 years. However, the government instead issued Perpu No. 2 of 2022. This has drawn criticism from various parties. This study aims to describe how the macrostructure, superstructure, and social cognition of Media Indonesia editorials with the title "executive defiance". The theory used is the Teun A Van Djik model with the documentation method and note-taking. After analysis, it was concluded that an editorial by Media Indonesia with the title "executive defiance" met the macro-structural requirements, namely: statement of opinion, argumentation, and affirmation. The straightforward superstructure of language uses declarative sentences in the form of statements and arguments. For social cognition, Media Indonesia is positioned as an opposition that sides with workers.
Key words: Teun A. Van Djik, editorial, Perpu No.2/2022.This study aims to describe the critical discourse analysis of the editorial of Media Indonesia on January 3, 2,023 with the theme "Executive Defiance". The reason for choosing this theme is because this problem has attracted public attention to the government's defiance of the Constitutional Court's decision which stated Law No. 11 of 2020 concerning the Omnibus Law was declared conditionally unconstitutional, so the government had to revise it within 2 years. However, the government instead issued Perpu No. 2 of 2022. This has drawn criticism from various parties. This study aims to describe how the macrostructure, superstructure, and social cognition of Media Indonesia editorials with the title "executive defiance". The theory used is the Teun A Van Djik model with the documentation method and note-taking. After analysis, it was concluded that an editorial by Media Indonesia with the title "executive defiance" met the macro-structural requirements, namely: statement of opinion, argumentation, and affirmation. The straightforward superstructure of language uses declarative sentences in the form of statements and arguments. For social cognition, Media Indonesia is positioned as an opposition that sides with workers.
Key words: Teun A. Van Djik, editorial, Perpu No.2/2022
KEPUNAHAN LEKSIKON UPACARA KELEMAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL KAMPUNG BONGSO WETAN GRESIK
This research was conducted to find out to what extent the level of the kelemen ceremony is being begun to experience extinction in Bongso Wetan Menganti Gresik village. The extinction of the lexicon was caused as a reason for conducting research to find out the loss and shifting of the ancestral culture of people of Madurese ethnic descents. The main factors are internally and externally from the local community. This study used a qualitative approach with the theoretical perspective of Alfred Schutz. The selection of the location for this study used a purposive technique, namely the people of Madurese ethnic descents from generation to the next generation. The villagers perform ceremonies have lasted hundreds of years. The study in which used in this reserach is called as Culture. The tradition of the Keleman ceremony is one of the cultures that has been being running in the village community which is of Madurese ethnic descents.
Keywords: Keleman, culture, tradition, Madura, and descentAbstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana tingkat upacara kelemen mulai mengalami kepunahan di kampung Bongso Wetan Menganti Gresik. Kepunahan leksikon tersebut yang diakibatkan sebagai alasan dilakukan penelitian untuk mengetahui hilangnya dan bergesernya budaya leluhur masyarakat keturunan etnik Madura. Faktor utama yaitu secara internal dan eksternal dari masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan perspektif teori Alfrerd Schutz. Pemilihan lokasi penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive yaitu masyarakat keturunan etnik Madura secara turun-temurun. Masyarakat melakukan upacara telah berlangsung ratusan tahun. Kajian yang digunakan dalam penelitian ini juga yaitu Budaya. Tradisi upacara keleman sebagai salah satu budaya yang telah berjalan dimasyarakat kampung yang merupakan keturunan etnik Madura.
Kata Kunci: Keleman, budaya, tradisi, Madura, dan keturuna
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL VAN DIJK DALAM PEMBERITAAN ATURAN PENGGUNAAN TOA MASJID DAN PERNYATAAN MENAG YAQUT MENGANALOGIKAN SUARA AZAN DENGAN GONGGONGAN ANJING DI MEDIA ONLINE TEMPO.COM
This study focuses on the coverage of Minister of Religious Affairs Yakut's statement regarding the call to prayer (azan) compared to the sound of barking dogs currently happening in Indonesia, as published in several online media outlets, particularly Tempo.com. While there are numerous other online media sources producing news related to this issue, the researcher attempts to analyze these two specific online media outlets. The aim of this study is to describe the critical discourse analysis of the "Regulation on the Use of Mosque Loudspeakers and Minister Yakut's Statement Analogizing the Azan with Dog Barking" found in the news article titled "Yaqut Reported Regarding Azan and Dog Barking, Here's What the Ministry of Religious Affairs Says" published on Tempo.com. The theoretical framework employed for the analysis is Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis. The research methodology used in this study is descriptive qualitative. Based on the conducted analysis, it was found that the news article attempts to convey a message to readers regarding the pros and cons of the Minister's Regulation on the use of loudspeakers in mosques and the statement analogizing the Azan with dog barking. This is influenced by the social cognition of the news article's author and the social context in which the news article is produced. This is evident in the discourse structure of the news article, which conveys a message of religious tolerance amidst a diverse society with varying beliefs.
Keywords: Critical Discourse Analysis, Ministerial Rules, social context.Penelitian ini memfokuskan kajiannya pada pemberitaan pemberitaan Menteri Agama Yakut tentang suara azan dibandingkan dengan suara gonggongan anjing yang sedang terjadi di Indonesia dan dimuat di beberapa media online Tempo.com , masih banyak lagi media online yang memroduksi berita terkait ini, namun peneliti mencoba untuk melakukan analisanya dari ke dua media online tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna wacana kritis “Aturan Penggunaan Toa Masjid dan Pernyataan Menag Yaqut Menganalogikan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing” yang terdapat di dalam teks berita berjudul “Yaqut Dilaporkan soal Azan dan Gonggongan Anjing, Ini Kata Kemenag,” yang dimuat di media onlineTempo.Com. Teori yang digunakan sebagai landasan teori dalam melakukan analisis adalah teori Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan bahwa teks berita tersebut berusaha menyampaikan pesan kepada pembaca mengenai pro kontra terkait Aturan Menag dalam menggunakan Pengeras Suara di Masjid dan Pernyataan yang menganalogikan Suara Azan dengan Suara Gonggongan Anjing. Hal tersebut disebabkan oleh kognisi sosial penulis berita tersebut dan konteks sosial teks berita tersebut diproduksi. Hal tersebut tampak pada struktur wacana teks berita tersebut yang memuat pesan Toleransi beragama di tengah kondisi masyarakat yang beragam keyakinannya.
Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Aturan Menag, konteks sosial
ANALISIS KRITIS BUKU TEKS BAHASA INDONESIA DALAM KONTEKS KURIKULUM MERDEKA: TINJAUAN TERHADAP KUALITAS DAN RELEVANSI MATERI PEMBELAJARAN
The introduction of the Merdeka Curriculum as the latest innovation in the Indonesian education system marks a paradigmatic change that aims to provide greater opportunities for students to develop their potential holistically. In this context, the quality and relevance of Indonesian language textbooks are crucial in supporting the learning process. This study uses qualitative analysis to evaluate the quality and relevance of Indonesian language textbooks in the Merdeka Curriculum. The results of the analysis show significant differences between evaluation approaches in textbooks from various publishers. In addition, this study highlights the importance of diversity, inclusiveness and relevance of learning materials in textbooks. The findings confirm the importance of in-depth and objective assessment of Indonesian language textbooks to ensure they meet quality and relevance standards in supporting national education goals. With a better understanding of the strengths and weaknesses of the textbooks in use, concrete steps can be taken to improve the quality of student learning and prepare them to face the challenges of an increasingly complex and dynamic world.
Keywords: abstract, italic, maximum three words,The introduction of the Merdeka Curriculum as the latest innovation in the Indonesian education system marks a paradigmatic change that aims to provide greater opportunities for students to develop their potential holistically. In this context, the quality and relevance of Indonesian language textbooks are crucial in supporting the learning process. This study uses qualitative analysis to evaluate the quality and relevance of Indonesian language textbooks in the Merdeka Curriculum. The results of the analysis show significant differences between evaluation approaches in textbooks from various publishers. In addition, this study highlights the importance of diversity, inclusiveness and relevance of learning materials in textbooks. The findings confirm the importance of in-depth and objective assessment of Indonesian language textbooks to ensure they meet quality and relevance standards in supporting national education goals. With a better understanding of the strengths and weaknesses of the textbooks in use, concrete steps can be taken to improve the quality of student learning and prepare them to face the challenges of an increasingly complex and dynamic world.
Keywords: abstract, italic, maximum three words