Universitas Islam Majapahit Journals System
Not a member yet
1541 research outputs found
Sort by
The Influence Of Product Quality and Electronic Word Of Mouth On The Decision To Stay at Rumah Kayu Cottage Syariah in Bandung
This study aims to analyze the effect of product quality and electronic word of mouth on the decision to stay at Rumah Kayu Cottage Syariah Bandung. Data analysis using normality, correlation coefficient analysis, determination analysis, and simultaneous and partial hypothesis testing. The results of correlation coefficient analysis showed a result of 0.987 which means the relationship between product quality and electronic word of mouth to the decision to stay has a strong relationship. The coefficient of determination obtained in this study is 97.5%, meaning the influence of product quality and electronic word of mouth on the decision to stay, while the rest is influenced by other factors that were not studied in this study. Simultaneous hypothesis test conducted using the F-tiest obtained that the value of Fhitung of 1766.57 which is greater than the Ftabel for ? = 5% is 3.10 this means that simultaneously the quality of the product and the electronic word of mouth significant effect, while partially done using the T-test, shows that the quality of the product and the electronic word of mouth affect the decision to stay.This study aims to analyze the effect of product quality and electronic word of mouth on the decision to stay at Rumah Kayu Cottage Syariah Bandung. Data analysis using normality, correlation coefficient analysis, determination analysis, and simultaneous and partial hypothesis testing. The results of correlation coefficient analysis showed a result of 0.987 which means the relationship between product quality and electronic word of mouth to the decision to stay has a strong relationship. The coefficient of determination obtained in this study is 97.5%, meaning the influence of product quality and electronic word of mouth on the decision to stay, while the rest is influenced by other factors that were not studied in this study. Simultaneous hypothesis test conducted using the F-tiest obtained that the value of Fhitung of 1766.57 which is greater than the Ftabel for ? = 5% is 3.10 this means that simultaneously the quality of the product and the electronic word of mouth significant effect, while partially done using the T-test, shows that the quality of the product and the electronic word of mouth affect the decision to stay
PERSEPSI MASYARAKAT TERDAMPAK DI KAWASAN INDUSTRI NIKEL PADA FILM DOKUMENTER ‘BLOODY NICKEL: ILUSI TRANSISI ENERGI’
Hilirisasi nikel merupakan program pemerintah untuk mempercepat transisi energi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik. Artikel ini membahas bagaimana kebijakan pemerintah memiliki dampak bagi masyarakat yakni dampak negatif bagi masyarakat yang hidup di sekitar kawasan industri nikel. Artikel ini juga menganalisis persepsi masyarakat yang terkena dampak industri nikel di wilayah tertentu melalui film dokumenter Bloody Nickel: Ilusi Transisi Energi.
Pendekatan yang digunakan didasarkan pada teori analisis wacana kritis Norman Fairclough untuk memahami bagaimana penggambaran industri nikel dalam film mempengaruhi persepsi dan pengalaman masyarakat di sekitar kawasan industri nikel. Menggunakan metode analisis isi sebagai teknik menganalisis isi sebuah film dengan fokus pada narasi visual dan pesan yang disampaikan kepada penonton. Analisis menunjukkan bahwa film tersebut tidak hanya menggambarkan dampak fisik industri nikel, namun juga mengeksplorasi dampak sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan yang dihadapi masyarakat lokal. Implikasi dari temuan ini dapat menjadi dasar untuk memperbaiki kebijakan industri dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap permasalahan lingkungan dan sosial yang terkait dengan aktivitas pertambangan, seperti industri nike
Q, The PENERAPAN GREEN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN DI PT. XYZ
This study aims to examine the effect of Green Human Resource Management on employee performance using the regression method. Green Human Resource Management is a human resource management approach that integrates environmentally friendly practices into the recruitment, training, development, and evaluation processes of employee performance. This study uses primary data collected through a survey of employees in the manufacturing sector. Regression analysis was conducted to test the relationship between the independent variable Green Human Resource Management and the dependent variable employee performance. The results showed that the implementation of Green Human Resource Management significantly positively affected employee performance. This finding provides practical implications for companies in improving employee performance through the implementation of effective Green Human Resource Management practices. This study also suggests further research to explore other factors that may mediate or moderate the relationship between Green Human Resource Management and employee performance.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Green Human Resource Management terhadap kinerja karyawan dengan menggunakan metode regresi. Green Human Resource Management merupakan pendekatan manajemen sumber daya manusia yang mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dalam proses rekrutmen, pelatihan, pengembangan, dan evaluasi kinerja karyawan. Studi ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui survei terhadap karyawan di sektor manufaktur. Analisis regresi dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel independen Green Human Resource Management dan variabel dependen kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Green Human Resource Management secara signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui penerapan praktik Green Human Resource Management yang efektif. Penelitian ini juga menyarankan adanya penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin memediasi atau memoderasi hubungan antara Green Human Resource Management dan kinerja karyawan
DESAIN PRODUK DIGESTER BIOGAS DI DESA PUNGGUL KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO
Biogas is a renewable energy source that can be produced through an anaerobic fermentation process from organic materials, such as cow dung. This study aims: to describe the process of making biogas from cow dung as an effort to utilize organic waste as an alternative energy source that is environmentally friendly. Methods: used in this study included Quality Function Deployment (QFD) collecting cow dung, preparing the substrate, and constructing a biogas digester. Urgency: The use of biogas from cow dung has a significant urgency because it has various important benefits covering environmental, economic and social aspects. The main target is to produce biogas as a renewable energy source from cow manure waste. Cow manure is collected from farms through various stages of preparation, such as drying and solid-liquid separation. The novelty of this work program is that it is used more efficiently than other biogas. Furthermore, the processed cow dung is used as a raw material in the anaerobic fermentation process in the biogas digester. During the fermentation process, anaerobic microorganisms naturally decompose organic matter in cow dung, resulting: biogas consisting of methane (CH4) and carbon dioxide (CO2). Conclusion: The resulting biogas can be used as an energy source for cooking, lighting, or even producing energi when used cooking.Biogas adalah sumber energi terbarukan yang dapat dihasilkan melalui proses fermentasi anaerobik dari bahan organik, seperti kotoran sapi. Penelitian ini bertujuan: untuk menggambarkan proses pembuatan biogas dari kotoran sapi sebagai upaya untuk memanfaatkan limbah organik menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quality Function Deployment (QFD) mencakup pengumpulan kotoran sapi, persiapan substrat, dan pembuatan digester biogas. Urgensi: Penggunaan biogas dari kotoran sapi memiliki urgensi yang signifikan karena memiliki berbagai manfaat penting yang mencakup aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Target: utama adalah menghasilkan biogas sebagai sumber energi terbarukan dari limbah kotoran sapi. Kotoran sapi dikumpulkan dari peternakan dengan berbagai tahapan persiapan, seperti pengeringan dan pemisahan padat-cair. Kebaruan: dari prgram kerja ini adalah pemakaian yang lebih efisien dari pada biogas yang lainya.Selanjutnya, kotoran sapi yang telah diolah tersebut digunakan sebagai bahan baku dalam proses fermentasi anaerobik di dalam digester biogas. Selama proses fermentasi, mikroorganisme anaerobik secara alami mengurai bahan organik dalam kotoran sapi, hasil: biogas yang terdiri dari metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2).kesimpulan: Biogas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sumber energi untuk memasak, penerangan, atau bahkan menghasilkan listrik jika digunakan dalam memasak
Pengembangan Potensi IKM Kreatif Berbasis Teknologi di Kabupaten Mojokerto
Creative small and medium industries (SMEs) have an important role in regional economic growth, including in Mojokerto Regency. However, challenges such as limited access to technology, digital marketing, and product innovation are still major obstacles to the development of creative SMEs. This study aims to identify the potential of creative SMEs in Mojokerto Regency and develop technology-based strategies to improve their sustainable competitiveness. The research method used is a qualitative approach through surveys and interviews. The results of the study show that the use of technology in digital marketing production, and business management contributes significantly to increasing the efficiency and market reach of Creative SMEs. Thus, the development of technology-based creative SME potential is expected to be a strategic solution in encouraging regional economic growth and improving the welfare of SME business actors in Mojokerto Regency.Ekonomi kreatif merupakan kekuatan ekonomi baru yang menggunakan sumber daya yang tidak terbatas serta output yang beragam serta tidak terbatas pula dan dinilai efektif menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran. Sumber daya yang digunakan sebagai sumber atau bahan baku ekonomi kreatif yang paling utama adalah ide, gagasan dan kreatifitas manusia sedangkan output yang dihasilkan otomatis menjadi sangat beragam dan terus terbaharui. Kabupaten Mojokerto menjawab tantangan dalam pengembangan ekonomi kreatif ini diantaranya dengan kolaborasi oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait seperti Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) dan Disbudporapar (Dinas Kebudayaan, kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata) dengan cara diantaranya identifikasi potensi sektor ekonomi kreatif, pemotretan sektor unggulan, dan melakukan upaya pengembangan sektor ekonomi kreatif yang kurang potensial. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sub sektor ekonomi kreatif unggulan adalah sub sektor kriya, kuliner, fashion dan seni pertunjukan. Sedangkan sub sektor yang lain seperti sub sektor film, animasi dan video, sub sektor fotografi, musik, dan design produk dilakukan pengembangan agar menjadi unggul dan menyerap tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Adapun objek penelitian adalah di Disperindag Kabupaten Mojokerto, Disbudporapar Kabupaten Mojokerto dan DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) kabupaten Mojokerto
the Pengaruh Gender; Usia; Regional; Masa Jabatan; Pendidikan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Jasa Sektor Keuangan : Pengaruh Gender; Usia; Regional; Masa Jabatan; Pendidikan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Jasa Sektor Keuangan
Suatu perusahaan tidak selalu berkembang dengan baik sebagaimana yang diharapkan. Dalam praktik, banyak perusahaan mengalami kegagalan, salah satunya adalah karena kesalahan manajemen yang terjadi secara berulang-ulang. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui pengaruh gender; usia; regional; masa jabatan; pendidikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini ialah sektor keuangan sebanyak 89 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisa menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Keragaman gender memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, 2) Keragaman usia dewan tidak bepengaruh terhadap nilai Perusahaan, 3) Keragaman regional dewan tidak bepengaruh terhadap nilai Perusahaan, 4) Keragaman masa jabatan dewan bepengaruh positif terhadap nilai Perusahaan, dan 5) Keragaman pendidikan dewan bepengaruh positif terhadap nilai Perusahaan.Suatu perusahaan tidak selalu berkembang dengan baik sebagaimana yang diharapkan. Dalam praktik, banyak perusahaan mengalami kegagalan, salah satunya adalah karena kesalahan manajemen yang terjadi secara berulang-ulang. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui pengaruh gender; usia; regional; masa jabatan; pendidikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini ialah sektor keuangan sebanyak 89 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisa menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Keragaman gender memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, 2) Keragaman usia dewan tidak bepengaruh terhadap nilai Perusahaan, 3) Keragaman regional dewan tidak bepengaruh terhadap nilai Perusahaan, 4) Keragaman masa jabatan dewan bepengaruh positif terhadap nilai Perusahaan, dan 5) Keragaman pendidikan dewan bepengaruh positif terhadap nilai Perusahaa
The Role of Halal Awareness, Halal Certification and Green Product Toward Purchase Intention on Shopee
This study aims to examine and analyze the influence of halal awareness, halal certification, and green product attributes on purchase intention toward NPURE Acne Face Toner Centella Asiatica on the Shopee platform. The population in this study consists of individuals who use skincare products for acne-prone skin and are familiar with NPURE products in the DKI Jakarta area. The study involved 167 respondents, selected using Hair’s formula for sample size determination. A purposive sampling technique was used to ensure that participants met specific criteria relevant to the research. Data were collected through survey using a questionnaire as the research instrument. The data method applied is the Partial Least Square (PLS). The results show that halal awareness, halal certification, and green product have a positive and significant effect on purchase intention. The implication of this study is to provide relevant insights for PT Penta Natural Kosmetindo and similar enterprises to formulate marketing strategies aligned with consumer preferences in the digital era
Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan dan Good Corporate Governance terhadap Tax Avoidance pada perusahaan Properti dan Real Estate
This research aims to analyze the effect of leverage, firm size, and good corporate governance (GCG) on tax avoidance practices in property and real estate firms listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2023 period. The study employs a quantitative approach using secondary data obtained from the firms’ financial statements. Data analysis is conducted using multiple linear regression and classical assumption tests. The results indicate that, simultaneously, leverage, firm size, and GCG significantly affect tax avoidance, with an R² value of 88.6%. However, in partial analysis, only the GCG variable has a significant effect on tax avoidance, while leverage and firm size do not show a significant influence. These findings underscore the importance of implementing GCG principles to minimize tax avoidance practices within corporate environments. It is hoped that this study can provide input for regulators and corporate management in formulating more transparent and accountable governance policies
Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan: Sebuah Analisa Faktor: Studi Kasus Pada KAP Tanzil di Surabaya
The purpose of this study was to determine the partial significant effect of auditor experience, professional skepticism and auditor competence on the auditor's ability to detect fraud at the KAP Tanzil in Surabaya. This study includes quantitative research with primary data sources. The population of this research is 20 auditors who work at KAP Tanzil in the city of Surabaya, with the saturated sample method. The independent variable of this study is the auditor's experience (X1), professional skepticism (X2), competence (X3) and the dependent variable is the auditor's ability to detect fraud (Y). The research instrument is a questionnaire with Likert scale measurements which are processed using SmartPLS ver3. The results of this study are the auditor's experience variable resulting in a p-value of 0.012 and a t-statistic of 2.534. Then, professional skepticism resulted in a p-value of 0.028 and a t-statistic of 2.205. While the competence variable produces a p-value of 0.006 and a t-statistic of 2.744. Each dependent variable has a p-value (p < 0.05) and a t-statistic (t > 1.96) which means a significant alpha of 5% resulting in a positive effect on the independent variable. The conclusion is that the variables of auditor experience, professional skepticism and competence have a partial significant effect on the auditor's ability to detect fraud at the KAP Tanzil in Surabaya
INOVASI PELAYANAN PUBLIK DARURAT MELALUI CALL CENTER 112: PERAN STRATEGIS DISKOMINFO KABUPATEN MOJOKERTO
Call Center 112 merupakan inovasi di bidang pelayanan publik darurat yang bertujuan untuk meningkatkan responsivitas pemerintah dalam menangani keadaan darurat. Diskominfo Kabupaten Mojokerto memainkan peran strategis dalam memastikan keberhasilan layanan ini melalui pengelolaan teknologi, pelatihan sumber daya manusia, dan sosialisasi kepada masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Diskominfo dalam pengelolaan Call Center 112 serta dampaknya terhadap pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun layanan ini telah meningkatkan efektivitas penanganan darurat, masih terdapat kendala dalam aspek sosialisasi dan infrastruktur telekomunikasi di wilayah terpencil. Artikel ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pemanfaatan Call Center 112 melalui perluasan jaringan telekomunikasi dan peningkatan pelatihan operator