Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Ekowisata Pantai Kategori Rekreasi di Pantai Sekunyit Kabupaten Kaur
Beach ecotourism is an ecotourism activity conducted in coastal areas in general by utilizing coastal resources and water levels. Sekunyit Beach is one of the beaches located in South Kaur District which is directly adjacent to the Indian Ocean. South Kaur district has an area of land area reaching 92.75 km2. This study aims to analyze the carrying capacity of recreational category coastal ecotourism area in Sekunyit Beach, Kaur Regency. The method performed in this study is the survey method. The results of the research on recreational category beach ecotourism in Sekunyit Beach obtained the results of the appropriate category (S2) and very appropriate (S1) with the Ecotourism Conformity Index (IKE) of 80,86% - 85,15%. While the value of the carrying capacity of sekunyit beach area ranges from 97 - 124 (people / day).
Keywords: Area support capacity, Coastal ecotourism, Regional suitability, Scenic Beauty Estimation, Sekunyit Beac
Perapuhan Uranium dengan Metode Hydride–Dehydride: Meningkatkan Efisiensi Bahan Bakar Nuklir dalam Mendukung Transisi Energi
The Hydride–Dehydride (HDH) method is a critical technology in uranium processing, capable of improving the efficiency and quality of nuclear fuel through a more precise embrittlement process compared to conventional techniques. This technology ensures uniform particle size and minimizes material loss during fabrication. This study was conducted using a literature review approach, supported by experimental data obtained during a 2022 internship at the Research Center for Nuclear Fuel Cycle and Radioactive Waste Technology (PRTDBBLNR). The focus of the investigation was the characterization of uranium–molybdenum (U-Mo) alloy before and after the HDH treatment process. The results indicate that heat treatment at 500 °C for 5 hours followed by annealing significantly increases the hardness of the U-Mo alloy. A phase transformation was also observed, indicated by the presence of α-U in all post-treatment samples. Nevertheless, the density of the alloy showed no substantial change. The HDH process successfully produced high-purity U-Mo powder at various molybdenum concentration levels. However, increasing Mo content resulted in lower powder density. The morphology of U-7Mo powder exhibited flake-like shapes with a rough surface, which is favorable for further fabrication in advanced fuel element production. Overall, these findings reinforce the relevance and significant potential of HDH technology in supporting advanced nuclear reactor fuel production and strengthening national nuclear energy security in a sustainable manner.The Hydride–Dehydride (HDH) method represents an important innovation in uranium processing to improve the efficiency and quality of nuclear fuel. This technology enables a more precise embrittlement of uranium compared to conventional methods such as milling and crushing, resulting in more uniform particle size and reduced material loss throughout the process. This study adopts a literature-based approach supported by practical work conducted at the Center for Research on Nuclear Fuel Cycle Technology and Radioactive Waste Management (PRTDBBLNR) in 2022, in order to evaluate the effectiveness of HDH in strengthening nuclear energy security in Indonesia. The analysis shows that HDH improves the microstructural quality of uranium and enhances processing yield by minimizing waste generation. These advantages highlight the high relevance of HDH technology in supporting the development of Generation IV nuclear reactors, which emphasize efficiency and sustainability within the fuel cycle. However, its implementation in Indonesia still faces challenges, particularly in terms of industrial infrastructure readiness, safety regulations, and nuclear material protection. Therefore, strategic policies are required to promote further research and technological investment, as well as strong collaboration between academia, government, and industry. Integrating HDH into the national uranium processing roadmap has the potential to establish this technology as a key pillar in ensuring a sustainable nuclear fuel supply and enhancing Indonesia’s energy security in the future.Metode Hydride-Dehydride (HDH) merupakan inovasi penting dalam pemrosesan uranium untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas bahan bakar nuklir. Teknologi ini memungkinkan pengerjaan uranium secara lebih presisi dibandingkan metode konvensional seperti milling dan crushing, sehingga menghasilkan ukuran partikel yang lebih seragam dan mengurangi kehilangan material selama proses. Studi ini menggunakan pendekatan studi literatur yang diperkuat oleh hasil kerja praktik di Pusat Rekayasa dan Teknologi Deteksi Bahan Bakar Lanjut dan Non-Reaktor (PRTDBBLNR) pada tahun 2022, guna memberikan efektivitas HDH dalam mendukung ketahanan energi nuklir di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses HDH mampu meningkatkan kualitas mikrostruktur uranium serta memperbaiki hasil pemrosesan dengan meminimalkan limbah. Keunggulan ini menjadikan HDH sangat relevan untuk mendukung pengembangan reaktor nuklir Generasi IV yang fokus pada efisiensi dan pembuangan siklus bahan bakar. Meskipun demikian, penerapannya di Indonesia masih menghadapi tantangan, khususnya terkait kesiapan infrastruktur industri, regulasi keselamatan, serta perlindungan bahan nuklir. Oleh karena itu, diperlukan strategi kebijakan yang mendorong penelitian lanjutan dan investasi teknologi, serta kolaborasi erat antara ilmuwan, pemerintah, dan industri. Dengan integrasi HDH ke dalam peta jalan penyediaan uranium nasional, teknologi ini berpotensi menjadi pilar utama dalam memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar nuklir dan memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan
Pengaruh Kombinasi Ekstrak Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus) dan Daun Jambu Air (Syzygium samarangense) terhadap Intensitas Serangan Serangga Hama pada Tanaman Tomat Ceri (Solanum lycopersicum)
Serangan serangga hama merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas tomat ceri. Penggunaan pestisida sintetis memang efektif, namun memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi ekstrak daun serai wangi dan daun jambu air terhadap intensitas serangan serangga hama pada tanaman tomat ceri serta menentukan konsentrasi paling efektif. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan (kontrol, 30%, 45%, 60%, dan 75%) dan lima ulangan. Pengamatan dilakukan pada 12, 19, 26, 33, 40, dan 47 hari setelah tanam (HST). Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak kedua tanaman berpengaruh signifikan dalam menekan serangan hama. Perlakuan 75% merupakan konsentrasi paling efektif dengan intensitas serangan hama terendah pada seluruh periode pengamatan. Dengan demikian, kombinasi ekstrak daun serai wangi dan jambu air dapat digunakan sebagai alternatif pestisida nabati ramah lingkungan
Decarbonizing Indonesia’s Nickel Smelters: Implications for Energy Security, Carbon Pricing, and Green Finance Policies
As the world’s largest nickel producer, Indonesia faces critical challenges in decarbonizing its nickel smelting sector while maintaining economic growth. This study addresses the lack of integrated assessments of carbon pricing impacts and green finance mechanisms in Indonesia’s nickel industry, using exclusively secondary data from government reports (BPS, MEMR), global databases (IEA, Global Carbon Atlas), and policy documents. A gate-to-gate Life Cycle Assessment (ISO 14044) reveals that Indonesian nickel smelters emit 14.8 tons CO₂-eq per ton of product (IEA, 2023), 25% higher than the global average. Economic modeling, based on nickel price trends (LME, 2020–2023) and carbon tax scenarios, indicates that a $40/ton CO₂ tax would raise production costs by 15%, reducing export competitiveness by 6.2% under current market conditions. Policy analysis highlights the feasibility of green bonds and fiscal incentives for renewable energy adoption, referencing successful cases in the Philippines (RE Law, 2022). These findings provide a data-driven framework for aligning Indonesia’s nickel industry with its 2060 net-zero target, emphasizing the role of secondary data in shaping low-carbon transitions for resource-rich economies
Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Iklim Organisasi Yang Kondusif Di SMA Negeri Surulangun Kabupaten Musi Rawas Utara
The research objective is to see the principal's strategy in improving a conducive organizational climate in SMA Negeri Surulangun which includes three aspects, namely the relationship between the principal and the teacher, the relationship between teachers, the relationship between the principal and the committee. The research method used a qualitative approach. The results of the research by principals applying an open communication system, involving school members in making decisions, providing opportunities for self-development, supervising motivation, holding teacher self-development support facilities, aligning teacher ratings when making decisions, providing equal opportunities to take further education, activity activities community, raising social assistance funds, involving community leaders in activities and supervision of students outside of schoolTujuan penelitian untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan iklim organisasi yang kondusif di SMA Negeri Surulangun yang meliputi tiga aspek yaitu hubungan antara kepala sekolah dengan guru, hubungan antar guru, hubungan antara kepala sekolah dengan komite. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian kepala sekolah menerapkan sistem komunikasi terbuka, melibatkan warga sekolah dalam mengambil keputusan, memberikan peluang mengembangkan diri,mensupervisi disertai motivasi, mengadakan fasilitas penunjang pengembangan diri guru, mensejajarkan kedudukan guru saat mengambil keputusan, memberikan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan lanjutan, menghadiri kegiatan kemasyaratan, menggalang dana bantuan sosial, melibatkan tokoh masyarakat dalam kegiatan dan pengawasan peserta didik diluar sekola
Pemanfaatan Akun Belajar.Id Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Di SMP Negeri 03 Bengkulu Tengah
This study to analyze the utilization of Belajar.id accounts in enhancing the quality of Social Studies learning at SMP Negeri 03 Bengkulu Tengah. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation. The results indicate that the optimal use of Belajar.id accounts significantly improves Social Studies teachers' access to various digital learning resources, strengthens digital learning interactions, and enhances teachers' creativity in designing interactive teaching materials. The novelty of this research lies in the development of practical strategies for utilizing Belajar.id accounts to support Social Studies learning processes at the junior high school level. This study provides practical recommendations for school administrators and Social Studies teachers to optimize the use of Belajar.id accounts in order to improve learning quality in the digital era.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan akun Belajar.id dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di SMP Negeri 03 Bengkulu Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan akun Belajar.id secara optimal mampu meningkatkan akses guru IPS terhadap berbagai sumber belajar digital, memperkuat interaksi pembelajaran digital, serta meningkatkan kreativitas guru dalam merancang materi ajar yang interaktif. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengembangan strategi praktis pemanfaatan akun belajar.id dalam mendukung proses pembelajaran IPS di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) secara umum. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola sekolah dan guru IPS untuk mengoptimalkan penggunaan akun belajar.id dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VI SD IT USWATUN HASANAH PADANG JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA
Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa SD IT pada pembelajaran matematika. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sampel penelitian adalah siswa SD IT Uswatun Hasanah Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 29 siswa. Instrumen yang di gunakan adalah lembar angket dengan jumlah pernyataan sebanyak 30 yang mencakup 5 indikator minat belajar siswa yaitu perasaan senang, keterterikkan siswa, keterlibatan siswa, rajin dalam belajar dan rajin dalam mengerjakan tugas matematika, serta tekun dan disiplin dalam belajar dan memiliki jadwal belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil minat belajar siswa paada tiap indikator berada pada 50 %- 75 %, pada tiap indikator pada kategori perasaan senang berada pada persentase 72,68 %, pada tiap indikator kategori ketertarikan siswa berada di persentase 69,75 %, pada tiap indikator kategori keterlibatan siswa berada pada persentase 56,70 %, pada tiap indikator kategori rajin dalam belajar dan rajin mengerjakan tugas berada di persentasi 52,46 %, dan pada tiap indikator kategori tekun dan disiplin dalam belajar dan memiliki jadwal belajar berada di persentase 55,79 %, sehingga rata- rata persentasi dalam semua kategori di peroleh 61,47 %.Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa SD IT pada pembelajaran matematika. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sampel penelitian adalah siswa SD IT Uswatun Hasanah Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 29 siswa. Instrumen yang di gunakan adalah lembar angket dengan jumlah pernyataan sebanyak 30 yang mencakup 5 indikator minat belajar siswa yaitu perasaan senang, keterterikkan siswa, keterlibatan siswa, rajin dalam belajar dan rajin dalam mengerjakan tugas matematika, serta tekun dan disiplin dalam belajar dan memiliki jadwal belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan rata-rata persentase yang di peroleh sebesar 61,47 % itu artinya sebagian besar siswa memiliki minat pada pembelajaran matematika
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE LEVEL OF METACOGNITIVE SKILLS AND THE LEVEL OF PERFORMANCE IN SOLVING MATHEMATICAL PROBLEMS AMONG FORM FOUR STUDENTS
This study aims to identify the relationship between the level of metacognitive skills and the performance of form four students in solving mathematical problems at Sekolah Menengah Kebangsaan Keratong, Bandar Tun Razak, Pahang. This correlational study involves 33 students from three classes selected as the study sample using convenience sampling techniques. Data were collected through questionnaires and a mathematical problem-solving test, then analyzed using descriptive and Pearson correlation statistical methods. The instruments used demonstrated a high level of validity, with a Content Validity Index (CVI) of 1.00 as assessed by four experts. Additionally, a pilot study showed that the instruments had high reliability, as evidenced by Cronbach’s Alpha value of 0.89. The analysis revealed that students' overall metacognitive skill levels were high (M = 2.99, SD = 0.67). However, students' performance in solving mathematical problems was very low, with an average score of 34.47%. The findings also indicated a moderate and significant relationship between students’ metacognitive skill levels and their performance in solving mathematical problems (r = 0.43, p < 0.05). In conclusion, students with higher metacognitive skills tend to perform better in solving mathematical problems. The study highlights the need to incorporate metacognitive elements comprehensively into the mathematics curriculum to improve student performance, particularly in Mathematics
Analisis Kebutuhan E-Komik Interaktif Berbasis Permainan Tradisional Tungkupan Sebagai Media Literasi Anak Usia Dini
This study aims to develop and analyze the need for interactive e-comics based on the traditional game of Tungkupan as a learning medium for early childhood in Palembang. The research method used is descriptive exploratory with a mixed-methods approach, which includes a quantitative survey of 141 kindergarten teachers and qualitative interviews with 30 kindergarten children. The results of the study indicate that the development of e-comics based on local culture can increase learning interest, strengthen cultural identity, and support the development of children's digital literacy from an early age. The main obstacles faced are limited access to devices and internet connections, as well as the need for attractive and relevant media design. E-comics that feature the traditional game of Tungkupan not only serve as an educational medium but also as a tool for preserving local culture, in line with the principles of the Merdeka Curriculum and culture-based pedagogy. With a collaborative design that considers technological aspects and local values, this innovation is expected to enrich children's learning experiences and preserve cultural heritage in the digital age.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis kebutuhan e-komik interaktif berbasis permainan tradisional Tungkupan sebagai media pembelajaran anak usia dini di Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan campuran (mixed-methods), yang meliputi survei kuantitatif terhadap 141 guru TK dan wawancara kualitatif dengan 30 anak TK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan e-komik berbasis budaya lokal mampu meningkatkan minat belajar, memperkuat identitas budaya, serta mendukung pengembangan literasi digital anak sejak dini. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses perangkat dan koneksi internet, serta kebutuhan akan desain media yang menarik dan relevan. E-komik yang mengangkat permainan tradisional Tungkupan tidak hanya berfungsi sebagai media edukatif tetapi juga sebagai alat pelestarian budaya lokal, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan pedagogi berbasis budaya. Dengan desain yang kolaboratif dan mempertimbangkan aspek teknologi serta nilai-nilai lokal, inovasi ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar anak serta melestarikan warisan budaya di era digital
Pengetahuan Lokal dalam Tradisi Ncukur Ghumbak Masyarakat Serawai Kabupaten Bengkulu Selatan
Oral traditions are an important part of cultural heritage that contain local knowledge values and symbolic meanings passed down from generation to generation. However, the development of the times has the potential to erode public understanding of the meanings and values embedded in these traditions if they are not documented scientifically. The data obtained were analyzed using a descriptive qualitative approach through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The aim of this research is to describe the symbolic meaning of the device and describe local knowledge in the ncukur ghumbak tradition of the Serawai community, South Bengkulu Regency. The method used in this research is qualitative. The collection technique uses observation, interviews and documentation techniques. The results of this research show that there is a symbolic meaning to the devices used in the ncukur ghumbak tradition, namely 1) knitted flowers and money flags have the meaning of symbolizing happiness, 2) jambar has the meaning of peace 3) potpourri has the meaning of prosperity, 4) dedulang has the meaning of rice. has the meaning of hope of getting a lot of good fortune, niugh, the meaning of hope that it will be useful in the future, calico symbolizes purity, 5) the candle has the meaning of a bright future, 6) the noukur ghumbak container has the meaning of niugh mudau, has the meaning of hope that it will be useful in the future, as cool the meaning of hope to become a patient and level-headed person, njuang abang has the meaning so that children will become brave children in the future. Local knowledge in the ncukur ghumbak tradition, namely 1) throwing away the ghumbak kamah, 2) equalizing the weight of the zhumbak to the price of gold or silver following the birth of the Prophet Muhammad SAW.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna simbolik perangkat dan menguraikan pengetahuan lokal dalam tradisi ncukur ghumbak masyarakat Serawai Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat makna simbolik perangkat yang digunakan dalam tradisi ncukur ghumbak yaitu 1) bunga rajut dan bendera uang memiliki makna pelambangan kebahagiaan, 2) jambar memiliki makna perdamaian 3)bunga rampai memiliki makna kemakmuran, 4) dedulang memiliki makna yaitu beras memiliki makna pengharapan mendapat rezeki yang banyak, niugh niugh, makna pengharapan agar kelak bermanfaat, belacu melambangkan kesucian, 5) lilin memiliki makna masa depan yang cerah, 6) wadah ncukur ghumbak memiliki makna yaitu niugh mudau, memiliki makna pengharapan agar kelak bermanfaat, sedingin makna pengharapan agar menjadi pribadi yang sabar dan berkepala dingin, njuang abang memiliki makna agar anak kelak menjadi anak pemberani. Pengetahuan lokal dalam tradisi ncukur ghumbak, yaitu 1) membuang ghumbak kamah, 2) penyetaraan berat ghumbak ke harga emas atau perak dengan meneladani pada masa kelahiran Nabi Muhammad SAW