Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
Penerapan Project Based Learning Berbasis Video Animasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Materi Struktur Atom
This study aimed to investigate the effect of applying the Project Based Learning (PjBL) model assisted by animated videos on students’ learning outcomes in atomic structure material at Grade X of SMA Negeri 3 Pematangsiantar. The research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The participants consisted of two classes: the experimental class, which received instruction using PjBL assisted by animated videos, and the control class, which received conventional instruction. The research instrument was a learning achievement test administered before and after the treatment. Data were analyzed using a t-test and N-Gain calculation. The results indicated that the average pretest scores of both classes were relatively the same. After the learning intervention, the average posttest score of the experimental class increased significantly compared to the control class. The average N-Gain score of the experimental class was in the medium/high category, while that of the control class was in the low/medium category. The t-test result showed a significance value of p < 0.05, indicating a significant difference between the two classes. It can be concluded that the implementation of the Project Based Learning model assisted by animated videos has a positive effect on improving students’ learning outcomes in atomic structure material.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis video animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi struktur atom di kelas X SMA Negeri 3 Pematangsiantar. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model PjBL berbasis video animasi dan kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji t dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kedua kelas relatif sama. Setelah pembelajaran, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen berada pada kategori sedang/tinggi, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah/sedang. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar kedua kelas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning berbasis video animasi berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi struktur atom.
 
Bahasa Inggris
The worsening environmental crisis in the 21st century demands citizen awareness and responsibility in maintaining the balance of the ecosystem. Ecological citizenship is an approach that emphasizes the role of individuals in understanding, preserving, and managing the environment in a sustainable manner. This study aims to analyze various approaches in integrating the concept of ecological citizenship into education as well as raising public awareness. The method used is a literature study by analyzing as many as 23 scientific articles from various journals through the Google Scholar search menu on the Publish or Perish (PoP) application. The results of the study show that education plays an important role in building ecological awareness both through formal, non-formal, and community-based education. Technological approaches such as Virtual Reality (VR) and digital platforms have proven effective in increasing ecological understanding, while social movements and environmental policies have also strengthened the implementation of this concept. However, there are still challenges such as low community participation, lack of policy support, and limited resources. Therefore, a collaborative strategy is needed between governments, educational institutions, and communities to strengthen effective and sustainable ecological citizenship.Krisis lingkungan yang semakin memburuk di abad ke-21 menuntut kesadaran dan tanggung jawab warga negara dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kewarganegaraan ekologis menjadi pendekatan yang menekankan peran individu dalam memahami, melestarikan, dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis berbagai pendekatan dalam mengintegrasikan konsep kewarganegaraan ekologis ke dalam pendidikan serta meningkatkan kesadaran masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sebanyak 23 artikel ilmiah dari berbagai jurnal melalui menu pencarian Google Scholar pada aplikasi Publish or Perish (PoP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berperan penting dalam membangun kesadaran ekologis baik melalui pendidikan formal, nonformal, maupun berbasis komunitas. Pendekatan teknologi seperti Virtual Reality (VR) dan platform digital terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ekologis, sementara gerakan sosial dan kebijakan lingkungan turut memperkuat implementasi konsep ini. Namun masih ada tantangan seperti rendahnya partisipasi masyarakat, minimnya dukungan kebijakan, dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas untuk memperkuat kewarganegaraan ekologis yang efektif dan berkelanjutan
PENGARUH PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP KONSEP PEMAHAMAN MATEMATIKA
Matematika termasuk dalam kategori bidang studi dimana menuntut penguasaan konsep serta keterampilan dalam berhitung, namun sering kali dianggap rumit oleh peserta didik karena minimnya latihan serta metode pengajaran yang menyenangkan. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengevaluasi dampak penggunaan aktivitas bermain ular tangga yang memengaruhi pemahaman konsep matematika kalangan pelajar sekolah dasar. Permainan tradisional ini dinilai memiliki unsur edukatif karena mampu membantu siswa mengenal angka, melakukan perhitungan, serta memahami urutan secara lebih menyenangkan dan interaktif. Pendekatan metode pengajaran yang memanfaatkan Instrumen bermain edukatif seperti board game ular tangga telah terbukti mampu mendorong peningkatan motivasi menggali pemahaman, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) melakukan kajian atas 15 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil analisis membuktikan bahwa penggunaan game ular tangga berdampak positif dalam hal capaian mempelajari matematika, pemahaman konsep, keterlibatan pelajar, serta semangat belajar mereka. Oleh karena itu, permainan ini berpotensi menjadi media alternatif yang optimal dalam menciptakan proses pembelajaran matematika yang lebih kontekstual serta menarik. Diharapkan fakta tersebut menjadi bahan rujukan bagi para pendidik saat mengembangkan pendekatan pengajaran yang lebih inovatif dan membuat suasana kelas menjadi lebih asyik.Matematika termasuk dalam kategori bidang studi dimana menuntut penguasaan konsep serta keterampilan dalam berhitung, namun sering kali dianggap rumit oleh peserta didik karena minimnya latihan serta metode pengajaran yang menyenangkan. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengevaluasi dampak penggunaan aktivitas bermain ular tangga yang memengaruhi pemahaman konsep matematika kalangan pelajar sekolah dasar. Permainan tradisional ini dinilai memiliki unsur edukatif karena mampu membantu siswa mengenal angka, melakukan perhitungan, serta memahami urutan secara lebih menyenangkan dan interaktif. Pendekatan metode pengajaran yang memanfaatkan Instrumen bermain edukatif seperti board game ular tangga telah terbukti mampu mendorong peningkatan motivasi menggali pemahaman, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) melakukan kajian atas 15 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil analisis membuktikan bahwa penggunaan game ular tangga berdampak positif dalam hal capaian mempelajari matematika, pemahaman konsep, keterlibatan pelajar, serta semangat belajar mereka. Oleh karena itu, permainan ini berpotensi menjadi media alternatif yang optimal dalam menciptakan proses pembelajaran matematika yang lebih kontekstual serta menarik. Diharapkan fakta tersebut menjadi bahan rujukan bagi para pendidik saat mengembangkan pendekatan pengajaran yang lebih inovatif dan membuat suasana kelas menjadi lebih asyik
Investigating Opportunities and Challenges of Self-Directed Learning Through TikTok: EFL Students' Perception
TikTok has become a prominent social media platform, which is notable for its engaging features that display short and fascinating videos. This study aims to investigate the opportunities and challenges confronted by students using TikTok for self-directed language learning. This research employed an interpretative phenomenological analysis design to systematically explain and directly answer the research questions through in-depth group interviews with eight participants who were EFL students with experiences in self-directed language learning using TikTok. The findings of this study revealed that there are many opportunities presented by TikTok for self-directed language learning, including time efficiency, practical and creative application, and its capability to improve students’ English skills through authentic, credible, and memorable lessons. Despite these opportunities, students face several main challenges when using TikTok for language learning, including difficulty in controlling discipline, distraction from irrelevant content, confusion of English accents across videos, and device constraints. This research has significant implications for educators in using TikTok for students’ self-directed language learning. By understanding the opportunities and challenges associated with using TikTok, educators can provide effective guidance and support to their learners. Further research should explore strategies to maximize the opportunities in the students’ use of TikTok for self-directed English learning and in their selection of language learning content on TikTok
Students’ Engagement in Video-Recorded Presentation to Enhance Public Speaking Skills during COVID-19 Outbreak
This study aimed to explore the synergistic integration of these competencies within the context of Business English education, particularly relevant during the COVID-19 pandemic's shift to online instruction. This study involved 23 vocational students aged 21-23 who were tasked with watching model public speaking videos and subsequently creating and recording their own presentations. Data was collected through questionnaires and in-depth interviews, revealing that this video-recording task significantly benefited students by enabling them to identify their individual misconceptions about public speaking, actively engage in self-directed learning strategies, and demonstrably improve their overall public speaking proficiency. These findings underscore the potential of incorporating such video-based assignments in online language learning environments to foster both independent learning and enhanced communication skills. Furthermore, our research discusses the pedagogical implications of these results for educators and suggests avenues for future research in the fields of language education and online learning, emphasizing the value of combining self-assessment through recording with autonomous learning principles to enhance communicative competence
Online Peer Feedback on English Writing: The Economics Students’ Voices
Online peer feedback on writing has been studied by many scholars to examine the applications, the effectiveness, the weaknesses, and the students' perceptions in the context of learning English for general purposes, but little attention has been paid to its use in the area of English for specific purposes. The present study aims to reveal the Economics students’ experiences with the use of online peer feedback in writing. This study was designed as a mixed-method inquiry that involved 140 Economics students at a university in Bengkulu Province, Indonesia, who took English courses. The data was gathered using a questionnaire and a semi-structured interview, which were analyzed based on each type, quantitatively and qualitatively, to reach the objective of the study. The results show that economics students viewed the use of online peer feedback in writing activities very positively. The results of this research contribute theoretically and practically to encouraging the use of online peer feedback in improving student effectiveness and skills
The Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Perilaku Picky Eater Pada Anak Usia 4-6 Tahun di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang
The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between the socio-economic level of the family and picky feeding behavior in children, this is because there has been no research that discusses the relationship between the two variables so that this study will be a new science in the field of early childhood education. Picky feeding behavior in children is interpreted as picky eating behavior, only wanting to eat certain foods, and being reluctant to try new foods. The population obtained was the number of guardians at the school where the study was conducted, which was 247 people, with a research sample of 71 people obtained from the simple random sampling technique. Collecting respondent data using a questionnaire on picky feeding behavior and family socio-economic level. The results showed that in Lowokwaru District there were all socio-economic levels of families, but most of the people were in the middle to upper category. The results of 32 (45,1%) of 71 samples showing picky eating behavior, while 39 (54,9%) samples showed non-picky eating behavior. The statistical test conducted obtained a sig. = 0.000 (sig <0,005) which means that there is a relationship between the socio-economic level of the family and picky eater behavior in children in Lowokwaru District. This study shows that most children who have picky feeding behavior come from families with middle to upper socio-economic levels, thus forming a positive relationship because high socio-economic levels tend to influence an increase in picky feeding behavior. The relationship that occurs between these two variables is also classified as strong and has a contribution value of 42,5% obtained from the results of the linear regression test.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasi Pearson atau product moment. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat sosial ekonomi keluarga dengan perilaku picky eater pada anak usia 4-6 tahun di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Perilaku picky feeding pada anak didefinisikan sebagai perilaku pilih-pilih makan, hanya mau makan makanan tertentu, dan enggan mencoba makanan baru. Populasi yang didapat adalah jumlah wali murid di sekolah-sekolah tempat penelitian sebanyak 247, dengan 71 sampel penelitian yang diperoleh dari teknik simple random sampling. Pengambilan data responden menggunakan kuesioner perilaku picky feeding dan tingkat sosial ekonomi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan di Kecamatan Lowokwaru terdapat semua tingkat sosial ekonomi, tetapi sebagian besar masyarakatnya berada pada kategori tingkat sosial ekonomi menengah ke atas. Perilaku pilih-pilih makan menunjukkan hasil sebanyak 32 (45,1%) dari 71 sampel menunjukkan adanya perilaku pilih-pilih makan, sedangkan sebanyak 39 (54,9%) sampel menunjukkan perilaku tidak pilih-pilih makan. Uji statistik yang dilakukan memperoleh nilai sig. = 0,000 (sig < 0,005) yang diartikan sebagai adanya hubungan antara tingkat sosial ekonomi keluarga dengan perilaku picky eater pada anak di Kecamatan Lowokwaru. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak yang memiliki perilaku picky feeding adalah anak dari tingkat sosial ekonomi menengah ke atas, sehingga membentuk hubungan yang positif yang dapat diartikan bahwa tingkat sosial ekonomi yang tinggi cenderung mempengaruhi peningkatan pada perilaku picky feeding. Hubungan yang terjadi antara kedua variabel ini juga tergolong kuat dan memiliki nilai konstribusi sebesar 42,5% yang diperoleh dari hasil uji regresi linier
Dari Layar ke Gerak: Narasi Orang Tua tentang Mengajak Anak Berpartisipasi dalam Aktivitas Fisik untuk Membatasi Paparan Layar
In the digital age, increased screen time among children has become a major concern affecting their overall development. Excessive screen exposure negatively impacts physical activity levels, reduces social interactions with the environment, and poses various health and psychological risks. This study explores parental strategies for redirecting children's attention from screens to physical activities. Using a qualitative approach, data were collected from 10 parent-child pairs (children aged 4-6 years) through interviews, observational studies, and documentation. The findings identified several effective parental strategies: direct engagement through shared play activities, creating supportive home environments with appropriate facilities, and facilitating peer social interactions that successfully reduce children's dependence on digital devices. While online gaming presents significant challenges, the results demonstrate that children's interest in physical activities can be maintained over screen-based entertainment through consistent parental intervention. This research provides valuable insights into parental strategies focusing on direct interaction and home-based play environments to minimize screen exposure in early childhood.Di era digital, peningkatan waktu yang dihabiskan anak di depan layar telah menjadi isu utama yang menimbulkan kekhawatiran serius terhadap perkembangan mereka. Paparan layar yang berlebihan terbukti memberikan dampak negatif pada tingkat aktivitas fisik, mengurangi interaksi sosial dengan lingkungan sekitar, dan dapat memicu berbagai risiko gangguan kesehatan serta kondisi mental. Penelitian ini dirancang untuk mengeksplorasi secara mendalam upaya dan strategi yang diterapkan orang tua untuk mengalihkan fokus anak dari layar ke aktivitas fisik. Menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini mengumpulkan data dari 10 pasang orang tua dan anak usia 4-6 tahun melalui wawancara, observasi interaksi, dan dokumentasi. Hasilnya mengidentifikasi beragam pendekatan proaktif dari orang tua. Strategi yang paling menonjol adalah keterlibatan langsung dalam permainan bersama , menciptakan lingkungan yang mendukung dengan fasilitas di rumah, serta mendorong interaksi sosial dengan teman sebaya yang efektif mengurangi ketertarikan pada gawai. Meskipun daya pikat permainan daring menjadi tantangan signifikan, temuan ini menegaskan bahwa kunci keberhasilan terletak pada konsistensi dukungan orang tua dan kekuatan interaksi sosial dalam membentuk kebiasaan yang lebih sehat
Pengaruh Kegiatan Kolase Berbahan Bekas Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak
This study aims to examine the effect of collage activities using recycled materials on fine motor skills development in children from group B1 at TK Bungamputi Palu. The research subjects consisted of 15 early childhood students. A descriptive quantitative method was employed with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using percentage formulas and paired sample t-tests. The results demonstrate significant improvement in fine motor skills following the implementation of collage activities using recycled materials. The calculated t-value of -8.404 appeared negative because the pre-treatment mean was lower than the post-treatment mean. When interpreted positively, the t-calculated value of 8.404 exceeded the t-table value of 1.761, leading to the rejection of H0 and acceptance of H1. This indicates a significant effect of collage activities using recycled materials on children's fine motor skills development in group B1 at TK Bungamputi Palu. Based on the comparison table, the significance value of 0.000 < 0.05 meets the decision criteria for paired sample t-tests, confirming that collage activities using recycled materials have a significant positive effect on fine motor skills development in children from group B1 at TK Bungamputi Palu.This study aims to examine the effect of collage activities using recycled materials on fine motor skills development in children from group B1 at TK Bungamputi Palu. The research subjects consisted of 15 early childhood students. A descriptive quantitative method was employed with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using percentage formulas and paired sample t-tests. The results demonstrate significant improvement in fine motor skills following the implementation of collage activities using recycled materials. The calculated t-value of -8.404 appeared negative because the pre-treatment mean was lower than the post-treatment mean. When interpreted positively, the t-calculated value of 8.404 exceeded the t-table value of 1.761, leading to the rejection of H0 and acceptance of H1. This indicates a significant effect of collage activities using recycled materials on children's fine motor skills development in group B1 at TK Bungamputi Palu. Based on the comparison table, the significance value of 0.000 < 0.05 meets the decision criteria for paired sample t-tests, confirming that collage activities using recycled materials have a significant positive effect on fine motor skills development in children from group B1 at TK Bungamputi Palu
INOVASI PEMBELAJARAN BERMAKNA PADA KEGIATAN BELAJAR ANAK USIA DINI
Kegiatan belajar di banyak lembaga PAUD masih bersifat monoton, terfokus pada hafalan, dan kurang melibatkan aktivitas eksploratif yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru PAUD melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL), mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi guru dalam merancang dan melaksanakan model tersebut, serta mencari solusi yang tepat guna mengoptimalkan implementasi kurikulum PAUD secara bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek guru PAUD Kota Bengkulu yang sedang menempuh studi di Program Pascasarjana FKIP UNIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru PAUD yang menjadi responden belum memiliki pemahaman yang utuh tentang model Problem Based Learning (PBL). Dari enam guru yang diteliti, hanya satu orang (16,7%) yang memahami konsep, tujuan, dan sintaks PBL secara menyeluruh, sementara sisanya (83,3%) hanya memahami secara umum bahwa PBL adalah pembelajaran berbasis masalah, tanpa memahami langkah-langkah aplikatifnya. Temuan juga menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum dengan kesiapan pedagogis guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah di kelas PAUD. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penyajian data empiris yang menjelaskan kebutuhan guru terhadap pelatihan dan panduan implementatif PBL secara bertahap, yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pelatihan berbasis praktik yang lebih kontekstual untuk guru PAUD dalam menerapkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual