Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Transformations in Translating Expressions of Women's Objectification from English to Indonesian in a Netflix Series

    Get PDF
    Transformations refer to the changes and adaptations occurring when a text is rendered from one language to another. These transformations can involve several aspects of the source text and its rendition into the target text, including how the issue is transferred. One of those issues in the source text is the portrayal of women objectification. Women objectification expression points to the expression that puts women as objects. This study focuses on unloading the form of women’s objectification expression and its transformations in the translation from English into Indonesian. The data source of the research was the transcription of both English and Indonesian subtitles of the Netflix series Anne with an E. Using a qualitative-descriptive approach, the results show that the women are objectified in two ways (1) reduces them into an inert realized by changing pronouns and proper name into names of animals, goods that have no more function, label, and name of dummy object, and judged them by their attributes, such as appearance—body shape, hair; and also behavior—especially on women’s reaction; and (2) Denial of subjectivity by overlooking their agency, thought, and feeling. Moreover, in the translation, women’s objectification expression transforms in the grammatical and lexical stages. At the lexical level, transformation is realized by translating words or phrases using conceptual equations such as the word "trash" becomes "tidak berguna". Although it does not use equivalent words in the dictionary, the equivalence of the sense value from the original text to the source text tends to be achieved. Some expressions are included in zero transformation. Grammatical transformation is realized in the form of substitution, such as English nouns, into Indonesian adjectives and transpositions. The Indonesian translation beholds Indonesian structure and tends to be more subtle in nuance and sense value compared to English

    EFEKTIVITAS DAN KARAKTERISTIK KOMBUCHA SARI BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa)TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans DAN Basillus cereus SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Kombucha is a functional fermented drink using SCOBY. Kombucha with the addition of strawberry juice is the latest innovation that is expected to inhibit the growth of Streptococcus mutans and Bacillus cereus bacteria which are pathogenic bacteria that cause digestive disorders. The method used in this study was a disc diffusion test with a concentration of 20%, 30%, 40% and 50% fruit juice, where each treatment was repeated 3 times. The results of this study showed an average inhibition zone against Streptococcus mutans bacteria of 6.98mm, 8.38mm, 10.6mm, 6.5mm. While Bacillus cereus 6.46 mm, 7.5 mm, 9.18 mm and 5.85 mm. Based on the research results, it can be concluded that the inhibitory power of strawberry kombucha juice against Streptococus mutans bacteria is categorized as strong at a concentration of 40% with an inhibition zone of 10.61 mm while raisins are moderate on Bacillus cereus with the highest inhibition zone at a concentration of 40% of 9.18 mm. The characteristics of strawberry kombucha have a pH ranging from 3.21-3.55 with a distinctive fermented aroma, maroon red in color and have a sweet and sour taste. The alcohol content in strawberry kombucha juice is 0.01 which means this drink is halal for consumption. The viscosity of strawberry kombucha juice is 0.79 which means that strawberry kombucha juice has a low viscosity level.Kombucha merupakan minuman fungsional hasil fermentasi, mengunakan SCOBY. Kombucha  dengan penambahan sari buah stroberi  merupakan inovasi terbaru yang diharapkan dapat menghambat bertumbuhan bakteri bakteri Streptococcus mutans dan Bacillus cereus yang merupakan bakteri patogen penyebab ganguan pencernaan. Metode yang di gunakan pada penelitian ini ialah  pengujian difusi cakram dengan  konsentrasi sari buah  20%, 30%, dan 40% dan 50%, dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitaian ini menunjukkan rerata zona hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans 6,98mm, 8,38mm, 10.6mm, 6.5mm. Sedangkan Bacillus cereus 6,46 mm, 7,5 mm, 9,18 mm dan 5,85 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Daya hambat kombucha sari buah stroberi terhadap bakteri Streptococus mutans dikategorigakan kuat pada konsentrasi 40% dengan zona hambat 10,61 mm sedangkan  dikategorikan sedang  pada Bacillus cereus dengan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 40% sebesar 9,18mm. Karakteristik kombucha stroberi memiliki pH berkisar 3,21-3,55 dengan aroma khas fermentasi,berwarna merah maroon serta memiliki rasa manis keasaman. Kandungan alkohol pada kombucha sari buah stroberi 0,01 yang berarti minuman ini halal untuk dikonsumsi. Kekentalan pada kombucha sari buah stroberi 0,79 yang berarti bahwa kombucha sari buah stroberi memiliki kadar kekentalan yang rendah Kata kunci: Kata Kombucha,Stroberi,Bakter

    Listening Strategies Employed by Students and Listening Tasks Assigned by Lecturers in Online Listening Classes

    Get PDF
    This research aims to investigate listening strategies employed by English students and listening tasks assigned by lecturers in online listening classes. This research was descriptive quantitative with the design was a survey. The sample of this research was 119 students of the fourth semester of the English Education study program of Bengkulu University. The listening strategies questionnaire developed by the previous study and the listening tasks questionnaire created by the researcher. To determine the category of listening strategies employed by the students, the researcher used the rating scheme strategy. The findings of the result have revealed that the students highly preferred to employ Socio-Affective strategies, followed by Metacognitive strategies, and the least was Cognitive strategies. The lecturers frequently assigned the students by giving summarizing task. The findings of the result also showed that the listening task assigned by lecturers was suitable for the need of students. It is concluded that most of the students were using strategies when they are doing listening and doing the listening task. But the Cognitive strategies were not too good employed by students. The lecturers frequently assigned the students by giving summarizing tasks, which referred to Cognitive strategies

    Pengembangan E-BOOK Cerita Bergambar Untuk Menstimulasi Keterlambatan Berbicara Pada Anak Usia Dini

    Get PDF
    Tujuan penelitian dan pengembangan ini menghasilkan “E-Book Cerita Bergambar” yang dapat menstimulasi keterlambatan berbicara pada anak usia 4-6 tahun yang sangat layak untuk digunakan. Penelitian ini menggunakan metode yaitu penelitian dan pengembangan atau (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yaitu Analysis (Analisis), Design (Perencanaan), Development (Pengembangan), Implementation (Penerapan), and Evaluation (Evaluasi). Uji coba kelompok kecil dilaksanakan pada satu sekolah, sedangkan kelompok besar dilaksanakan pada tiga sekolah. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan e-book cerita bergambar dapat dikatakan bahwa sangat layak dari segi materi dan media dengan persentase skor masing-masing 96% dan 94%. Hasil dari validasi oleh ahli materi dan ahli media berada pada kategori sangat layak dengan keterangan sangat baik untuk digunakan. Sementara itu, hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar dinilai sangat layak dengan persentase skor masing masing uji coba kelompok kecil sebesar 80% dan uji coba kelompok besar sebesar 83%, dengan persentase skor kumulatif sebesar 92,5%, dari hasil uji coba produk pada kelompok kecil dan kelompok besar tersebut menyatakan bahwa anak dapat mengucapkan kosakata dengan baik dan tepat, serta anak dapat melakukan pengulangan kata yang sesuai. Berdasarkan hal tersebut, maka produk yang dikembangkan oleh peneliti sangat layak untuk digunakan dalam menstimulasi keterlambatan berbicara pada anak usia 4-6 tahun.Tujuan penelitian dan pengembangan ini menghasilkan “E-Book Cerita Bergambar” yang dapat menstimulasi keterlambatan berbicara pada anak usia 4-6 tahun yang sangat layak untuk digunakan. Penelitian ini menggunakan metode yaitu penelitian dan pengembangan atau (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yaitu Analysis (Analisis), Design (Perencanaan), Development (Pengembangan), Implementation (Penerapan), and Evaluation (Evaluasi). Uji coba kelompok kecil dilaksanakan pada satu sekolah, sedangkan kelompok besar dilaksanakan pada tiga sekolah. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan e-book cerita bergambar dapat dikatakan bahwa sangat layak dari segi materi dan media dengan persentase skor masing-masing 96% dan 94%. Hasil dari validasi oleh ahli materi dan ahli media berada pada kategori sangat layak dengan keterangan sangat baik untuk digunakan. Sementara itu, hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar dinilai sangat layak dengan persentase skor masing masing uji coba kelompok kecil sebesar 80% dan uji coba kelompok besar sebesar 83%, dengan persentase skor kumulatif sebesar 92,5%, dari hasil uji coba produk pada kelompok kecil dan kelompok besar tersebut menyatakan bahwa anak dapat mengucapkan kosakata dengan baik dan tepat, serta anak dapat melakukan pengulangan kata yang sesuai. Berdasarkan hal tersebut, maka produk yang dikembangkan oleh peneliti sangat layak untuk digunakan dalam menstimulasi keterlambatan berbicara pada anak usia 4-6 tahun

    Toponimi Dusun dan Desa di Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui toponimi yang mendasari penamaan dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data pada penelitian adalah informasi dari informan mengenai sejarah dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, rekam dan catat. Langkah-langkah analisis data (1) transkrip data, (2) identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) analisis dan (5) kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toponimi dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya pada penamaanya cenderung berkaitan dengan aktivitas manusia, keadaan sosial, dan perilaku manusia sedangkan penamaan lainya berkaitan dengan pengharapan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pada penamaan desa dan dusun mengacu pada aspek perwujudan: latar rupa bumi, latar perairan, latar lingkungan alam, Aspek kemasyarakatan: tradisi, aspek sosial, keadaan sosial serta tokoh masyarakat, aspek kebudayaan: nilai pikiran positif, dan dari segi etnolinguistik mengacu pada tiga unsur wujud kebudayaan sebagai sistem ide, aktivitas dan artefak. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji dan meneliti lebih dalam untuk melakukan penelitian penelitian yang mengkaji kebudayaan bahasa masyarakatnya berdasarkan pada teori etnolinguistik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui toponimi yang mendasari penamaan dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data pada penelitian adalah informasi dari informan  mengenai sejarah dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, rekam dan catat. Langkah-langkah analisis data (1) transkrip data, (2) identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) analisis dan (5) kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toponimi dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya pada penamaanya cenderung berkaitan dengan aktivitas manusia, keadaan sosial, dan perilaku manusia sedangkan penamaan lainya berkaitan dengan pengharapan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pada penamaan desa dan dusun mengacu pada aspek perwujudan: latar rupa bumi, latar perairan, latar lingkungan alam, Aspek kemasyarakatan:  tradisi, aspek sosial, keadaan sosial serta tokoh masyarakat, aspek kebudayaan: nilai pikiran positif, dan dari segi etnolinguistik mengacu pada tiga unsur wujud kebudayaan sebagai sistem ide, aktivitas dan artefak. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji  dan meneliti lebih dalam untuk melakukan penelitian penelitian yang mengkaji kebudayaan bahasa masyarakatnya berdasarkan pada teori etnolinguistik

    B Kemampuan Menulis Teks Persuasi Pada Siswa Kelas IX SMPN 13 Kota Bengkulu

    No full text
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendefinisikan kemampuan menulis teks persuasi pada siswa kelas IX SMPN 13 Kota Bengkulu. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif dengan memadukan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas IX SMPN 13 Kota Bengkulu yang berjumlah 172 orang. Namun, sampel yang akan digunakan pada sebanyak 23% dari populasi yang diambil secara acak (rendom sampling) 40 orang siswa yang akan mewakili jumlah populasi. Pemungutan data digunakan teknik tes menulis teks kemahiran menulis teks persuasi dinilai dari beberapa aspek seperti, aspek kesesuaian isi, aspek struktur teks persuasi, aspek diksi/pilihan kata, aspek kalimat efektif, dan aspek ejaan. Instrumen penelitian ini adalah lembar tes. Teknik analisis data penelitian memakai statistik perhitungan skor sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan secara umum pemerolehan tingkat kemahiran menulis teks persuasi pada siswa kelas IX termasuk kategori baik dan skor rata-rata adalah 74,1875. Hasil penelitian pada siswa secara khusus pada setiap aspek yaitu (1) kesesuaian isi kategori baik dan skor rata-rata 20,1875 (2) struktur teks persuasi skor nilai rata-rata 15,525 (3) pilihan kata/diksi termasuk baik dan skor rata-rata 14,3 (4) kalimat efektif termasuk kategori baik dan skor rata-rata 15,0625 dan (5) ejaan termasuk kategori cukup dan nilai rata-rata 9,1125.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendefinisikan kemampuan menulis teks persuasi pada siswa kelas IX SMPN 13 Kota Bengkulu. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif dengan memadukan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas IX SMPN 13 Kota Bengkulu yang berjumlah 172 orang. Namun, sampel yang akan digunakan pada sebanyak 23% dari populasi yang diambil secara acak (rendom sampling) 40 orang siswa yang akan mewakili jumlah populasi. Pemungutan data digunakan teknik tes menulis teks kemahiran menulis teks persuasi dinilai dari beberapa aspek seperti, aspek kesesuaian isi, aspek struktur teks persuasi, aspek diksi/pilihan kata, aspek kalimat efektif, dan aspek ejaan. Instrumen penelitian ini adalah lembar tes. Teknik analisis data penelitian memakai statistik perhitungan skor sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan secara umum pemerolehan tingkat kemahiran menulis teks persuasi pada siswa kelas IX termasuk kategori baik dan skor rata-rata adalah 74,1875. Hasil penelitian pada siswa secara khusus pada setiap aspek yaitu (1) kesesuaian isi kategori baik dan skor rata-rata 20,1875 (2) struktur teks persuasi skor nilai rata-rata 15,525 (3) pilihan kata/diksi termasuk baik dan skor rata-rata 14,3 (4) kalimat efektif termasuk kategori baik dan skor rata-rata 15,0625 dan (5) ejaan termasuk kategori cukup dan nilai rata-rata 9,1125. Kata kunci: Kemampuan, Menulis, Teks Persuasi, Siswa

    Kemampuan Menulıs Puısı Sıswa Kelas X MIPA SMA Negerı 7 Kota Bengkulu: Kemampuan Menulis Puisi dengan Tema Ayah pada Siswa Kelas X MIPA SMA Negeri 7 Kota Bengkulu

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh kemampuan siswa dalam menulis karangan puisi yang bertema ayah kelas X SMA Negeri 7 Kota Bengkulu. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan penargetan kuantitatif. Semua 250 siswa dari kelas X MIPA SMA Negeri dijadikan sampel untuk esai ini. Sebaliknya, sampel yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada simple random sampling, atau sampel yang mewakili sekitar 18% dari populasi sekitar 45 orang siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah berupa menulis puisi tes dengan topik yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada, dan alat tulis yang digunakan adalah tes, khususnya teknik menulis lembar tes. Pendampingan siswa dalam menulis puisi ini bersumber dari berbagai aspek penilaian, seperti aspek diksi, aspek gaya bahasa, aspek imaji, dan aspek rima atau ritma. Dalam studi analisis data, peneliti menggunakan metode secara statistik yang memperhitungkan variasi rata-rata. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan tentang topik yang berkaitan dengan siswa kelas X SMA Negeri 7 Kota Bengkulu termasuk mendekati titik potong 69,648. Hasil kemampuan menulis puisi berdasarkan aspek masing-masing, yaitu aspek kecocokan siswa isi dengan tema tema masuk dalam kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 22,4 dalam kategori sangat tinggi. Aspek diksi didefinisikan sebagai kategori dengan nilai 13.322. Aspek Gaya Bahasa (majas) masuk dalam kategori teratas dengan rasio sebesar 13.477. Kualitas aspek imaji temasuk dalam nilai rendah dengan rerata 7.742. Kategori “aspek rima atau ritma” termasuk kategori tinggi dengan rerata maksimal 12.662.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh kemampuan siswa dalam menulis karangan puisi yang bertema ayah kelas X SMA Negeri 7 Kota Bengkulu. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan penargetan kuantitatif. Semua 250 siswa dari kelas X MIPA SMA Negeri dijadikan sampel untuk esai ini. Sebaliknya, sampel yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada simple random sampling, atau sampel yang mewakili sekitar 18% dari populasi sekitar 45 orang siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah berupa menulis puisi tes dengan topik yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada, dan alat tulis yang digunakan adalah tes, khususnya teknik menulis lembar tes. Pendampingan siswa dalam menulis puisi ini bersumber dari berbagai aspek penilaian, seperti aspek diksi, aspek gaya bahasa, aspek imaji, dan aspek rima atau ritma. Dalam studi analisis data, peneliti menggunakan metode secara statistik yang memperhitungkan variasi rata-rata. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan tentang topik yang berkaitan dengan siswa kelas X SMA Negeri 7 Kota Bengkulu termasuk mendekati titik potong 69,648. Hasil kemampuan menulis puisi berdasarkan aspek masing-masing, yaitu aspek kecocokan siswa isi dengan tema tema masuk dalam kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 22,4 dalam kategori sangat tinggi. Aspek diksi didefinisikan sebagai kategori dengan nilai 13.322. Aspek Gaya Bahasa (majas) masuk dalam kategori teratas dengan rasio sebesar 13.477. Kualitas aspek imaji temasuk dalam nilai rendah dengan rerata 7.742. Kategori “aspek rima atau ritma” termasuk kategori tinggi dengan rerata maksimal 12.662.Kata Kunci: Kemampuan, Menulis, Puisi, Tema Ayah

    Campur Kode Bahasa Daerah terhadap Bahasa Indonesia di SMA Negeri 6 Seluma

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi jenis-jenis campur kode yang terjadi dalam bahasa daerah Indonesia dan alasan-alasan yang menyebabkan terjadinya campur kode tersebut yang terjadi di lingkungan SMA Negeri 6 Seluma. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode observasi, pencatatan, pencatatan, dan wawancara digunakan dalam proses pengumpulan data penelitian ini. Mentranskripsikan data, mengidentifikasi data, mengkategorikan data, menafsirkan data, dan menarik kesimpulan adalah prosedur yang dilakukan dalam analisis data penelitian ini. Penelitian ini menemukan adanya bentuk terjadi campur kode bahasa daerah yaitu Bahasa Jawa dan Serawai. Bahasa Indonesia dan Bahasa Serawai dicampurkan di SMA Negeri 6 Seluma melalui penggunaan kata, frasa, pengulangan kata, dan taktik menakut-nakuti. Di SMA Negeri 6 Seluma, bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dicampurkan melalui kata, frasa, dan pengulangan kata. Di SMA Negeri 6 Seluma, faktor-faktor seperti 1) lawan bicara, 2) lokasi diskusi, 3) gaya percakapan, 4) subjek, dan 5) modus percakapan semuanya dapat menyebabkan terjadinya campur kode ketika berbicara dalam bahasa Indonesia, dan 5) hadirnya penutur ketiga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi jenis-jenis campur kode yang terjadi dalam bahasa daerah Indonesia dan alasan-alasan yang menyebabkan terjadinya campur kode tersebut yang terjadi di lingkungan SMA Negeri 6 Seluma. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode observasi, pencatatan, pencatatan, dan wawancara digunakan dalam proses pengumpulan data penelitian ini. Mentranskripsikan data, mengidentifikasi data, mengkategorikan data, menafsirkan data, dan menarik kesimpulan adalah prosedur yang dilakukan dalam analisis data penelitian ini. Penelitian ini menemukan adanya bentuk terjadi campur kode bahasa daerah yaitu Bahasa Jawa dan Serawai. Bahasa Indonesia dan Bahasa Serawai dicampurkan di SMA Negeri 6 Seluma melalui penggunaan kata, frasa, pengulangan kata, dan taktik menakut-nakuti. Di SMA Negeri 6 Seluma, bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dicampurkan melalui kata, frasa, dan pengulangan kata. Di SMA Negeri 6 Seluma, faktor-faktor seperti 1) lawan bicara, 2) lokasi diskusi, 3) gaya percakapan, 4) subjek, dan 5) modus percakapan semuanya dapat menyebabkan terjadinya campur kode ketika berbicara dalam bahasa Indonesia, dan 5) hadirnya penutur ketiga

    PENGGUNAAN CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI REJANG LEBONG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum Merdeka, serta mengeksplorasi perangkat akses media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari lembar observasi, wawancara serta dokumentasi yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Negeri Rejang Lebong sudah memiliki perangkat akses media pembelajaran berupa proyektor, layar proyektor, komputer, serta jaringan internet untuk menunjang keberhasilan penayangan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia. Pemanfaatan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif serta memudahkan pemahaman konsep-konsep bahasa Indonesia. Pemanfaatan canva ini untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Selain itu, kemajuan teknologi untuk mengakses canva menjadi daya tarik sehingga dapat menyesuaikan dan memudahkan untuk menyeimbangkan dengan kemajuan teknologi serta    kurikulum yang berlaku.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum Merdeka, serta mengeksplorasi perangkat akses media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari lembar observasi, wawancara serta dokumentasi yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Negeri Rejang Lebong sudah memiliki perangkat akses media pembelajaran berupa proyektor, layar proyektor, komputer, serta jaringan internet untuk menunjang keberhasilan penayangan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia. Pemanfaatan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif serta memudahkan pemahaman konsep-konsep bahasa Indonesia. Selain itu, kemajuan teknologi untuk mengakses canva menjadi daya tarik sehingga dapat menyesuaikan dan memudahkan untuk menyeimbangkan dengan kemajuan teknologi serta    kurikulum yang berlaku.   Kata Kunci: Canva, Media Pembelajaran, Kurikulum Merdeka, Perangkat Akses Media Pembelajaran, Madrasah Aliyah Negeri Rejang Lebong

    Exploring the Effects of Retro Walking on Functional Outcomes in Knee Osteoarthritis: A Scoping Review

    Get PDF
    Retro walking is a form of exercise that involves walking backwards as an alternative to forward walking. Previous studies highlighted its benefits in improving balance, coordination, and muscle strength, therefore improving functional ability of the lower extremities including the knee joints. This review aims to provide overview of the latest available studies regarding the impact of retro walking in patients with knee osteoarthritis. Studies that had been published until October 2023 in a peer-reviewed journal with the language limited to English and Indonesian were considered. The intervention was retro walking as an adjunct exercise program, and the outcome was aspects related to functional ability of the knee. After reviewing 20 included articles, it was found that the duration of retro walking exercise was generally given for 10 minutes per session for a total of about 70 minutes per week to patients with knee osteoarthritis 40 years old and over, with the exercise given using treadmill, with or without harness, or simply on the ground with cone with various distance and the patients’ comfortable walking speed. The findings suggest that retro walking is effective as an adjunct to rehabilitation program for the improvement of aspects that may eventually help improve and maintain functional abilities of knee osteoarthritis patients

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇