Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Pengaruh Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) terhadap Kemampuan Kolaborasi dan Hasil Belajar Siswa SMA pada Pembelajaran Biologi

    Get PDF
    Grade X students of SMA Negeri 2 Bontang experienced problems of low biology learning outcomes and lack of collaboration skills due to conventional teacher-centered learning. This study aimed to determine the effect of implementing the CTL (Contextual Teaching and Learning) model on students' collaboration skills and learning outcomes. The CTL model emphasizes active student involvement in the learning process, connecting material with real-life contexts, and encouraging collaboration and group discussion. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a non-equivalent control group design. Sampling was carried out by purposive sampling, with class X5 as the experimental class implementing the CTL model and class X6 as the control class using conventional methods. Data analysis was carried out using the N-Gain test and the Independent Sample t Test. The results showed that the experimental class had an N-Gain value of 0.72 (high category) while the control class had 0.59 (moderate category). The t test showed a significance value of 0.000 <0.05 for collaboration skills and learning outcomes. These results indicate a significant difference between the experimental class and the control class after the CTL model was implemented. Based on these results, it can be concluded that the application of the CTL model has a positive and significant effect on improving the collaboration skills and learning outcomes of class X students of SMA Negeri 2 Bontang in biology subjects

    UNTUK PENINGKATAN DISIPLIN SISWA MELALUI PENERAPAN SISTEM KREDIT POIN PELANGGARAN TATA TERTIB

    No full text
    Tujuan  penelitian untuk mendeskripsikan  penerapan  program sistem kredit poin pelanggaran tata tertib untuk meningkatkan disiplin siswa di SMPN 1 Muara Lakinan Kabupaten musi Rawas dihat aspek perencanaan, penerapan dan implikasinya. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode interatif model dengan tahapan reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan sistem kredit poin pelanggaran di susun oleh tim, di sosialisasikan pada warga sekolah dan disyahkan oleh komite dan kepala sekolah. Penerapan sism kredit poin melibatkan waksek kesiswaan, guru bimbingan konseling, wali kelas dan guru, pelanggaran siswa ringan, sedang dan berat masih dilakukan sebagian kecil siswa, pemberin sanksi sesuai dengan jenis pelanggaran dan poin yang diperoleh dan penerapan sanksi dilakukan secara adil dan objektif. Implikasi penerapan sistem kredit poin pelanggaran dapat meningkatkan disiplin yang ditunjukkan dengan menurunkan pelanggaran tata tertib oleh siswa.  Saran kepada kepala sekolah dapat mengevaluasi secara rutin pelanggaran yang dilakukan siswa dan memberikan sanksi yang lebih kreatif dan mendidik sehingga menimbulkan penyadaran akan budaya disiplin

    Implementasi Perencanaan Sekolah Berbasis Rapor Pendidikan

    No full text
    The purpose of the research is to find out the school planning based on the education report card, the implementation of school planning based on the education report card in the sc hool mover program, as well as the supporting and inhibiting factors for the implementation of school planning based on the education report card in the school program at the Sumber Harta State Junior High School, Musi Rawas Regency. This study uses a qualitative approach and a descriptive type of research. The data source of this research is the principal, vice president of curriculum, operator and teachers. Data collection techniques are in the form of interviews, observations, and documentation. Research results: 1). School planning based on education report cards is one of the best programs in SMP Negeri Sumber Harta to improve the quality of education. 2). The implementation of education report card-based planning in the implementation of school mover program at SMPN Sumber Harta has been well implemented by including aspects of problem identification, reflection, improvement, and activities. 3). Supporting factors in the implementation of education report card-based planning in the school mover program at SMP Negeri Sumber Harta include full support from the principal and school human resource management, data and information quality, and education policies. Meanwhile, the inhibiting factors include lack of training and skills, limited resources, inaccurate data, resistance to change, teaching and training tool

    PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS

    Get PDF
    Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan kognitif yang mendorong siswa untuk mempertimbangkan masalah secara kritis yang Dmembutuhkan kemampuan berpikir induktif termasuk mengidentifikasi hubungan, mengevaluasi situasi terbuka, mencari tahu sebab dan akibat, membuat deduksi, dan menghitung data yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Menggunakan metodologi Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE, modul ajar ini melalui tahap analisis, desain dan pengembangan. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi oleh ahli media dan materi, serta kuesioner kepraktisan untuk guru dan siswa. Data dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur validitas dan kepraktisan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar matematika dengan PBL yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematis. Keberhasilan penelitian ini didukung oleh pendekatan kontekstual yang meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dampak penelitian ini terhadap pembelajaran matematika adalah peningkatan pemahaman siswa terhadap materi SPLTV dan kemampuan berpikir kritis, yang penting untuk menghadapi tantangan dalam pendidikan abad ke-21

    KONFLIK KOGNITIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KEKONGRUENAN DAN KESEBANGUNAN DI KELAS VII SMPN 22 KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Teori Piaget menyatakan bahwa konflik kognitif berperan dalam menyegarkan konsep yang dimiliki oleh peserta didik. Peserta didik yang mengalami miskonsepsi memiliki peluang untuk memperbaiki pemahaman mereka melalui konflik kognitif. Mengingat pentingnya konflik kognitif dalam pembentukan konsep matematika yang benar, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis konflik kognitif peserta didik pada penyelesaian masalah kesebangunan Pada Kelas VII SMP N 22 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini studi kasus dengan metode eksploratori. Subjek penelitian ini terdiri dari enam peserta didik dengan kemampuan matematis rendah, sedang dan tinggi. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan mengunakan tes konflik, wawancara dan dokumentasi berupa video realtime. Konflik kognitif yang muncul pada peserta didik tersebut adalah konflik kognitif tipe I, II dan III. Konflik kognitif tipe I terjadi karena terjadinya kontradiksi antara pemahaman konsep kesebangunan yaitu rumus perbandingan sisi yang bersesuaian dengan hasil jawaban pada permasalahan peserta didik dengan sudut-sudut yang bersesuaian. Konflik kognitif tipe II terjadi ketika terjadinya ketidakseimbangan antara skema baru konsep kesebangunan tentang ketiga sudut yang bersesuaian sama besar dengan hasil jawaban peserta didik menggunakan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian. Konflik kognitif tipe III terjadi ketika peserta didik mengalami miskonsepsi antara skema yang ada pada struktur kognitif peserta didik dalam segi visual dengan konsep kesebangunan yaitu perbandingan sisi yang bersesuaian. Gejala atau ciri-ciri fisik yang muncul saat peserta didik mengerjakan permasalahan pada kesebangunan dalam rekaman video antara lain meletakkan kepala di meja, meletakkan pena di kepala, membolak-balikkan kertas, melihat teman sebaya, melamun, dan menggaruk kepala

    ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS BERDASARKAN GENDER

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan gender. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif berupa kata-kata, teks-tulis atau lisan dari orang-orang yang diamati. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas XI SMAN  2 Kupang, Subjek penelitian yang diambil siswa/i  kelas XI IPA 2 & IPA 3 sedangkan objek dalam penelitian adalah Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Gender. Istrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu soal tes dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan subjek dengan kategori kemampuan komunikasi tinggi, subjek perempuan mampu memenuhi semua indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu written text, drawing, dan mathematical expression. Sedangkan subjek laki-laki dengan kemampuan tinggi hanya mampu pada indikator written text dan drawing, subjek laki-laki tidak mampu pada indikator mathematical expression. Selanjutnya kemampuan komunikasi matematis pada kategori sedang, subjek laki-laki dan perempuan hanya mampu pada indikator written text dan drawing, subjek laki-laki dan perempuan tidak mampu pada indikator mathematical expression. Kemudian pada kategori rendah, subjek laki-laki tidak dapat memenuhi pada semua indikator kemampuan komunikasi matematis. Sedangkan subjek perempuan dapat memenuhi satu indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu pada indikator written text

    The Application of Consciousness Raising Activities in Senior High School English Textbooks

    Get PDF
    This research project explores the application of Consciousness Raising (henceforth C-R) activities in senior high school English textbooks, focusing on their presence and extent of implementation. C-R activities are instructional strategies that encourage learners to develop an explicit understanding of language structures rather than simply memorizing rules. This study seeks to determine whether such activities have been integrated into high school English textbooks and, if so, to what extent they are applied throughout the lessons.  The study employs a content analysis research method to systematically examine the inclusion of C-R activities within selected English textbooks used at the high school level. The analysis focuses specifically on the grammar lessons, identifying patterns in how C-R activities are incorporated into the instructional design. The findings indicate that all three textbooks examined consistently integrate C-R activities within their grammar lessons. Notably, these activities are most prominently featured in the Presentation stages of the lessons, where students are introduced to new grammatical structures. This suggests that the textbooks emphasize explicit awareness of grammar rules through structured exercises and discovery-based learning approaches

    Pengaruh Metode Role Playing terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Bengkulu

    Get PDF
    This research is motivated by the phenomenon of speaking skills that are considered frightening for the younger generation. The purpose of this study was to determine the effect of the role playing method on the elements of speaking skills in learning observation report texts in class VIII of SMP Negeri 1 Kota Bengkulu. This type of research is a quantitative experimental model research using a quasi-experimental design. The data collected used the values ​​​​on the pretest and posttest by assessing the linguistic and non-linguistic aspects. Data were analyzed using normality tests and homogeneity tests with t-tests or independent sample t-tests. Based on the average pretest in the control class of 57.81 which increased in the posttest value of 66.90. In the experimental class, the average pretest value was 57.69. When given treatment in the form of the role playing method, it increased by 79.11. The test results using IBM SPSS Statistics 25 showed a significance value of 0.000 which was smaller than 0.005. The results showed that the use of role playing in learning on observation report texts had an influence on students' speaking skills in class VIII of SMP Negeri 1 Kota Bengkulu.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena keterampilan berbicara yang dianggap menakutkan bagi generasi muda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode role playing pada elemen keterampilan berbicara dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi di kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif model eksperimen menggunakan desain quasi experiment. Data yang dikumpulkan menggunakan nilai pada pretest dan postest dengan menilai aspek kebahasaan dan aspek non kebahasaan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas dengan uji t atau independent sample t test. Berdasarkan rata-rata pretest di kelas kontrol sebesar 57,81 yang mengalami kenaikan pada nilai postest sebesar 66,90. Di kelas eksperimen pada pretest nilai rata-rata sebesar 57,69. Pada saat diberi perlakuan berupa metode role playing mengalami kenaikan sebesar 79,11. Hasil uji menggunakan IBM SPSS Statistics 25 yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,005. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan role playing dalam pembelajaran pada teks laporan hasil observasi memiliki pengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Bengkulu

    Analisis Minat Baca Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 23 Singkawang

    Get PDF
    This study aims to describe the reading interest of fifth-grade students at State Elementary School 23 Singkawang and identify the factors influencing their reading interest. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through questionnaires, interviews (with students, teachers, the principal, and the librarian), and documentation. The results indicate that the majority of fifth-grade students have a moderate level of reading interest. Internal factors influencing reading interest include reading ability, reading habits, and motivation. Meanwhile, external factors encompass family environment (parental support), the availability of books and library facilities, and the influence of technology. The study concludes that efforts to enhance reading interest should consider both internal and external factors of students, as well as involve schools, families, and the positive use of technology.This study aims to describe the reading interest of fifth-grade students at State Elementary School 23 Singkawang and identify the factors influencing their reading interest. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through questionnaires, interviews (with students, teachers, the principal, and the librarian), and documentation. The results indicate that the majority of fifth-grade students have a moderate level of reading interest. Internal factors influencing reading interest include reading ability, reading habits, and motivation. Meanwhile, external factors encompass family environment (parental support), the availability of books and library facilities, and the influence of technology. The study concludes that efforts to enhance reading interest should consider both internal and external factors of students, as well as involve schools, families, and the positive use of technology

    MENINGKATKAN RESILIENSI SISWA BROKEN HOME MELALUI KONSELING REALITA

    No full text
    This study aims to reveal the effectiveness of reality group counseling in improving the resilience of broken home students. The type of research used is quantitative research with one group design. Sampling in this study used purposive sampling with sample criteria, namely students with a broken home family background with low resilience. The sample in this study amounted to 5 students who were made into an experimental group with 5 sessions of reality group counseling. The resilience scale was used as an instrument for data collection which was carried out after going through validity and reliability tests. Data analysis in this study used a paired sample t test which showed that reality group counseling was effective in improving the resilience of broken home students.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan efektivitas konseling kelompok realita dalam meningkatkan resiliensi siswa broken home. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan one group design. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu siswa dengan latar belakang keluarga broken home dengan resiliensi rendah. Sampel pada penelitian ini berjumlah 5 siswa yang dijadilan kelompok eksperimen dengan 5 sesi konseling kelompok realita. Skala resiliensi digunakan sebagai intrument pengumpulan data yang dilakukan setelah melalui uji validitas dan realibitas. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji paired sample-test yang menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan pendekatan realita terbukti efektif dalam meningkatkan resiliensi siswa yang berasal dari keluarga broken home

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇