Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Pengembangan Video Animasi Berbasis Inquiry Learning Tema Lingkunganku Untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VII

    No full text
    The uniformity of student responses, which tends to indicate convergent thinking or mere knowledge reproduction, warrants attention as it reveals the students' cognitive process.Therefore, learning media that can stimulate students' creative thinking processes more optimally are needed. This study aimed to obtain data and describe the efficiency level of inquiry learning-based animated videos with the theme "My Environment" to train creative thinking skills of 7th-grade students. The method used is Research and Development (R&D) with the Borg and Gall model, modified into 7 steps: problem analysis, data collection, product design, product validation, product revision, product trial, and revision of trial results. The research subjects are material experts, media experts, practitioners, and students. The data types used are expert validation sheets to test validity by material experts, media experts, and practitioners, as well as student response questionnaires to determine the product's efficiency level. The results show that based on material expert validation, the percentage is 88.6% with the category "Very Valid", media expert validation obtains a percentage of 92.4% with the category "Very Valid", and practitioner validation (science teachers) obtains a percentage of 90.3% with the category "Very Valid". The efficiency level of the animated video product obtains a percentage of 86.9% with the category "Very Efficient".Hasil studi pada Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 keterampilan sains di Indonesia memiliki penurunan dengan perolehan skor 396. Perolehan skor tersebut juga menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menemukan dan mengembangkan suatu konsep masih rendah. Terutama keterampilan siswa untuk berpikir tingkat tinggi, yaitu critical thinking, creative and innovative, communication skill, and collaboration. Kemampuan berpikir kreatif siswa dapat dilatih melalui video animasi berbasis inquiry learning. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan mendeskripsikan tingkat efisiensi video animasi berbasis inquiry learning tema lingkunganku untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi 7 langkah diantaranya analisis masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, uji coba produk, dan revisi hasil uji coba. Subjek penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, ahli praktisi, dan siswa. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli untuk menguji kevalidan yang dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan ahli praktisi serta angket respon siswa untuk mengetahui tingkat efisiensi produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil validasi ahli materi memperoleh persentase 88,6% dengan kategori “Sangat Valid”, validasi ahli media memperoleh persentase 92,4% dengan kategori “Sangat Valid”, validasi ahli praktisi yaitu guru IPA memperoleh hasil persentase 90,3% dengan kategori “Sangat Valid”. Hasil dari tingkat efisiensi dari produk video animasi ini memperoleh hasil persentase 86,9% dengan kategori “Sangat Efisien”

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Video Terhadap Kemampuan Bepikir Kritis Siswa SMAN 13 Samarinda Pada Materi Bakteri: Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Video Terhadap Kemampuan Bepikir Kritis Siswa SMAN 13 Samarinda Pada Materi Bakteri

    No full text
    This research aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by video media on the critical thinking abilities on the material Bacteria. The ability to think critically is an important competency for the 21st century that needs to be developed in the biology learning process, especially in abstract and complex material such as bacteria. The research method used was quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of two classes selected purposively, namely the experimental class which received the PBL model treatment assisted by video media, and the control class which used the conventional learning model. The instrument used is a critical thinking test which was developed based on critical thinking indicators according to Ennis. The data analysis technique used is the Independent Sample t-Test with a significance level of 5%. Based on the results of data analysis, it was found that the t test on students' critical thinking skills showed a significance value (0.000 < 0.005). Thus, it can be concluded that there is a significant influence from the use of the Problem Based Learning learning model assisted by video media on students' critical thinking skills in the Bacteria material.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMAN 13 Samarinda pada materi Bakteri. Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran biologi, khususnya pada materi yang bersifat abstrak dan kompleks seperti bakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan model PBL berbantuan media video, dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes berpikir kritis yang dikembangkan berdasarkan indikator berpikir kritis menurut Ennis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Independent Sample t-Test dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa uji t terhadap keterampilan berpikir kritis siswa menunjukkan nilai signifikansi (0,000 < 0,005). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media video terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Bakteri.   Kata kunci : Problem Based Learning, media video, berpikir kritis, bakter

    Analisis Kesulitan Belajar Peserta Didik dalam Memahami Materi Pembelajaran Kimia Kelas XI MIA SMA

    Full text link
    Many high school students consider chemistry to be a difficult subject. Most students still have difficulty understanding chemical concepts comprehensively, but the obstacles they experience have not been fully identified by teachers. Chemistry is one of the subjects that is less favored by students, because science, especially chemistry, is studied abstract things. Students' difficulties in learning chemistry result in many students experiencing failure in learning chemistry material. This study aims to describe and explain various learning difficulties and the factors causing difficulties in learning chemistry experienced by high school students. This study involved 44 students from all grades XII MIA and one chemistry teacher as the subjects. This study used a phenomenological research type with a qualitative approach. The data collection process was carried out using document study methods, observation, questionnaires, and interviews. Based on the results of the study, the level of student learning difficulties is categorized as slightly difficult (43%), quite difficult (48%), and difficult (9%). Internal factors that cause learning difficulties include a lack of understanding of chemistry material, low mathematical ability, and minimal motivation in learning chemistry. External factors that influence learning difficulties include the teacher's teaching methods, the negative impact of socializing with peers, and less conducive learning situations and times.Banyak siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) menganggap bahwa pelajaran kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit. Sebagian besar siswa masih kesulitan memahami konsep-konsep kimia secara menyeluruh, namun hambatan-hambatan yang mereka alami belum sepenuhnya teridentifikasi oleh para guru. Kimia menjadi salah satu mata pelajaran yang kurang disukai di kalangan siswa, karena dalam sains terutama kimia dipelajari hal-hal yang abstrak. Kesulitan siswa dalam belajar kimia mengakibatkan banyak siswa yang mengalami kegagalan dalam mempelajari materi kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai kesulitan belajar serta faktor-faktor penyebab kesulitan belajar kimia yang dialami oleh siswa SMA. Penelitian ini melibatkan 44 siswa dari seluruh kelas XII MIA serta satu orang guru mata pelajaran kimia sebagai subjeknya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan metode studi dokumen, observasi, kuesioner, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kesulitan belajar siswa berada pada kategori sedikit sulit sebesar 43%, cukup sulit sebesar 48%, dan sulit sebesar 9%. Faktor-faktor internal yang menyebabkan kesulitan belajar meliputi kurangnya pemahaman terhadap materi kimia, rendahnya kemampuan matematika, serta minimnya motivasi dalam belajar kimia. Faktor-faktor eksternal yang memengaruhi kesulitan belajar mencakup cara mengajar guru, dampak negatif dari pergaulan dengan teman sebaya, dan situasi serta waktu belajar yang kurang kondusif

    Pengaruh Model Pembelajaran TPS (Think Pair Share) Terhadap Kemampuan Literasi Lingkungan Siswa Kelas X MAN 1 Samarinda: Pengaruh Model Pembelajaran TPS (Think Pair Share) Terhadap Kemampuan Literasi Lingkungan Siswa Kelas X

    No full text
    This study aimed to determine the effect of the Think Pair Share (TPS) learning model on students’ environmental literacy skills in Grade X at MAN 1 Samarinda. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Pretest-Posttest Control Group Design. The sample consisted of class XF and XG, each comprising 30 students. Sampling was conducted using the Simple Random Sampling technique, resulting in class XF as the experimental group and class XG as the control group. To measure students’ environmental literacy covering knowledge, cognitive skills, attitudes, and environmental behavior the N-Gain test was applied. The results of the N-Gain analysis showed that the control group experienced an increase in the low to moderate category, while the experimental group demonstrated more significant improvement, particularly in the behavioral domain, which obtained an N-Gain score of 0.86 categorized as high. This indicates the effectiveness of the TPS model in encouraging changes in students’ environmental behavior. Furthermore, hypothesis testing was conducted using the Mann-Whitney U test with a 5% significance level. The results showed a p-value of 0.001 < 0.05, indicating that H0 was rejected and H1 was accepted, meaning there was a statistically significant difference. Thus, it can be concluded that the Think Pair Share learning model has a significant effect on students’ environmental literacy in Grade X at MAN 1 Samarinda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap kemampuan literasi lingkungan siswa kelas X di MAN 1 Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan menggunakan desain penelitian Pretest-Posttest control group design. Sampel yang digunakan ialah kelas XF dan XG masing-masing berjumlah 30 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling sehingga kelas XF sebagai kelas eksperimen dan kelas  XG sebagai kelas kontrol. Untuk mengukur kemampuan literasi lingkungan yang meliputi pengetahuan, keterampilan kognitif, sikap, dan perilaku terhadap lingkungan menggunakan uji N-Gain. Hasil analis data uji N-Gain menunjukan bahwa pada kelas kontrol mengalmi peningkatan pada kategori rendah hingga sedang, sedangkan kelas eksperimen memiliki peningkatan lebih signifikan terutama pada domain perilaku yang mendapatkan nilai N-Gain 0,86 dengan kategori tinggi. Hal ini menunjukan efektivitas model Think Pair Share (TPS) dalam mendorong perubahan perilaku siswa terhadap lingkungan. Selanjutnya, untuk menguji hipotesis digunakan uji Mann-Whitney U dengan taraf signifikasi 5%. Berdasarkan hasil analisis menunjukan nilai p = 0,001 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima atau terdapat perbedaan signifikan secara statistik.Dengan demikian, terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Think Pair Share terhadap kemampuan literasi lingkungan siswa kelas X MAN 1 Samarinda

    Kajian Literatur Mobile Learning Berbasis Augmented Reality Sebagai Upaya Melatih Model Mental Siswa Dalam Pembelajaran Sains

    Full text link
    Technology is currently developing rapidly in the education era. An Example of technology that used as learning media through a smartphone is Augmented Reality. The purpose of doing this literature review was to determine the effect of using Augmented Reality in training students' mental models of science learning. This research used narrative literature review method, by analyzing several sources of literature related with the relationship between Augmented Reality and mental models in science learning. The result of the review shows that Augmented Reality can be applied in learning science, namely chemistry, physics and biology and can train learners' mental models by combining three levels of learners by combining three levels of representation, namely macroscopic, symbolic, and submicroscopic especially in chemistry.Teknologi saat ini sangat berkembang pesat di era pendidikan. Contoh teknologi yang digunakan sebagai media pembelajaran melalui sebuah smartphone adalah Augmented Reality. Tujuan dari dilakukan kajian literatur ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Augmented Reality dalam melatih model mental siswa terhadap pembelajaran sains. Penelitian ini menggunakan metode narrative literatur review, dengan menganalisis beberapa sumber pustaka yang berkaitan dengan hubungan antara Augmented Reality dengan model mental dalam pembelajaran sains. Hasil kajian menunjukkan bahwa Augmented Reality dapat diterapkan dalam pembelajaran sains yaitu kimia, fisika dan biologi dan melatih model mental siswa dengan menggabungkan tiga level representasi yaitu makroskopis, simbolik, dan submikroskopis khususnya pada materi kimia

    PENGARUH BERPIKIR METAFORIK BERBASIS STRATEGI REACT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA PADA MATERI STRUKTUR ATOM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan berpikir metaforik berbasis strategi REACT terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA pada materi struktur atom. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas X-2 sebagai kelas kontrol (30 siswa) yang menggunakan pembelajaran konvensional dan kelas X-3 sebagai kelas eksperimen (30 siswa) yang menggunakan strategi REACT berbasis berpikir metaforik. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang telah diuji Validitas,Realibilitas,Tingkat kesukaran soal dan uji daya beda. Hasil  penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa kelas eksperimen, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 49,67 dan posttest sebesar 84,50. Uji paired sample t-test menghasilkan thitung = 18,094 > ttabel = 1,671 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen. Selain itu, hasil uji independent sample t-test menunjukkan thitung = 3,747 > ttabel = 1,672 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan berpikir metaforik berbasis strategi REACT berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi struktur atom.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan berpikir metaforik berbasis strategi REACT terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA pada materi struktur atom. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas X-2 sebagai kelas kontrol (30 siswa) yang menggunakan pembelajaran konvensional dan kelas X-3 sebagai kelas eksperimen (30 siswa) yang menggunakan strategi REACT berbasis berpikir metaforik. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang telah diuji Validitas,Realibilitas,Tingkat kesukaran soal dan uji daya beda. Hasil  penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa kelas eksperimen, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 49,67 dan posttest sebesar 84,50. Uji paired sample t-test menghasilkan thitung = 18,094 > ttabel = 1,671 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen. Selain itu, hasil uji independent sample t-test menunjukkan thitung = 3,747 > ttabel = 1,672 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan berpikir metaforik berbasis strategi REACT berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi struktur atom.   Kata kunci: Berpikir Metaforik; Strategi REACT; Struktur Atom

    Implementasi Media Pembelajaran Cardrat Berbasis Learning by Asking Berbantuan App Inventor pada Materi Biomolekul Karbohidrat

    Full text link
    This study aimed to implement the Cardrat (Carbohydrate) learning media, developed using the “learning by asking” approach and supported by App Inventor, on the biomolecule carbohydrate topic to improve student learning outcomes. The research employed a quasi-experimental design with participants consisting of Science Education students at the Faculty of Teacher Training and Education, University of Bengkulu, who had completed the Biochemistry course. The instruments used included validation questionnaires, readability tests, and pretest posttest assessments. Validation results indicated that the media was categorized as highly feasible, with scores of 73 and 56 for material and media aspects, respectively. The readability test produced an average score of 83.67, falling into the “very good” category. In terms of learning outcomes, both groups showed improvement. In the control class, the average score increased from 34.52 to 76.54 (N-gain 0.64), while in the experimental class it rose from 35.46 to 80.23 (N-gain 0.69). These findings demonstrate that the Cardrat media, based on a learning-by-asking approach and supported by App Inventor, is more effective in enhancing learning compared to conventional methods.Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan media pembelajaran Cardrat (Carbohydrate) yang dikembangkan dengan pendekatan learning by asking dan didukung oleh App Inventor pada materi biomolekul karbohidrat guna meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Metode penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan subjek mahasiswa Pendidikan IPA FKIP Universitas Bengkulu yang telah menempuh mata kuliah Biokimia. Instrumen yang digunakan meliputi angket validasi, uji keterbacaan, serta tes berupa pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan media tergolong sangat layak, baik dari aspek materi maupun media, masing-masing memperoleh skor 73 dan 56. Uji keterbacaan menghasilkan rata-rata 83,67 yang berada pada kategori sangat baik. Dari sisi hasil belajar, terdapat peningkatan pada kedua kelompok. Di kelas kontrol, rata-rata meningkat dari 34,52 menjadi 76,54 (N-gain 0,64), sementara pada kelas eksperimen naik dari 35,46 menjadi 80,23 (N-gain 0,69). Temuan ini membuktikan bahwa media Cardrat berbasis learning by asking dengan dukungan App Inventor lebih efektif dalam mendukung pembelajaran dibandingkan metode konvensional

    MEDIA UNO MATEMATIKA: ALTERNATIF INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Full text link
    Keterampilan berpikir kritis merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran matematika. Namun, hasil penelitian TIMSS menunjukkan bahwa prestasi matematika peserta didik Indonesia masih berada di posisi rendah, terutama dalam aspek penalaran dan pemecahan masalah. Hal ini disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang masih konvensional dan berpusat pada guru, yang cenderung menekankan hafalan dan penyelesaian prosedural semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran UNO Matematika berbasis kartu cerita guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah R&D dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pembangunan media, pelaksanaan di lapangan, serta evaluasi akhir. Media yang dikembangkan mengadaptasi permainan kartu UNO yang dimodifikasi dengan soal cerita kontekstual bertingkat untuk melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik. Proses validasi melibatkan pakar di bidang materi dan desain media, sedangkan uji coba dilakukan pada peserta didik SMP kelas VII sebagai subjek penelitian. Hasil validasi menunjukkan bahwa media sangat layak digunakan dengan skor rata-rata validasi di atas 90%. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan dari nilai pretest ke posttest dengan N-Gain sebesar 0,72 (kategori cukup efektif), dan uji Paired Sample t-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Media juga mendapatkan respons positif dari peserta didik terkait aspek visual, kemudahan penggunaan, dan daya tarik pembelajaran. Penelitian ini membuktikan bahwa media UNO Matematika dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menyenangkan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik serta memberikan kontribusi terhadap inovasi pembelajaran berbasis konteks yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran UNO Matematika berbasis kartu cerita guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam proses pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi proses analisis kebutuhan, perancangan, pembangunan media, pelaksanaan di lapangan, serta tahap peninjauan dan evaluasi akhir. Media yang dikembangkan mengadaptasi permainan kartu UNO yang dimodifikasi dengan soal cerita kontekstual bertingkat dan bertujuan untuk melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik. Proses validasi melibatkan pakar di bidang materi dan desain media, sedangkan tahap uji coba dilaksanakan secara terbatas bersama peserta didik SMP kelas VII sebagai subjek. Temuan dari proses validasi menunjukkan bahwa media tersebut sangat layak digunakan, dengan skor rata-rata validasi di atas 90%. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan nilai pretest ke posttest dengan N-Gain sebesar 0,72 (kategori cukup efektif), dan uji Paired Sample t-Test menunjukkan perbedaan signifikan. Media juga mendapatkan umpan balik yang baik terkait aspek visual, kemudahan penggunaan, serta daya tarik dari media pembelajaran yang disajikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa media UNO Matematika dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menyenangkan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik serta memberikan sumbangsih terhadap inovasi pembelajaran berbasis konteks yang selaras dengan prinsip dan pendekatan Kurikulum Merdeka

    Enhancing Students’ Reading Skills Through Self-Directed Learning Strategy in Academic Reading Course

    Full text link
    One of the basic skills in a foreign language is the ability to read. The purpose of reading is to understand, analyze and explore the contents of the reading material they read. By reading we can more quickly master a foreign language. Academic reading courses are offered in the English Language Education study program as a provision for students to be able to understand academic texts which will be very useful later to enrich their knowledge and will also help them when writing scientific papers such as articles and theses. To be able to study online or outside of main lecture hours, students must have control over their learning process and be responsible for what and how they learn the foreign language (Merriam & Bierema, 2013). This learning strategy is known as Self-Directed learning. Learning with Self-Directed learning can increase students' knowledge, abilities and achievements in learning in the way they choose. This strategy is a mental process that is followed and supported by identifying and searching for information (Suknaisith, 2014)

    HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR PJOK PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 1 SUNGAI TABUK KAB. BANJAR

    No full text
    The purpose of this study is to determine the relationship between the learning outcomes of Physical Education, Sports, and Health (PJOK) of grade VIII junior high school 1 Sungai Tabuk Banjar Regency and the level of physical fitness. This study combines a correlational strategy with a quantitative approach. Using a simple random selection method, a sample of 30 students was selected from a population of 90 students. The Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) is used to measure the level of physical fitness of students aged 13 to 15 years, and the results of odd semester report cards are used to collect data on PJOK learning outcomes. Because the PJOK learning achievement data is not normally distributed, the normality test and the Spearman's rho nonparametric correlation test were used to analyze the data. The results showed that although the good group (83%) dominated PJOK's academic achievement, most of the students' physical fitness levels were in the moderate (43%) and poor (47%) categories. Physical fitness levels and PJOK learning outcomes had a strong and substantial positive relationship, according to the findings of the Spearman correlation test, which showed a coefficient value of 0.710 with a significance level of 0.000. According to these results, students are more likely to obtain the best PJOK learning outcomes if they are fitter.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara capaian pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) peserta didik kelas VIII SMPN 1 Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dengan tingkat kebugaran jasmani. Penelitian ini menggabungkan korelasional strategis dengan pendekatan kuantitatif. Dengan menggunakan metode pemilihan acak sederhana, sampel sebanyak 30 siswa dipilih dari populasi 90 siswa. Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) digunakan untuk mengukur tingkat kebugaran siswa usia 13 sampai 15 tahun, dan hasil rapor semester ganjil digunakan untuk mengumpulkan data tentang pencapaian pembelajaran PJOK. Karena data hasil pembelajaran PJOK tidak berdistribusi normal, maka digunakan uji normalitas dan uji korelasi nonparametrik Spearman's rho untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kelompok baik (83%) mendominasi prestasi akademik PJOK, sebagian besar tingkat kebugaran jasmani siswa berada pada kategori sedang (43%) dan buruk (47%). Tingkat kebugaran fisik dan hasil belajar PJOK memiliki hubungan positif yang kuat dan substansial, menurut temuan uji korelasi Spearman, yang menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,710 dengan tingkat signifikansi 0,000. Menurut hasil ini, siswa lebih mungkin memperoleh hasil belajar PJOK terbaik jika mereka lebih bugar

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇