Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Prespektif Siswa Terhadap Program Sekolah Adiwiyata Ditinjau dari Education for Sustainable Development di SMAN 1 Wirosari: Prespektif Siswa Terhadap Program Sekolah Adiwiyata Ditinjau dari Education for Sustainable Development di SMAN 1 Wirosari

    No full text
    This research aimed to analyze students' perspectives on the Adiwiyata school program at SMA Negeri 1 Wirosari within the framework of Education for Sustainable Development (ESD). The research sample consisted of 147 class X students selected using random sampling techniques. Data collection was carried out through surveys and analyzed based on four main aspects: natural resources, climate change, rural development, and disaster prevention and management. The research results showed that in the natural resources aspect, the value of the biology learning indicator was 71.90%, the extracurricular activities category indicator was 65.17%, and other activities was 69.96%. In the climate change aspect, the biology learning indicator obtained a score of 68.84%, the extracurricular activities category indicator was 57.41%, and other activities was 64.57%. In the rural development aspect, the biology learning indicator obtained a score of 50.61%, the extracurricular activities category indicator was 68.44%, and other activities was 76.49%. Meanwhile, in the aspect of disaster prevention and management, the biology learning indicator reached a value of 82.86%, the extracurricular activities category indicator was 76.39%, and other activities was 79.46%. These findings indicate that the Adiwiyata program has a positive contribution to the implementation of ESD principles at SMA Negeri 1 Wirosari, although there are variations in effectiveness in each aspect and indicator analyzed.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif siswa terhadap program sekolah Adiwiyata di SMA Negeri 1 Wirosari dalam kerangka Education for Sustainable Development (ESD). Sampel penelitian terdiri atas 147 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dan dianalisis berdasarkan empat aspek utama: sumber daya alam, perubahan iklim, pembangunan pedesaan, serta pencegahan dan penanganan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek sumber daya alam, nilai pada indikator pembelajaran biologi sebesar 71,90%, indikator ekstrakurikuler kategori kegiatan sebesar 65,17%, dan kegiatan lain sebesar 69,96%. Pada aspek perubahan iklim, indikator pembelajaran biologi memperoleh nilai 68,84%, indikator ekstrakurikuler kategori kegiatan sebesar 57,41%, dan kegiatan lain sebesar 64,57%. Pada aspek pembangunan pedesaan, indikator pembelajaran biologi memperoleh nilai 50,61%, indikator ekstrakurikuler kategori kegiatan sebesar 68,44%, dan kegiatan lain sebesar 76,49%. Sementara itu, pada aspek pencegahan dan penanganan bencana, indikator pembelajaran biologi mencapai nilai 82,86%, indikator ekstrakurikuler kategori kegiatan sebesar 76,39%, dan kegiatan lain sebesar 79,46%. Temuan ini menunjukkan bahwa program Adiwiyata memiliki kontribusi positif terhadap penerapan prinsip ESD di SMA Negeri 1 Wirosari, meskipun terdapat variasi efektivitas pada tiap aspek dan indikator yang dianalisis

    Work Stress, Teaching Load, and Teaching Satisfaction of Faculty Members in The National University

    Get PDF
    The importance of managing stress in the work environment has been emphasized as it impacts productivity. This study focused on the relationships among work stress, teaching load, and teaching satisfaction of faculty members at the University of the Philippines Los Baños, Laguna. A total of 147 faculty members from different colleges within the university completed the self-administered questionnaire online. The respondents had an average teaching load of 8.07 for the semester. Generally, they felt slight to moderate pressure and stress (M = 73.55; SD = 25.42). Also, they felt somewhat satisfied with their profession as educators (M = 18.65; SD = 4.76). The relationships among the three variables were determined through Spearman’s rank correlation coefficient. Results showed that work stress has a significant inverse relationship with job satisfaction, r (145) = -.29, p = .000. Also, results showed that teaching load has a significant inverse relationship with job satisfaction, r (145) = -.17, p = .030. Recommendations were made to establish programs to help in managing work stress and ensuring faculty well-being

    Independence Curriculum Implementation Challenges: A Case Study in Secondary School of Bengkulu Tengah

    Get PDF
    The main goal of this study is to determine the difficulties that SMPN 18 Bengkulu Tengah, SMPN 14 Bengkulu Tengah, and SMPN 29 Bengkulu Tengah face in implementing the Merdeka Curriculum. This study employed a case study methodology and a qualitative research strategy. Six English teachers, the principal, and members of the school curriculum staff participated in this study. The results indicate that the teacher encountered challenges in implementing independent curriculum, including the provision of learning materials, the adjustment of students' learning styles, the creation of assessments, and the lack of adequate ICT resources. These findings highlight the need for improved resource allocation and support to ensure successful curriculum implementation

    KEGIATAN WALL CLIMBING SEBAGAI PENANAMAN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK USIA DINI: Rasa Percaya DIri Pada Kegiatan Wall Climbing

    No full text
    Self-confidence is essential for a child's development and should be fostered from an early age. It is an attitude of certainty in one's abilities and pride in one's accomplishments. Nurturing self-confidence in early childhood is crucial for their future development. This study explores how wall climbing activities can promote self-confidence in young children. Wall climbing is a physical activity, sometimes considered an extreme sport, that involves scaling an artificial wall with artificial rock formations serving as handholds and footholds. Participating in wall climbing offers numerous benefits for young children, including building self-confidence. This qualitative study employed observation, interviews, and documentation to collect data. The research aims to investigate the role of wall climbing in fostering self-confidence in early childhood, identify factors that support children's self-confidence, and describe the challenges teachers face when implementing wall climbing activities at PAUD Sabila Ponorogo. The findings indicate that wall climbing can instill self-confidence in young children by fostering self-assurance, optimism, courage, a positive attitude, and initiative. Verbal encouragement from teachers and facilitators plays a vital role in supporting children's self-confidence, especially when they experience doubt or fear. A key challenge identified was the climbing wall's design, which was deemed unappealing and unsuitable for young children. Therefore, a redesign is recommended to make the wall more engaging and challenging for this age groupRasa percaya diri adalah faktor penting penunjang perkembangan anak, oleh karena itu rasa percaya diri perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini. Rasa percaya diri merupakan sikap yakin pada kemampuan yang yang dimiliki serta bangga pada pencapaian yang bisa diraih. Anak usia dini memerlukan penanaman rasa percaya diri sebagai bentuk pengembangan diri di masa depannya.  Pada penelitian ini meneliti terkait penanaman rasa kepercayaan diri dari kegiatan Wall Climbing.  Metode penelitian yang digunakan metode penelitian kualitatif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan Wall Climbing sebagai penanaman rasa kepercayaan diri pada anak usia dini dan mendeskripsikan kendala yang dialami oleh guru saat melakukan kegiatan Wall Climbing di PAUD Sabila Ponorogo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Wall Climbing dapat menanamkan rasa percaya diri pada anak usia dini melalui indikator yakin pada diri sendiri, optimisme, keberanian, sikap positif, dan inisiatif. Faktor pendukung kepercayaan diri anak adalah dukungan verbal dari guru dan fasilitator saat anak merasa ragu atau takut. Hambatan yang dihadapi adalah desain dinding panjat berbentuk bulat yang kurang menarik dan kurang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, sehingga perlu dilakukan perbaikan desain agar lebih menantang dan menarik

    MENINGKATKAN PEMAHAMAN IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DENGAN MEDIA EDUKASI BERBASIS ANDROID DI KELURAHAN SAWAH LEBAR BARU KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, sekaligus menjadi ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Stunting adalah gangguan pertumbuhan linear yang disebabkan oleh defisiensi gizi ataupun infeksi kronis. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu melakukan pendataan terhadap anak di bawah lima tahun (balita) guna mengantisipasi permasalahan stunting, dari hasil pendataan tersebut terdapat sebanyak 19 anak yang mengalami stunting di Kelurahan Sawah Lebar saat ini. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah dengan meningkatkan pengetahuan orang tua terutama ibu mengenai stunting. Adapun metode yang telah diterapka untuk pencegahan stunting adalah melalui metode ceramah (presentasi), pembagian poster dan pemberian makanan tambahan yang dilakukan pada posyandu, namun keterbatasan pengetahuan ibu terkait gizi mungkin disebabkan oleh belum efektifnya upaya promosi untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan stunting. Pendidikan mengenai pencegahan stunting sebaiknya disampaikan melalui media agar informasi lebih mudah diterima oleh orang tua, khususnya ibu muda. Media edukasi menggunakan teknologi digital dipilih sebagai solusi yang tepat. Adapun metode edukasi yang diterapkan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah metode tutorial yaitu mengemukakan materi dan menyediakan evaluasi, dan simulasi dalam bentuk metode pembelajaran berbasis video animasi atau animated video based learning untuk meningkatkan pemahaman ibu dalam upaya pencegahan stunting dengan media edukasi berbasis android di Kelurahan Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu

    PELATIHAN PERAKITAN SOLAR CELL UNTUK SUMBER LISTRIK RUMAH TANGGA DI KELURAHAN SAWAH LEBAR BARU KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Kemandirian pelanggan akan suplai listrik sendiri  di daerah-daerah perkotaan memotivasi penggunaan sumber energi alternatif, salah satunya adalah energi surya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai perakitan dan penggunaan panel surya sebagai sumber energi listrik alternatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu, yang diikuti oleh masyarakat setempat dengan latar belakang yang beragam. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dalam perakitan dan pemasangan panel surya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman dasar yang baik mengenai prinsip kerja solar cell, komponen-komponen utama, dan prosedur perakitannya. Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan praktis yang dapat digunakan untuk memanfaatkan energi matahari dalam kehidupan sehari-hari.  Kemandirian pelanggan akan suplai listrik sendiri  di daerah-daerah perkotaan memotivasi penggunaan sumber energi alternatif, salah satunya adalah energi surya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai perakitan dan penggunaan panel surya sebagai sumber energi listrik alternatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu, yang diikuti oleh masyarakat setempat dengan latar belakang yang beragam. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dalam perakitan dan pemasangan panel surya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman dasar yang baik mengenai prinsip kerja solar cell, komponen-komponen utama, dan prosedur perakitannya. Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan praktis yang dapat digunakan untuk memanfaatkan energi matahari dalam kehidupan sehari-hari

    Status Keberlanjutan Dimensi Ekologi Kemitraan Konservasi HHBK Kecombrang (Etlingera elatior) dan Pakis (Diplazium esculentum) Oleh BBTNKS dan KPPL Maju Bersama di Kawasan Hutan Madapi Provinsi Bengkulu

    Get PDF
    The Conservation Partnership of Torch Ginger (Etlingera elatior) and Fern (Diplazium esculentum) by BBTNKS and the women's group concerned with the environment (KPPL) has been advancing together in the Madapi Forest Area Utilization Zone on an area of ​​10 Ha since 2019. The Ecological Study of the partnership was carried out so that activities can run according to the agreement stated in the cooperation agreement letter (SPKS). The purpose of this study was to determine the level of sustainability of Torch Ginger and Fern NTFP Management. This study uses a quantitative descriptive research method with Multidimensional scaling (MDS) analysis. The results of the study indicate that the sustainability status of the ecological dimension of the management of Torch Ginger Etlingera elatior and Diplazium esculentum fern in the Madapi Forest Utilization Zone of TNKS after the MDS analysis was carried out was in the sustainable category (76.88%> 75%) with an R2 value (94.52) and Strees 14.12%.The Conservation Partnership of Torch Ginger (Etlingera elatior) and Fern (Diplazium esculentum) by BBTNKS and the women's group concerned with the environment (KPPL) has been advancing together in the Madapi Forest Area Utilization Zone on an area of ​​10 Ha since 2019. The Ecological Study of the partnership was carried out so that activities can run according to the agreement stated in the cooperation agreement letter (SPKS). The purpose of this study was to determine the level of sustainability of Torch Ginger and Fern NTFP Management. This study uses a quantitative descriptive research method with Multidimensional scaling (MDS) analysis. The results of the study indicate that the sustainability status of the ecological dimension of the management of Torch Ginger Etlingera elatior and Diplazium esculentum fern in the Madapi Forest Utilization Zone of TNKS after the MDS analysis was carried out was in the sustainable category (76.88%> 75%) with an R2 value (94.52) and Strees 14.12%

    PENGARUH DESAIN RUANGAN TERHADAP PERILAKU ANAK JALANAN PADA RUMAH SINGGAH ; STUDI KASUS KAMPUNG ANAK NEGERI

    No full text
    Shelters act as an important transition space for street children to get protection, coaching, and psychosocial reinforcement. The room's design in the halfway house can affect children's behavior, ranging from emotional aspects to social behavior. This article presents a literature review of various recent studies related to the relationship between spatial design and the behavior of street children in the context of shelters in Indonesia. The study stages are carried out systematically using scientific sources from 2019-2024. The review results found that design elements such as layout, natural lighting, ventilation, color selection, and space flexibility significantly impacted comfort, security, and children's participation in social activities. This study emphasizes the importance of a behavior-based design approach to create spaces that are not only functional but also support the holistic recovery and growth of street children.Rumah singgah berperan sebagai ruang transisi penting bagi anak jalanan untuk mendapatkan perlindungan, pembinaan, dan penguatan psikososial. Desain ruangan dalam rumah singgah dapat mempengaruhi perilaku anak, mulai dari aspek emosional hingga perilaku sosial. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur terhadap berbagai studi terkini terkait hubungan antara desain ruang dan perilaku anak jalanan dalam konteks rumah singgah di Indonesia. Tahapan studi dilakukan melalui pendekatan sistematis terhadap sumber-sumber ilmiah dalam kurun waktu 2019-2024. Hasil review ditemukan bahwa elemen desain seperti tata letak, pencahayaan alami, ventilasi, pemilihan warna, dan fleksibilitas ruang memiliki dampak signifikan terhadap kenyamanan, rasa aman, serta partisipasi anak dalam aktivitas sosial. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan desain berbasis perilaku (behavior-based design) untuk menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung pemulihan dan pertumbuhan anak jalanan secara holistik

    PENGARUH KELOMPOK KRIMINAL BERSENJATA TERHADAP INTEGRASI NASIONAL DI PROVINSI PAPUA

    No full text
    The Papua Province is highly vulnerable to national integration conflicts due to its historically unique path of incorporation into the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), differing from other regions. One of the major current threats is the activity of separatist armed groups known as Armed Criminal Groups (KKB). This study aims to analyse the impact of KKB on national integration in Papua through a normative juridical approach, examining relevant laws and legal doctrines such as Law No. 5 of 2018 on the Eradication of Terrorism Crimes. The analysis reveals that KKB activities have seriously disrupted national security and unity, while also damaging the country's international reputation. The designation of KKB as a terrorist organisation is considered appropriate as it meets the legal criteria for terrorism. The study concludes that resolving the conflict in Papua cannot rely solely on military action but requires a comprehensive strategy that includes law enforcement, socio-cultural approaches, and diplomacy. It is recommended that the government enhance the effectiveness of Special Autonomy implementation, strengthen state presence in remote areas, and involve local leaders in national dialogue and reconciliation processes.Penelitian ini Bertujuan Untuk mengetahui asal usul Konflik Integrasi Nasional di Papua Bermula dari terjadi Dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949, status Papua Barat kemudian dibahas oleh Belanda dan Indonesia dan tidak berhasil mencapai kesepakatan akhir.  PBB memutuskan bahwa Papua Barat mempunyai hak untuk merdeka berdasarkan peraturan yang tertuang dalam Piagam PBB pasal 73 (e) (United Nations, 1945). Namun keputusan ini tidak langsung diterima oleh Belanda dan Indonesia.  langkah yang diambil oleh Belanda untuk pembentukan Negara Papua Barat, maka Presiden Soekarno mencetuskan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta.  untuk modernisasi perlengkapan militer Presiden Soekarno mulai mendekatkan diri pada negara komunis terutama Uni Soviet.  kedekatan Indonesia dan Uni Soviet dibiarkan, maka Indonesia sangat mungkin menjadi negara komunis terbesar di Asia Tenggara. Belanda memutuskan untuk keluar dari Papua dan berhenti merebut atau menjajah Papua. Papua kemudian diserahkan kembali ke Indonesia dengan syarat memberi kesempatan pada rakyat Papua untuk menentukan sikap sendiri atau referendum Penentuan Pendapat Rakyat (PERPERA). Lewat PERPERA tahun 1969, rakyat Papua memilih "tetap" dalam lingkungan negara Republik Indonesia.Pada tahun 1969, terjadi sebuah refendrum untuk menentukan penduduk Papua Barat ingin masuk ke Indonesia atau tidak. Terbentuklah Gerakan politik militer yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) karena ketidakpuasaan yang dirasakan penduduk Papua Barat dari hasil refendrum tersebut. Fakta historis mencatat bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) muncul di Irian Jaya. Dalam OPM sendir tergabung dua faksi utama yakni organisasi yang didirikan oleh Aser Demotekay pada tahun 1963 di Jayapura

    Integration of Local Wisdom in Low Carbon Development Policies and Industrial Downstreaming

    No full text
    As an implementation of Indonesia's commitment to implementing the 'Paris Agreement', the government has issued various policies related to reducing greenhouse gas emissions that cause climate change that threatens the lives of living things, including humans. Several government policies, such as carbon trading, carbon storage, energy transition, have been regulated in several legal products. Complex problems arise because at the same time Indonesia is experiencing social problems, a high number of job seekers, increasing unemployment rates and the need for efficient utilization of non-renewable natural resources (coal, nickel, tin, gold). So the government made an industrial downstream policy. All management processes from raw materials to finished goods ready for consumption domestically. Of course, many factories will be built, which will carry out the process of converting raw materials into ready-to-consume goods, which in the production process will produce greenhouse gas emissions, especially carbon dioxide (Co2). There is a commitment to carry out low-carbon development, but on the other hand there are socio-economic needs that must be met. To combine these two interests, the local wisdom of the community in its closeness to nature, in 'protecting, caring for and utilizing' natural resources wisely, can be a strengthening and supporting element for low-carbon development. The normative legal method is used in examining various legal products and other references. The conclusion or implication of this article is that socio-cultural aspects must be a concern in the implementation of development because the principle of sustainable development is to align economic, ecological and socio-cultural aspects to achieve the welfare of the Indonesian people.Sebagai pelaksanaan komitmen Indonesia dalam melaksanakan ‘Paris Agreement’, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan terkait menurunkan emisi gas rumah kaca sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim yang mengancam kehidupan mahluk hidup termasuk manusia. Beberapa kebijakan pemerintah seperti perdagangan karbon, penyimpanan karbon, transisi energi, telah diatur dalam beberapa produk hukum. Menjadi kompleks persoalannya karena pada waktu yang bersamaan Indonesia mengalami masalah sosial, tingginya jumlah pencari kerja, tingkat pengangguran yang meningkat dan ada kebutuhan untuk memanfaatkan secara efisien sumberdaya alam yang sifatnya non renewable (Batubara, nikel, timah, emas). Sehingga pemerintah membuat kebijakan hilirisasi industri. Semua proses pengelolaan dari bahan mentah menjadi barang jadi yang siap digunakan konsumen diproses dalam negeri. Tentunya akan banyak pabrik dibangun, yang akan melakukan proses mengubah barang mentah menjadi barang yang siap konsumsi, yang dalam proses produksi tersebut akan menghasilkan emisi gas rumah kaca, terutama karbondioksida (Co2). Di satu sisi komitmen untuk melakukan pembangunan rendah karbon tetapi disisi lain ada kebutuhan sosial ekonomi yang harus dipenuhi. Untuk mengintegrasikan kedua kepentingan itu, kearifan lokal masyarakat dalam kedekatannya dengan alam, dalam ‘menjaga, merawat dan memanfaatkan’ SDA dengan bijaksana, dapat menjadi unsur penguat dan pendukung pembangunan rendah karbon. Untuk membahas persoalan tersebut digunakan metode yuridis normative, mengkaji berbagai produk hukum dan  referensi lainnya. Pada prinsip Pembangunan berkelanjutan adalah mengserasikan aspek ekonomi, ekologi dan aspek sosial budaya, untuk mencapai kesejahteraan manusia Indonesia

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇