Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
Strategies’ Formulation for Empowering Tengger Tribe Women Farmers in Probolinggo Regency
The 5th Sustainable Development Goal (SDG) focuses on gender issues, including women's roles in politics and the economy. In the financial sector, women contribute to agriculture, but gender inequalities persist, requiring gender-oriented empowerment programs to address disparities in the potato sub-sector. This research analyzes the role of Tengger Tribe women farmers using Gender Framework Analysis (GFA) and formulates strategies for their empowerment. The study was conducted in the Tengger Tribe community, Sukapura Village, Probolinggo Regency, using a census method with 78 women rice farmers as respondents. Data collection involved observation, in-depth interviews, and questionnaires. The first objective was analyzed using qualitative descriptive methods, the second through gender analysis to assess workloads in potato production, followed by social capital analysis and SWOT analysis. The strategy results include (1) establishing a women farmers' group in Sukapura Village with stakeholder facilitation, (2) training and assistance in food crop cultivation suited to local conditions, and (3) organizing a women's farming school to enhance farmers' knowledge. Policy implications for this empowerment strategy should consider various aspects, including beneficial innovations for women farmers in Sukapura Village and mechanisms for implementing and financing empowerment initiatives
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) BERAS PADA PABRIK BERAS SUKORENO MAKMUR
Rantai pasokan mencakup keseluruhan operasi perusahaan yang bertujuan memenuhi permintaan konsumen, ditandai dengan aliran dan transformasi barang dari bahan baku ke konsumen akhir, sekaligus memfasilitasi aliran informasi dan sumber daya keuangan. Penilaian kinerja rantai pasokan berfungsi untuk memantau dan mengatur rantai pasokan, serta untuk menggambarkan area untuk peningkatan untuk membangun keunggulan kompetitif. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan struktur dan dinamika rantai pasokan, mengevaluasi kinerjanya, dan mengusulkan rekomendasi untuk perbaikan terkait indikator nilai rendah, dengan tujuan meningkatkan kinerja rantai pasokan di Pabrik Padi Sucoreno. Evaluasi kinerja rantai pasokan dilakukan dengan menggunakan model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan metodologi Analytical Hierarchy Process (AHP). Penilaian kinerja dilakukan melalui identifikasi dan validasi Indikator Kinerja Utama (KPI) oleh para ahli, yang kemudian dinormalisasi, ditimbang, dan digunakan untuk mengukur kinerja rantai pasokan. Akibatnya, rantai pasokan beras Pabrik Beras Sukoreno Makmur menghasilkan 29 KPI, dengan peringkat kinerja rantai pasokan secara keseluruhan 79,88 (menunjukkan kinerja yang baik/good), di samping identifikasi 4 KPI dengan nilai terendah yang memerlukan prioritas untuk perbaikan yang berkaitan dengan perencanaan pengadaan bahan baku, pemeliharaan mesin, proses produksi, dan pelatihan karyawan
ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN PEMBUATAN INOKULUM FUNGI SEBAGAI PENDEGRADASI LIMBAH PADAT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.)
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat fungi yang mampu dalam mendegradasi bagas tebu. Mengetahui pengaruh substrat jagung dan onggok terhadap pertumbuhan isolat fungi. Mengetahui bobot dan ratio C/N bagas tebu yang diberi inokulum fungi yang diambil dari media jagung dan onggok. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Lampung. Bulan November 2023 s.d April 2024. Penelitian dilakukan secara faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama jenis substrat; jagung dan onggok. Faktor kedua adalah isolat yang digunakan yaitu isolate Trichoderma sp komersial isolat fungi diduga Trichoderma sp., isolat diduga fungi Coprinus sp., isolat diduga fungi Neurospora sp., dengan pengulangan 3 kali. Parameter yang diamati adalah jumlah inokulum, bobot degradasi bagas tebu dan rasio C/N. Data heterogen dan tidak normal, dilakukan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney pada taraf 5%. Uji Kruskal-Wallis tidak menunjukkan adanya beda nyata akibat perlakuan. Hasil yang diperoleh adalah isolat yang mampu mendegradasi bagas tebu, yaitu diperolehnya sembilan isolat, tujuh diantaranya termasuk genus Trichoderma, satu genus Coprinus dan satu genus Neurospora. ubstrat jagung dan onggok dapat digunakan sebagai media alternatif dalam pembuatan inokulum fungi, dimana keduanya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap respon jumlah inokulum. Penurunan bobot serta rasio C/N selama 28 hari dengan pemberian inokulum fungi tidak menunjukkan hasil yang baik
External Characterization of Female Bali Cattle Populations In Gorontalo, Indonesia
The study aims to characterize female Bali cattle morphometric and phenotype in the Bone Raya sub-district, Bone Bolango district, Gorontalo, Indonesia. The research was conducted at four locations (Alo, Mootayu, Mootawa, and Mootinelo villages) from January to April 2023. A total of 64 Bali cattle aged 4-8 years were used in this study. The method used was direct sampling, which examined the qualitative and quantitative characteristics. The analytical methods used were descriptive analysis and qualitative analysis. The results show that the body length of female Bali cattle has an average of 104.75 cm, chest circumference has an average of 150.67 cm and a standard deviation of 8.72, the body height of female Bali cattle in this study had a minimum average of 80.75 cm, a maximum average of 144.25. The body colors consisted of brick red, brown, and yellowish brown. The horn shapes were U-shaped, curved backward, and curved downward. Vulva's color was black. Eel lines consist of thick, medium back lines and thin back lines. Further development of Bali cattle was required to improve production and reproductive performance so that performance could be the same as that of Bali cattle in their native region
Correlation Between Egg Production Performance of Sikumbang Jonti Ducks as a Selection Method in Smallholder Farms
This study aims to determine the diversity and correlation of egg production performance in Sikumbang Jonti ducks as a basis for making selection decisions. The materials used were 47 female Sikumbang Jonti ducks. In the production phase, Sikumbang Jonti ducks were intensively reared in individual battery cages for 24 weeks. The observed variables were body weight (g), age at first laying (days), egg production (eggs), and egg weight (g). Data on body weight, age at first laying, total egg production, and egg weight were analyzed descriptively by calculating the mean value, standard deviation, coefficient of variation, minimum value, and maximum value. Furthermore, data on body weight, age at first laying, egg production, and egg weight were also analyzed for correlation to see the direction and relationship between variables. The results of this study were that Sikumbang Jonti ducks have an average body weight of 1299g, age at first egg laying of 170.19 days, average total egg production of 36.62 eggs, and average egg weight of 59.06g. The diversity of body weight, age at first egg laying, and egg weight of Sikumbang Jonti ducks are moderate, while the diversity of egg production is high. The diversity of body weight, age at first laying, and egg weight of Sikumbang Jonti ducks are included in moderate diversity. In contrast, the diversity of egg production is included in high diversity. Based on the correlation of body weight, age at first laying, egg production, and egg weight of Sikumbang Jonti ducks, age at first laying is the selection variable that can be used as a good predictor of egg production performance. In conclusion, the study results show that a longer age of first laying can be used as a selection variable to increase the production and egg weight of Sikumbang Jonti ducks
EVALUASI PENERAPAN TEKNIK CRASHING DALAM MANAJEMEN WAKTU PEMBANGUNAN RUMAH SUBSIDI DENGAN METODE CPM DAN PERT (STUDI KASUS RUMAH PONDOK ALAM DESA SIGARA-GARA)
Penjadwalan proyek merupakan elemen utama dalam perencanaan konstruksi yang bertujuan untuk menentukan waktu pelaksanaan proyek berdasarkan urutan aktivitas dari awal hingga selesai secara tepat waktu. Penelitian ini menggunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) untuk mengatasi tantangan penjadwalan dalam proyek konstruksi rumah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jalur kritis dalam proyek serta mengevaluasi durasi proyek, dengan menggunakan pendekatan CPM dan teknik crashing untuk mempercepat penyelesaian kegiatan yang ada di jalur kritis. Data primer yang digunakan mencakup kurva S, bar chart, serta data langsung dari pihak pelaksana proyek perumahan Pondok Alam Sigara-Gara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jalur kritis dalam proyek ini, yaitu jalur A - E - F - G - M - N - P - Q dan jalur B - C - D - I. Dengan metode CPM, durasi proyek yang awalnya 30 hari dapat dikurangi menjadi 25 hari. Penerapan PERT dengan crashing menunjukkan hasil yang bervariasi: percepatan 1 hari menghasilkan durasi 22 hari dengan tambahan biaya Rp11.280.000, percepatan 2 hari menghasilkan durasi 21 hari dengan tambahan biaya Rp14.100.000, dan percepatan 3 hari menghasilkan durasi 22 hari dengan tambahan biaya Rp12.690.000. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan tenaga kerja lebih efektif daripada lembur dalam hal efisiensi biaya dan durasi proyek
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Merapi Timur. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus kemudian dilanjutkan dengan kuasi eksperimen. Subjek penelitian ini melibatkan 28 orang siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Merapi Timur Tahun Pelajaran 2022/2023. Hipotesis penelitian ini adalah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa. Peneliti menggunakan lembar observasi untuk mengukur motivasi siswa dan tes untuk mengukur prestasi siswa. Terjadi peningkatan motivasi belajar siswa pada setiap siklus, skor rata-rata observasi siklus 1 (2,50), siklus 2 (3,11), dan siklus 3 (3,32). Statistik yang digunakan untuk menganalisis data prestasi siswa dalam penelitian hipotesis ini adalah uji-t dengan taraf signifikansi (α = 0,05). Berdasarkan Analisa yang telah dilakukan maka didapat Siklus 1 (thitung = 10,785), siklus 2 (thitung =12,735), dan siklus 3 (thitung =15,325) dengan ttabel = 2,052). Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat dibuktikan kebenarannya, bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa serta efektif meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA 2 di SMA Negeri 1 Merapi Timur Laha
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK BERBANTUAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan bahan ajar tematik berbantuan Audiovisual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode rancangan pengembangan (research and development) yang dikembangkan oleh Borg dan Gall, dengan sepuluh langkah penelitian. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 40 Kabupaten Bengkulu Tengah, berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah lembar penilaian media dan tes untuk prestasi belajar siswa. Analisis data menggunakan rata-rata (mean) dan uji t. Simpulan penelitian ini adalah pengembangan media belajar berbantuan audio visual dalam efektif meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran tematik IPA kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Bengkulu Tengah
 
Implementasi Model Problem Based Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VII SMP Negeri 20 Kota Bengkulu
The aim of this research is to explain how the problem-based learning model is implemented in Indonesian language learning in class VII of SMP Negeri 20 Bengkulu City. Indonesian language teachers who teach in class VII are the subjects of this research, which focuses on the learning process using a problem-based learning model. The research method is descriptive qualitative, and data collection techniques include observation, interviews and documentation. The results of the research show that at stage one, students are oriented towards the problem. Not implemented by the Teacher. And in the second stage, organizing students to solve problems. It has been implemented by the teacher. Then the third stage, namely guiding problem solving independently or in groups, is carried out by the teacher. Next, the fourth stage presents the results of the work/discussion. It has also been implemented by the Master. However, the fifth stage, solving and completing the problem solving process which has not been optimally implemented by the teacher.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan model problem based learning dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 20 Kota Bengkulu. Guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VII adalah subjek penelitian ini, yang berfokus pada proses pembelajaran menggunakkan model problem based learning. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif, dan untuk teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada tahap satu, pengorientasian siswa pada masalah. Tidak dilaksnakan oleh Guru. Dan pada tahap kedua, mengorganisasi siswa untuk memecahkan masalah. Sudah dilaksanakan oleh Guru. Kemudian pada tahap ketiga, yaitu membimbing penyelesaian masalah secara mandiri maupun kelompok, sudah dilaksanakan oleh Guru. Selanjutnya pada tahap keempat mengembangkan dan menyajikan hasil karya/diskusi. Juga telah dilaksnakan oleh Guru. Akan tetapi tahap kelima, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah belum optimal dilaksanakan oleh Guru
Citra Maskulinitas dalam Kumpulan Cerpen Sagra Karya Oka Rusmini
The representation of masculinity in literary works reflects the social and cultural constructions that shape gender roles and identities within society. The purpose of this study was to analyze the image of masculinity of male characters in the Short Story Collection Sagra by Oka Rusmini. The method used is descriptive qualitative. This study examines the Short Story Collection Sagra by Oka Rusmini using a structural approach. The data in this study are in the form of quotations that describe the masculinity possessed by male characters in the Short Story Collection Sagra. The data collection technique used is literature study. The data analysis technique is carried out by reading, understanding, identifying, analyzing, determining results and making conclusions. The results of the study show that the image of male masculinity in the Sagra Short Story Collection is a caste system, emotionally strong, rich, rational, independent, brave, loving and affectionate, breadwinner, responsible and sexual. Beynon's image of masculinity that was not found in this study was the concept of narcissistic men and metrosexual men. This study provides results that there is a difference between Balinese male masculinity and the concept of masculinity expressed by Beynon. Traits such as violence, and hooliganism, swearing, drinking beer, and making jokes that are considered demeaning to women are considered negative traits that are rejected as attributes of Balinese masculinity. Balinese masculinity emphasizes the existence of harmony or balance between attributes of masculinity and social norms, making traits that are not in line with Balinese customary values and norms not considered masculine attributes. Masculinity oppresses both men and women—men are burdened by societal expectations, while women become objects of domination to reinforce masculine identity.Representasi maskulinitas dalam karya sastra mencerminkan konstruksi sosial dan budaya yang membentuk peran serta identitas gender dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis citra maskulinitas tokoh laki-laki dalam Kumpulan Cerpen Sagra Karya Oka Rusmini. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Penelitian ini mengkaji Kumpulan Cerpen Sagra Karya Oka Rusmini menggunakan pendekatan struktural. Data dalam penelitian ini berupa kutipan yang menggambarkan sifat maskulinitas yang dimiliki oleh tokoh laki-laki dalam Kumpulan Cerpen Sagra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan membaca, memahami, mengidentifikasi, menganalisis, menentukan hasil dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa citra maskulinitas tokoh laki-laki yang terdapat dalam Kumpulan Cerpen Sagra ialah sistem kasta, kuat secara emosional, kaya, rasional, mandiri, berani, cinta dan kasih, pencari nafkah, tanggung jawab serta seksualitas. Citra maskulinitas Beynon yang tidak ditemukan dalam penelitian ini ialah konsep laki-laki narsist dan laki-laki metro seksual. Penelitian ini memberikan hasil bahwa, terdapat perbedaan antara maskulinitas laki-laki Bali dengan konsep maskulinitas yang ungkapkan oleh Beynon. Sifat seperti kekerasan, dan hooliganism, menyumpah, minum bir, dan membuat lelucon-lelucon yang diangap merendahkan perempuan dianggap sebagai sifat negatif yang ditolak sebagai atribut maskulinitas Bali. Maskulinitas Bali menekankan pada adanya harmoni atau keseimbangan antara atribut maskulinitas dengan norma sosial, menjadikan sifat yang tidak sejalan dengan nilai dan norma adat Bali tidak dianggap sebagai atribut yang maskulin. Maskulinitas menekan baik laki-laki maupun perempuan, di mana laki-laki terbebani oleh tuntutan peran gender, sementara perempuan menjadi objek dominasi untuk memperkuat citra maskulin tersebut