Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
The Implementation of Traditional Games on the Color Recognition Skills of Early Childhood
In this study, the use of traditional games as a learning medium to improve colour recognition skills among 5- to 6-year-old children was examined. The case study was conducted over three months at Taman Kanak Kanak (TK) Negeri Pembina Kanatang in East Sumba, involving 24 purposively selected research participants. The results of this case study confirmed that colour recognition skills in 5- to 6-year-old children can be effectively developed through the implementation of traditional classroom games, such as ‘Porch Stone’, ‘Colored Congklak’, and ‘Colored Jump Rope’. The findings of this case study confirmed that the color recognition skills of the selected children had progressed from the ‘developing’ stage to the ‘well-developed’ stage, and this was evidenced from the feedback of the teachers and mothers of the selected children, who stated that the selected children participated fully and enjoyed the process of playing the traditional games for improved color recognitio
Hubungan anxiety dan percaya diri atlet kejurprov tahun 2025 terhadap hasil pertandingan cabang olahraga petanque nomor double man
Seorang atlet diharapkan dapat melatih aspek mental sejak dini agar bisa mengatasi masalah rasa cemas dan percaya diri pada saat pertandingan dan sebelum pertandingan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis anxiety dan percaya diri atlet kejurprov tahun 2025 terhadap hasil pertandingan cabang olahraga petanque nomor double man. Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu pendekatan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan desain penelitian yaitu korelasional yang mengkaji hubungan dua variabel atau lebih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik variabel anxiety maupun percaya diri tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil pertandingan cabang olahraga petanque nomor double man, baik secara parsial maupun simultan. Pada uji parsial, variabel anxiety memiliki nilai signifikansi sebesar 0,140 (> 0,05), sedangkan variabel percaya diri memiliki nilai signifikansi sebesar 0,190 (> 0,05). Hal ini berarti bahwa secara individu, tingkat kecemasan dan rasa percaya diri atlet tidak mampu menjelaskan secara signifikan variasi hasil pertandingan. Lebih lanjut, hasil uji simultan (uji F) juga memperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0,222 (> 0,05), yang menunjukkan bahwa anxiety dan percaya diri secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil pertandingan atlet. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,134 menunjukkan bahwa hanya 13,4% variasi prestasi pertandingan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 86,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.
Abstract
Athletes need to develop their mental strength from an early age to manage anxiety and build self-confidence before and during competitions. This study aimed to examine the relationship between anxiety and self-confidence with the performance results of athletes in the 2025 provincial double man petanque event. Using a quantitative, non-experimental, correlational design, the research found that neither anxiety nor self-confidence significantly affected match outcomes, either individually or jointly. The partial test showed significance values of 0.140 for anxiety and 0.190 for self-confidence, both exceeding 0.05. Similarly, the simultaneous F test yielded a significance value of 0.222, confirming no joint effect. The coefficient of determination (R²) was 0.134, indicating that only 13.4% of performance variations were explained by these variables, while 86.6% were influenced by other unexamined factors
Kegembiraan Berolahraga Dan Efikasi Diri Atlit Anak-Anak Dan Praremaja: Studi Komparatif- Korelasional Anggota Klub Bola Voli Jawa Timur Dan Anggota Klub Renang Jakarta
Penelitian ini mengkaji perbedaan kegembiraan berolahraga dan efikasi berlatih anak-anak dan pra remaja yang berpartisipasi dalam klub bola voli dan klub renang. Sebanyak 243 responden berusia 10–13 tahun menyelesaikan Physical Activity Enjoyment Scale (PACES) dan Exercise Self-Efficacy Scale versi bahasa Indonesia yang telah divalidasi. Uji-t sampel independen menunjukkan bahwa anak-anak dan praremaja yang berpartisipasi dalam klub bola voli melaporkan tingkat kegembiraan yang secara signifikan lebih tinggi (rerata = 89,25) dibandingkan anak-anak dan praremaja yang berpartisipasi dalam klub renang (rerata = 71,67), sedangkan anak- anak dan praremaja yang berpartisipasi dalam klub renang menunjukkan efikasi berlatih yang lebih tinggi (rerata = 30,86) dibandingkan anak-anak dan praremaja yang berpartisipasi dalam klub bola voli (rerata = 25,28). Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kegembiraan dan komitmen (r = -0,243, p < .01). Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik sosial dan struktur cabang olahraga (kelompok versus individu) dapat membentuk hasil psikologis yang berbeda. Implikasi hasil penelitian ini dibahas untuk pelatih dan perancang program olahraga yang ingin mengoptimalkan pengalaman olahraga bagi anak-anak dan remaja.
Abstract
This study examined differences in exercise enjoyment and exercise efficacy among children and pre-adolescents participating in volleyball and swimming clubs. A total of 243 respondents aged 10–13 years completed validated Indonesian versions of the Physical Activity Enjoyment Scale (PACES) and the Exercise Self-Efficacy Scale. Independent samples t-tests showed that children and pre-adolescents participating in volleyball clubs reported significantly higher levels of exercise enjoyment (mean = 89.25) than children and pre-adolescents participating in swimming clubs (mean = 71.67), while children and pre-adolescents participating in swimming clubs reported higher exercise efficacy (mean = 30.86) than children and pre-adolescents participating in volleyball clubs (mean = 25.28). Pearson correlation analysis revealed a significant negative relationship between enjoyment and commitment (r = -0.243, p < .01). These findings indicate that the social characteristics and structure of the sport (group versus individual) may shape different psychological outcomes. The implications of the results of this study are discussed for coaches and sport program designers who wish to optimize the sport experience for children and adolescent
Hubungan Antara Kebugaran Jasmani TKSI Terhadap Tingkat Konsentrasi Pada Siswa SD Negeri Telaga Biru 7
Kebugaran jasmani yang baik diketahui memiliki dampak positif terhadap fungsi otak, termasuk daya pikir, memori, dan konsentrasi. Aktivitas fisik terbukti dapat meningkatkan aliran darah ke otak, memicu pelepasan hormon yang mendukung suasana hati dan fokus, serta membantu mengurangi stres dan kelelahan mental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat Hubungan antara Kebugaran Jasmani TKSI terhadap Tingkat Konsentrasi pada siswa SD Negeri Telaga Biru 7. Pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa kebugaran jasmani tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsentrasi siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,251 (> 0,05). Artinya, peningkatan kebugaran jasmani tidak secara langsung diikuti oleh peningkatan konsentrasi belajar siswa. Hasil uji simultan (uji F) juga menunjukkan bahwa kebugaran jasmani tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsentrasi siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,251 (> 0,05). Hal ini menandakan bahwa kebugaran jasmani bukanlah faktor dominan yang menentukan konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran. Hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai sebesar 0,040, yang berarti hanya 4% variasi perubahan konsentrasi siswa dapat dijelaskan oleh kebugaran jasmani, sedangkan 96% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti motivasi belajar, minat, metode pengajaran, maupun lingkungan belajar.
Abstract
Good physical fitness is known to have a positive impact on brain function, including thinking power, memory, and concentration. Physical activity has been shown to increase blood flow to the brain, trigger the release of hormones that support mood and focus, and help reduce stress and mental fatigue. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between TKSI Physical Fitness and Concentration Levels in students of Telaga Biru 7 Elementary School. A quantitative approach with a correlational method. The results of the partial test (t-test) showed that physical fitness did not have a significant effect on students' concentration levels, with a significance value of 0.251 (> 0.05). This means that increasing physical fitness is not directly followed by an increase in students' learning concentration. The results of the simultaneous test (F-test) also showed that physical fitness did not have a significant effect on students' concentration levels, with a significance value of 0.251 (> 0.05). This indicates that physical fitness is not a dominant factor that determines students' concentration in the learning process. The results of the coefficient of determination (R²) test showed a value of 0.040, which means that only 4% of the variation in changes in student concentration can be explained by physical fitness, while the remaining 96% is influenced by other factors outside this study, such as learning motivation, interest, teaching methods, and the learning environment.
Desain dan Implementasi Alat Pengisi Bahan Bakar Otomatis Pada Kapal Kayu 6 GT
To reduce pollution caused by fuel spills during the refueling process, this research designs and implements an automatic fuel filling device on a wooden boat with a capacity of 6 GT. This system consists of the JSN-SR04T ultrasonic sensor unit, an automatic pump, Neopixel-based LED visual indicators, and a microcontroller as the control center. This tool is designed to automate the fuel transfer process from the dock tank to the ship's tank without the need for manual intervention, thereby increasing operational efficiency and safety. Laboratory tests show that the system has high accuracy, with a Root Mean Square Error (RMSE) value of 0.30 cm, equivalent to an accuracy level of 99.39% in measuring the fuel surface height. In field tests on the Sungai Ungar–Batam route, this device was able to fill 75.76 liters of fuel in 9 minutes and 29.15 liters in 3 minutes automatically. The system is capable of detecting fuel levels, activating the pump when needed, and providing real-time visual notifications. The system's performance is affected by turbulence in the tank when the ship is moving, which reduces the stability of the sensor readings. Therefore, the use of sensors that are more resistant to dynamic conditions and the expansion of testing on larger capacity ships will be the next direction for development
Aplikasi Produk Radar Cuaca pada Kejadian Hujan Es (Studi Kasus: Perumahan Sanggulan, 1 November 2024)
Fenomena cuaca ekstrem seperti hujan es dapat berdampak terhadap kerusakan signifikan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Analisis secara komprehensif terhadap kejadian hujan es menjadi penting sebagai upaya pengembangan metode deteksi dini hujan es. Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kejadian hujan es adalah radar cuaca. Pada penelitian ini digunakan rawdata Radar Doppler BBMKG Wilayah III Denpasar dalam format .vol yang diolah menjadi produk CMAX, SSA, CAPPI, VIL, dan ZHAIL. Hasil penelitian menunjukkan nilai reflektivitas tinggi di atas freezing level yang mencapai 61.5 dBZ pada pukul 05.00 UTC serta luas sistem inti awan konvektif (core) yang mencapai 92 km² pada waktu yang sama memenuhi sebagai kategori kejadian hujan es. Selain itu, nilai kandungan air mencapai 9.35 mm dengan persentase probabilitas kejadian hujan es dengan penetapan threshold 48 dBZ mencapai 100% menunjukkan bahwa fenomena yang terjadi adalah hujan es. Fenomena ini disebabkan oleh keberadaan Quasi-Linear Convective System (QLCS) yang bergerak dari arah utara menuju wilayah Perumahan Sanggulan serta adanya proses downdraft yang kuat
Pelatihan Penggunaan Bahasa Melayu dalam Cerita Rakyat untuk Pengenalan Budaya Pontianak
Pelatihan penggunaan bahasa Melayu melalui cerita rakyat untuk pengenalan budaya Pontianak dirancang dalam kerangka penguatan identitas lokal dan peningkatan literasi budaya mahasiswa, sebagai respons terhadap kebutuhan pengajaran yang responsif terhadap budaya dalam pendidikan anak usia dini. Tujuan utamanya adalah membekali calon pendidik anak usia dini dengan keterampilan mengintegrasikan bahasa Melayu dan cerita rakyat ke dalam pembelajaran kontekstual. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik, kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap: diskusi kelompok terfokus bersama tokoh budaya, pelatihan pedagogis, dan lokakarya kreatif. Hasil menunjukkan bahwa peserta mengembangkan pemahaman yang kuat tentang pentingnya pelestarian budaya lokal. Data kuesioner menunjukkan bahwa 92% peserta mengalami peningkatan minat yang signifikan terhadap bahasa Melayu, sementara 85% mencatat peningkatan keterampilan bercerita, khususnya dalam modulasi suara, penyusunan narasi, dan penggunaan kosakata khas budaya. Selain itu, program ini berkontribusi terhadap pengembangan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Melayu dan menyajikan konten budaya kepada audiens yang beragam. Seluruh peserta (100%) menyatakan bahwa kegiatan ini relevan dengan kebutuhan profesional mereka dan menunjukkan minat untuk mengikuti program serupa di masa mendatang. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan penguasaan kosakata dan kurangnya kebiasaan menggunakan bahasa Melayu di kalangan peserta non-Melayu. Meskipun demikian, penggunaan cerita rakyat terbukti menjadi pendekatan pedagogis yang efektif untuk menyampaikan nilai moral, narasi budaya, dan pendidikan karakter dalam konteks pembelajaran anak usia dini. Integrasi pendekatan berbasis budaya lokal dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan keterampilan komunikasi, tetapi juga berperan penting dalam membentuk identitas budaya generasi muda. Temuan ini menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat berbasis budaya dapat menjadi strategi yang relevan dan berkelanjutan untuk pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan modernisasi
Grammatical Cohesion of Writing Section in English Text Books “English for Nusantara” in Kurikulum Merdeka
This study examined the grammatical cohesions in writing sections of the English textbooks English for Nusantara, which are intended for seventh and eighth-grade students in Indonesia under the Kurikulum Merdeka. For seventh and eighth grade levels, the study finds and contrasts cohesive devices like conjunctions, ellipses, references, and substitutions using Halliday and Hasan's cohesion framework. A structured observation checklist was used to analyze textbook material using a descriptive qualitative technique. The results show that the seventh-grade textbook uses a wider range of cohesive devices, with references accounting for the majority (66.2%), followed by conjunctions (27.2%). On the other hand, the eighth-grade textbook has no examples of replacement, ellipsis, or lexical coherence and instead mostly uses references (53%) and conjunctions (47%). The eighth-grade text's lack of ellipsis and a narrow variety of coherent devices point to a decrease in linguistic complexity. These findings point to possible discrepancies in grade-level advancement of cohesion tactics and emphasize the necessity of curriculum modifications to improve writing coherence in English language instruction.
Keywords: Grammatical Cohesions, Textbooks, Writin
Pembuatan Sistem Informasi Laboratorium Berbasis Google Sites dengan Integrasi Search Vertex AI: Development of a Google Sites-Based Laboratory Information System with Search Vertex AI Integration
Sistem Informasi Laboratorium (SIL) diperlukan untuk merekam aktivitas mahasiswa, mengelola data laboratorium secara efisien, dan meningkatkan aksesibilitas informasi. Google menyediakan layanan situs gratis yang berpotensi dapat dimanfaatkan sebagai SIL. Teknologi AI pada google juga dapat diintegrasikan ke dalam situs SIL melalui Gloogle Cloud Console untuk meningkatkan fungsionalitas situs sebagai AI assistant atau peramban pintar. Tujuan implementasi SIL berbasis google ini meliputi peningkatan efisiensi pengelolaan laboratorium, aksesibilitas data dan informasi yang mudah, dan membantu dalam pengelolaan data secara efisien dengan mengurangi kesalahan karena data terhubung langsung pada database google drive. Metode pembuatan SIL mencakup pembuatan situs google dengan data google drive laboratorium, mendesain antarmuka situs dengan mengoptimalkan fitur situs google, dan pengintegrasian AI ke dalam situs dengan genAI Agent Builder pada Google Cloud Console. Peningkatan efisiensi pengelolaan laboratorium, aksesibilitas terhadap data dan informasi laboratorium serta meningkatnya kolaborasi riset antar fakultas dan antaruniversitas dapat dicapai melalui pemanfaatan SIL ini. Luaran dan manfaat lainnya meliputi; diseminasi hasil, dukungan untuk perkembangan pembuatan sistem, dan perlindungan terhadap karya cipta dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Kepuasan Mahasiswa pada Layanan Praktikum Kimia Dasar UII Tahun Ajaran 2024-2025: Student Satisfaction with UII Basic Chemistry Practical Services for the 2024-2025 Academic Year
Laboratorium Kimia Dasar UII merupakan laboratorium pendidikan yang digunakan untuk praktikum khususnya dasar-dasar kimia oleh mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kepuasan layanan laboratorium kepada pengguna laboratorium untuk mengevaluasi kinerja laboratorium selama tahun ajaran 2024-2025. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner deskriptif kuantitatif kepada pengguna laboratorium kimia dasar semester ganjil tahun ajaran 2024-2025. Hasil analisis data dari 38 responden menunjukkan skor tingkat kepuasan pengguna sebesar 3.57 dari skala 4.00. Hasil tersebut menunjukkan bahwa laboratorium kimia dasar UII memiliki kinerja yang baik dalam melayani mahasiswa dan terus meningkatkan layanan laboratorium