Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
The Influence of Environmental, Social, and Governance (ESG) Factors on Tobin’s Q in the Banking Sector Companies in Southeast Asia
This study aims to analyze the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) factors on Tobin's Q value in banking sector companies listed on the Stock Exchange in Southeast Asia. Using panel data from 21 banks over the period 2013 to 2022, this study found that social factors have a positive and significant influence on Tobin's Q, while environmental and governance factors do not show a significant influence. These results show the importance of companies to pay attention to social aspects in their ESG implementation to increase firm value.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor Environmental, Social, dan Governance (ESG) terhadap nilai Tobin's Q pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek di Asia Tenggara. Dengan menggunakan data panel dari 21 bank selama periode 2013 hingga 2022, penelitian ini menemukan bahwa faktor sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin's Q, sedangkan faktor lingkungan dan tata kelola tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil ini menunjukkan pentingnya perusahaan untuk memperhatikan aspek sosial dalam implementasi ESG mereka untuk meningkatkan nilai perusahaan
The Use of Pusako Tinggi to Support Children's Education In Nagari Salingka Muaro, Sungai Aur District, West Pasaman Regency
This study was motivated by the use of pusako tinggi to finance children's education in Nagari Salingka Muaro, West Pasaman Regency. Pusako tinggi is an inherited asset from the female side that cannot be sold without the community's consent, because it serves not only as an economic asset but also as a symbol of the family's social continuity. However, in modern society, pusako tinggi is often used or even sold to meet urgent needs, including education. This study uses a qualitative, descriptive approach. The theory used is Herbert Spencer's theory of social change. Informants were purposively selected, and data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The unit of analysis was clans that sold high pusako for their children's education. Data analysis employed Miles and Huberman's interactive model. The results showed that the use of high-purpose savings accounts supported family life, particularly for children's education expenses. This reflects that Minangkabau customs prioritise education, as children are seen as inheritors of family dignity and continuity. However, the practice of utilising high-pusako for education often creates internal dilemmas and conflicts, given its communal rather than private ownership
Bioekologi Ikan Sidat (Anguilla sp) dari Perairan Provinsi Bengkulu
Eel (Anguilla spp.) is a food fish with significant economic value and is found in rivers that border the ocean. Studying the relationship between the biological and ecological factors of eel is essential to determine species diversity, fish size, and environmental aspects. This study aims to identify eel catches based on external morphological characteristics and ecological aspects found in Bengkulu Province. The method used in this research is a survey method with eel samples collected through purposive sampling and measurements of water parameters from three rivers: the Jenggalu River, Riak Siabun, and Air Manna. Based on the research results, Anguilla bicolor was found in the Jenggalu and Riak Siabun rivers. In the Manna River, two species of eel were identified: Anguilla marmorata and Anguilla bicolor. Water quality parameter measurements indicatedin the optimal condition for eel growth in all three rivers, which featured sandy mud and rocky gravel substrates
Keywords: Biology, Ecology, Eel, Water Quality, Rive
Peran Adaptasi Fisiologis terhadap Latihan Intensitas Tinggi (High-Intensity Training) dalam Optimalisasi Performa Atletik: Tinjauan Literatur Terkini
Metode pelatihan intensitas tinggi, seperti High-Intensity Interval Training (HIIT) dan Sprint Interval Training (SIT), telah menjadi semakin populer sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kinerja atletik melalui adaptasi fisiologis yang signifikan. Tinjauan ini menggunakan analisis naratif dari literatur ilmiah terbaru (2015-2025) untuk memeriksa mekanisme adaptasi tubuh terhadap pelatihan intensitas tinggi, termasuk peningkatan kapasitas aerobik (VO₂max), efisiensi metabolik, penyangga laktat, dan fungsi mitokondria. Temuan menunjukkan bahwa baik HIIT maupun SIT dapat meningkatkan kinerja kardiovaskular dan neuromuskular dalam periode pelatihan yang relatif singkat, terutama ketika disesuaikan dengan kebutuhan individu. Namun, respons adaptif tubuh bervariasi dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kebugaran dasar, usia, dan kondisi metabolik. Oleh karena itu, pendekatan berbasis bukti dan yang dipersonalisasi sangat penting untuk mengoptimalkan hasil pelatihan. Wawasan ini memberikan panduan berharga bagi pelatih, fisiolog olahraga, dan profesional kebugaran dalam mengembangkan intervensi yang ditargetkan untuk mencapai kinerja fisik puncak
PROBLEM SOLVING IN PULMONARY TUBERCULOSIS AMONG YOUNG ADULTS USING A FAMILY MEDICINE APPROACH: A CASE STUDY
Tuberculosis is one of the oldest infectious diseases and remains a health problem in Indonesia and globally. The Tangerang Regency Health Office in Banten has identified 5,000 residents in the area who are suffering from or have been exposed to tuberculosis. One program considered successful, particularly in empowering family health, is the Family Folder program for TB patients. This qualitative study employed a case study design. It was conducted by observing and examining in depth the family’s influence on a single TB case using the Family Folder. Based on the results, it can be concluded that family participation is crucial for supporting the recovery of TB patients. Family support affects patient adherence to OAT therapy and influences the patient’s life and environment. This study also found an improvement in the family’s coping score, from 1 to 5, before and after the intervention, which included holistic and comprehensive management of TB patients.
Keywords: family approach, pulmonary tuberculosis, adult patien
Hak dan Peran Masyarakat Dalam Reklamasi Tambang PT TIMAH Tbk : Analisis Partisipasi dan Pengawasan
Mine reclamation is a legal obligation for mining companies to restore the environment after mining operations. This research examines community participation in the management of mine reclamation at PT TIMAH Tbk, focusing on community rights and roles in the reclamation process. The research method uses a normative juridical approach, analyzing laws and regulations and case studies of reclamation implementation in PT TIMAH Tbk's operational areas. The results indicate that although regulations govern community participation in mine reclamation, implementation still faces obstacles such as limited access to information, limited community capacity, and weak oversight mechanisms. This study found that the effectiveness of mine reclamation is highly dependent on the level of active community participation in all stages of reclamation. The study's conclusions emphasize the need to strengthen regulations that guarantee community participation rights and increase community capacity in mine reclamation oversight.
Keywords: Comunnity; Participation; Mining; Environment; Reclamation.Reklamasi tambang merupakan kewajiban hukum perusahaan pertambangan untuk memulihkan kondisi lingkungan pasca operasi tambang. Penellitian ini mengkaji partisipasi masyarakat dalam pengelolaan reklamasi tambang PT TIMAH Tbk, dengan fokus pada hak dan peran masyarakat dalam proses reklamasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis peraturan perundang-undangan dan studi kasus implementasi reklamasi di wilayah operasi PT TIMAH Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah mengatur partisipasi masyarakat dalam reklamasi tambang, implementasinya masih menghadapi kendala berupa minimnya akses informasi, keterbatasan kapasitas masyarakat dan lemahnya mekanisme pengawasan. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas reklamasi tambang sangat bergantung pada tingkat partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahap reklamasi. Kesimpulan penelitian menekankan perlunya penguatan regulasi yang memberikan jaminan hak partisipasi masyarakat dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengawasan reklamasi tambang.
Kata kunci : partisipasi masyarakat, reklamasi tambang, PT TIMAH Tbk, hak masyarakat, pengawasan lingkunga
ANALISIS PERTANYAAN PADA BUKU TEKS IPA SMP KURIKULUM MERDEKA BERDASARKAN QUESTION CATEGORY SYSTEM FOR SCIENCE (QCSS) PADA KONSEP GERAK DAN GAYA
This study aimed to analyze the classification and distribution of questions in two Grade VII science textbooks under the Merdeka Curriculum on the topic of motion and force, published by Kemendikbudristek (2021) and Erlangga. The research employed a qualitative method with a content analysis approach, focusing on categorizing questions based on the Question Category System for Science (QCSS), which distinguishes four levels of thinking skills: cognitive memory, convergent, divergent, and evaluative. The data consisted of 103 questions identified from both textbooks and were supported by preliminary interviews with junior high school science teachers. The findings indicate that both textbooks consistently place convergent thinking as the dominant category, with 70% in Kemendikbudristek and 71.83% in Erlangga. However, significant differences emerge in higher-order thinking skills: the Kemendikbudristek textbook emphasizes divergent questions (61.53%) that encourage creativity and idea exploration, while the Erlangga textbook prioritizes evaluative questions (77.77%) that strengthen critical reasoning and decision-making. These findings reveal different pedagogical orientations, with Kemendikbudristek focusing more on fostering creativity and exploration, while Erlangga emphasizes critical thinking skills. In conclusion, both textbooks are relevant in fostering convergent thinking skills, yet a balanced proportion of divergent and evaluative questions is needed to comprehensively support students’ critical, creative, and scientific thinking in accordance with the demands of 21st-century learning.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi dan distribusi pertanyaan dalam dua buku teks IPA SMP Kelas VII Kurikulum Merdeka pada konsep gerak dan gaya, yaitu terbitan Kemendikbudristek (2021) dan Erlangga. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi yang difokuskan pada pengelompokan pertanyaan berdasarkan Question Category System for Science (QCSS), yang membedakan pertanyaan ke dalam empat kategori keterampilan berpikir: ingatan kognitif, konvergen, divergen, dan evaluatif. Data penelitian berupa 103 pertanyaan diperoleh dari kedua buku teks, didukung oleh wawancara pendahuluan dengan guru IPA SMP. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua buku sama-sama menempatkan berpikir konvergen sebagai kategori dominan, dengan persentase 70% pada Kemendikbudristek dan 71,83% pada Erlangga. Perbedaan signifikan terlihat pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, di mana buku Kemendikbudristek lebih menekankan pada pertanyaan divergen (61,53%) yang mendorong kreativitas dan eksplorasi ide, sedangkan Erlangga lebih menonjolkan pertanyaan evaluatif (77,77%) yang mengasah penalaran kritis dan pengambilan keputusan. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan orientasi pedagogis, di mana Kemendikbudristek lebih menekankan pengembangan kreativitas, sementara Erlangga lebih berfokus pada keterampilan berpikir kritis. Kesimpulannya, kedua buku teks sama-sama relevan untuk pengembangan keterampilan berpikir konvergen, namun diperlukan keseimbangan dalam proporsi pertanyaan divergen dan evaluatif agar mendukung keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan ilmiah secara lebih komprehensif sesuai tuntutan abad ke-21
Pengaruh Kombinasi Penggunaan Pestisida Nabati Daun Langsat (Lansium domesticum) dan Daun Mimba (Azadirachta indica A.Juss) Terhadap Intensitas Serangan Serangga Hama Pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.): -
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi ekstrak daun langsat (Lansium domesticum) dan daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) terhadap intensitas serangan serangga hama pada tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.), serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan (kontrol, konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60%) masing-masing lima ulangan, sehingga total terdapat 125 tanaman sampel. Aplikasi pestisida nabati dilakukan mulai umur tanaman 7 hari dan diulang dua kali seminggu. Data intensitas serangan hama dianalisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun langsat dan daun mimba berpengaruh nyata terhadap penurunan intensitas serangan hama pada semua waktu pengamatan. Konsentrasi 60% menghasilkan penurunan intensitas serangan paling signifikan dibandingkan perlakuan lain, dengan rata-rata intensitas serangan pada kategori ringan. Disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun langsat dan daun mimba berpotensi sebagai pestisida nabati efektif dan ramah lingkungan dalam mengendalikan hama pada tanaman sawi hijau
BUDAYA ORGANIZATIONAL LEARNING DAN SCHOOL BRANDING DALAM UPAYA CONTINUOUS IMPROVEMENT DI SLB DENA UPAKARA WONOSOBO
Abstract - Change is an inevitability that cannot be avoided, including in the field of education. Various changes driven by technological and scientific disruptions compel special needs schools to innovate and foster a lifelong learning culture as part of continuous improvement efforts. However, there are challenges and obstacles that institutions must face in responding to the uncertainties of changing times. This article aims to examine and describe how SLB Dena Upakara responds to and addresses the challenges of change. This study employs a qualitative approach, with data collected through interviews, direct observations, and document analysis of relevant administrative records. The findings of this research are expected to provide a broader perspective on how special needs schools, as part of special education institutions, adapt to ensure a sustainable process of improving education quality.
Keyword:continuous improvement, organizational learning, school branding, special school, special educationAbstrak - Perubahan adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari, termasuk dalam dunia pendidikan. Berbagai macam perubahan karena efek disrupsi teknologi dan ilmu pengetahuan memaksa sekolah luar biasa untuk berinovasi serta membangun budaya belajar sepanjang hayat dalam upaya continuous improvement. Kendati demikian, terdapat tantangan dan faktor penghambat yang harus dihadapi oleh lembaga dalam merespon ketidakpastian dari perubahan zaman. Artikel ini berusaha merekam dan mendeskripsikan bagaimana lembaga SLB Dena Upakara merespon dan menghadapi tantangan perubahan zaman lewat pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan lewat wawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi berkas administrasi terkait. Hasil-hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran lebih luas bagaimana cara sekolah luar biasa sebagai bagian dari lembaga pendidikan khusus beradaptasi guna mewujudkan proses peningkatan kualitas mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Keyword: continuous improvement, organizational learning, school branding, sekolah luar biasa, pendidikan khusu
PENINGKATAN KEMAMPUAN NUMERASI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA KELAS 1 SEKOLAH DASAR
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu kesulitan guru dalam menentukan strategi pembelajaran matematika yang efektif sehingga berdampak pada kemampuan literasi numerasi peserta didik yang rendah dalam memahami soal cerita matematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dalam peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas I SD 1 Bakalankrapyak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas I dengan jumlah 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi numerasi pada setiap siklusnya. Pada siklus I memperoleh rata-rata sebesar 52 dan siklus II memperoleh rata-rata 76. Presentase hasil belajar yang menunjukkan kemampuan literasi numerasi peserta didik yang tuntas pada siklus I sebesar 33% dan siklus II sebanyak 67%. Penelitian tindakan kelas dengan penerapan model Problem Based Learning dapat dikatakan berhasil meningkatkan kemampuan literasi numerasi karena telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu rata-rata yang diperoleh mencapai ≥ 70. Jadi, sebaiknya pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan memberikan stimulus berupa permasalahan matematika dalam kehidupansehari-hari dan guru hanya menjadi fasilitator. Dengan demikian, peserta didik lebih dapat menggali kemampuan mereka termasuk kemampuan literasi numerasi pada pembelajaran matematika.Permasalahan dalam penelitian ini yaitu kesulitan guru dalam menentukan strategi pembelajaran matematika yang efektif sehingga berdampak pada kemampuan literasi numerasi peserta didik yang rendah dalam memahami soal cerita matematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dalam peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas I SD 1 Bakalankrapyak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas I dengan jumlah 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi numerasi pada setiap siklusnya. Pada siklus I memperoleh rata-rata sebesar 52 dan siklus II memperoleh rata-rata 76. Presentase hasil belajar yang menunjukkan kemampuan literasi numerasi peserta didik yang tuntas pada siklus I sebesar 33% dan siklus II sebanyak 67%. Penelitian tindakan kelas dengan penerapan model Problem Based Learning dapat dikatakan berhasil meningkatkan kemampuan literasi numerasi karena telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu rata-rata yang diperoleh mencapai ≥ 70. Jadi, sebaiknya pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan memberikan stimulus berupa permasalahan matematika dalam kehidupansehari-hari dan guru hanya menjadi fasilitator. Dengan demikian, peserta didik lebih dapat menggali kemampuan mereka termasuk kemampuan literasi numerasi pada pembelajaran matematika.