Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
STUDI KOMPARATIF PENGELOLAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU BERBASIS GERAKAN TRANSISI PAUD KE SD YANG MENYENANGKAN
The purpose of the study is to describe the conditions: the admission system fornew students, the implementation of the introduction period to the schoolenvironment and the placement of new students at SD Negeri 48 and 58Lubuklinggau. The research uses a descriptive qualitative method through datacollection techniques in the form of interviews, observations, anddocumentation. The research subjects are principals, teachers and parents ofstudents. The results of the study showed; The PPDB system has eliminated thecalistung test, the accuracy of schools determining the path and quota of studygroups and the implementation of an integrated web in the registration process.SD Negeri 48 Lubuklinggau has not yet socialized the flow, requirements andguidelines of PPDB through various media; In MPLS, there is minimal activeparticipation of parents/guardians; The placement of students in the classroomuses an integration function (age, gender or registration order).Tujuan penelitian yakni mendeskripsikan kondisi sistem penerimaan pesera didik baru, pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah dan penempatan peserta didik baru di SD Negeri 48 dan 58 Lubuklinggau. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian kepala sekolah, guru dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan; sistem PPDB telah menghilangkan tes calistung, ketepatan sekolah menentukan jalur dan kuota rombongan belajar serta implementasi web terintegrasi dalam proses pendaftaran. SD Negeri 48 Lubuklinggau belum melakukan sosialisasi alur, persyaratan dan jawal PPDB melalui berbagai media; Pada MPLS, minim partisipasi aktif orangtua/wali; Penempatan peserta didik didalam kelas menggunakan fungsi integrasi (usia, gender atau urutan pendaftaran)
KINERJA GURU DALAM INOVASI PEMBELAJARAN MELALUI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIONAL KEPALA SEKOLAH DAN KOMITMEN GURU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformational Kepala Sekolah dan Komitmen guru terhadap Kinerja Guru dalam Inovasi Pembelajaran di SMP Negeri Kota Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini terdiri dari 82 orang guru SMP di Kota Lubuklinggau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya kepemimpinan transformational kepala sekolah berpengaruh dan signifikan terhadap Kinerja guru dalam inovasi pembelajaran di SMP Negeri Kota Lubuklinggau, dibuktikan nilai thitung lebih besar dari ttabel, yaitu 4.468 > 0,677. Komitmen guru berpengaruh dan signifikan terhadap Kinerja guru dalam inovasi pembelajaran di SMP Negeri Kota Lubuklinggau, dibuktikan nilai thitung lebih besar dari ttabel, yaitu 1.177 > 0,677. Gaya kepemimpinan transformational kepala sekolah berpengaruh dan signifikan terhadap Komitmen guru dalam inovasi pembelajaran di SMP Negeri Kota Lubuklinggau, dibuktikan nilai thitung lebih besar dari ttabel, yaitu 3.130 > 0,677Gaya kepemimpinan transformational kepala sekolah secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap Komitmen guru dalam inovasi pembelajaran di SMP Negeri Kota Lubuklinggau, dibuktikan nilai fhitung sebesar = 9.956 lebih besar dari nilai ftabel = 2,72.
 
IMPLEMENTASI PROGRAM 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE) DI SMK N 6 REJANG LEBONG
IMPLEMENTATION OF THE 5S PROGRAM (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE) AT SMKN 6 REJANG LEBONG
DWI KURNIAWAN
Thesis, Master's Program in Educational Administration, Faculty of Teacher Training and Education, University of Bengkulu, 2025, 99 pages.
ABSTRACT
This study aims to describe the implementation of the 5S program at SMKN 6 Rejang Lebong, covering planning, implementation, evaluation, and follow-up in fostering an industrial work culture within the school environment. This research employs a descriptive qualitative method using interviews, observations, and documentation techniques. Data analysis is conducted using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that the 5S program was initiated through industry collaboration, however challenges remain in ensuring consistent student adherence. Evaluation is carried out through audits and supervision, while follow-up actions include strengthening socialization efforts and improving facilities. In conclusion, the success of the 5S program depends on the commitment of all school members, clear policies, and collaboration with industry. Therefore, a more intensive strategy is required to instill an industrial work culture effectively in the school environment.
Keywords: Industrial Work Culture, Implementation, 5S Program, Vocational High SchoolIMPLEMENTASI PROGRAM 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE) DI SMKN 6 REJANG LEBONG
DWI KURNIAWAN
Tesis, Program Studi Magister Administrasi Pendidikan, FKIP
Universitas Bengkulu, 2025, 99 halaman
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program 5S di SMKN 6 Rejang Lebong, meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dalam membentuk budaya kerja industri di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program 5S diawali dengan kerja sama industri, namun masih menghadapi kendala dalam konsistensi penerapan oleh siswa. Evaluasi dilakukan melalui audit dan supervisi, sedangkan tindak lanjut mencakup penguatan sosialisasi dan peningkatan fasilitas. Kesimpulannya, keberhasilan program 5S bergantung pada komitmen warga sekolah, kebijakan yang jelas, dan kolaborasi dengan industri, sehingga strategi yang lebih intensif diperlukan untuk membudayakan standar kerja industri di sekolah.
Kata Kunci : Budaya Kerja Industri, Implementasi, Program 5S, SM
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI PELUANG
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa modul matematika materi peluang berbasiskan discovery learning yang valid, praktis serta memiliki efek potensial terhadap hasil belajar peserta didik. Metode penelitian ini yaitu pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Model ADDIE terdiri dari 5 tahap yaitu analysis, design, development, implementation dan evaluation. Subjek penelitian ini adalah 3 validator pada tahap development, 3 siswa kelas X.PS 2 pada tahap one to one, 6 siswa kelas X PS.2 pada tahap small group, serta seluruh siswa kelas X.PS 2 dengan jumlah 26 siswa pada tahap efek potensial. Teknik pengumpulan data m enggunakan angket dan tes hasil belajar. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis data lembar validasi, analisis data lembar kepraktisan, serta analisis hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kualitas media pembelajaran dilihat dari aspek kevalidan bahasa termasuk dalam kategori sangat valid dengan skor 0,87, aspek kevalidan media termasuk dalam kategori valid dengan skor 0,75 dan aspek kevalidan materi termasuk dalam kategori sangat valid 1,00; (2) Kualitas bahan ajar modul dilihat dari aspek kepraktisan guru dikategorikan praktis dengan skor 3,6, aspek one to one dikategorikan sangat praktis dengan skor 4,5 dan aspek kepraktisan small group di kategorikan sangat praktis dengan skor 4,4 dari seluruh aspek kepraktisan tergolong dalam kategori sangat praktis dengan skor rata-rata 4,4; (3) Bahan ajar modul memiliki efek potensial terhadap hasil belajar peserta didik dimana sebanyak 24 siswa (92,30%) termasuk dalam kategori tuntas, sedangkan sebanyak 2 siswa (7,69%) belum tuntas dengan Kriteria Belajar Minimal (KBM) yang ditetapkan sekolah sebesar 70
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap hasil belajar siswa SMA kelas XII di kota Bengkulu pada mata pelajaran Matematika materi Peluang. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan kerjasama kelompok. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan pre-test dan post-test. Untuk kelompok eksperimen yang menggunakan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), rata-rata skor pre-test sebelum pembelajaran adalah 62,5, sementara rata-rata skor post-test setelah pembelajaran meningkat menjadi 85,3. Selisih ini menunjukkan peningkatan sebesar 22,8 poin, yang merupakan indikasi positif bahwa model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berkontribusi signifikan terhadap pemahaman materi Peluang oleh siswa SMA. Pada kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional, peningkatan hasil belajar juga terlihat, namun dengan selisih yang lebih kecil, yaitu dari rata-rata skor pre-test 63,0 menjadi 74,2 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 11,2 poin. Hal ini menunjukkan bahwa Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep-konsep matematis di kalangan siswa
A Linguistic Analysis of Verbal Phrase Construction in Totto-Chan: The Little Girl at the Window
Nominal phrases are important elements in grammar that form sentence structures. In linguistic studies, the analysis of verb phrase construction is important to understand the author's language style and convey the meaning of a text. This study aims to identify the construction of verb phrases in the novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi using a linguistic approach. This research uses a qualitative descriptive method. Data were collected through text analysis on sentences containing verb phrases, the data source is the novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi. The data were analyzed using the documentation technique, namely by reading and identifying sentences containing verb phrases in the novel. Each verb phrase found was recorded and categorized based on its type. After the data was collected, the verb phrases were classified based on their construction. The data that has been classified is then analyzed using syntactic theory to identify the construction of verb phrases and then interpreted to understand the construction of verb phrases in building the narrative of the story. Then draw conclusions based on the findings. The research found two types of main phrase construction, namely coordinative phrases 161 data, and subordinative phrases 350 data with several types of subordinative phrases, namely subordinative verbal phrases structured Adv + V as much as 198 data, subordinative verbal phrases structured V + Adv 57 data, subordinative verbal phrases structured V + N 71 data, subordinative verbal phrases structured V + A 24 data
Pengaruh Video Tiktok terhadap Keterampilan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu
This study aims to determine the effect of TikTok videos on the news text writing skills of class VII students of SMP Negeri 13 Bengkulu City. This study uses a quantitative approach and experimental method, comparing the posttest scores between groups that use print media and those given Tiktok videos after learning to write news texts. The population of this study were all class VII students of SMP Negeri 13 Bengkulu City with sampling using simple random sampling and purposive sampling techniques. A sample of 28 students from class VII C and class VII D was obtained. The data collection technique used a test technique with a research instrument in the form of an essay test. The data analysis technique used an independent two-sample t-test. The normality test was carried out using the Shapiro Wilk formula and the homogeneity test used the Fisher test formula. This is due to the advantages of this media that are able to present information visually and attractively, making it easier for students to understand the structure of the news. There are differences in the writing skill scores of students who were taught using TikTok videos and students who were taught using print media. The average value of the experimental class was 72.25 and the average value of the control class was 67.59. The influence of TikTok video media is also proven by the t-test which shows that , namely 8.65> 1.67. When viewed from Sig. (2-tailed) obtained from the t-test via SPSS, which is 0.00 <0.05, then is also rejected.Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya kemampuan siswa dalam menulis teks berita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh video TikTok terhadap keterampilan menulis teks berita siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode eksperimen, membandingkan nilai posttest antara kelompok yang menggunakan media cetak dan yang diberi video Tiktok setelah kegiatan belajar menulis teks berita. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Bengkulu dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan purposive sampling. Didapatkan sampel siswa kelas VII C dan kelas VII D sebanyak 28 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dengan instrumen penelitian berupa tes esai. Teknik analisis data menggunakan uji t dua sampel independent. Uji normalitas dilakukan menggunakan rumus Shapiro Wilk dan uji homogenitas menggunakan rumus uji Fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh media video TikTok terhadap keterampilan menulis teks berita. Hal ini dikarenakan kelebihan dari media ini yang mampu menyajikan informasi secara visual dan menarik, sehingga memudahkan siswa dalam memahami struktur berita. Terdapat perbedaan pada nilai keterampilan menulis siswa yang diajarkan menggunakan video TikTok dan siswa yang diajarkan menggunakan media cetak. Didapatkan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 72,25 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 67,59. Pengaruh media video TikTok juga dibuktikan dengan uji t yang menunjukkan bahwa yaitu 8,65 > 1,67. Jika dilihat dari Sig. (2-tailed) yang didapatkan dari uji t melalui SPSS yaitu sebesar 0,00 < 0,05 maka juga ditolak
Kesantunan Berbahasa pada Kalangan Remaja di Keluarga Kota Medan Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan
The purpose of this study was to describe politeness in language among teenagers in Kelurahan Kota Medan, Manna District, South Bengkulu Regency, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise, the maxim of humility, the maxim of opportunity, and the maxim of agreement. The data collection techniques used in this study include observation techniques, then recording techniques and note-taking techniques. The subjects of this study were teenagers in Kelurahan Kota Medan, Manna District, South Bengkulu Regency. The data analysis method is descriptive qualitative. The results of the study show that teenagers in the Medan City Subdistrict, Manna District, South Bengkulu Regency apply politeness in language with the following six maxims: (1) the maxim of wisdom spoken by teenagers with teenagers, (2) the maxim of generosity spoken by teenagers with teenagers and teenagers with parents, (3) the maxim of praise spoken by teenagers with teenagers, (4) the maxim of humility spoken by teenagers with teenagers, (5) the maxim of agreement spoken by teenagers with teenagers with teenagers and teenagers with parents, and (6) the maxim of sympathy spoken by teenagers with teenagers.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa pada kalangan remaja di Kelurahan Kota Medan Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesempatan, dan maksim kesepakatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu meliputi teknik observasi, kemudian teknik rekam dan teknik catat. Subjek penelitian ini ialah Remaja di Kelurahan Kota Medan Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode analisis datanya yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalangan remaja di Kelurahan Kota Medan Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan menerapkan kesantunan berbahasa dengan enam maksim berikut: 1) maksim kebijaksanaan yang dituturkan oleh remaja dengan remaja, 2) maksim kedermawanan dituturkan oleh remaja dengan remaja dan remaja dengan orang tua, 3) maksim pujian dituturkan oleh remaja dengan remaja, 4) maksim kerendahan hati dituturkan oleh remaja dengan remaja, 5) maksim kesepakatan dituturkan oleh remaja dengan remaja dengan remaja dan remaja dengan orang tua, dan 6) maksim kesimpatian dituturkan oleh remaja dengan remaja
Tingkat Penggunaan ChatGPT dalam Pembelajaran di Era Digital pada Mahasiswa PGSD
This research aims to examine the level of ChatGPT application usage among university students in digital learning era. This study adopts a quantitative research method, utilizing a questionnaire distributed through Google Forms. The questionnaire consists of closed-ended questions using a Likert sccale with 4 options: Strongly Agree (SA), Agree (A), Disagree (D), and Strongly Disagree (SD). The questionnaire comprises 6 indicators, elaborated into 30 statement items. The results of the Validity Test show that the overall calculated r value is greater than the r-table value, at a significance level of 5%. The Reliability Test results indicate that the coefficient alpha reliability (Cronbach Alpha) in each indicator is greater than 0.5, indicating that the research instrument is reliable. This study involved 60 respondents, who are students from the Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Dharma Acarya, State Hindu University of I Gussti Bagus Sugriwa Denpasar. The research findings show the average percentage across all indicators, revealing that 25.33% of respondents strongly agree, while 45% agree with the use of ChatGPT in lectures. Additionally, an average of 27.83% of respondents disagree with the use of ChatGPT in lectures, and 1.83% strongly disagree. It can be concluded that 70.33% of respondents support the implementation of ChatGPT in the learning process in the digital era.Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat penggunaan aplikasi ChatGPT di kalangan mahasiswa dalam pembelajaran di era digital. Karya tulis ini menggunakan jenis penelitian ini kuantitatif, berupa kuesioner yang disebarkan menggunakan bantuan google form. Kuesioner yang disebarkan berupa kuesioner tertutup dengan skala likert dijabarkan dalam 4 pilihan mulai dari : Sangat Setuju (ST), Setuju (S) Kuranng Setuju (KS), serta Tidak Setuju (TS). Kuisioner disiapkan berdasarkan 6 indikator, kemudian dijabarkan dalam 30 butir pernyataan. Sementara hasil Uji Validitas mengungkapkan r hitung lebih tinggi dari pada r table, pada tarah signifikansi 5 %. Hasil dari uji reliabilitas menunjukan nilai koefisien reliabilitas (Crobach Alpha) dalam setiap indikator lebih besar dari 0,5. Temuan tersebut bisa disimpulkan instrument penelitian reliabel. Penelitian ini menggunakan responden berjumlah 60 orang mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakulas Dharma Acarya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Hasil penelitian menunjukan persentase rata-rata dalam seluruh indikator, diketahui 25,33% responden sangat setuju, sementara 45% responden setuju terhadap penggunaan ChatGPT dalam perkuliahan. Adapula temuan rata-rata 27,83% responden kurang setuju dengan penggunaan Chat GPT dalam perkuliahan, bahkan 1,83% responden memilih tidak setuju. Temuan tersebut bisa disimpulkan 70,33% responden mendukung penerapan ChatGPT dalam proses pembelajaran di era digital
Kurikulum Merdeka Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Pada Abad 21 Di Pendidikan Dasar : Kurikulum Merdeka Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Pada Abad 21 Di Pendidikan Dasar
The aim of this research is to determine the efforts of the independent curriculum in improving the quality of 21st century education, especially at the basic education level. Through the literature study method, this research analyzes the basic principles, implementation, and advantages of the independent curriculum in improving the abilities needed in the 21st century, strengthening character, and evaluating learning. The results of the study show that the independent curriculum is designed with flexibility to meet local and global needs, emphasizes project-based learning, and integrates the values of the Pancasila student profile. Implementation of this curriculum provides opportunities for students to develop critical thinking, creativity, collaboration and communication competencies, while strengthening character through learning that is relevant to real life. Simplification of teaching materials and process-based evaluation allows students to learn more deeply, while teachers are given freedom in designing appropriate learning strategies. The advantages of the independent curriculum include an orientation towards holistic, adaptive and sustainable learning, so that it has the potential to improve the quality of basic education in Indonesia. It is hoped that this research will become a reference in understanding and optimizing the implementation of the independent curriculum, as well as making a significant contribution in realizing national education that is relevant to the challenges of the 21st century.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya kurikulum merdeka dalam meningkatkan kualitas pendidikan abad 21, khususnya di tingkat pendidikan dasar. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis prinsip dasar, implementasi, dan keunggulan kurikulum merdeka dalam meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan pada abad 21, penguatan karakter, dan evaluasi terhadap pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum merdeka dirancang dengan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan lokal dan global, menekankan pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dan mengintegrasikan nilai-nilai profil pelajar pancasila. Implementasi kurikulum ini memberikan peluang bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, sekaligus memperkuat karakter melalui pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata. Penyederhanaan materi ajar dan evaluasi berbasis proses memungkinkan siswa belajar lebih mendalam, sementara guru diberikan otonomi dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai. Keunggulan kurikulum merdeka mencakup orientasi pada pembelajaran yang holistik, adaptif, dan berkelanjutan, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam memahami dan mengoptimalkan penerapan kurikulum merdeka, serta memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan pendidikan nasional yang relevan dengan tantangan abad 21