Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
Longitudinal Assessment of Reading Proficiency Through CRLA: A Three-Year Analysis of Grade 1-3 Learners In SDO- Makati (2022-2025)
This three-year longitudinal Study addresses a critical gap in understanding reading proficiency development in multilingual educational settings, particularly in post-pandemic recovery in Philippine basic education. The research aimed to analyze the effectiveness of the Comprehensive Rapid Literacy Assessment (CRLA) implementation in tracking and improving reading proficiency among Grades 1-3 learners in SDO Makati from 2022 to 2025, specifically focusing on mother tongue-based instruction and dual-language development. Using a longitudinal research design, the Study examined 18,159 students across 15 elementary schools, implementing pre-test (BOSY) and post-test (EOSY) assessments through CRLA, which evaluated reading proficiency across four levels: Grade Ready, Light Refresher, Moderate Refresher, and Full Refresher. The findings revealed significant improvements across all grade levels, with Grade 1 showing a dramatic reduction in students requiring full refresher intervention from 55.17% to 1.64%, Grade 2 from 32.17% to 0.80%, and Grade 3 demonstrating successful bilingual development with Filipino full refresher needs decreasing from 19.88% to 0.71% and English from 12.43% to 1.16%. These results suggest that systematic early intervention combined with mother tongue-based instruction creates a robust foundation for sustained literacy development in multilingual contexts. The dramatic reductions in students requiring full refresher intervention were statistically significant across all grade levels (p<0.001), with large effect sizes (Cohen's d ranging from 1.45 to 2.13), indicating not only substantial but reliable improvements. The 95% confidence intervals for these improvements (Grade 1: 52.3%-55.7%; Grade 2: 30.2%-32.5%; Grade 3 Filipino: 18.4%-19.9%; Grade 3 English: 10.5%-12.0%) further demonstrate the consistency of these positive outcomes across the student population
INTERVENSI PSIKOSOSIAL BAGI ORANG TUA DI PKBM MUTIARA BINTANG KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak intervensi psikososial bagi orang tua di PKBM Mutiara Bintang Kota Bengkulu dalam mendukung pendidikan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian aksi (action research) yang melibatkan tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sebanyak 15 orang tua partisipan dilibatkan, dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang bervariasi. Intervensi yang diberikan mencakup pengelolaan emosi, komunikasi efektif, dan peran orang tua dalam pendidikan nonformal, menggunakan pendekatan partisipatif melalui simulasi dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam beberapa indikator utama. Kemampuan orang tua dalam mengelola emosi meningkat dari 40% sebelum intervensi menjadi 80% setelahnya. Tingkat keterlibatan mereka dalam mendukung pendidikan anak meningkat dari 30% menjadi 70%. Selain itu, kesejahteraan psikososial orang tua, yang diukur melalui skor rata-rata skala Likert, meningkat dari 2,8 menjadi 4,2. Data ini diperoleh melalui triangulasi antara kuesioner, wawancara, dan observasi partisipatif selama pelaksanaan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi psikososial efektif dalam meningkatkan keterampilan emosional, keterlibatan pendidikan, dan kesejahteraan psikososial orang tua. Model ini diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas untuk mendukung pendidikan di komunitas marginal lainnya
Penyuluhan Mengenai Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Anak Usia Dini Pada Orang Tua di Paud Kasih Bersama Desa Harapan Makmur Bengkulu Tengah
Kesehatan mental anak usia dini merupakan fondasi penting bagi perkembangan emosional, sosial, dan kognitif mereka di masa depan. Peyuluhan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental anak usia dini serta peran lingkungan keluarga, pendidikan, dan masyarakat dalam proses tersebut. Dengan menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa interaksi positif antara anak dengan orang tua, pola asuh yang penuh kasih sayang, serta lingkungan belajar yang mendukung merupakan faktor utama dalam membangun kesehatan mental yang baik. Sebaliknya, stres, konflik keluarga, dan kurangnya perhatian emosional dapat berdampak negatif pada perkembangan mental anak
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN PENDIDIKAN KELUARGA DENGAN MENGAJARKAN KEBIASAAN HIDUP SEHAT SEJAK DINI DI RA ISLAMIC CENTER BAITUL MAKMUR CURUP, KAB. REJANG LEBONG, PROV. BENGKULU
Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan penting untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama melalui pendidikan keluarga. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pendidikan keluarga untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini di RA Islamic Center Baitul Makmur Curup, Kab. Rejang Lebong, Bengkulu. Alasan dilakukannya program ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam keluarga. Kegiatan penyuluhan akan dilakukan dengan pendekatan edukatif yang melibatkan anak dan orang tua melalui materi interaktif seperti permainan edukatif, simulasi pola hidup sehat, dan diskusi kelompok. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan praktik kebiasaan hidup sehat, antara lain: Menjaga kebersihan diri, pola makan bergizi, dan teratur melakukan aktivitas fisik di lingkungan rumah. Program tersebut memberikan dampak positif dalam membentuk pola pikir masyarakat untuk menjadi agen perubahan di komunitasnya. Oleh karena itu, untuk mencapai kualitas hidup masyarakat yang lebih baik diperlukan keterpaduan yang berkelanjutan dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi serupa
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK PAUD DI PAUD SE-KECAMATAN CURUP TENGAH KABUPATEN REJANG LEBONG
Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pendampingan pada Satuan Lembaga dalam dalam implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan kompetensi pendidikan PAUD se kecamatan Curup tengah Labupaten Rejang Lebong.. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di salah satu lembaga TK di Kabupaten Rejang Lebong dengan mengumpulkan satuan lembaga yang dalam wilayah Kecamatan Curup Tengah. Adapun hasil kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu keterbatasan waktu pertemuan mengakibatkan tidak semua materi dapat disampaikan dengan detil. Kegiatan yang diawali dengan ceramah dan demonstrasi ini kemudian dilanjutkan dengan praktek. Dari kegiatan pendampingan Kurikulum Merdeka guru-guru PAUD belum sempurna dalam memahami implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan adanya pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka ini mampu membuat guru-guru memahami konsep dan membuat perangkat pembelajaran sesuai dengan Kurikulum Merdeka
Pertumbuhan dan Hasil 17 Genotipe Melon (Cucumis melo L.) di dataran rendah Bengkulu Utara : Pertumbuhan dan Hasil 17 Genotipe Melon (Cucumis melo L.) di Dataran Rendah Bengkulu Utara
National melon production has decreased from 2021 to 2023. One means to overcome this decline is through the expansion of planting areas. The potential of lowland areas can be optimized to enhance melon production. The development of melon varieties in lowlands relies heavily on the availability of germplasm. Genetic diversity within germplasm is a key prerequisite for producing adaptive and high yielding varieties. This research aims to identify melon genotypes with optimal growth and yield performance in lowland areas. The study was conducted at the Arga Makmur experimental farm, North Bengkulu Regency, from January to March 2024, at an altitude of 203.9 meters above sea level. The experiment used a single-factor Randomized Complete Block Design (RCBD) with 17 melon genotypes as treatments and three replications. Data were statistically analyzed using the F-test, and significant genotypic treatments were further evaluated using the Duncan Multiple Range Test at a 5% significance level. The results identified five selected melon genotypes based on high fruit weight, fruit diameter, and sweetness level: genotypes G3, G4, G7, G12, and G17.National melon production has decreased from 2021 to 2023. One means to overcome this decline is through the expansion of planting areas. The potential of lowland areas can be optimized to enhance melon production. The development of melon varieties in lowlands relies heavily on the availability of germplasm. Genetic diversity within germplasm is a key prerequisite for producing adaptive and high yielding varieties. This research aims to identify melon genotypes with optimal growth and yield performance in lowland areas. The study was conducted at the Arga Makmur experimental farm, North Bengkulu Regency, from January to March 2024, at an altitude of 203.9 meters above sea level. The experiment used a single-factor Randomized Complete Block Design (RCBD) with 17 melon genotypes as treatments and three replications. Data were statistically analyzed using the F-test, and significant genotypic treatments were further evaluated using the Duncan Multiple Range Test at a 5% significance level. The results identified five selected melon genotypes based on high fruit weight, fruit diameter, and sweetness level: genotypes G3, G4, G7, G12, and G1
Linier Perturbation Method Analytic Shear Wave Propagation In A Dispersive Medium
This research was based on showing how the relationship of the perturbation method to the wave function entering the dispersive medium area. Disperse medium is a medium where when the wave enters the area, it experiences changes in wave shape and wave energy. The purpose of this study is to show how the perturbation method can be reduced to a term that is still linear with the assumption that the next term is very small so that the wave term is still linear to the wave change. This research is qualitative research. The place of this research is at the TD Pardede Institute of Science and Technology. From the analysis in this study, it was found that the wave experienced a decreasing intensity towards the depth of the dispersive medium with the assumption that the attenuation coefficient ( ) was still continuous along the depth of the material passed by the wave. In the case of seismic waves when the wave moves through the medium, its intensity decreases with distance. The presence of disturbances in the layer passed by the wave causes the shift of the material to experience a disturbance characteristic where the wave amplitude is getting smaller. This is because the absorption of wave energy by the particles of the dispersive medium continues to experience attenuation
Desain Sistem 5-Axis Robotic Arm untuk Otomatisasi Quality Control dengan Infrared
This study aims to design an optimized 5-Axis Robotic Arm system for Quality Control (QC) applications utilizing infrared sensor technology. The research process involved a comprehensive literature review to explore the latest developments in robotic systems and automation technologies. Benchmarking similar products was conducted to identify strengths and weaknesses as a foundation for innovation. The preparation of the Bill of Material (BoM), Operation Process Chart (OPC), and Assembly Chart (AC) was essential for systematic production planning. The final design was developed using Inventor 2024 software to ensure precision and component compatibility. The results demonstrate that the selection of aluminum materials, servo motors with a lifting capacity of up to 10 kg, Arduino Uno R3, and Pixy Cam significantly enhanced the system’s flexibility, durability, and efficiency. Structural modifications improved the mechanical stability and operational lifespan of the robotic arm. This system is expected to serve as an effective solution to improve the accuracy and speed of Quality Control processes in modern industrial environments.Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem 5-Axis Robotic Arm yang dioptimalkan untuk aplikasi Quality Control (QC) berbasis sensor inframerah. Dalam proses penelitian, dilakukan studi literatur untuk memahami perkembangan teknologi robotik dan aplikasi sensor dalam sistem otomatisasi. Selain itu, benchmarking terhadap produk serupa dilakukan guna mengidentifikasi keunggulan dan kekurangan sebagai dasar inovasi. Penyusunan Bill of Material (BoM), Operation Process Chart (OPC), dan Assembly Chart (AC) menjadi langkah penting dalam perencanaan produksi. Desain akhir dikembangkan menggunakan perangkat lunak Inventor 2024 untuk memastikan presisi dan kompatibilitas antar komponen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan material aluminium, motor servo dengan kapasitas angkat hingga 10 kg, Arduino Uno R3, dan kamera Pixy Cam secara signifikan meningkatkan fleksibilitas, daya tahan, serta efisiensi sistem. Modifikasi desain pada struktur mekanik berhasil meningkatkan stabilitas dan memperpanjang umur operasional alat. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan akurasi dan kecepatan proses Quality Control di lingkungan industri modern
Potensi Konflik Tenurial di Desa Bontoala dan Desa Taeng, Kabupaten Gowa: Motivasi Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanah Negara pada Sempadan Sungai Jeneberang
Use of state-owned land along river setbacks is a common phenomenon in densely populated urban areas. This study analyzes how communities utilize state land on the banks of the Jeneberang River and their motivations for settling there, which may trigger tenurial conflicts. The research was conducted in Bontoala and Taeng Villages, Pallangga Subdistrict, Gowa Regency, South Sulawesi, using a qualitative approach with in-depth interviews, field observations, and document review. Findings show that residents use the riparian zone for housing, small-scale enterprises (scrap collection, kiosks, livestock), and everyday social activities. The main motivations to reside in the area are economic factors (access to low-cost/abandoned land), locational advantages (proximity to Makassar and strategic for livelihoods), and socio-cultural factors (family inheritance, traditions, and community ties). However, this illegal use has implications for environmental degradation, declining river quality, and the emergence of potential horizontal and vertical conflicts over land tenure legality. The study underscores the need for regulatory measures and sustained public outreach to prevent conflict escalation in river setback areas.Pemanfaatan tanah negara di sempadan sungai merupakan fenomena yang sering terjadi di kawasan perkotaan yang padat penduduk. Studi ini bertujuan menganalisis bentuk pemanfaatan tanah negara oleh masyarakat di sempadan Sungai Jeneberang serta motivasi mereka untuk bermukim di kawasan tersebut yang berpotensi menimbulkan konflik tenurial. Penelitian dilakukan di Desa Bontoala dan Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan lahan sempadan sungai untuk permukiman, usaha kecil (pengepulan barang bekas, kios, peternakan), dan aktivitas sosial sehari-hari. Motivasi utama bermukim di kawasan tersebut adalah faktor ekonomi (akses lahan murah/terlantar), faktor lokasi (dekat Kota Makassar, strategis untuk usaha), serta faktor sosial-budaya (warisan keluarga, tradisi, dan keterikatan komunitas). Namun, pemanfaatan ilegal ini berimplikasi pada kerusakan lingkungan, degradasi kualitas sungai, serta munculnya potensi konflik horizontal dan vertikal terkait legalitas penguasaan lahan. Kajian ini menekankan perlunya pendekatan regulatif dan sosialisasi berkelanjutan guna mencegah eskalasi konflik di kawasan sempadan sungai
Based on Social, Economic, and Cultural Aspects, Is The “Tuak” Toraja Business Still Worth Sustaining?
Toraja’s culture is distinct and captivating, with unique traditions passed down through generations. Among them, the tradition of serving and consuming tuak (a traditional alcoholic beverage) stands out, particularly in ceremonies like Rambu Tuka' (thanksgiving) and Rambu Solo' (funeral). Although many view tuak as a drink that can intoxicate and lead to health issues, it also holds potential as a profitable business if seen from a different perspective. This research investigates the business opportunities of Toraja tuak by examining social, economic, and cultural factors to understand how the economic conditions of tuak producers might be improved and gain broader acceptance. The study aims to analyze the viability of tuak as a business, factoring in social, economic, and cultural dimensions. The research is conducted in three stages: first, identifying issues through interviews and FGDs; second, conducting an in-depth literature review and gathering primary data on tuak business opportunities; and third, collecting secondary data, processing and analyzing it, and drawing conclusions. Results indicate that the tuak business holds significant promise when viewed through these comprehensive lenses, offering valuable social, economic, and cultural benefits