Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Physiotherapy management in case of Post Reconstruction of anterior cruciate ligament sinistra at Sport clinic IBEST PHYSIO SOLO: Case Report

    Get PDF
    The ACL is an important ligament in the knee that connects the femur to the tibia. anterior cruciate ligament injuries can result from a sudden knee injury in any direction resulting in partial or complete tearing of the ligament. Trauma can also cause anterior cruciate ligament tears, especially direct trauma to the knee due to lateral forces. The incidence of ACL injury in some European countries is around 29-32 cases per 100,000 people.  This study is a descriptive case study involving one client with participatory observation method. Physiotherapy interventions include ice packs, TENS, and exercises given in the form of quadsets, straight raises, ankle sets, hamstring sets, gluts sets, and heel slides . The subjects were 27-year-old parahyangan soccer athletes with a height of 182 cm, a weight of 70 kg, and a BMI of 21.1 in the ideal category. The patient came to the IBESt PHYSIO SOLO physiotherapy clinic on August 20, 2023 with complaints of pain in the outer right knee. Physical examination showed normal results except pain examination using the numerical Rating Scale (NRS) obtained silent pain 2/10, tenderness 4/10, and motion pain 5/10. Postoperative ACL Diagnosis through X-ray dextra results. After physiotherapy with ice packs, TENS, and exercises given in the form of quadset, straight raise, ankle set, hamstring set, gluts set, and heel slide six times, obtained a significant reduction in pain and increased functional activity in post op ACL patients. Patients are advised to undergo regular physiotherapy, do stretching exercises before and after activities, and compress with warm water if they experience pain.ACL merupakan salah satu ligamen penting pada lutut yang menghubungkan femur dengan tibia. cedera ligamen anterior dapat terjadi akibat cedera lutut yang tiba-tiba ke segala arah yang mengakibatkan robeknya ligamen sebagian atau seluruhnya. Trauma juga dapat menyebabkan robeknya ligamen anterior, terutama trauma langsung pada lutut akibat gaya lateral. Insiden cedera ACL di beberapa negara Eropa sekitar 29-32 kasus per 100.000 orang (Singh, 2018). Menurut studi epidemiologi cedera ACL yang dirawat dengan pembedahan di Singapura, prevalensi cedera ACL berdasarkan ras adalah 60,5% Tionghoa, 23% Melayu, 8,4% Gelar India, dan 8,11% dari ras lain. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif yang melibatkan satu klien dengan metode observasi partisipatif. Intervensi fisioterapi yang dilakukan meliputi kompres ice, TENS, dan Exercise yang diberikan berupa quadset, straight raise, ankle set, hamstring set, gluts set, dan heel slide . Subjek penelitian adalah atlet sepak bola para nasional berusia27 tahun dengan tinggi badan 182 cm, berat badan 70 kg, dan BMI 21,1 dalam kategori ideal. Pasien datang keklinik fisioterapi IBESt PHYSIO SOLO 20 Agustus 2023 dengan keluhan nyeri pada lutut kanan bagian luar.Pemeriksaan fisik menunjukkan hasil normal kecuali pada pemeriksaan nyeri menggunakan Numeric Rating Scale(NRS) didapatkan nyeri diam 2/10, nyeri tekan 4/10, dan nyeri gerak 5/10. Diagnosis post op ACL melalui hasil rontgent dextra. Setelah dilakukan fisioterapi dengan kompres ice, TENS, dan Exercise yang diberikan berupa quadset, straight raise, ankle set, hamstring set, gluts set, dan heel slide sebanyak enam kali, didapatkan penurunan nyeri yang signifikan dan peningkatan aktivitas fungsional pada pasien post op ACL. Pasien disarankan untuk menjalani fisioterapi secara teratur, melakukan latihan peregangan sebelum dan sesudah beraktivitas, serta mengompres dengan air hangat jika mengalami nyeri. &nbsp

    The Impact Of Population and Taxes On Economic Growth In Maluku Province: An Empirical Analysis

    No full text
    Abstract This study aims to examine the influence of population size and tax variables on economic growth in Maluku Province, Indonesia. The study employs a descriptive quantitative method utilizing secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics of Maluku Province, consisting of time series data from 2002 to 2022. The data were analyzed using a multiple linear regression model with the assistance of EViews 9 software. The results of the study show that, partially, population has a positive effect on economic growth in Maluku Province, while taxes have a negative effect on economic growth in in Maluku Province. The model exhibits a high explanatory power, with an R² value of 95.6%, indicating that the interplay between population dynamics and fiscal policy substantially accounts for variations in economic performance. These results underscore the necessity for integrated policy approaches that leverage demographic potential while addressing fiscal inefficiencies. Accordingly, the study recommends strategic investments in human capital development, tax administration reform, and infrastructure tailored to the province's archipelagic geography. Such measures are imperative for fostering inclusive and sustainable regional growth in the context of Indonesia's diverse economic landscape. Keywords :  Economic growth, Population, Taxes Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel jumlah penduduk dan pajak terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku, Indonesia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari Central Bureau of Statistics Provinsi Maluku berupa data time series tahun 2002 hingga 2022. Data kemudian dianalisis menggunakan model regresi linier berganda dengan bantuan software Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, jumlah penduduk memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku, sedangkan pajak memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku. Model ini memiliki daya jelas yang tinggi, dengan nilai R² sebesar 95,6%, yang mengindikasikan bahwa interaksi antara dinamika kependudukan dan kebijakan fiskal secara substansial menjelaskan variasi kinerja ekonomi. Hasil ini menegaskan perlunya pendekatan kebijakan yang terintegrasi, yang memanfaatkan potensi demografis sembari mengatasi inefisiensi fiskal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia, reformasi administrasi perpajakan, dan pembangunan infrastruktur yang disesuaikan dengan karakteristik geografis kepulauan. Langkah-langkah ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan regional yang inklusif dan berkelanjutan dalam konteks keragaman ekonomi Indonesia.  Kata kunci:  Pertumbuhan ekonomi, Penduduk, Pajak  Abstract The success of a region’s development is indicated by economic growth, the realization of which is not guaranteed for all governments, both regional and state. This study aims to determine the impact of population (X1) and taxes (X2) on economic growth in Maluku Province, either partially or simultaneously. This research employed descriptive quantitative methods with secondary data obtained from Statistics Indonesia of Maluku Province in the form of time series data from 2002 to 2022. The data was then analyzed using multiple linear regression models using EViews 9 software. The findings indicate that partially, population exerts a positive and significant impact on economic growth in Maluku Province, while taxes have a negative impact on economic growth in this region. Further, simultaneously, the impact of population and taxes on economic growth in this region is positive and significant. Consequently, the islands’ economic growth exhibits distinct characteristics compared to other continental regions in Indonesia. Furthermore, the uneven distribution of the population in the islands has the potential to precipitate more severe macroeconomic challenges in the future. Keywords :  Economic growth, Population, Taxes and Island areas Abstrak Indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah tercermin melalui pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai akan tetapi tidak semua pemerintah, baik daerah maupun negara mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penduduk (X1) dan pajak (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku baik itu secara parsial atau simultan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari Central Bureau of Statistics    Provinsi Maluku berupa data time series tahun 2002 hingga 2022. Data kemudian, dianalisis menggunakan model regresi linier berganda dengan bantuan software Eviews 9. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara persial penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku sedangkan variabel pajak secara persial mempunyai dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku. Secara simultan variabel penduduk dan pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi pada daerah kepulauan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan daerah-daerah kontinental lainnya di Indonesia. Apalagi, penyebaran penduduk pada daerah-daerah kepulauan belum merata sehingga dapat memicu permasalahan makro ekonomi pada masa mendatang yang lebih ekstrim.  Kata kunci:  Pertumbuhan ekonomi, Penduduk, Pajak dan Daerah kepulauan

    Determinants of Educated Unemployment in Indonesia: A Comprehensive Logistic Regression Analysis

    Get PDF
    Abstract Indonesia faces a fairly serious problem of educated unemployment amid the potential for a demographic dividend. In 2021, the educated unemployment rate reached a percentage of 8.55%, representing an increase of 1.86% compared to the previous year. Using logistic regression estimates, this study aims to examine the characteristics underlying the phenomenon of educated unemployment in Indonesia. The data used in this study were sourced from the 2022 National Labor Force Survey (Sakernas) conducted by the Indonesian Bureau of Statistics (BPS). The findings reveal that gender, marital status, household status, and migration significantly influence the likelihood of being part of the educated unemployed. Specifically, highly educated female workers are 1.9 times more likely to be unemployed compared to their male counterparts. This study highlights the persistence of gender disparities in Indonesia's labor market, even when women possess educational qualifications equivalent to men. Furthermore, this study has important implications for public policy and the Indonesian labor market. First, findings on the gender gap point to the need for policies that support equality in access to work, especially for women with higher education. Second, the influence of household status and migration indicates the need for more flexible skills training and workforce mobility programs. Third, these results can be the basis for the government in formulating education policies that are more in line with the needs of the job market. Overall, this study provides insights to reduce educated unemployment and make optimal use of the potential demographic bonus. Keywords:Educated Unemployment, Gender, Marital Status, Household Status, Migration Abstrak Indonesia menghadapi masalah pengangguran terdidik yang cukup serius di tengah potensi bonus demografi. Pada tahun 2021, tingkat pengangguran terdidik mencapai persentase 8,55%, yang merupakan peningkatan sebesar 1,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan menggunakan estimasi regresi logistik, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik yang mendasari fenomena pengangguran terdidik di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2022 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin, status pernikahan, status rumah tangga, dan migrasi secara signifikan mempengaruhi kemungkinan menjadi bagian dari pengangguran terdidik. Secara khusus, pekerja wanita dengan tingkat pendidikan tinggi memiliki memiliki peluang menganggur lebih tinggi sebesar 1,9 kali dibandingkan laki-laki. Penelitian ini menyoroti keberlanjutan kesenjangan gender di pasar tenaga kerja Indonesia, meskipun perempuan memiliki kualifikasi pendidikan yang setara dengan laki-laki. Selanjutnya, penelitian ini memiliki implikasi penting untuk kebijakan publik dan pasar tenaga kerja Indonesia. Pertama, temuan mengenai kesenjangan gender menunjukkan perlunya kebijakan yang mendukung kesetaraan dalam akses pekerjaan, khususnya bagi perempuan dengan pendidikan tinggi. Kedua, pengaruh status rumah tangga dan migrasi mengindikasikan perlunya program pelatihan keterampilan dan mobilitas tenaga kerja yang lebih fleksibel. Ketiga, hasil ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan untuk mengurangi pengangguran terdidik dan memanfaatkan potensi bonus demografi secara optimal.  Kata kunci:Pengangguran Terdidik, Gender, Status Pernikahan, Status Rumah Tangga, MigrasiAbstract Indonesia faces a fairly serious problem of educated unemployment amid the potential for a demographic dividend. In 2021, the educated unemployment rate reached a percentage of 8.55%, representing an increase of 1.86% compared to the previous year. Using logistic regression estimates, this study aims to examine the characteristics underlying the phenomenon of educated unemployment in Indonesia. The data used in this study were sourced from the 2022 National Labor Force Survey (Sakernas) conducted by the Indonesian Bureau of Statistics (BPS). The findings reveal that gender, marital status, household status, and migration significantly influence the likelihood of being part of the educated unemployed. Specifically, highly educated female workers are 1.9 times more likely to be unemployed compared to their male counterparts. This study highlights the persistence of gender disparities in Indonesia's labor market, even when women possess educational qualifications equivalent to men. Furthermore, this study has important implications for public policy and the Indonesian labor market. First, findings on the gender gap point to the need for policies that support equality in access to work, especially for women with higher education. Second, the influence of household status and migration indicates the need for more flexible skills training and workforce mobility programs. Third, these results can be the basis for the government in formulating education policies that are more in line with the needs of the job market. Overall, this study provides insights to reduce educated unemployment and make optimal use of the potential demographic bonus. Keywords:Educated Unemployment, Gender, Marital Status, Household Status, Migration Abstrak Indonesia menghadapi masalah pengangguran terdidik yang cukup serius di tengah potensi bonus demografi. Pada tahun 2021, tingkat pengangguran terdidik mencapai persentase 8,55%, yang merupakan peningkatan sebesar 1,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan menggunakan estimasi regresi logistik, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik yang mendasari fenomena pengangguran terdidik di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2022 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin, status pernikahan, status rumah tangga, dan migrasi secara signifikan mempengaruhi kemungkinan menjadi bagian dari pengangguran terdidik. Secara khusus, pekerja wanita dengan tingkat pendidikan tinggi memiliki memiliki peluang menganggur lebih tinggi sebesar 1,9 kali dibandingkan laki-laki. Penelitian ini menyoroti keberlanjutan kesenjangan gender di pasar tenaga kerja Indonesia, meskipun perempuan memiliki kualifikasi pendidikan yang setara dengan laki-laki. Selanjutnya, penelitian ini memiliki implikasi penting untuk kebijakan publik dan pasar tenaga kerja Indonesia. Pertama, temuan mengenai kesenjangan gender menunjukkan perlunya kebijakan yang mendukung kesetaraan dalam akses pekerjaan, khususnya bagi perempuan dengan pendidikan tinggi. Kedua, pengaruh status rumah tangga dan migrasi mengindikasikan perlunya program pelatihan keterampilan dan mobilitas tenaga kerja yang lebih fleksibel. Ketiga, hasil ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan untuk mengurangi pengangguran terdidik dan memanfaatkan potensi bonus demografi secara optimal.  Kata kunci:Pengangguran Terdidik, Gender, Status Pernikahan, Status Rumah Tangga, Migras

    Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

    Get PDF
    Artikel ini mendeskripsikan pengabdian yang bertujuan pengoptimalan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka melalui In House Training (IHT) pelatihan kurikulum merdeka. Latar belakang dari kegiatan pelatihan ini adalah banyak guru yang belum memahami sistem pelaksanaan dalam kurikulum merdeka, serta banyak guru yang hanya mengandalkan modul ajar dari modul ajar yang telah disediakan, padahal semestinya guru menyusun modul ajarnya sendiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah PAR (participatory action research), dimana penulis secara aktif ikut mendampingi kegiatan melalui In House Training (IHT) pelatihan kurikulum merdeka. Peserta dari kegiatan melalui In House Training (IHT) pelatihan kurikulum merdeka adalah 14 guru mapel di MTs Raudhotul Furqon Banyubiru, Kabupaten Semarang. Kegiatan melalui In House Training (IHT) pelatihan kurikulum merdeka ini dilaksanakan selama satu hari, mendatangkan satu narasumber, menambah wawasan, pengetahuan, serta keterampilan dalam menulis modul ajar, dengan outcome draft modul ajar yang diharapkan kedepannya bisa digunakan dalam jangka yang lama

    Penerapan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Sebagai Upaya Mengatasi Kekeringan Di Areal Persawahan Sebagai Solusi Untuk Menentukan Posisi Dan Kedalaman Akuifer Di Desa Sumber Makmur Kecamatan Sukaraja Seluma

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mengungkap keberadaan lapisan akuifer yang potensial.  Akuifer di desa ini terletak pada kedalaman relatif dangkal karena berada di dataran rendah dekat pesisir. Pembuatan sumur bor dapat dilakukan pada titik antara 240 m hingga 480 m dari titik awal pengukuran dengan kedalaman sekitar 75 m. Tujuan dilaksanakan dan dipilihnya des aini karena sawah tadah hujan yang terdapat di desa ini cukup luas dan merupakan salah satu desa yang menjadi lumbung pertanian utamanya persawahan. Pada saat terjadi kemarau Panjang biasanya areal sawah yang terdapat di des aini sering gagal panen dikarenakan kekurangan akan air yang berasal dari air hujan. Untuk mengatasi hal tersebut khususnya permasalahan akan air untuk mengairi sawah tadah hujan tersebut maka akan diupayakan dengan cara membuat sumur bor yang nantinya berfungsi untuk dapat mengairi areal persawahan terutama pada saat kemarau. Struktur bawah permukaan menunjukkan adanya tanah gambut hingga kedalaman 2 - 2,5 m. Kehadiran lahan gambut ini menyebabkan air tidak tersimpan optimal di lapisan top soil selama musim kemarau, yang berdampak pada gagal panen padi dan tanaman lainnya. Ini menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan untuk mendukung keberlanjutan pertanian di desa tersebut

    Pendekatan Inovatif untuk Optimalisasi Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah

    Get PDF
    Abstrak Stimulasi tumbuh kembang anak usia dini merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung pertumbuhan fisik, mental, dan sosial anak. Penyuluhan ini dilakukan di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, dengan tujuan memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya peran mereka dalam mendukung perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan langsung kepada orang tua yang memiliki anak usia 0-1 tahun. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang berbagai metode stimulasi, seperti stimulasi motorik, sensorik, kognitif, serta emosional dan sosial. Penyuluhan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pengasuhan di lingkungan masyarakat margo mulyo. Melalui kegiatan penyuluhan ini, para orang tua diajak untuk memahami pentingnya keterlibatan aktif dalam mendukung perkembangan anak sejak ini. Dengan diadakannya penyuluhan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih baik di desa Margo Mulyo, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam aspek fisik, mental, maupun sosial. Kata kunci: Anak usia dini, penyuluhan, pola asuh, stimulasi tumbuh kembang   ABSTRAC   Early childhood development stimulation is one of the crucial steps to support the physical, mental, and social growth of children. This outreach program was conducted in Margo Mulyo Village, Pondok Kubang District, Central Bengkulu Regency, with the aim of educating parents about their essential role in fostering child development. The method utilized was counseling through direct engagement with parents of children aged 0-1 years. The results indicated an improvement in participants' understanding of various stimulation methods, including motor, sensory, cognitive, emotional, and social stimulation. This initiative is expected to serve as a foundational step toward enhancing parenting quality within the Margo Mulyo community. Through this outreach activity, parents are invited to understand the importance of active involvement in supporting children's development from now on. It is hoped that holding this outreach will be the first step in creating a better nurturing environment in Margo Mulyo village, so that children can grow and develop optimally in physical, mental and social aspects.   Keywords: Child Development Stimulation, Early Childhood, Outreach, Parenting Quality     &nbsp

    PENDEKATAN INOVATIF DENGAN MEMBANGUN KETERLIBATAN KELUARGA SEBAGAI SOKO GURU DALAM PENDIDIKAN BAGI ANAK DI SDN 68 KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Keterlibatan keluarga dan guru dalam Pendidikan merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung dan membimbing pertumbuhan anak dengan mengembangkan keterampilan motorik, sosial, emosional, fisik dan kognitif mereka. Penyuluhan ini dilakukan di SDN 68 Kota Bengkulu, dengan tujuan memberikan edukasi kepada guru dan orang tua mengenai pentingnya peran mereka dalam mendukung perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan langsung kepada para guru dan orang tua. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang berbagai metode stimulasi, seperti stimulasi motorik, sensorik, kognitif, serta sosial dan emosional. Penyuluhan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas Pendidikan bagi anak di SDN 68 Kota Bengkulu. Melalui kegiatan penyuluhan ini, para orang tua dan guru diajak untuk memahami mengenai pentingnya hubungan dan keterlibatan positif antara orang tua dan guru. Dengan diadakannya penyuluhan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan hubungan yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di SDN 68 Kota Bengkulu, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam aspek mental, fisik, dan sosial

    PENGARUH PEMUPUKAN P DAN GREEN MANURE LEGUMINOSA BUNGA TELANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT ARUMBA (Zea mays Ceratina var. Arumba)

    Get PDF
    [EFFECT OF PHOSPHORUS FERTILIZATION AND Clitoria ternatea LEGUMINOUS GREEN MANURE ON THE GROWTH AND YIELD OF ARUMBA WAXY CORN (Zea mays Ceratina var. Arumba)] Food security and resilience can be achieved through diversifying local food products, for example waxy corn (Zea mays Ceratina). The potential yield of this commodity can be increased through fertilization, either chemically using phosphorus fertilizer or organically using Clitoria ternatea leguminous green manure. This study aimed to obtain the interaction between P fertilization and Clitoria ternatea leguminous green manure on the growth and yield of Arumba waxy corn. This study is a factorial experiment arranged based on a Randomized Block Design (RBD). The first factor is phosphorus fertilizing, consisting of 3 treatment levels; the second is Clitoria ternatea leguminous green manure fertilizing, consisting of 2 treatment levels. The results of the study showed that the combination of 50 kg/ha phosphorus fertilization and without Clitoria ternatea leguminous green manure gave the best results on plant length at 14, 21, and 28 DAP; stem diameter at 7 and 28 DAP, cob diameter with husk, cob weight with husk, cob weight without husk, and total fresh weight of Arumba waxy corn. The single treatment of P fertilization had a very significant effect on plant length at 35 DAP and stem diameter at 7 and 28 DAP, and had a significant impact on stem diameter at 35 DAP. Based on the results of the study, phosphorus fertilization at a rate of 50 kg/ha is recommended for the cultivation of Arumba waxy corn, as it resulted in the highest yield during the generative growth phase. Full text pdfKetahanan dan keamanan pangan dapat diwujudkan melalui upaya diversifikasi produk pangan lokal, sebagai contoh berupa tanaman jagung pulut (Zea mays Ceratina). Adapun potensi hasil dari komoditas dapat ditingkatkan melalui pemupukan baik secara kimiawi menggunakan pupuk P maupun secara organik menggunakan green manure leguminosa bunga telang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi antara pemupukan P dan pemberian green manure leguminosa bunga telang terhadap pertumbuhan dan hasil dari tanaman jagung pulut varietas Arumba. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah pemberian pupuk P yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pemberian green manure leguminosa bunga telang yang terdiri dari 2 taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pemupukan P 50 kg/ha dan tanpa pemberian green manure leguminosa bunga telang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut varietas Arumba

    Pengaruh Variabilitas Iklim Terhadap Kesesuaian Lahan Lada (Piper nigrum L.) Berbasis Analisis Spasial di Kepulauan Bangka Belitung

    No full text
    [SPATIAL ANALYSIS OF THE IMPACT OF CLIMATE VARIABILITY ON LAND SUITABILITY POTENTIAL FOR BLACK PEPPER (Piper nigrum L.) Cultivation In The Bangka Belitung Islands]. The Bangka Belitung Islands are a major center of pepper production in Indonesia; however, over the past decade, cultivated area and productivity have declined due to climate variability and limited land biophysical information. This study aims to analyze land suitability for pepper (Piper nigrum L.) cultivation based on climatic, topographic, and soil indicators, as well as to evaluate the effect of climate variability on changes in land potential across the island region. The data used include rainfall observations from 71 rain gauges during 2014–2023, ERA5 reanalysis data for surface temperature, humidity, and solar radiation, and maps of slope and soil types as physiographic parameters. All parameters were processed using a Geographic Information System with the Inverse Distance Weighting (IDW) interpolation method to generate the spatial distribution of climate variables, while a weighted overlay method was applied to determine land suitability classes. Validation was conducted by comparing ERA5 data with observational data to ensure the consistency of spatial climate patterns. The results indicate that climate variability contributes to a decline in land suitability in coastal areas with soil textures that are sensitive to environmental changes. Most of the area, covering 1,189.76 ha, is classified as Highly Suitable (S1) and is distributed in central Bangka Island and parts of Belitung Island. Meanwhile, 452.65 ha are classified as Moderately Suitable (S2) and are predominantly located in coastal areas with soil limitations and coastal environmental influences. These findings highlight the importance of climate adaptation strategies to support sustainable national pepper cultivation. Full txt pdfKepulauan Bangka Belitung merupakan sentra utama produksi lada di Indonesia, namun dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan luas tanam dan produktivitas yang dipengaruhi oleh variabilitas iklim dan keterbatasan data biofisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lahan untuk tanaman lada (Piper nigrum L.) melalui integrasi data observasi curah hujan dari 71 pos hujan periode 2014–2023 dengan data reanalisis ERA5 untuk suhu, kelembapan, dan radiasi, serta parameter topografi dan jenis tanah. Seluruh parameter dipetakan menggunakan Sistem Informasi Geografis melalui interpolasi IDW dan metode weighted overlay berdasarkan kriteria kesesuaian lahan Ritung et al. (2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Bangka Belitung tergolong Sangat Sesuai (S1), terutama kawasan tengah Pulau Bangka dan sebagian Pulau Belitung, dengan total luas 1.189,76 ha. Wilayah pesisir didominasi kategori Cukup Sesuai (S2) seluas 452,65 ha akibat keterbatasan sifat tanah dan pengaruh lingkungan pesisir. Temuan ini menegaskan bahwa Bangka Belitung memiliki potensi lahan yang tinggi untuk pengembangan budidaya lada secara optimal dan berkelanjutan, meskipun beberapa zona memerlukan pengelolaan tambahan agar pemanfaatan lahan dapat lebih dimaksimalkan

    Perancangan Dashboard Berbasis Business Intelligence untuk Optimalisasi Manajemen Persediaan di CV Bali Treasures

    Get PDF
    The global landscape is undergoing a digital transformation marked by the Fourth Industrial Revolution and the move toward society 5.0. Companies are expected to manage data efficiently. CV Bali Treasures, a percussion instrument manufacturer, still records wood-based production data manually using Microsoft Excel, complicating trend analysis and decision-making. This study implements a Business Intelligence (BI) dashboard using Microsoft Power BI to improve raw material inventory management. The methodology follows the BI Roadmap using data from the Processed Wood Inventory Mutation Report (LMHHKO) from March 2019 to September 2024. System evaluation was conducted through User Acceptance Testing (UAT) with the Black Box Testing method involving five users. The results show the dashboard effectively visualizes inventory data, supports data historical analysis, and speeds up decision-making. Users confirmed the dashboard met their needs and was easy to use. This BI implementation is expected to support digital transformation and enhance the company's efficiency and competitiveness.Dunia saat ini memasuki era transformasi digital dan Revolusi Industri 4.0 menuju society 5.0, di mana perusahaan dituntut mengelola data secara efektif. CV Bali Treasures, produsen instrumen musik perkusi, masih mencatat data produksi kayu secara manual menggunakan Microsoft Excel, sehingga menyulitkan analisis tren dan pengambilan keputusan. Penelitian ini mengimplementasikan dashboard Business Intelligence (BI) menggunakan Microsoft Power BI untuk membantu manajemen persediaan bahan baku. Metodologi mengacu pada tahapan Business Intelligence Roadmap dengan data Laporan Mutasi Hasil Hutan Kayu Olahan (LMHHKO) dari Maret 2019 hingga September 2024. Evaluasi sistem dilakukan melalui User Acceptance Testing (UAT) menggunakan metode Black Box Testing yang melibatkan lima pengguna. Hasil menunjukkan dashboard mampu memvisualisasikan data persediaan, mendukung analisis data historis, dan mempercepat pengambilan keputusan. Pengguna juga menyatakan dashboard sesuai kebutuhan dan mudah digunakan. Implementasi ini diharapkan mendukung transformasi digital serta meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇