Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
Kepayang (Pangium edule Reinw), PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PROTEIN TOTAL KOTILEDON BIJI KEPAYANG (Pangium edule Reinw) TERHADAP PENGGUMPALAN SPERMATOZOA SAPI ( Bos taurus )
The effect of administering total cotyledon protein extract from kepayang seeds (Pangium edule Reinw) on cow spermatozoa (Bos taurus) was conducted from March - April 2015, in the Basic Science laboratory of biology, FMIPA UNIB and the biology garden of FKIP UNIB. The purpose of this study was to explain the effect of administering total cotyledon protein extract from kepayang seeds on the agglomeration of cow spermatozoa. The steps of this study were the total cotyledon protein of kepayang seeds extracted, protein precipitation, determination of total cotyledon protein content of kepayang seeds (P. edule), and treatment of cow spermatozoa agglomeration. The analysis used was ANOVA with 10 treatments and 3 repetitions. Based on the results of data analysis, the sediment at 50% ammonium sulfate gave an average coagulation time of bovine spermatozoa of 132 seconds with a total protein content of 56.15 mg/mL.Pengaruh pemberian ekstrak protein total kotiledon dari biji kepayang (Pangium edule Reinw) terhadap spermatozoa sapi (Bos taurus) '' telah dilakukan dari bulan Maret - April 2015, di laboratorium Basic Sains biologi FMIPA UNIB dan kebun biologi FKIP UNIB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pemberian ekstrak protein total kotiledon biji kepayang (P. edule) terhadap penggumpalan spermatozoa sapi (B. taurus). Langkah penelitian ini adalah protein total kotiledon biji kepayang (P. edule) diekstraksi, pengendapan protein, penentuan kadar protein total kotiledon biji kepayang (P. edule), dan perlakuan terhadap penggumpalan spermatozoa sapi (B. taurus). Analisis yang digunakan adalah ANOVA dengan 10 perlakuan dan 3 pengulangan. Berdasarkan hasil analisis data, endapan pada 50% amonium sulfat memberikan rata-rata waktu penggumpalan spermatozoa sapi (B. taurus) 132 detik dengan kandungan protein total 56,15 mg / mL
Kompetensi Penelitian Mahasiswa Perguruan Tinggi Ditinjau Melalui Aspek Literasi Digital
Perkembangan teknologi digital telah merubah cara mahasiswa memperoleh, mengolah, dan memanfaatkan informasi akademik. Kemampuan literasi digital merupakan keterampilan esensial yang memiliki kontribusi signifikan dalam pelaksanaan penelitian ilmiah, terutama dalam penguasaan dan penerapan metodologi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap kompetensi metodologi penelitian mahasiswa perguruan tinggi melalui kajian literatur terhadap artikel nasional dan internasional yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis isi ( content analisis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep metodologi penelitian, mengakses sumber ilmiah berkualitas, mengelola referensi menggunakan software akademik, serta mengolah data menggunakan aplikasi analisis statistik dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian literasi digital dalam pembelajaran metodologi penelitian merupakan aspek krusial untuk meningkatkan mutu riset yang dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan perguruan tinggi merancang kurikulum berbasis pembelajaran digital , memperluas dukungan sarana teknologi, serta menyelenggarakan pelatihan literasi digital secara intensif guna memperkuat kemampuan penelitian mahasiswa.Perkembangan teknologi digital telah merubah cara mahasiswa memperoleh, mengolah, dan memanfaatkan informasi akademik. Kemampuan literasi digital merupakan keterampilan esensial yang memiliki kontribusi signifikan dalam pelaksanaan penelitian ilmiah, terutama dalam penguasaan dan penerapan metodologi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap kompetensi metodologi penelitian mahasiswa perguruan tinggi melalui kajian literatur terhadap artikel nasional dan internasional yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis isi ( content analisis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep metodologi penelitian, mengakses sumber ilmiah berkualitas, mengelola referensi menggunakan software akademik, serta mengolah data menggunakan aplikasi analisis statistik dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian literasi digital dalam pembelajaran metodologi penelitian merupakan aspek krusial untuk meningkatkan mutu riset yang dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan perguruan tinggi merancang kurikulum berbasis pembelajaran digital , memperluas dukungan sarana teknologi, serta menyelenggarakan pelatihan literasi digital secara intensif guna memperkuat kemampuan penelitian mahasiswa
INTEGRASI MODEL TGT DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3
Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran yang mengintegrasikan model Team Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran berbasis proyek guna meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa kelas 3. Permasalahan yang menjadi dasar dari penelitian ini adalah kurangnya keaktifan belajar siswa di kelas dalam pembelajaran matematika sehingga berdampak pada motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3B di SD Negeri 1 Barongan yang berjumlah 32 siswa, dengan 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Objek dari penelitian ini adalah keaktifan belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi model TGT. Teknik penggumpulan data dari penelitian ini melalui observasi berkala dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal prasiklus, keaktifan belajar siswa sebesar 49,76%. Kemudian setelah diterpakan model TGT dalam model pembelajaran berbasis proyek pada siklus 1, keaktifan belajar meningkat menjadi 70.47%% dan di akhir siklus II keaktifan belajar siswa menjadi 80,16%. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi model TGT dalam pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas 3 SD dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian, integrasi model ini dalam pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam meningkatkan interaksi siswa dan keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran sehingga dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar.Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran yang mengintegrasikan model Team Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran berbasis proyek guna meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa kelas 3. Permasalahan yang menjadi dasar dari penelitian ini adalah kurangnya keaktifan belajar siswa di kelas dalam pembelajaran matematika sehingga berdampak pada motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3B di SD Negeri 1 Barongan yang berjumlah 32 siswa, dengan 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Objek dari penelitian ini adalah keaktifan belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi model TGT. Teknik penggumpulan data dari penelitian ini melalui observasi berkala dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal prasiklus, keaktifan belajar siswa sebesar 49,76%. Kemudian setelah diterpakan model TGT dalam model pembelajaran berbasis proyek pada siklus 1, keaktifan belajar meningkat menjadi 70.47%% dan di akhir siklus II keaktifan belajar siswa menjadi 80,16%. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi model TGT dalam pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas 3 SD dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian, integrasi model ini dalam pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam meningkatkan interaksi siswa dan keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran sehingga dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA: REKONSTRUKSI PERMAINAN TRADISIONAL MADURA PESAPEYAN LING-GILING: Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan tradisional Pesapeyan Ling-Giling sebagai media pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal Madura serta upaya pelestarian budaya daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model ADDIE yang dibatasi pada tahap Analysis, Design, dan Development. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi potensi permainan dan keterkaitannya dengan konsep matematika, sedangkan tahap perancangan dan pengembangan difokuskan pada rekonstruksi permainan menjadi media pembelajaran yang memuat konsep pengukuran, geometri, keseimbangan, simetri, kecepatan, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesapèyan Ling-Giling memiliki potensi edukatif yang kuat dan dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran matematika yang bersifat konkret dan kontekstual. Rekonstruksi permainan ini tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Madura serta merepresentasikan kearifan lokal sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dengan demikian, Pesapèyan Ling-Giling berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran matematika berbasis budaya lokal yang inovatif dan relevan untuk dikembangkan lebih lanjut.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan tradisional Pesapeyan Ling-Giling sebagai media pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal Madura serta upaya pelestarian budaya daerah. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), yang melibatkan tahapan analisis potensi permainan, perancangan model pembelajaran matematika sesuai materi seperti pengukuran, geometri, dan perbandingan, serta implementasi dan evaluasi efektivitasnya di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi permainan tradisional ke dalam pembelajaran matematika mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara kontekstual, menyenangkan, serta menumbuhkan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, dan nilai karakter seperti kerja sama dan sportivitas. Selain itu, permainan ini efektif dalam mengenalkan dan melestarikan budaya lokal Madura kepada generasi muda. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan Pesapeyan Ling-Giling sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika, dengan dukungan kolaboratif dari sekolah, masyarakat, dan pemangku kebijakan untuk memastikan keberlanjutannya
Enhancing Reading Comprehension through Task Repetition Method: A Study at Vocational High School Makassar
Abstract
This research aims to assess the effect of the Task Repetition Method on students' reading comprehension at Vocational High School 1 Makassar. Using a quasi-experimental research design, two classes, namely 36 students in the experimental and 36 students in control classes, were tested with pre-tests and post-tests. The data were collected by using reading test. The data were analysed using descriptive statistics from the SPSS 25.0 version. The result showed the students' reading comprehension enhanced more using the Task Repetition Method rather than the Task Rehearsal Method. The experimental class improved from a pretest score of 59.70 to 84.50 (41.54%) in literal comprehension, while the control class improved from 60.10 to 82.96 (38.00%). The control group increased from 58.40 to 79.00 (35.35%) in inferential comprehension, while the experimental group improved from 57.80 to 78.74 (36.28%). Higher proficiency in both comprehension aspects was attained by more students in the experimental class. The Task Repetition Method significantly improved students' comprehension and analysis of texts, according to the results of the t-test
EFL Students’ Perception on the Use of Spotify to Enhance English Pronunciation
This study aimed to investigate students’ perceptions of using Spotify to enhance their English pronunciation. A quantitative descriptive approach was used, with data collected through a structured questionnaire distributed to 57 sixth-semester students of the English Education Study Program at the University of Bengkulu. The research applied two theoretical lenses: the Technology Acceptance Model (TAM) and sensory perception theory, to examine how students interact with Spotify as a pronunciation tool. The findings indicate that students generally had a positive perception of using Spotify in their learning. The majority believed that Spotify was useful, easy to use, and enjoyable, which encouraged repeated practice and exposure to native English pronunciation. Features like synchronized lyrics, audio looping, and various English accents were seen as highly supportive. Furthermore, sensory elements such as listening, reading lyrics, and app interaction contributed to learners’ engagement and pronunciation development. However, not all students responded the same way, suggesting that the tool's effectiveness depends on individual learning styles and preferences. While Spotify was considered a valuable supplementary resource, students did not view it as a complete replacement for formal instruction. Overall, this study supports the potential of integrating Spotify into EFL contexts to make pronunciation learning more accessible, flexible, and engaging
Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu
This study aims to describe the ability to write news texts of seventh grade students of SMP Negeri 18 Bengkulu City. The method used in this study is a descriptive method with a quantitative approach. The population in this study were all seventh grade students of SMP Negeri 18 Bengkulu City, totaling 317 students and a sample of 30 students was taken using purposive sampling techniques. The data collection technique was in the form of a news text writing assignment test. The data analysis technique in this study used descriptive statistics with a mean calculation formula to obtain the average value of students' news text writing ability by combining the values of researcher 1 and researcher 2. The results of this study indicate that the average ability to write news texts of seventh grade students of SMP Negeri 18 Bengkulu City in general was 59.26 in the sufficient category. The results of the research on the ability to write news texts of class VII students of SMP Negeri 18 Bengkulu City specifically from several aspects, namely in the aspect of the suitability of the content with the title obtained an average value of 11.38 in the sufficient category, in the aspect of the news structure obtained an average value of 10.1 in the good category, in the aspect of news elements obtained an average value of 6.68 in the sufficient category, in the aspect of effective sentences obtained an average value of 10.89 in the sufficient category, in the aspect of word choice obtained an average value of 9.93 in the sufficient category, in the aspect of Indonesian spelling obtained an average value of 10.05 in the sufficient category. Suggestions for students, increase writing activities to increase vocabulary and learn about the General Guidelines for the Indonesian Language. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian semua siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu yang berjumlah 317 siswa dan sampel sebanyak 30 orang siswa dengan menggunakan teknik porpusive sample. Teknik pengumpulan data berupa tes penugasan menulis teks berita. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan rumus perhitungan mean untuk memperoleh nilai rata-rata kemampuan menulis teks berita siswa dengan menggabungkan nilai peneliti 1 dan peneliti 2. Hasil penelitian, menunjukan bahwa rata-rata kemampuan menulis teks berita siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu secara umum sebesar 59,26 pada kategori cukup. Hasil penelitian kemampuan menulis teks berita siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu secara khusus dari beberapa aspek, yaitu pada aspek kesesuaian isi dengan judul diperoleh nilai rata-rata 11,38 kategori cukup, pada aspek struktur berita diperoleh nilai rata-rata 10,1 kategori baik, pada aspek unsur berita diperoleh nilai rata-rata 6,68 kategori cukup, pada aspek kalimat efektif diperoleh nilai rata-rata 10,89 kategori cukup, pada aspek pilihan kata diperoleh nilai rata-rata 9,93 kategori cukup, pada aspek ejaan bahasa indonesia diperoleh nilai rata-rata 10,05 kategori cukup
IMPLEMENTASI PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) DENGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DI KELAS V SDN 17 KOTA BENGKULU
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui imlementasi Pendekatan Teaching at the Right Level (TARL) dengan mengintegrasikan permainan Teka (Tebak kata) ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 17 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan desain penelitiannya model Kurt Lewin. Penelitian dilaksanakan pada semester sanjil tahun ajaran 2024/2025 pada bulan Juli – Agustus. Subjek penelitian ini adalah 20 peserta didik kelas V B SDN 17 Kota Bengkulu. Objek penelitiannya adalah hasil belajar peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Data dari hasil observasi dan tes di analisis secara deskriptif dan di sajikan dalam bentuk diagram. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang dinamis disetiap siklusnya, peningkatan kategori sangat mahir dari hasil prasiklus terdapat 5 orang, setelah mendapat tindakan 1 menjadi 11 dan pada silus ke dua menjadi 15 orang. Dengan demikian implementasi Pendekatan Teaching at the Right Level (TARL) dengan permainan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V SDN 17 Kota Bengkulu.
Kata Kunci : Pendekatan TARL, Integrasi Permainan Teka (Tebak Kata), Hasil Belajar.
Abstract
This research aims to improve student learning outcomes through the implementation of the Teaching at the Right Level (TARL) approach by integrating the Teka game into Indonesian language learning in class V at SDN 17 Bengkulu City. This research uses a classroom action research method with a Kurt Lewin model research design. The research was carried out in the Sanjil semester of the 2024/2025 academic year in July – August. The subjects of this research were 20 students in class V B of SDN 17 Bengkulu City. The object of the research is the learning outcomes of students. Data collection techniques use observation and tests. Data from observations and tests are analyzed descriptively and presented in diagram form. The results of the research showed that there was a dynamic increase in learning outcomes in each cycle, the increase in the very advanced category from the pre-cycle results was 5 people, after receiving action 1 became 11 and in the second cycle there were 15 people. Thus, implementing the Teaching at the Right Level (TARL) approach with games into Indonesian language learning can improve the learning outcomes of class V students at SDN 17 Bengkulu City.
Keywords: TARL Approach, Integration of Guess Games, Learning Outcome
Deskripsi Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada Program Studi di FKIP Universitas Bengkulu Menyongsong Akreditasi Internasional
Abstrak
Konsep praktis kurikulum Outcome Based Learning (OBE) tertuang dalam bentuk desain instruksional, proses pengajaran, dan perangkat asesmen. Dalam sistem pendidikan, setidaknya terdapat tiga hal yang menjadi perhatian yaitu input, proses, dan output. Input berfokus pada hal-hal yang dapat meningkatkan input dalam sistem pendidikan seperti finansial, infrastruktur, dan lainnya. Proses berfokus pada proses untuk mengontrol, mengorganisasi, dan menyampaikan pengetahuan dalam pembelajaran. Sementara output berfokus terhadap produk pendidikan yang kemudian dikenal dengan Outcome Based Learning (OBE). Pada penelitian ini proses pembelajaran melalui OBE akan ditelaah di setiap Program Studi di FKIP sebagai persiapan menuju akreditasi internasioal.
Kata Kunci : Kurikulum OBE, FKIP, Akreditasi Internasional
Abstract
The practical concept of the Outcome Based Learning (OBE) curriculum is contained in the form of instructional design, teaching processes, and assessment tools. In the education system, there are at least three things of concern, namely input, process and output. Input focuses on things that can increase input in the education system such as finance, infrastructure, and others. Process focuses on processes to control, organize, and convey knowledge in learning. While the output focuses on educational products which are known as Outcome Based Learning (OBE). In this study, the learning process through OBE will be reviewed in each Study Program at FKIP as preparation for international accreditation.
Keywords : Curriculum of OBE, FKIP, International AccreditationKonsep praktis kurikulum Outcome Based Learning (OBE) tertuang dalam bentuk desain instruksional, proses pengajaran, dan perangkat asesmen. Dalam sistem pendidikan, setidaknya terdapat tiga hal yang menjadi perhatian yaitu input, proses, dan output. Input berfokus pada hal-hal yang dapat meningkatkan input dalam sistem pendidikan seperti finansial, infrastruktur, dan lainnya. Proses berfokus pada proses untuk mengontrol, mengorganisasi, dan menyampaikan pengetahuan dalam pembelajaran. Sementara output berfokus terhadap produk pendidikan yang kemudian dikenal dengan Outcome Based Learning (OBE). Pada penelitian ini proses pembelajaran melalui OBE akan ditelaah di setiap Program Studi di FKIP sebagai persiapan menuju akreditasi internasioal
KELAYAKAN E-MODUL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI VIRUS KELAS X SMA
E-modul dapat menjadi alternatif bahan ajar yang inovatif, menarik dan mendukung belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan respon peserta didik terhadap e-modul berbasis problem based learning pada materi virus kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan model ADDIE namun pada penelitian ini hanya dilakukan 4 tahap yaitu Analyze, Design, Develop dan Implement. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas X di SMA Negeri 5 Pontianak, SMA Negeri 9 Pontianak dan SMA Negeri 9 Pontianak yang berjumlah 27 orang. E-modul yang dikembangkan divalidasi oleh 5 orang validator menggunakan instrumen lembar validasi kelayakan dan dianalisis menggunakan Aiken’s V. Selanjutnya dilakukan uji coba skala kecil untuk melihat respon peserta didik terhadap e-modul menggunakan instrumen angket respon dan dianalisis persentase responnya. Hasil analisis rata-rata validitas isi sebesar 0,94 dengan kriteria sangat valid. Hasil reliabilitas e-modul menggunakan menggunakan ICC (Interrater Correlation Coefficient) sebesar 0,608 dengan kriteria reliabilitas cukup. Hasil analisis angket respon peserta didik sebesar 87,9% termasuk kriteria sangat kuat. Disimpulkan bahwa e-modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar dan peserta didik memberikan respon yang sangat kuat terhadap penggunaan e-modul berbasis problem based learning pada materi virus kelas X SMA.E-modul dapat menjadi alternatif bahan ajar yang inovatif, menarik dan mendukung belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan respon peserta didik terhadap e-modul berbasis problem based learning pada materi virus kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan model ADDIE terdiri dari Analyze, Design, Develop dan Implement. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi kelayakan e-modul dan angket respon peserta didik. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas X di SMA Negeri 5 Pontianak, SMA Negeri 9 Pontianak dan SMA Negeri 9 Pontianak yang berjumlah 27 orang. E-modul yang dikembangkan diuji kelayakannya melalui validasi oleh 5 validator dan dianalisis menggunakan Aiken’s V. Kemudian dilakukan uji coba skala kecil untuk melihat respon peserta didik terhadap e-modul dan dianalisis persentase responnya. Hasil analisis rata-rata validitas isi sebesar 0,94 dengan kriteria sangat valid. Hasil reliabilitas e-modul menggunakan menggunakan ICC (Interater Correlation Coeffecient) sebesar 0,608 dengan kriteria reliabilitas cukup. Hasil analisis angket respon peserta didik sebesar 87,9% termasuk kriteria sangat kuat. Disimpulkan bahwa e-modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar dan peserta didik memberikan respon yang sangat kuat terhadap penggunaan e-modul berbasis problem based learning pada materi virus kelas X SMA