Conference SENATIK STT Adisutjipto Yogyakarta (Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Kedirgantaraan)
Not a member yet
193 research outputs found
Sort by
Analisis Kekuatan Tarik Carbon/Epoksi Vs E-Glass/Epoksi Dan Kekuatan Bending Komposit Sandwich
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam industri telah mendorong peningkatan dalam permintaan terhadap material komposit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposit mana yang lebih ringan, kuat dan juga mempunyai sifat termal yang baik untuk pembuatan ribs pesawat AerO-73K dan mengtahui kekuatan tarik dan bending sandiwch serat Carbon/Epoksi vs E-glass/Epoksi dengan mennggunakan serta dengan Metoda yang digunakan adalah menggabungkan hand lay-up dan vacuum bag.Hasil dari analisis pengujian dapat diketahui bahwa nilai kekuatan tensile dan bending maksimum dengan arah serat , rata-rata kekuatan tensile komposit serat E-glass/Epoksi sebesar 147,493 MPa dan Carbon/Epoksi 452,949 MPa, sedangkan nilai rata-rata untuk kekuatan bending komposit sandwich dengan menggunakan core EPS, XPS, Kayu Balsa serat Carbon/Epoksi lebih kuat yaitu sebesar 43,721 MPa dibandingkan dengan komposit sandwich dengan menggunakan core EPS, XPS, Kayu Balsa serat E-glass/Epoksi yaitu sebesar 36,680 MPa
Pengaruh variasi parameter cetak dan post process terhadap tingkat kekerasan spesimen hasil cetak tiga dimensi berbasis stereolithography (SLA)
Keunggulan 3D printing stereolithography (SLA) dalam mencetak spesimen dengan geometri yang komplek dan kekasaran permukaan yang rendah menjadikan teknologi ini semakin banyak digunakan di berbagai bidang. Terlepas dari keunggulan yang dimiliki, sifat mekanis spesimen hasil cetak SLA yang rendah menjadi salah satu kekurangan utamanya. Dari beberapa penelitian telah dilakukan pengujian mekanis yang menunjukkan bahwa parameter cetak mempengaruhi sifat mekanis spesimen hasil cetak. Pada penelitian ini, pengaruh variasi parameter cetak dan post process pada kekerasan spesimen hasil cetak 3D printer SLA diteliti. Variasi parameter cetak pada penelitian ini antara lain build orientation (0o dan 90o), layer thickness (0,05, 0,1, 0,15, dan 0,2 mm), dan curing time (10, 20, 30, dan 40 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter cetak dan post process terbukti mempengaruhi tingkat kekerasan spesimen hasil cetak. Tingkat kekerasan tertinggi yang bernilai 87,9 Shore D didapatkan pada variasi build orientation 0° dengan layer thickness 0,05 mm dan curing time 40 menit
Analisis Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) di Industri Pengecoran Logam
CV. Mega Jaya Logam merupakan salah satu perusahaan industri yang bergerak pada bidang pengecoran logam (Aluminium, Besi, dan Baja) yang sebagian besar proses produksinya menggunakan mesin, manusia dan peralatan serta area yang memiliki potensi bahaya yang tinggi bagi tenaga kerja apabila tidak dilakukan pengendalian. Penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasi hazard atau bahaya yang bisa saja terjadi, menilai risikonya, dan akhirnya dapat melakukan pengendalian terhadap risiko bahaya dengan menggunakan sistematika HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control). Hasil penelitian menunjukan pada penilaian risiko terdapat 96 jenis bahaya dengan tingkat risiko dari yang tertinggi sampai dengan terendah pada bagian produksi yaitu, terdapat 3 jenis bahaya dengan pengklasifikasian tingkat risiko “Extreme Risk”, terdapat 66 jenis bahaya dengan pengklasifikasian tingkat “High Risk”, terdapat 23 jenis risiko dengan pengklasifikasian tingkat “Moderate Risk”, terdapat 4 jenis risiko dengan pengklasifikasian tingkat “Low Risk”. Pengendalian bahaya yang diusulkan adalah melakukan sosialisasi secara rutin mengenai K3 terkait potensi bahaya dan risiko untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja, serta menyesuaikan APD yang digunakan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan
Potensi Dan Tantangan Implementasi Fly-By-Wireless Pada Pesawat Komersil
Recently, sophisticated aircraft such as commercial aircraft have more various components than before. This fact causes an impact in increasing wiring complexity and resulting in more weight to the airplane. To replace the cables, wireless mode is applied, which is called wireless avionic intra-communications (WAIC). In this article, several wireless communication protocols are recommended to be used in some application sensors on the aircraft. The sensor application selection on the aircraft is based on the type of communication data required from each sensor and based on the location of the sensor. The recommended protocol for each application is concluded based on the characteristics of the communication protocol such as signal rate and nominal distance
Perancangan Instrumen Pengukuran Produktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kerajinan Batik Kayu Krebet Bantul
UMKM telah banyak berkembang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, salah satunya di daerah Kecamatan Krebet Kabupaten Bantul, yaitu sentra industri UMKM kerajinan batik kayu. Permasalahan yang muncul di Sentra Industri UMKM kerajinan batik kayu Krebet adalah belum adanya pengukuran produktivitas. Produktivitas merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan UMKM dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat serta dapat mewujudkan kesejahteraan UMKM . Peningkatan produktivitas UMKM dapat meningkatan keuntungan, meningkatkan kualitas produk serta meningkatkan upah pekerja. Untuk melakukan pengukuran produktivitas terlebih dahulu harus dibentuk instrumen pengukuran produktivitas. Oleh karena itu pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk merancang instrumen pengukuran produktivitas yang meliputi kriteria produktivitas, indikator produktivitas, metode/cara pengukuran produktivitas yang tepat, sistematis dan mudah digunakan. Metode yang digunakan dalam merancang instrumen pengukuran produktivitas ini adalah objective matrix (Omax) dengan tahapan meliputi; penentuan kriteria produktivitas, , penentuan indikator produktivitas, penentuan bobot kepentingan indikator produktivitas, perancangan instrumen pengukuran produktivitas dengan metode Objective Mattix (Omax).Dari hasil penelitian diperoleh tiga kriteria yang digunakan untuk mengukur produktivitas, yaitu krteria efisiensi, efektivitas dan inferensial, Indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur produktivitas ada 5 indikator. Instumen pengukuran produktivitas dengan model Omax dapat digunakan untuk mengukur produktivitas. Berdasarkan contoh pengukuran diperoleh nilai total produktivitas pencapaian sebesar 6 (baik)
Analisa Pengaruh Terhadap Kualitas Transfer Data pada Jaringan Computer Berbasis Kabel Serat Optic Menggunakan Metode Regresi Linear
Fiber optic cable is the fastest computer network transmission medium today. In addition to its ability to transfer data faster than other transmission media, fiber optic cable also has factors that can interfere with its performance, one of which is bending. Experiments were carried out on fiber optic cables that were given bending, then tested the data transfer speed for 60 seconds at different bending diameter variations. The results of the test with a maximum speed of 967.35 mbps at a bending diameter of 20 mm, then the speed decreases as the bending diameter is getting smaller, and the slowest speed is at a diameter of 6 mm with a speed of 4.15 mbps. The data was then tested using the validity test, normality test, linearity test and analyzed using simple regression analysis. From the results of the study it can be concluded that there is an effect of bending on the quality of data transfer by 41%
Analisis Jumlah Fasilitas Pelayanan Server Validasi Kartu Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Antrian
Pandemi covid-19 mengubah banyak hal, tidak terkecuali dalam dunia penerbangan dan hal-hal yang berkaitan dengan operasional bandar udara, termasuk diantaranya Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Perubahan karena pandemi covid-19 terlihat cukup jelas ketika penumpang yang akan menggunakan jasa penerbangan harus membawa surat kesehatan. Ketika penumpang melakukan validasi surat kesehatan pada bagian server validasi di Bandar Udara Internasional Yogyakarta sering terjadi permasalahan dalam pelayanan yaitu penumpukan (antrian) penumpang yang disebabkan oleh jumlah fasilitas server validasi tidak mencukupi untuk melayani penumpang yang datang bersamaan. Digunakan model antrian untuk menganalisis jumlah server yang optimal. Dari hasil analisis maka jumlah server pelayanan yang harus disediakan setiap periodenya adalah sebanyak 3 (tiga) server. Sebab apabila jumlah server lebih besar dari 3 server akan mengakibatkan waktu menunggu penumpang semakin kecil tetapi prosentase waktu menganggur server pelayanan justru lebih besar. Apabila jumlah server lebih kecil dari 3 akan mengakibatkan waktu menunggu penumpang semakin besar dan prosentase waktu menganggur server pelayanan tidak terhingga
Pengendalian Persediaan Bahan Bakar Solar Menggunakan Model Probabilistik pada SPDN Baji Pamai Maros
SPDN atau Dolar Packed Dealer Nelayan merupakan bentuk pengembangan dengan menggunakan mobil tangka BBM berkapasitas 10 KL sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah Pelabuhan kecil. Pada pelaksanaan penjualan bahan bakar solar di SPDN Baji Pamai Maros sering terjadi penurunan dan kenaikan permintaan bahan bakar solar yang mengakibatkan perusahaan sulit untuk menetukan tingkat dan jumlah penjualan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan tingkat dan jumlah biaya persediaan bahan bakar solar yang optimal pada SPDN Baji Pamai Maros. Data penelitian ini diperoleh dari permintaan dan persediaan bahan bakar solar selama satu tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model probabilistik SPDN Baji Pamai Maros mampu mengiptimalkan biaya persediaan seniali Rp. 2.722.835.390,8 dari biaya persediaan atau sebesar 49.554 liter dengan menggunakan metode perusahaan sebelumnya senilai Rp. 2.746.650.257,6 sehingga dengan menggunakan metode probabilistik biaya persediaan dapat dioptimalkan senilai Rp. 23.814.866,8
Prediction of Increased Mobility of Yogyakarta Residents in Controlling the Spread of COVID-19 Cases Using the Neural Network Algorithm
High mobility in D.I Yogyakarta arises from tourist visits and educational activities as well as community activities which are quite dense. High mobility and density will affect the spread of COVID-19 in D.I Yogyakarta. Early preparation is needed to predict displacement in D.I Yogyakarta so that policies can be implemented as early as possible to prevent the emergence of a new wave of spread of COVID-19 in D.I Yogyakarta. In this study, the Neural Network Algorithm with Backpropagation model is used to predict the mobility of Yogyakarta D.I data from September 2021 to January 2022. To form the Neural Network Algorithm model using Rapidminer software with prediction criteria of accuracy and kappa. The prediction accuracy value obtained is 95.49% and the kappa value is 0.908. The results of this study indicate that the predictive value of Yogyakarta D.I mobility tends to be high
Laravel Blade Templating Engine Implementation (Case Study: Muhammadiyah Lamongan Hospital Job Management System)
Laravel is one of several frameworks owned by the Hypertext Preprocessor (PHP) programming language. Laravel itself was created to facilitate programmers in creating a website with a framework that laravel is expressive and has syntax that is easy to understand. Laravel can also automate common things that are commonly used when building an application such as: Database library, Templating Engine, Session Management, etc. So much used to create a web application. Hypertext Markup Language (HTML), Cascading Style Sheets (CSS) and PHP programming languages: Hypertext Preprocessor is the most widely used programming language for creating a web sistem, using the Blade Templating Engine feature in the Laravel Framework will make it easier for programmers to create dynamic interfaces where programmers do not need to repeat the same code on each page, like; Navbar, Sidebar, footer and so on. By using directive yield, section and extends to call the template that has been created