Jurnal Universitas Djuanda (Unida)
Not a member yet
    1912 research outputs found

    Implementation of 21st Century Learning in Elementary School

    Full text link
    This study describes the perceptions and implementation of 21st century learning in elementary schools. This study uses a descriptive qualitative research method. This research is in the form of field research, namely research conducted in real life to find out the specifics and reality of what happened during society at one time—data collection techniques used in this study using observation, interviews, and documentation. The sample used in this study was 25 people, consisting of 5 school principals and 20 madrasah teachers from three provinces, namely Banten, Jakarta and West Java. The results of teacher perceptions of 21st century learning in elementary schools show that as many as 5 people or 20% of respondents said they knew 21st century learning from internet sources, 7 people or 28% said they knew 21st century learning from teacher training, 8 people or 32% knew about learning 21st century from seminars or workshops, 4 people or 16% of respondents from discussions with colleagues, and 1 person or 4% obtained from scientific journals. While implementing 21st century learning in elementary schools is included in the very good category, this can be seen from 96% of teachers who have implemented 21st century learning. Good perceptions of the learning skills possessed by respondents are continuous with the selection of learning models they use, such as problem-based learning, discovery learning, project-based learning, cooperative learning, and direct learning

    Penentuan Komoditas dan Kawasan Unggulan Subsektor Perkebunan

    Full text link
    In the context of regional development, regional development directions are needed based on the availability of resources, so that regional development directions can be directed and run well. In general, the goals of regional development are equity, economic growth, and sustainability so that the region can develop to the desired level. The ability to take advantage of the potential planning resources available in the region is a way of developing a region based on regional potential. One of the solutions in regional development is the development of superior commodities, with the intention that these commodities can support regional economic growth and people's welfare. The purpose of this study was to identify and determine the superior commodities of the plantation sub-sector in Rokan Hulu Regency and to determine the location of the superior production of the plantation sub-sector in Rokan Hulu Regency. Leading commodities are determined based on analysis of Sectoral Contribution Index (SCI), Growth Ratio Model (GRM), Dynamic Location Quotient (DLQ), Location Quotient (LQ) and Composite Indeks (CI). Meanwhile, plantations in plantation sub-sector superior production areas are carried out using a Geographic Information System with Hot Spot analysis Getis-Ord Gi*. Based on the results of the analysis, it is known that the leading commodities in the plantation sector in Rokan Hulu Regency are rubber and palm oil. Hot Spot analysis shows the location of the leading area, namely in North Tambusai District. The results of this study are expected to be input in determining the superior commodities of plantation estates and the development of agropolitan areas in Rokan Hulu Regency

    ANALISIS NILAI TUKAR PETANI CABAI (Capsicum Annum L.) DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA MASA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang ditanam secara komersial di daerah tropis. Sebagian besar kegunaanya dikonsumsi rumah tangga dan diekspor. Kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia terhadap cabai terus meningkat, pada tahun 2017 produksi cabai 1,206.265 ton dan meningkat pada tahun 2018 sebesar 1.206.750 ton. Namun harga cabai sering mengalami fluktuasi (BPS,2020). Harga cabai yang sangat fluktuatif, dikarenakan adanya pengaruh permintaan dan penawaran di pasar. Dari sisi penawaran, proses penyediaan produksi dan distribusi cabai belum sepenuhnya dikuasai petani, hal ini sangat berpengaruh terhadap harga jual cabai. Harga jual cabai yang naik dan tinggi berdampak terhadap kesejahteraan petani. Indikator untuk mengukur kesejahteraan petani adalah dengan Nilai Tukar Petani (NTP), yang sangat dipengaruhi oleh penerimaan petani dan pengeluaran (pangan dan non pangan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nilai Tukar Petani cabai, dan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani cabai pada masa pandemi covid-19. Metode analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif  dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, 1) Petani yang memiliki NTP > 100 adalah 16 petani cabai, sedangkan yang memiliki NTP < 100 sebanyak 21 petani cabai, dengan perkataan lain sebanyak 16 petani cabai yang sejahtera pada masa pandemic covid-19, dengan rata-rata nilai tukar petani 95,95.; 2) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar petani cabai (NTP) secara parsial adalah Luas Lahan, Produktivitas, dan Harga Jual cabai. Sedangkan secara bersama-sama semua variabel dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar petani cabai dengan nilai R square 0,76

    BIOAKTIVITAS CAMPURAN EKSTRAK DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L.) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Vahl.) TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.)

    Full text link
    Penurunan produksi tembakau salah satunya disebabkan oleh kerusakan yang disebabkan oleh hama Spodoptera litura (S. litura), sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian. Salah satu upaya pengendalian yang ramah lingkungan adalah menggunakan insektisida nabati. Penelitian ini menggunakan campuran dari dua ekstrak tanaman yang berasal dari ekstrak daun A. squamosa dan rimpang C. domestica (formulasi ekstrak uji). Berdasarkan penelitian sebelumnya telah diketahui kedua formulasi ekstrak uji tersebut bersifat sinergis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan formulasi ekstrak uji terhadap perkembangan larva, bobot larva, dan konsumsi pakan S. litura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan tersebut yaitu kontrol negatif menggunakan larutan etanol 1%, konsentrasi formula campuran ekstrak uji 0,9%; 1%; 1,1%; 1,2%, dan kontrol positif menggunakan insektisida Dipel WP. Perlakuan dilakukan dengan metode celup pakan ke dalam campuran ekstrak. Data perkembangan larva, bobot larva, dan konsumsi pakan larva dianalisis menggunakan ANAVA, selanjutnya dilakukan uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan perpanjangan waktu perkembangan larva, menurunkan bobot larva, dan menurunkan konsumsi pakan larva S. litura

    Gambaran Pengetahuan Pembeli Dalam Memilih Bahan Pangan Hewani Halal di Pasar Nglano Karanganyar

    Full text link
    Status kehalalan pangan hewani sangat erat kaitannya dengan pengetahuan dan kepedulian para supplier atau penyedia bahan pangan. Pengetahuan merupakan informasi yang disimpan konsumen dalam ingatan sebagai faktor penentu utama dari perilaku atau sikap konsumen. Dilihat dari perspektif pengetahuan produk tentang produk halal, bahwa tingkat kepekaan dan kepedulian konsumen di Indonesia terhadap kehalalan produk yang ada masih kurang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan pembeli dalam memilih bahan pangan hewani halal di pasar Nglano Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan studi cross sectional dengan jumlah responden 82 orang. Data pengetahuan responden didapatkan dengan memberikan kuesioner kepada para pembeli atau konsumen bahan pangan hewani halal di Pasar Nglano Karanganyar. Analisis data menggunakan program SPSS 20.0 dengan analisis univariat untuk mengetahui gambaran pengetahuan pembeli dalam memilih bahan pangan hewani halal. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pengetahuan pembeli dalam memilih bahan pangan hewani halal adalah baik (85,4%) dan sebanyak (14,6%) pembeli yang memiliki pengetahuan cukup. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian pengetahuan pembeli atau responden memiliki kategori pengetahuan yang “baik” dalam memilih bahan pangan hewani halal

    Analisis Tekno-Ekonomi Industri Tahu: Studi Kasus Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekno ekonomi industrI tahu: studi kasus Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Kajian tekno-ekonomi memuat tentang pembuatan sebuah keputusan (decision making), Metode analisis tekno ekonomi yaitu:  Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Break Even Point (BEP). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) NPV 12%/tahun dalam 12%/tahun pada discount faktor 12% yaitu sebesar Rp. 808,039,153 sebesar 1,18 (>1); (b) perhitungan BCR menunjukkan bahwa jika pengeluaran sebesar Rp 2,417,921 akan menghasilkan penerimaan benefit sebesar Rp 808,039,153; (c) IRR sebesar 83% (>1%); dan (d) pengembalian investasi dengan perhitungan PP yaitu selama 1,42 tahun; serta (e) BEP unit/produksi sebasar dengan rata-rata kapasitas produksi Rp 864.000.000, dan BEP harga sebesar Rp kapasitas 4.320.000.000. Berdasarkan lima kriteria metode analisis tekno ekonomi yaitu NPV, BCR, IRR, PP, dan BEP yang menunjukkan usaha pengolahan tahu layak untuk dikembangkan

    Daya Terima Konsumen terhadap Pangan Fungsional Puding Berbahan Baku Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)

    Full text link
    Pengembangan makanan fungsional berbahan baku lokal penting dilakukan  sebagai upaya  memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, mengatasi krisis pangan, sekaligus sebagai salah satu alternatif mencegah timbulnya penyakit degeneratif tertentu. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dan jamur tiram putih merupakan sumber pangan fungsional yang memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan karena kandungan senyawa bioaktif antosianin dalam ubi jalar ungu dan beta-glukan dalam jamur tiram yang bermanfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya terima konsumen terhadap pudding tepung ubi jalar ungu dan tepung jamur tiram sebagai pangan fungsional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan skala hedonik melalui uji organoleptic terhadap rasa, warna, aroma dan tekstur pudding formula tepung ubi jalar ungu dan tepung jamur tiram. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Annova pada taraf kepercayaan 95% (α= 0,05). Apabila terdapat perbedaan yang nyata diuji lanjut menggunakan DMRT 5%. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis ragam diperoleh bahwa formulasi penambahan tepung ubi jalar ungu dan tepung jamur tiram berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 95% terhadap warna, rasa dan aroma pudding dan tidak berpengaruh nyata terhadap tekstur pudding. Hasil uji lanjut menggunakan DMRT 5% diketahui bahwa formulasi penambahan tepung ubi jalar ungu 80% dengan penambahan tepung jamur tiram 20% (F6) dan formulasi penambahan tepung ubi jalar ungu 100% (F1) lebih disukai oleh konsumen dari warna, rasa dan aroma pudding dengan rata-rata skor 3,56 (suka)

    Manajemen Kepala Sekolah dalam Pengembangan Budaya Islami di SMAIT Ummul Quro Bogor

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kepala sekolah dalam pengembangan budaya Islami di SMAIT Ummul Quro Bogor.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah selanjutnya adalah teknik analisis data reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan Perencanaan manajemen kepala sekolah dalam pengembangan budaya Islami di SMAIT Ummul Quro Bogor meliputi : (1) pemahaman mengenai budaya sekolah Islami (2) Mengadakan musyawarah dalam merumuskan dan merencanakan budaya sekolah Islami (3) Latar Belakang, Tujuan, dan Visi-Misi Sekolah (4) Langkah-langkah dan sosialisasi budaya sekolah Islami (5) Sasaran budaya sekolah Islami. Pengorganisasian kepala sekolah dalam pengembangan budaya Islami di SMAIT Ummul Quro Bogor meliputi : (1) Peran Kepala Sekolah dalam menjalankan budaya sekolah (2) Peran wakil kepala sekolah, guru, dan komite dalam mewujudkan budaya sekolah Islami (3) Terdapat Standard Operating Procedure (SOP). Penggerakkan  manajemen budaya Islami di SMAIT Ummul Quro Bogor meliputi : (1) Budaya Islami dalam ibadah (2) Budaya Islami dalam akhlak (3) Budaya Islami dalam Kurikulum (4) Budaya Islami melalui sarana dan prasarana. Pengawasan dalam manajemen budaya Islami di SMAIT Ummul Quro Bogor meliputi : (1) Penghargaan (Reward), Hukuman (Punishment), dan Tindak Lanju

    BRANDING DESTINASI PROVINSI RIAU SEBAGAI DESTINASI WISATA HALAL

    Full text link
    Tingginya minat masyarakat melakukan perjalanan wisata membuat berbagai daerah khususnya Provinsi Riau memanfaatkannya dengan menghadirkan brand wisata halal. Hadirnya wisata halal membuat Pemerintah Provinsi Riau berupaya mengemas brand dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui branding destination yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata Provinsi Riau terhadap Provinsi Riau sebagai destinasi wisata halal. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan konsep branding dari Kotler yang memiliki tiga unsur yakni, brand identity, brand positioning dan brand personality. Subjek penelitian tiga informan yang diambil melalui snowball sebagai key informan. Teknik Pengambilan data yang digunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa destination branding Provinsi Riau sebagai destinasi wisata halal yang sudah dilakukan ialah brand personality dan brand identity. Brand personality dilakukan dengan pengembangan kawasan strategis di berbagai kabupaten di Provinsi Riau, yang mencakup natural wonders, culture wonders, sensory wonders, adventurous wonders. Sedangkan brand identity diwujudkan dengan adanya icon logo serta Tagline Riau the Halal Wonder yang masih belum muncul di masyarakat luas dan pengunjung objek wisata halal tersebut

    Optimasi Proses Isolasi Antosianin Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) untuk Implementasi Pangan Tinggi Antioksidan

    Full text link
    Ekstrak kelopak bunga rosela merupakan sumber bahan antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan pada industri produk makanan, minuman dan juga kosmetika. Kelopak bunga rosela dapat dengan mudah dilakukan ekstraksi dengan menggunakan air. Namun demikian, untuk tetap bisa menjaga antosianin dalam jumlah yang optimal proses ekstraksi juga harus mempertimbangkan faktor yang mempengaruhinya seperti cahaya, suhu, logam, dan oksigen. Pemilihan metode ekstraksi bunga rosela didasarkan pada tujuan untuk memperoleh kandungan antioksidan yang tinggi. Penggunaan pektinase dan selulase dapat meningkatkan kadar antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimal penggunaan asam sitrat dan natrium metabisulfit pada proses ekstraksi kelopak bunga rosela dengan menggunakan enzim pektinase : selulase : papain (2:2:1) sebanyak 1000 ppm pada suhu 50°C selama 10 menit dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) yang meliputi respon terhadap kadar antosianin, derajat keasaman (pH) dan total padatan terlarut. Hasil optimasi didapatkan bahwa penggunaan 1% asam sitrat dan 30% natrium metabisulfite dapat menghasilkan kadar antosianin hingga 1541,650 mg/ liter. &nbsp

    1,735

    full texts

    1,912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Djuanda (Unida)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇