Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
    561 research outputs found

    ANALYSIS OF CORPORATE CULTURAL VALUE ON THE IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE AT PT BANK SULSEL

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of corporate culture values (which include: integrity, professionalism, customer focus, and service improvement) on the implementation of good corporate governance at PT. Bank Sul-Sel, as well as knowing which value is more dominant in influencing the good corporate governance of PT. South Sulawesi Bank.The population of this research is 130 employees. The number of samples used the Isaac and Michel formula with an error rate of 5% was set at 77 employees. The data used are primary data and secondary data. Data collection used questionnaires and documentation techniques. The data were analyzed using multiple regression analysis, validity, reliability, and hypothesis testing analysis.The results of the study based on the results of multiple regression analysis indicate that the values of corporate culture, namely: integrity, professionalism, customer focus, and service improvement, positively influence employee performance. The analysis results show that the dominant value that affects employee performance is integrity. It can be seen from the regression analysis results, which shows that t-count = 3.713. The contribution of corporate culture values to good corporate governance is 53.9%. The remaining 46.1% is influenced by other variables not examined

    IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT OF KETAK HANDICRAFT SMEs IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC

    Get PDF
    Uncertainty in conditions driven by external factors from the threat of the virus that has an impact on restrictions on human movement by the government affects business and economic conditions in Indonesia, including Small and Medium Enterprises (SMEs) in handicrafts. The business processes carried out by SMEs are inseparable from the risks they face. Risk management is the right strategy in tackling risks that occur throughout the business process. The purpose of this study was to identify and conduct an assessment of the risks faced by SMEs in Central Lombok during the Covid-19 Pandemic. The method used to analyze risk factors is the checklish method and the Analytical Hierarchy Process (AHP). All risks that SMEs may face have been identified, classified and ranked according to risk exposure. The results showed that there were 4 risk factors and 11 risk subfactors identified. The most critical risk comes from financial risk. There was a decrease in income during Covid-19, a decrease in the level of consumer purchasing power, and limited capital. Limited human resource capabilities if marketing online and the difficulty of obtaining raw materials are also critical risks faced by SME actors during the Covid-19 Pandemi

    PreparasiI Katalis Nanomaterial dari Cangkang Kerang Darah (Anadara Granosa Linn) untuk Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Menggunakan Microwave

    Get PDF
    Salah satu pilihan pemanfaatan limbah cangkang kerang darah yaitu dapat digunakan untuk produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karasteristik katalis dari cangkang kerang darah. Metode yang digunakan adalah metode esterifikasi dan transesterifikasi dengan menggunakan microwave dengan bahan baku jelantah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bersarkan hasil analisa XRD menunjukkan puncak utama fase sudut 2θ pada 34.10˚ yang menunjukkan bahwa senyawa yang diperoleh adalah kalsium Hidroksida (Ca(OH)2), selain itu juga terdapat puncak difraksi sudut 2θ pada 64.20˚ yang menunjukkan bahwa juga terdapat senyawa kalsium oksida (CaO). Hasil SEM menunjukkan bahwa cangkang kerang darah hasil kalsinasi mempunyai bentuk yang tidak seragam dan juga teragregasi sebagian dengan berdasarkan persamaan Sherrer diperoleh ukuran rata-rata kristal yaitu 23.77 nm. Biodiesel yang dihasilkan dengan menggunakan katalis cangkang kerang darah memiliki densitas 0,89 g/ml, Viskositas 4.05 mm2/s, Angka Asam 0.21 Mg KOH/g dan Gliserol Total sebesar 0.27 % massa dengan waktu optimum untuk produksi biodiesel yaitu pada menit ke 15 dengan konsentrasi 3 %wt/wt dengan perbandingan rasio mol minyak dan metanol yaitu 1: 12. Abstract One alternative method of processing the waste of clamshells is by utilizing it as the catalyst of biodiesel production. This research aims at finding the characteristics of catalysts made of the blood clamshells. The research applies the methods of esterification and Transesterification by using the microwave and the used cooking oil. The result of the research indicates that (1) based on the XRD analysis results it is known that the main peak of the angle phase of 30 in 34.10 degrees shows that the obtained compound is the Hydroxide Calcium (Ca(OH)2). Besides that, the peak of angle diffraction of 2θ on 64.20˚ indicates the existence of a calcium oxide compound. The result of SEM points out the shells of the blood clams as the result of calcination have ununiformed shapes and some of them are aggregated based on the Sherrer equation which produces average crystal sizes of 23.77 nm. The biodiesel fuel produced through the process of blood clamshell catalyst contains a density of 0.89 g/ml, a viscosity of 4.05 mm2 /s, an acid density of 0.21 Mg KOH/g, and total glycerol as much as  0.27%.  The mass with a maximum time of biodiesel production is on the minute of 15 with 3%wt/wt of concentration with the oil moll and methanol ratio of 1:12

    Analisis Kestabilan Lereng Highwall Berdasarkan Tingkat Kejenuhan Dengan Metode Probabilitas Pada Tambang Batubara PT. X Kalimantan Timur

    No full text
    Keberadan air pada lereng akan menimbulkan masalah teknis yang serius khususnya pada kestabilan lereng tambang, untuk itu perlu dilakukan analisis kestabilan lereng demi menjaga lereng tetap dalam kondisi stabil. Lereng di analisis dalam kondisi tak jenuh dan jenuh dengan menghitung nilai faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran. Contoh batuan diuji sifat fisik dam mekanik sebagai data masukkan analisis lereng pada program slide 6.0. hasil analisis menunjukkan nilai FK lereng tak jenuh dengan tinggi 120 dan sudut 30 adalah 1,7 dan lereng jenuh dengan geometri yang sama memiliki nilai FK 0,961. Kemudian geometri lereng jenuh diubah menjdi 120 meter dengan sudut 25 derajat mendapatkan nilai FK 1,6. Sedangkan nilai probabilitas kelongsoran untuk lereng tak jenuh adalah 2,3% dan lereng jenuh 3,0%. Terjadi perbedaan signifikan terkait pengaruh air pada lareng yaitu perbedaan nilai FK sebsar 0,846 dan PK sebesar 9,2%. Perbedaan ini terjadi karena keberadaan air telah meningkatkan bobot isi batuan dan menurunkan nilai kohesi sehingga nilai gaya pendorong pada lereng menjadi lebih besar dan menyebabkan potensi longsor tinggi

    Karakterisasi Kandungan Mineral dan Sifat Kerentanan Magnetik Pasir Besi Pantai Galesong Takalar Sulawesi Selatan

    No full text
    Pasir besi adalah endapan pasir yang mengandung partikel besi yang terdapat di sepanjang pantai terbentuk karena proses penghancuran oleh cuaca, air dan gelombang terhadap batuan asal. Keterdapatan pasir besi di Pantai Galesong Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan cukup menjanjikan untuk dimanfaatkan namun belum pernah dilakukan karakterisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral dan kerentanan magnetik pasir besi Pantai Galesong. Metode yang digunakan menggunakan analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk jenis dan kadar mineralnya dan pada penentuan kerentanan magnetik yaitu dengan menggunakan alat Magnetic Susceptibility Meter. Hasil penelitian menunjukkan pasir besi daerah penelitian tersusun dari mineral kalsium magnesium, kuarsa, hornblende, biotit, siderite, magnetit dan hematit dengan kadar Fe2O3 sampel SB-1 dan sampel SB-2 masing-masing yaitu 19,89% dan 17,32% dengan kerentanan magnetik antara 68,51 x 10-5 m3kg-1 – 151,06 x 10-5 m3kg-1

    RISK MANAGEMENT OF RICE SUPPLY CHAIN BASED ON RISK CORRELATION (Case Study: Penajam Paser Utara)

    Get PDF
    Rice is the staple food with a continuous increase of it’s demand. Therefore, it’s availability should be well-maintained. Rice farmers and millers don’t yet have an advantageous position. Other risks also has the potential to disrupt the rice production process. This study aims to analyze and create priority risk mitigation in the rice supply chain of PPU. The methods used in this research were ISM to create a risk structure, FMECA to assess risk, and AHP to mitigate priority risk. There were  41 risks, consist of 26 risks for farmers and 15 risks for millers. Based on FMECA result, the priority risk from farmers is poor quality rice seeds (RPN of 112 and a medium criticality level). The priority risk from millers is damage to the rice grinder machine (RPN of 490 and a very high criticality level). The mitigation strategies were prepared by considering the interrelationships between risks in the ISM. If totaled based on the results, there were 11 risks for farmers that could be overcome by the 6 alternative mitigation strategies that exist. As for the rice mill, there were 6 risks that could be overcome by the 4 alternative mitigation strategies that exist. All of these alternatives were calculated using the AHP method. The priority mitigation for the farmer's were routine monitoring and maintaining the moisture content of the seeds, while the priority mitigation for the millers were periodic maintenance scheduling and the provision of spare engine components.

    Pengaruh Asap Cair Sebagai Biohandsanitizer Dengan Penambahan Essential Oil Daun Jeruk Nipis

    No full text
    Inti SariAsap cair merupakan bahan baku alternatif pembuatan biohandsanitizer karena kandungan utamanya dapat digunakan sebagai penghambat pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertunjuan mengetahui apakah asap cair dapat digunakan sebagai bahan baku biohandsanitizerad, mengetahui daya hambat asap cair terhadap pertumbuhan bakteri dengan esensial oil dari bahan daun jeruk nipis. Metode yang digunakan yaitu proses produksi asap cair dengan cara pirolisis. Asap cair grade 3 di destilasi menghasilkan asap cair grade 1 dan 2. Pembuatan biohandsanitizer dilakukan dengan mencampurkan asap cair grade 1 dengan esensial oil. Perbandingan asap cair dan esensial oil yang memenuhi persyaratan 80:20 dengan nilai pH 4,55. Analisa Angka Lempeng Total (ALT) jika pertumbuhan mikroba pada media biakan semua jenis sampel yaitu 1,0x101, sehingga bahan baku yang digunakan sangat efektif untuk menghambat pertumbuhan mikroba sebagaimana tujuan dari penelitian ini. Standar handsanitizer yang memenuhi persyaratan berada pada kisaran  pH 4-10 (SNI 06-2588-1992) dan standar Angka Lempeng Total pada prodak handsanizer yaitu 1,0x103. Analisa GCMS, 31% kandungan dari asap cair adalah trans-caryophyllene merupakan senyawa organik efektif sebagai antibakterial. Abstract Liquid smoke is an alternative raw material for making biohandsanitizer because its main content can be used as an inhibitor of microbial growth. This study aims to determine whether liquid smoke can be used as a raw material for biohand sanitizers, to determine the inhibitory power of liquid smoke on bacterial growth with essential oil made from lime leaves. The method used is the process of producing liquid smoke by means of pyrolysis. Grade 3 liquid smoke is distilled to produce grade 1 and 2 liquid smoke. The biohandsanitizer is made by mixing grade 1 liquid smoke with essential oil. Comparison of liquid smoke and essential oil that meets the requirements of 80:20 with a pH value of 4.55. Analysis of Total Plate Number (ALT) if microbial growth in culture media for all types of samples is 1.0x101, so the raw materials used are very effective in inhibitin

    Analisis Potensi Kekuatan Material Tanah pada Jalan Angkut Tambang Bauksit PT XXX Kabupaten Ketapang

    No full text
    Kondisi jalan angkut memiliki peranan penting untuk mempermudah operasi alat angkut serta dapat mengefisienkan waktu pengangkutan dalam produksi tambang bauksit di PT XXX Kabupaten Ketapang. Tanah sebagai material di jalan tambang memiliki potensi kekuatan sebagai daya pendukung untuk menahan beban kendaraan yang berada di atasnya. Pada jalan tambang, apabila kekuatan material tanah tidak lebih besar dari beban alat angkut maka dapat mengakibatkan alat angkut tidak beroperasi maksimal dan dapat menurunkan produksi penambangan bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitan ini adalah (1) untuk mengetahui karakteristik tanah di jalan angkut tambang bauksit, (2) mengetahui persentase potensi kekuatan tanah berdasarkan uji California Bearing Ratio (CBR), serta (3) memberikan tahapan rekomendasi untuk meningkatkan kekuatan tanah di jalan angkut tambang bauksit PT XXX Kabupaten Ketapang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil uji sifat fisik tanah dan uji CBR di laboratorium. Sedangkan data sekunder terdiri dari gambaran lokasi penelitian serta dari referensi penelitian terdahulu sebagai data pendukung untuk memperkuat analisis dan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di jalan angkut tambang bauksit PT XXX memiliki karakteristik yang baik secara umum sebagai tanah dasar (subgrade). Nilai persentase CBR desain paling rendah adalah sampel pertama (SA-T1) dengan nilai CBR desain sebesar 2,50% dan termasuk dalam tingkatan kelompok tanah sangat buruk (very poor). Sedangkan sampel SA-T2 dan SA-T3 yang memiliki nilai CBR desain masing-masing sebesar 14,00% dan 10,00% termasuk dalam tingkatan kelompok tanah buruk sampai cukup baik (poor to fair). Menurut kegunaannya, tiga sampel tanah tersebut dapat dijadikan sebagai lapisan tanah dasar (subgrade) di jalan angkut. Untuk meningkatkan kekuatan material tanah di jalan angkut tambang dapat dilakukan beberapa upaya perbaikan, diantaranya dengan melakukan pemadatan (compacting) dan stabilisasi tanah

    Analisis Alih Fungsi Lahan Menggunakan Regresi Logistik Ordinal

    No full text
    Kejadian bencana tanah longsor tidak lepas dari kondisi yang memang rentan  untuk terjadi gerakan longsor seperti lereng yang curam dan curah hujan yang tinggi. Kejadian tanah longsor diperparah juga dengan ketidakdisiplinan masyarakat dalam penggunaan lahan sesuai dengan fungsinya yang dinamakan alih fungsi lahan yang dapat menjadi faktor pemicu kejadian tanah longsor. Melakukan penelitian tentang alih fungsi lahan menjadi hal yang penting untuk melihat dampak yang diakibatkan oleh aktivitas manusia tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis alih fungsi lahan pengaruhnya terhadap tingkat bahaya tanah longsor di Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer yaitu survey lapangan dan juga pengambilan data sekunder. Tahapan yang dilakukan yaitu dengan melakukan pengamatan lapangan tentang kejadian alih fungsi lahan. Kemudian melakukan pengambilan data tentang tingkat bahaya longsor di titik pengamatan alih fungsi lahan. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil analisis didapatkan bahwa nilai p value (0,036) 0,05. Maka, keputusan yang diambil adalah tolak H0. Dengan demikian, pada tingkat kepercayaan 95% dapat dikatakan bahwa variabel alih fungsi lahan mempengaruhi tingkat bahaya longsor di Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Hal ini dapat menjadi masukan bagi masyarakat untuk menggunakan lahan sebagaimana fungsinya

    Karakteristik Dan Petrogenesa Batuan Beku Granit Di Daerah Sibayu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah

    No full text
    The tectonic history of Sulawesi is closely related to the activities of the three major world plates that surround it. This results in the complexity of geological conditions on the island of Sulawesi, including the diversity of rock types. One of the most common types of rock is igneous granite, which is widespread in the Sibayu area, Donggala Regency, Central Sulawesi Province. This study aims to determine the characteristics and petrogenesis of igneous granite using megascopic and microscopic or petrographic observation methods. The results showed that the rock has a megascopic appearance in the form of a grayish-white fresh color and a brownish weathered color, a holocrystalline texture, a massive structure, and a mineral composition consisting of orthoclase, amphibole, and quartz. Its microscopic appearance shows a brownish-transparent color on parallel nikol, on brown cross-linked nikol, light gray to dark gray, mineral size 0.15-0.05 mm, the average mineral composition is orthoclase (41.25% ), quartz (43.75%), biotite (11.25%) and plagioclase (3.75%). Based on these data, it can be concluded that the rocks are Late Miocene to Late Pliocene, which proves that the Palu-Koro fault was still active during the Late Miocene to Late Pliocene. The presence of biotite in granitic rocks characterizes S-Type granite which is formed deep below the earth's surface which is characterized by euhedral-subhedral forms

    447

    full texts

    561

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇