Ejournal Universitas Islam Indragiri
Not a member yet
1308 research outputs found
Sort by
ANALISIS KONSEP KALOR PADA PROSES PENGERINGAN GABAH MENJADI BERAS
Proses pengeringan gabah menjadi beras merupakan tahapan penting dalam produksi beras yang mempengaruhi kualitas dan efisiensi proses. Salah satu konsep yang terlibat dalam proses ini adalah konsep kalor, yang berperan dalam mentransfer energi panas dari sumber panas ke gabah untuk menguapkan kadar airnya. Analisis konsep kalor pada proses pengeringan gabah menjadi beras memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana energi panas bekerja dalam proses tersebut. Dengan memahami konsep kalor, dapat dilakukan optimasi penggunaan energi panas sehingga proses pengeringan dapat dilakukan dengan efisien dan menghasilkan beras berkualitas tinggi. Tujuan penelitian untuk menganalisis konsep kalor pada proses pengeringan gabah menjadi beras dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses tersebut. Metode yang digunakan yaitu dengan metode studi literatur melalui artikel, buku, dan lainnya
UJI DAYA HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DI KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Kebutuhan pangan terus meningkat setiap tahun yang disebabkan oleh pertambahan jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi pangan sehingga diperlukan terobosan teknologi budi daya yang mampu meningkatkan produktivitas dan produksi pangan nasional. Salah satu upaya peningkatan produktivitas pangan adalah dengan penggunaan varietas unggul baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa varietas tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – April 2024. Penelitian ini dilakukan di Desa Kempas Jaya kecamatan Kempas kabupaten Indragiri Hilir. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan varietas meliputi yaitu IR 64, Ciherang, Situbagendit, Inpari 3, Inpari 13 dan Inpara 3, diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji daya hasil beberapa varietas padi berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman per rumpun, bobot 1000 butir gabah kering, jumlah akar per rumpun, volume akar, berbeda nyata terhadap jumlah anakan maksimal per rumpun, jumlah anakan produktif, panjang malai per rumpun, jumlah gabah bernas per malai, dan bobot gabah kering per petak, sebaliknya tidak berbeda nyata terhadap bobot gabah basah per rumpun dan bobot gabah kering per rumpun. Produksi tertinggi yaitu padi varietas Inpari 3, kemudian diikuti oleh varietas Inpara 3, Inpari 13, Situbagendit, Ciherang dan IR 64 dengan hasil berturut-turut 5,99 ton/ha, 5,84 ton/ha, 5,14 ton/ha, 5,3 ton/ha, 5,2 ton/ha dan 4,9 ton/ha
MEMBANGUN JIWA KEWIRAUSAHAAN DI ERA MODERNISASI
Modernisasi membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia kewirausahaan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi cara membangun jiwa kewirausahaan di era modernisasi melalui kajian literatur. Studi ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis terhadap 25 referensi utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan inovasi, adaptasi terhadap teknologi, serta penguatan karakter kewirausahaan menjadi kunci sukses menghadapi tantangan era modernisas
Pewarisan Dalam Hal Adanya Anak Di Luar Kawin
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi berbagai mazhab filsafat hukum terhadap pengaturan pewarisan bagi anak luar kawin dalam sistem hukum Indonesia. Setiap mazhab filsafat hukum memberikan pandangan yang berbeda dalam mengatasi isu hak waris anak luar kawin. Positivisme hukum, yang menekankan pada kepastian hukum dan aturan yang jelas, memberikan dasar hukum yang tegas terkait pengakuan hak waris anak luar kawin, namun sering kali mengabaikan prinsip keadilan sosial dan hak asasi anak. Naturalisme hukum, dengan pendekatannya yang lebih moralistik, berpendapat bahwa hak waris anak luar kawin harus diberikan berdasarkan prinsip moral universal, tanpa bergantung pada pengakuan formal dari orang tua, yang lebih mengutamakan kesetaraan dan keadilan. Pendekatan historisme memberikan perspektif yang lebih mendalam mengenai peran budaya dan tradisi dalam pengaturan pewarisan, di mana hukum waris sering kali dipengaruhi oleh nilai-nilai lokal yang dapat membatasi hak waris anak luar kawin, namun penting dalam memahami konteks sosial yang berkembang. Sementara itu, realisme hukum menekankan penerapan hukum yang lebih pragmatis dan responsif terhadap kenyataan sosial, mengutamakan penerapan hukum yang dapat memberikan perlindungan lebih bagi anak luar kawin dalam praktek sosial yang ada. Penelitian ini menyarankan agar sistem hukum Indonesia dapat mengakomodasi berbagai perspektif filsafat hukum ini, dengan tujuan menciptakan kerangka hukum yang lebih inklusif, adil, dan responsif terhadap kebutuhan sosial yang berkembang, sehingga hak waris anak luar kawin dapat terjamin secara lebih adil tanpa membedakan status pernikahan orang tua mereka
HAK ASASI MENUSIA DALAM PRESPEKTIF ISLAM DAN MAQASHID AL-SYARI’AH
Hak paling dasar yang dibe.rikan Allah SWT ke.pada u.mat manu.sia yang dile.katkan pada dirinya adalah hak asasi. Dalam ajaran Islam, Al-Qu.r’an dan As-Su.nnah me.mu.satkan pe.rhatian te.rhadap hak manu.sia yang te.rabaikan. Se.be.narnya, de.ngan hadirnya Islam yang salah satu. tu.ju.annya adalah me.ngangkat harkat martabat u.mat manu.sia dan me.mbe.rikan pe.ngajaran de.ngan ajaran yang ramah. Dahu.lu. pada saat se.be.lu.m Islam datang, manu.sia dipe.rlaku.kan de.ngan tidak wajar dan dipe.ke.rjakan se.cara se.me.na-me.na tanpa sama se.kali me.mpe.rhatikan aspe.k nilai-nilai ke.manu.siaan. Ole.h kare.na itu., tu.lisan ini be.ru.saha me.nje.laskan dan me.nganalisis hakikat Hak Asasi Manu.sia (HAM) pe.rspe.ktif Islam de.ngan prinsipnya be.se.rta maqashid al-syari’a
TINJAUAN HUKUM TERHADAP PROBLEMATIKA PAJAK BERGANDA PENGHASILAN PADA PEKERJA JARAK JAUH (REMOTE WORKER) DAN CONTENT CREATOR CROSS-PLATFORM
Globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah melahirkan fenomena pekerja jarak jauh (remote worker) dan content creator cross-platform yang bekerja melampaui batas negara. Situasi ini menimbulkan kompleksitas dalam bidang perpajakan, khususnya terkait potensi terjadinya pajak berganda penghasilan. Pajak berganda terjadi ketika penghasilan yang sama dikenakan pajak oleh dua yurisdiksi berbeda akibat tumpang tindih aturan perpajakan. Di Indonesia, pajak penghasilan diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 juncto Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, namun belum secara spesifik mengakomodasi karakteristik unik pekerja digital lintas negara. Meskipun tersedia mekanisme Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25/PMK.03/2018, implementasinya masih menghadapi tantangan karena ketidakjelasan status permanen establishment dan jurisdiksi perpajakan. Penulisan ini menganalisis problematika pajak berganda pada remote worker dan content creator dengan pendekatan yuridis normatif untuk mengidentifikasi solusi harmonisasi perpajakan yang adil dan efektif
Sosialisasi Kewirausahaan dan Regulasi Hukum dalam Era Digital di Kecamatan Tembilahan Hulu, Desa Pulau Palas
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, mengenai kewirausahaan digital melalui pendekatan simulasi dan implementasi langsung. Kegiatan dimulai dengan simulasi yang mencakup konsep dasar kewirausahaan digital, strategi pemasaran, dan pemanfaatan platform digital seperti marketplace dan media sosial. Setelah simulasi, peserta menerapkan ilmu yang diperoleh dengan mengembangkan produk atau jasa, membuat akun di marketplace, serta menjalankan strategi pemasaran digital. Selain itu, mereka dibimbing dalam manajemen keuangan sederhana dan evaluasi bisnis secara berkala. Program ini menghasilkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap digitalisasi usaha, memberdayakan ekonomi lokal, dan memperluas akses pasar melalui teknologi. Dengan adanya evaluasi dan pendampingan, diharapkan peserta dapat membangun bisnis digital yang berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian desa.This program aims to enhance the understanding of digital entrepreneurship among the residents of Pulau Palas Village, Tembilahan Hulu District, through a simulation-based and direct implementation approach. The activities began with a simulation covering fundamental digital entrepreneurship concepts, marketing strategies, and the utilization of digital platforms such as marketplaces and social media. After the simulation, participants applied the acquired knowledge by developing products or services, creating marketplace accounts, and executing digital marketing strategies. Additionally, they were guided in basic financial management and periodic business evaluations. This program resulted in increased community awareness of digital business, empowered the local economy, and expanded market access through technology. With continuous evaluation and mentoring, participants are expected to develop sustainable digital businesses and contribute to the village’s economic growth
Penerapan Aspek Bioetik Kultur Jaringan Terhadap Permasalahan Kontaminasi Mikroorganisme Di Salah Satu Laboratorium Kultur Jaringan Kota Medan
Abstract
Contamination of microorganisms, especially fungi and bacteria, is a major challenge in the success of tissue culture, which can come from unsterilized explants, tools, or work environment. The application of bioethical principles, such as strict sterilization and sustainable practices, is expected to reduce the risk of contamination. This study aims to analyze the application of bioethics in tissue culture and identify factors causing contamination in tissue culture laboratories in Medan City. The research method used a descriptive qualitative approach with data collection through literature study, interviews, and questionnaires to 14 respondents. The results showed that most respondents understood the principles of bioethics and had implemented sterilization procedures well. However, guidance on contamination prevention was lacking, and the effectiveness of bioethics implementation in reducing contamination varied. Periodic evaluation of the success of tissue culture has been conducted, but limited facilities and external factors are still an obstacle. The conclusions of this study emphasize the importance of improved bioethics training, provision of adequate facilities, as well as the use of new technologies and inter-institutional collaboration to reduce the risk of microorganism contamination in tissue culture.
Keyword: Tissue culture, microorganism contamination, bioethics
Abstrak
Kontaminasi mikroorganisme terutama jamur dan bakteri menjadi tantangan utama dalam keberhasilan kultur jaringan yang dapat berasal dari eksplan, alat, atau lingkungan kerja yang tidak steril. Penerapan prinsip bioetika, seperti sterilisasi ketat dan praktik berkelanjutan, diharapkan dapat mengurangi risiko kontaminasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan bioetika dalam kultur jaringan dan mengidentifikasi faktor penyebab kontaminasi di laboratorium kultur jaringan di Kota Medan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, dan kuesioner terhadap 14 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami prinsip bioetika dan telah menerapkan prosedur sterilisasi dengan baik. Namun, panduan pencegahan kontaminasi masih kurang, dan efektivitas penerapan bioetika dalam mengurangi kontaminasi bervariasi. Evaluasi berkala terhadap keberhasilan kultur jaringan telah dilakukan, tetapi keterbatasan fasilitas dan faktor eksternal masih menjadi kendala. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan pelatihan bioetika, penyediaan fasilitas yang memadai, serta penggunaan teknologi baru dan kolaborasi antar lembaga untuk mengurangi risiko kontaminasi mikroorganisme dalam kultur jaringan.
Kata Kunci: Kultur jaringan, kontaminasi mikroorganisme, bioetik
ANALISIS PENGEMBANGAN UMKM HALUA KELAPA DI DESA TELUK JIRA, KECAMATAN TEMBILAHAN HULU, KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Desa Teluk Jira adalah salah satu desa yang terletak di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Indonesia. Desa ini berada di wilayah yang mayoritas terdiri dari dataran rendah dengan kondisi tanah yang didominasi oleh lahan gambut, yang merupakan karakteristik khas wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Luas wilayah 66.000 Ha, yang terdiri dari 36.000 Ha lahan gambut, yang sebagian besar digunakan untuk kegiatan pertanian, terutaa perkebunan kelapa, pinang, dan sawit, menjadikan pertanian sebagai sumber utama pendapatan penduduk.
Jumlah penduduk 3216 jiwa Penduduk yang tinggal di Desa Teluk Jira mayoritas bersuku Banjar, kemudian Melayu, Jawa, Bugis, dan 1% bersuku Minang dan Batak. Masyarakat di desa ini umumnya hidup dari hasil pertanian, dengan kehidupan yang masih sangat terikat pada tradisi dan budaya lokal. Desa ini juga memiliki sejumlah fasilitas umum dasar seperti sekolah dasar, masjid, dan pasar desa yang berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Desa Teluk Jira merupakan bagian dari salah satu kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir dan dikelola secara administratif oleh pemerintah desa setempat, yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan komunitas
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMEN GENERASI Z DALAM PEMBELIAN PRODUK FASHION
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumen Generasi Z dalam pembelian produk fashion. Generasi Z, sebagai digital natives, menjadikan media sosial sebagai bagian integral dari kehidupan mereka, termasuk dalam hal konsumsi produk fashion. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden Generasi Z yang aktif di media sosial dan pernah membeli produk fashion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi merek, keputusan pembelian, dan loyalitas merek pada konsumen Generasi Z. Konten visual yang menarik, interaksi dengan influencer yang kredibel, ulasan, dan partisipasi dalam komunitas online terbukti menjadi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi perilaku pembelian produk fashion Generasi Z di media sosial. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya bagi merek fashion untuk memiliki kehadiran yang kuat dan efektif di media sosial dan mempertahankan konsumen Generasi Z