Ejournal Universitas Islam Indragiri
Not a member yet
1308 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGARUH RADIASI NON-IONIZING DALAM PENGGUNAAN LAMPU LED PADA PERTUMBUHAN TANAMAN
Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, penggunaan lampu Light Emitting Diode (LED) telah mendapatkan perhatian yang signifikan dalam pertanian kontemporer. Tujuan dari artikel ini adalah untuk meneliti bagaimana radiasi non-ionisasi dari lampu LED mempengaruhi pertumbuhan beberapa spesies tanaman, seperti pandan, selada, lada, kangkung, kemangi, dan bunga matahari. Sebagai bagian dari metodologi penelitian, artikel ilmiah dan laporan penelitian tentang penerapan lampu LED di bidang pertanian ditinjau. Luas daun dan tinggi tanaman termasuk di antara data yang dikumpulkan. Intensitas dan distribusi cahaya LED diukur dengan menggunakan perangkat khusus untuk analisis radiasi non pengion. Temuan tersebut menunjukkan bagaimana tanaman merespons spektrum cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED secara berbeda, dengan tanaman tertentu yang menunjukkan pertumbuhan dan kualitas hasil panen yang lebih baik. Kesimpulannya, pemilihan spektrum lampu LED yang cermat dapat meningkatkan perkembangan dan hasil panen tanaman tanpa menimbulkan risiko apa pun akibat radiasi non-ionizing. Meskipun demikian, sangat penting untuk mengetahui bahaya yang mungkin terjadi akibat radiasi non-ionizing terhadap tanaman dan ekosistem. Dasar penting untuk kemajuan masa depan dalam penggunaan teknologi pencahayaan LED dalam pertanian kontemporer diletakkan oleh penelitian ini
Kata kunci: Radiasi Non-Ionizing, lampu LED, Pertumbuha
ANALISIS KONSEP MEKANIKA PADA MESIN COMBINE HARVESTER DALAM PEMROSESAN PADI UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI DAN KUALITAS HASIL PANEN
Mesin Combine Harvester merupakan teknologi vital dalam pertanian modern, terutama dalam pemrosesan padi. Artikel ini menganalisis konsep mekanika yang mendasari mesin Combine Harvester untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas panen. Artikel ini menggunakan metode penelitian dengan menganalisis beberapa literatur terhadap data kuantitatif dari berbagai jurnal hasil penelitian dari tahun 2019 hingga 2024. Pada penelitian ini berfokus pada analisis mengenai konsep mekanika yang terdapat pada mesin Combine Harvester dalam pemerosesan padi dengan memperhatikan kualitas serta peningkatan efisiensi. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip mekanika, seperti mekanika fluida, mekanika material, dan mekanika kinematika, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana desain mesin dapat dioptimalkan untuk mencapai hasil panen yang lebih baik dalam hal waktu, tenaga, dan kualitas butiran padi. Analisis ini membahas juga dampaknya terhadap lingkungan dan ekonomi pertanian. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi perancang mesin, petani, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas panen dalam industri pertanian.
Kata Kunci :Mesin Combine Harvester, Pertanian , Mekanika , Pane
Analisis Penggunaan Radiasi Pengion untuk Pemanfaatan Pertumbuhan Buah dan Sayur di Indonesia
Abstract
In Indonesia, there are many people who have difficulty in preserving vegetables. Especially in the agricultural industry when after harvesting, ensuring that the processed raw materials are free from spoilage microorganisms. With the development of the times, it appears to minimize the occurrence of decay in vegetables by ionizing radiation or ionizing radiation is radiation that causes ionization while non-ionizing radiation is radiation that does not cause ionization. The research method used is a literature study which is a series of data collection techniques, processing data from previous researchers that are relevant to the theme that has been made. In the process of preventing spoilage is done by means of ionizing radiation or ionizing radiation by utilizing gamma rays. Proven from several studies of chili plants, rice plants, soybean plants, and several other vegetables proving ionizing radiation or ionizing radiation that utilizes gamma rays in the process can help maintain vegetable quality after post-harvesting vegetables and fruits
RANCANG BANGUN ALAT PENCAMPUR PAKAN TERNAK TIPE VERTIKAL
Pencampuran pakan ternak merupakan tahap yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan gizi ternak. Saat ini, pencampuran pakan ternak masih umumnya dilakukan secara manual dengan menggunakan sekop dan cangkul yang dikerjakan oleh tenaga manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat pencampur pakan ternak dan melakukan uji teknis guna meningkatkan efisiensi proses pencampuran pakan ternak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pengembangan alat. Alat pencampur pakan ternak yang dikembangkan memiliki kapasitas hopper sebesar 28 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ini mampu mencampur pakan hingga 120 kg dalam satu jam, dengan waktu pencampuran 10 kg bahan selama 5 menit, menghasilkan campuran yang merata dan homogen, serta tanpa ditemukan gumpalan. Alat pencampur pakan ternak ini dapat mencampur dengan kecepatan rotasi rata-rata sebesar 38,7 RPM. Selain itu, kebisingan yang dihasilkan oleh alat ini rata-rata sekitar 77,37 dB, yang tetap berada di bawah batas kebisingan yang diperbolehkan. Durasi pencampuran juga memengaruhi suhu alat dan bahan yang dicampur
KOMPARASI KONSTITUSI NEGARA PORTUGAL DENGAN NEGARA UZBEKISTAN BERDASARKAN SIFAT, PROSEDUR PERUBAHAN KONSTITUSI, BENTUK NEGARA SERTA SISTEM PEMERINTAHAN
Konstitusi merupakan kumpulan asas-asas yang menyelenggarakan kekuasaan pemerintahan, hak-hak dari yang diperintah dan hubungan antara pemerintah dan yang diperintah). Secara umum konstitusi atau undang-undang dasar berisi 3 (tiga) hal pokok, yaitu: Pertama, adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia dan warga negara; Kedua, ditetapkannya susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental; dan Ketiga, adanya pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan yang juga bersifat fundamental. Metode penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yaitu penelitian hukum kepustakaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan atau data sekunder belaka. Secara umum, terdapat beberapa perbedaan antara Konstitusi Negara Portugal dan Negara Uzbekistan dalam hal sifat, prosedur perubahan konstitusi, bentuk pemerintahan, bentuk negara, serta sistem pemerintahan.
Kata Kunci : Perbandingan Konstitusi, Negara Portugal, Negara Uzbekista
Evaluasi Usability Tableau Desktop Menggunakan Metode Nielsen’s Attributes of Usability (NAU)
Tableau Desktop merupakan salah satu perangkat lunak yang biasanya digunakan dalam bidang business intelligence untuk mengelola data. Tableau Desktop telah menjadi alat penting bagi banyak bisnis untuk menganalisis dan memvisualisasikan data mereka. Namun, dalam beberapa kasus, kinerja tableau desktop yang lambat dapat menurunkan kinerja dan efisiensinya. Evaluasi usability yang dilakukan pada Tableau desktop bertujuan untuk memastikan bahwa Tableau Desktop dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna dan membantu mereka mencapai tujuan pengguna. Salah satu metode yang relevan untuk evaluasi usability adalah Nielsen’s Attributes of Usability (NAU) karena Penggunaan model Nielsen dipilih agar permasalahan yang ditemukan nyata karena responden adalah pengguna yang sudah pernah menggunakan aplikasi tersebut. Dengan mengumpulkan data dari pengguna melalui kuesioner, akan mengevaluasi sejauh mana pengguna merasa dan efisien dalam menggunakan Tableau Desktop dan mengidentifikasi kekurangan dalam penggunaan Tableau Desktop. Hasil evaluasi ini dapat mengetahui pengujian terhadap pengguna mengenai usability secara lebih mendalam pada 5 kategori Nielsen`s model seperti mudah dipelajari, efisien digunakan, dan menyenangkan digunakan. Hasil dari evaluasi usability dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pengembang dan pengguna Tableau Desktop. 
AUDIO-VISUAL LEARNING MEDIA USING PECS (PICTURE EXCHANGE COMMUNICATION SYSTEM) METHOD IN PUBLIC SPECIAL SCHOOL (SLBN) 033 TEMBILAHAN
Anak autis dikarakteristikan dengan kesulitan dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran audio visual tentang technopreneurship sablon baju yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 033 Tembilahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebuah video pembelajaran yang menggunakan metode Picture Exchange Communication System (PECS) dan bahasa isyarat pada tahap awal, dilanjutkan dengan multimedia seperti video, animasi, teks, dan contoh desain sablon karya siswa. Video ini dirancang secara khusus dengan mempertimbangkan kebutuhan komunikasi siswa tunarungu. Peneliti berperan sebagai pengembang tunggal yang menangani seluruh aspek pembuatan video. Produk akhir penelitian adalah baju sablon dengan desain karya siswa tunarungu yang diproduksi di tempat usaha Sablon Padaidi. Media pembelajaran audio visual ini diharapkan dapat memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih efektif dan menarik serta mendorong minat siswa tunarungu untuk mengembangkan keterampilanwirausaha dalam bidang sablon dengan memanfaatkan teknologi digital.
Keywords: Media Pembelajaran, Audio Visual,Technopreneurship, Sablo
Penerapan Model Pengembangan Luther Dalam Pembuatan Video Promosi Kampus
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video promosi kampus menggunakan model pengembangan multimedia Luther yang terbagi dalam enam tahap: Konsep, Perancangan, Pengumpulan Bahan, Pembuatan, Pengujian, dan Pendistribusian. Dari sepuluh jurnal pembanding, mayoritas menggunakan metode Villamil-Molina dan teknik motion graphic, di mana 60% hasil penelitian berbasis video. Penelitian ini menghasilkan kombinasi animasi dan video dengan perbedaan dalam proses pembuatan animasi karakter pembantu yang hanya muncul beberapa kali dalam frame tertentu. Model pengembangan Luther terbukti efektif dalam pembuatan video promosi kampus yang kreatif dan informatif, memberikan wawasan tentang promosi pendidikan tinggi dan pemasaran program studi kepada calon mahasiswa serta masyarakat umum. Hasil perancangan multimedia video promosi ini berdurasi 100 detik dengan video kombinasi animasi sebagai karakter narrator
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN ARSITEKTUR SPBE (SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK) KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Statistik mendorong kepada Instansi atau OPD(Organiasi Pemerintah Daerah) mengikuti perkembangan Teknologi aplikasi, untuk saat ini sistem informasinya masih berdiri sendiri di masing masing Instansi atau OPD dan belum Terintegarasi dalam satu Server, data dan Informasi hanya OPD yang punya atau yang mengetahui, hal ini berdampak pada kualitas informasi yang dihasilkan, efesiensi anggaran. untuk itu Dinskominfopers mendorong untuk dibuatkan SPBE yang terintegrasi yang sesuai dengan Peraturan. Untuk itu dilakukan pendampingan dalam penyusunan dan pengisian Arsitektur SPBE yang terdiri dari 6 poin yaitu: Domain layanan SPBE, Domain Proses Bisnis, Domain data dan Informasi, Domain Infrastruktur SPBE, Domain Keamanan SPBE. Dalam penyusunan Arsitektur SPBE, staf OPD mengisi data Arsitektur SPBE dengan Tamplate Excel yang sudah disediakan Sistem, setelah mengisian data di Excel kemudian File tersebut diUpload di Sistem Informasi Arsitektur SPBE yang berbasis Web. Adapun sumber data Dalam pengisian Tamplate Excel adalah Renstra/RPJMD. Dengan adanya pendampingan ini dapat mengurangi kesalah pengisian dan mempercepat penyusunan Arsitektur SPBE Kabupaten Indragiri Hilir
Analisis Hukum Terhadap Tantangan Keamanan Siber: Studi Kasus Penegakan Hukum Siber di Indonesia
In the increasingly developing digital era, cyber security has become an important issue that requires serious attention, especially in the context of law and law enforcement. Cyberattacks are becoming increasingly sophisticated and troubling, posing significant challenges to law enforcement and personal data protection. This research reveals that although Indonesia has adopted several regulations related to cyber security, such as the Information and Electronic Transactions Law (UU ITE), there are still shortcomings in terms of implementation and consistency. A series of cyber security incidents that occurred in Indonesia highlight the need for increased law enforcement capacity. This article examines the challenges faced by Indonesia in dealing with cyber security issues, with a special focus on legal aspects and law enforcement. Using a qualitative approach, this research analyzes secondary data from legal sources, government policies, and selected case studies to identify gaps in current regulations and provide recommendations for improving cyber security in Indonesia. The main objective of this research is to evaluate the effectiveness of the existing legal framework in dealing with cybercrime and promote cross-sector cooperation in preventing and responding to cyber attacks. The research results show that although Indonesia has made progress in cyber security regulations, there is still an urgent need for increased cooperation between institutions, development of law enforcement capacity, and implementation of legal strategies that are more adaptive and responsive to the dynamics of cyber threats.Dalam era digital yang semakin berkembang, keamanan siber menjadi isu penting yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam konteks hukum dan penegakan hukum. Serangan siber menjadi semakin canggih dan meresahkan, menimbulkan tantangan signifikan bagi penegakan hukum dan perlindungan data pribadi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia telah mengadopsi beberapa regulasi terkait keamanan siber, seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), masih terdapat kekurangan dalam hal implementasi dan konsistensi. Serangkaian insiden keamanan siber yang terjadi di Indonesia, menyoroti kebutuhan akan peningkatan kapasitas penegakan hukum. Artikel ini mengkaji tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dalam menangani masalah keamanan siber, dengan fokus khusus pada aspek hukum dan penegakan hukum. Melalui metode pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari sumber hukum, kebijakan pemerintah, dan studi kasus terpilih untuk mengidentifikasi celah dalam regulasi saat ini dan memberikan rekomendasi untuk peningkatan keamanan siber di Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas kerangka hukum yang ada dalam menangani kejahatan siber dan mempromosikan kerjasama lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan serangan cyber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah membuat kemajuan dalam regulasi keamanan siber, masih terdapat kebutuhan mendesak untuk peningkatan kerjasama antar lembaga, pengembangan kapasitas penegakan hukum, dan penerapan strategi hukum yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika ancaman cyber