Ejournal Universitas Islam Indragiri
Not a member yet
1308 research outputs found
Sort by
TANGGUNG JAWAB PT. PELINDO MULTI TERMINAL TERHADAP KERUSAKAN BARANG PENGGUNA JASA DALAM KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN DUMAI
Pelindo adalah suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mempunyai tugas untuk mengoperasikan dan pengelolaan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia dan juga mempunyai tugas pokok menyediakan dan mengusahakan jasa kepelabuhanan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana tanggung jawab PT. Pelindo Multi Terminal terhadap kerusakan barang pengguna jasa dalam kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Dumai; Bagaimana solusi penyelesaian ganti rugi yang dilakukan terhadap kerusakan barang pengguna jasa dalam kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Dumai. Dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tanggung jawab dan solusi penyelesaian ganti rugi terhadap kerusakan barang dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Dumai oleh PT. Pelindo Multi Terminal Branch Dumai. Metode penelitian ini menggunakan metode dengan sifat deskriptif yaitu mengambarkan secara jelas bagaimana tanggung jawab PT. Pelindo Multi Terminal terhadap kerusakan barang pengguna jasa dalam kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Dumai. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan kepustakaan, dengan analisis data kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, tanggung jawab PT. Pelindo Multi Terminal Branch Dumai terhadap kerusakan barang dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat dengan batas-batas tanggung dalam pelaksanaan bongkar muat, yaitu perusahaan hanya bertanggung jawab terhadap keselamatan barang dalam proses bongkar muat dari kegiatan stevedoring, cargodoring, dan receiving/delivery; penyelesaian ganti rugi terhadap kerusakan barang dalam kegiatan bongkar muat akan diselesaikan dengan cara bernegosiasi antara para pihak terhadap nilai klaim yang akan dibayarkan
BMC dan KOLABORASI PENJUALAN PERMEN GLOW CANDY
Desa Kotabaru Seberida memiliki potensi yang besar dalam produksi kelapa, yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Salah satu produk inovatif yang dihasilkan adalah Glow Candy, permen berbahan dasar air kelapa. Dalam mengembangkan usaha ini, Model Bisnis Kanvas (Business Model Canvas/BMC) digunakan sebagai alat strategis untuk merancang dan mengelola model bisnis yang efektif. Kolaborasi penjualan menjadi elemen kunci dalam memperluas jangkauan pasar Glow Candy. Melalui kemitraan dengan pelaku UMKM, distributor lokal, dan platform e-commerce. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Model Bisnis Kanvas (BMC) dalam pengembangan Glow Candy serta mengeksplorasi efektivitas kolaborasi penjualan dalam memperluas pasar dan meningkatkan keberlanjutan usaha
RESPON PADI GOGO (Oryza sativa L.) TERHADAP APLIKASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK KANDANG SAPI
Upland rice is one type of local rice that is still cultivated and has the potential to be developed. However, its productivity is still low, so it is necessary to add nutrients to increase its productivity. This research was conducted with the aim of looking at the response of upland rice to the application of rice husk biochar and cow manure. The tools and materials used in this study were: polybag, inceptisol soil, rice husk biochar, cow manure, camera, upland rice seed label paper, and stationery. This study used a completely randomized design with 5 treatments and 4 replications. The treatments in this study were BP0: control (without biochar and manure), BP1: biochar 5 t ha-1 + manure 5 t ha-1; BP2: biochar 10 t ha-1 + manure 5 t ha-1, BP3: biochar 5 t ha-1 + manure 10 t ha-1, BP4: biochar 10 t ha-1 + manure 10 t ha-1. The results of this study were that the application of rice husk biochar 10 t ha-1 + manure 5 t ha-1 gave the highest effect on plant growth which included plant height, number of leaves and number of tillers of rice plants
Tindakan Hukum Terhadap Kasus Pembalakan Liar di Hutan Riau
Indonesia is a country that has a variety of natural preservation, especially its forests, where forests in Indonesia also have a variety of species of both flora and fauna, it is necessary to preserve nature and not damage the sustainability of the forest such as cases of illegal logging. In writing this journal, the author uses library research methods sourced from books, previous journals and newspapers. The formulation of the problem is (1) what is meant by illegal logging, (2) the causes of the difficulty of eradicating the perpetrators of illegal logging in Riau forests, (3) the punishment that can be received for the perpetrators of illegal logging and (4) the efforts of the government and local communities in overcoming the problem of illegal logging. And the conclusions of this paper are (1) illegal logging or illegal logging is an activity or action that involves the exploitation of natural resources in the form of forests without the appropriate government permits, or compliance with environmental regulations where this can cause serious ecological and social impacts, (2) The causes of the difficulty of eradicating illegal logging perpetrators are illegal logging is no longer independent but has been organized so that it has been controlled, the ineffectiveness of laws governing illegal logging, weak coordination between law enforcement officials, sentencing illegal logging perpetrators is often disproportionate or too light so as not to cause a deterrent effect. (3) Criminal law rules for perpetrators of illegal logging have been regulated in article 19 letters A and B jo article 94 paragraph 1 letter a and article 12 letter E jo article 83 paragraph 1 letter B, Law No. 18 of 2013 concerning the prevention and eradication of forest destruction with a maximum prison sentence of 15 years and a maximum fine of Rp. 100 billion. (4) Government efforts in overcoming illegal logging are revitalizing institutions in managing forests, structuring community access to land and forest resources, strengthening the capacity of communities capable of carrying out effective natural resource management and so on. In addition, the community's efforts in helping the government to overcome the problem of illegal logging are that the community must have self-awareness to care and participate in forest management and conservation, provide information if they know of any illegal logging incidents around the forest where they live, carry out reforestation, help monitor the forest, and report if they see illegal logging
ANALISIS PEMASARAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) ECO-ENZYME DI KELOMPOK TANI SUMBER JAYA : MARKETING ANALYSIS OF ECO-ENZYME LIQUID ORGANIC FERTILIZER (POC) IN SUMBER JAYA FARMERS' GROUP
Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi pola saluran pemasaran Pupuk Organik Cair (POC) eco-enzyme, (2) menganalis marjin pemasaran, keuntungan, keuntungan dan farmer’s share (3) mengevaluasi seberapa efisiensi pemasaran Pupuk Organik Cair (POC) eco-enzyme pada Kelompok Tani Sumber Jaya, Desa Sidobunder, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Pelaksanaan penelitian pada bulan Desember 2023 - Januari 2024. Metode pemilihan lokasi dengan porposive. Metode snowball sampling untuk menentukan responden. Pengumpulan data dilakukan diantaranya observasi, wawancara dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukan ada 2 tipe saluran pemasaran pemasaran pupuk cair eco-enzyme di Kelompok Tani Sumber Jaya Desa Sidobunder Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen, yaitu saluran pemasaran I: produsen – konsumen dan saluran pemasaran II: produsen-pedagang pengecer - konsumen. Total biaya pemasaran saluran pemasaran I yaitu Rp 1000, sedangkan saluran pemasaran II yaitu 500. Total keuntungan pemasaran tertinggi pada saluran pemasaran I Rp 2.235, sedangkan saluran pemasaran II Rp. 735/botol. Total marjin pemasaran terbesar pada saluran pemasaran II sebesar Rp 2000 sedangkan saluran pemasaran I sebesar 0. Farmer’s share tertinggi pada saluran pemasaran I adalah 100% sedangkan saluran pemasaran II adalah 83,33%. Total rasio biaya dan keuntungan saluran pemasaran 2 terbesar 4,47 sedangkan saluran pemasaran I yaitu 2,24. Ditinjau dari efisiensi pemasaran kedua saluran pemasaran tergolong efisisien. Saluran pemasaran terbaik yaitu pada saluran pemasaran
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera. L) TERHADAP KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TTEOKBOKKI
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan gizi tteokbokki, makanan populer Korea, dengan menambahkan tepung daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya nutrisi. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka stunting di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau, meskipun daun kelor tersedia melimpah. Penelitian dilakukan untuk menentukan konsentrasi optimal tepung daun kelor yang menghasilkan tteokbokki dengan nilai gizi tinggi dan kualitas organoleptik yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor meningkatkan kadar protein, vitamin C, dan kadar abu, namun menurunkan kadar air. Konsentrasi tepung daun kelor sebesar 3,5% menghasilkan kadar protein tertinggi (7,31%). Penelitian ini memberikan informasi penting tentang pemanfaatan daun kelor dalam pengolahan pangan untuk meningkatkan gizi masyaraka
KEBIJAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PERBUATAN PERZINAHAN DI INDONESIA
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang delik perzinahan, perbandingan kebijakan hukum pidana pada Kitab hukum pidana warisan Belanda dengan kebijakan hukum pidana nasional yang lahir melalui undang-undang nomor 1 tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan normative, dengan studi kepustakaan, dari data sekunder yang terkumpul dianalisi secara kualitatif. Sempitnya ruanglingkup perbuatan zina dan pihak yang dapat membuat pengaduan,sudah diperluas oleh kebijakan hukum pidana yang baru, baik dari perluasan perbuatan yang termasuk perzinahan maupun dari segi pihak yang dapat membuat pengaduan. Kebijakan hukum pidana tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang hidup dimasyarakat serta sesuai dengan cita hukum Pancasila pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Meskipun ada sebagian yang berpandangan bahwa negara tidak perlu terlalu jauh masuk dalam urusan privat warga negara, namun pandangan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk membiarkaan perzinahan dengan segala bentuknya berkembang dimasyarakat, karena hal tersebut tidak sejalan dengan tujuan negara untuk menjamin kesejahteraan dalam artian lahir dan batin bagi segenap warga negara
GAMBARAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENGHASILAN MASYARRAKAT DI INDRAGIRI HILIR
Judul Penelitian : Gambaran Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Pendapatan Individu dikabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan yang ditamatkan terhadap tingkat pendapatan individu di Kabupaten Indragiri Hilir. Selain itu juga meneliti penghasilan seseorang jika dilihat berdasarkan usia. Metode analisis yang dipakai di dalam penelitian ini adalah uji anova dua arah dan uji regresi dan korelasi. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data yang di peroleh dari situs website Badan Pusat statistik Ingragiri Hilir atau BPS Inhil. Untuk mendukung penelitian ini penulis juga menggunakan sumber lain berupajurnal atau artikel-artikel, buku-buku, dan literatur-literatur lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini Hasil penelitian mendapatkan bahawa Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendapatan individu, dimana semakin tinggi tingkat pendidikan, tingkat pendapatan juga akan meningkat
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata L.) TERHADAP APLIKASI BIOSLURRY DAN KOTORAN WALET
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh aplikasi bio-slurry dengan pupuk kotoran walet serta dosisnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt ). Penelitian ini telah dilaksanakan dilahan kebun Desa Bulalo Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2023 sampai Mei 2023. Penelitian disusun menurut rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu kotoran walet dan bioslurry. Selanjutnya terdapat 5 taraf perlakuan antara lain : B0 = Tanpa perlakuan (kontrol); B1 = Kotoran Walet 5 kg per petak + Bioslurry 100 ml per tanaman; B2 = Kotoran Walet 5 kg per petak + Bioslurry 150 ml per tanaman; B3 = Kotoran Walet 7,5 kg per petak + Bioslurry 100 ml per tanaman; B4 = Kotoran Walet 7,5 kg per petak + Bioslurry 150 ml per tanaman. Penelitian ini diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 unit satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kotoran walet dan bioslurry memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Selanjutnya perlakuan kotoran walet 5 kg per petak dan 100 ml bio-slurry merupakan perlakuan yang terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jagung manis
MENJAGA SUMBER DAYA TANAH DENGAN KONSEP HOLISTIC AGRICULTURE SUSTAINABLE, INTEGRATED DAN SUSTAINABLE FARMING, GREEN AGRICULTURE TECHNOLOGY
Sustainable agricultural development is a process aimed at always adding agricultural products to each consumer, while at the same time increasing acceleration, business productivity through the addition of skills and capital. The current implementation of development emphasizes the goal of economic progress. In essence, the concept of sustainable agricultural development has an integrated concept through a holistic approach. In the context of sustainable agricultural development, it basically means the ability to remain productive while maintaining resources. Agricultural development without any continuous effort, farmers will remain marginalized, trapped in debt, middlemen, and have no power to determine the economic value of the harvest. The impact of this is that the number of farmers will decrease, in the end Indonesian Food sovereignty will be difficult to achieve. Sustainable agricultural development through a holistic approach that is multidimensional from upstream to downstream. This article aims to provide new ideas in sustainable agricultural development through a holistic approach with the concept of holistic agriculture sustainable, integrated and sustainable farming, green agriculture technology from upstream to downstream as an effort to develop sustainable agricultural concepts and improve the welfare of farmers