Ejournal Universitas Islam Indragiri
Not a member yet
1308 research outputs found
Sort by
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN CYBERBULLYING DI TINJAU DARI UNDANG- UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK
Bullying in the world (Cyberbullying) is an act that often occurs, but is often considered trivial even though the impact is very serious. This article examines legal protection for child victims of cyberbullying by outlining legal actions and remedies for child victims of cyberbullying. Cyberbullying is an act of violent crime committed against children as victims in physical, verbal and psychological forms. Cyberbullying is a new criminal phenomenon that must receive special attention from law enforcement. Cyberbullying is the treatment of terror and threats to the victim via online media, also known as the internet. In the case of bullying, usually a large number of people are involved and this behavior is carried out repeatedly to scare or embarrass the person being targeted, this is considered taboo. Generally, cyberbullying is carried out by certain people who want to find as much information as possible from child victims of slander, even threats. This law also explains that children as victims of criminal acts receive special protection where this special protection is provided by the government, regional government and other state institutions. The special protection given to this child includes rapid treatment and/or physical, psychological and social rehabilitation as well as prevention of disease and other health problems. Apart from that, children also have the right to receive psychosocial assistance during treatment until recovery and children also have the right to receive protection and assistance in every judicial process as explained in Law Number 35 of 2014 in conjunction with Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection Article 20 which states The state, government, society, family and parents are obliged and responsible for children who are victims of bullying
OPTIMALISASI PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA PADA KASUS VINA CIREBON
Kasus Tindak Pidana Pembunuhan Berencana yang sangat fenomenal dan sedang viral lagi di tahun 2024 adalah pembunuhan berencana dengan dua korban yakni : Muhamad Rizky Rudiana dan Vina, dan terjadi pada hari Sabtu, 27 Agustus 2016 di lahan kosong belakang bangunan showroom mobil seberang SMPN 11 Jl. Perjuangan Majasem Kampung Situgangga Kelurahan Karyamulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon yang dilakukan oleh Terpidana delapan orang yakni Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, Rivaldi Aditya Wardana, dan Saka Tatal dan 3 orang DPO dengan Amar Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cirebon pada tanggal 19 Mei 2017 dan dikuatkan pada Putusan Kasasi Mahkamah Agung yang inkrakht pada tanggal 24 Oktober 2017 : Menyatakan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, turut serta melakukan pembunuhan berencana dan turut serta melakukan kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya dan menjatuhkan Pidana Seumur Hidup kecuali Terdakwa Anak Saka Tatal selama 8 tahun
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) DAN SIMULASI ARENA
Pengetaman Palet X adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pembuatan palet kayu. Palet Kayu adalah sebuah susunan rangka kayu yang biasanya dibentuk menjadi alas atau peti untuk mengangkut barang agar dapat memudahkan forklift dalam proses pengangkatan barang. Permasalahan yang terdapat pada Pengetaman Palet X yaitu terdapat jarak yang terlalu jauh antar departemen dan antar mesin yang menyebabkan jarak material handling yang tinggi dan ukuran gudang produk jadi (warehouse) yang kecil sehingga terdapat 2 warehouse untuk memenuhi kebutuhan tempat peletakan produk jadi yang mana terletak cukup jauh yang menyebabkan tingginya jarak material handling. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada adalah dengan menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP) dan simulasi Arena. Pada layout awalan memiliki total jarak sebesar 160,235 m dan total jarak tempuh sebesar 9.308,84 m. Setelah melakukan pengumpulan dan pengolahan data, maka diperoleh layout usulan yang memiliki material handling yang lebih kecil daripada material handling layout awalan yaitu total jarak sebesar 73,332 m dan total jarak tempuh sebesar 5.320,698 m. Pada pengolahan data untuk perencanaan kebutuhan gudang produk jadi (warehouse) didapatkan luas gudang sebesar 36,5 m2 dengan tinggi tumpukan maksimum sebanyak 20 tumpukan dan jumlah baris tumpukan sebanyak 50 tumpuka
PERAMALAN BAHAN BAKU KELAPA DENGAN MOVING AVERAGE, EXPONENTIAL SMOOTHING DAN TREND ANALYSIS
Model peramalan persediaan sangat penting untuk mengoptimalkan dan mengelola jumlah produk yang diproduksi karena peramalan yang akurat dapat menghindari kelebihan pasokan bahan baku yang mahal atau kurangnya pengendalian persediaan yang menghambat Anda dalam memenuhi permintaan konsumen. Salah satu bahan baku yang potensial untuk diramalkan adalah bahan baku kelapa. Metode yang digunakan untuk peramalan persediaan kelapa moving average, exponential smoothing, Trend Analysis. Data yang digunakan merupakan data tahunan produksi kelapa Tahun 1980-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peramalan tiga tahun kedepan moving average sebesar 2862170 Ton/Tahun, exponential smoothing sebesar 2887527 Ton/Tahun. Peramalan Trend Analysis untuk Tahun 2024 sebesar 3376062, Tahun 2025 sebesar 3406679 Ton/Tahun dan Tahun 2027 3437296 Ton/Tahun. Moving average dan exponential smoothing termasuk peramalan yang sangat akurat karena nilai MAPE kurang dari 10 % sedangkan trend analysis termasuk peramalan yang bagus karena nilai MAPE di atas 10
ANALISIS RANTAI PASOK CABAI MERAH DI DESA KEPAU JAYA KECAMATAN SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
Aktivitas rantai pasok dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas cabai merah. Perubahan cabai merah yang cukup cepat memerlukan pelaku rantai pasok yang terlibat dan waktu pendistribusian yang efektif, agar pada saat sampai ke konsumen cabai merah masih dalam kondisi yang segar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme rantai pasok dan efisiensi rantai pasok cabai merah. Metode yang digunakan adalah adalah survei. Lokasi penelitian di Desa Kepau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan dari Januari – Juni 2023. Responden petani dan pedagang pengumpul diambil secara sensus dengan jumlah sebanyak 24 petani dan 2 orang pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan konsumen diambil secara sengaja (purposive) masing – masing sebanyak 2 orang. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan mekanisme aliran rantai pasok cabai merah terdiri dari aliran barang yang dimulai petani cabai merah ke pedagang pengumpul, selanjutnya dialirkan ke pedagang pengecer kemudia ke konsumen. Aliran informasi terjadi secara timbal balik antar setiap pelaku rantai pasok. Aliran keuangan mengalir dari konsumen ke pedagang pengecer, lalu pedagang pengumpul dan terakhir ke petani cabai merah. Biaya distribusi cabai merah sebesar Rp.1.672,22/kg margin distribusi sebesar Rp.23.000/kg, farmer’s share sebesar 52,08% dan efisiensi distribusi 3,48%.
Supply chain activities can affect the quantity and quality of red chilies. A fairly fast change in red chilies requires involved supply chain actors and effective distribution times, so that when they reach consumers the red chilies are still in fresh condition. This research aims to analyze the supply chain mechanism and efficiency of the red chili supply chain. The method used is a survey. The research location is Kepau Jaya Village, Siak Hulu District, Kampar Regency. The research was carried out for six months from January - June 2023. Respondents from farmers and collecting traders were taken by census with a total of 24 farmers and 2 collecting traders, retailers and consumers were taken purposively (2 people each). The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative. The research results show that the red chili supply chain flow mechanism consists of the flow of goods starting from red chili farmers to collecting traders, then flowing to retailers and then to consumers. The flow of information occurs reciprocally between each supply chain actor. Financial flows flow from consumers to retailers, then collectors and finally to red chili farmers. Red chili distribution costs are IDR 1,672.22/kg, distribution margin is IDR 23,000/kg, farmer's share is 52.08% and distribution efficiency is 3.48%
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT BANK NEGARA INDONESIA TBK DENGAN METODE EAGLES (EARNING ABILITY, ASSET QUALITY, GROWTH, LIQUIDITY, EQUITY, DAN STRATEGIC MANAGEMENT) PERIODE 2019-2023
This study analyzes the financial performance of PT Bank BNI Tbk for the period 2019-2023 using the EAGLES method (Earning Ability, Assets Quality, Growth Rate, Liquidity, Equity, and Strategic Management). The population of the study consists of Bank BNI's financial statements, utilizing a saturated sampling technique and quantitative data sourced from secondary data. The results indicate that PT Bank BNI Tbk's financial performance varies across aspects: in terms of Earning Ability, the ROA ratio shows an increase (very good), while the ROE ratio also improves (fairly good). Regarding Growth, both the DGR and LGR ratios indicate a satisfactory increase. However, in terms of Liquidity, the LDR ratio shows a decline (not good). In the Equity aspect, the CAR ratio increases (very good), while the Asset Quality aspect reveals a decline in the NPL ratio (good). Finally, the SRQ by Personalia ratio in Strategic Management also shows a decrease, which is deemed good. Overall, PT Bank BNI Tbk's financial performance presents mixed results, with some aspects categorized as good and others as less favorable
PENDAMPINGAN PROGRAM SEHATI (SEHAT, HALAL, DAN TAYYIB) PADA UMKM DUSUN POSONGAN PURWOHARJO PEMALANG
Makanan yang sehat dan bergizi seimbang merupakan hal yang sangat penting bagi tubuh manusia. Selain itu, kehalalan suatu produk pangan sudah menjadi kebutuhan wajib bagi setiap konsumen untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan konsumen dalam mengkonsumsi produk pangan. Namun, pelaku UMKM mengalami kesulitan untuk memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan produk makanan yang baik dikonsumsi oleh pelanggan, serta kesulitan untuk mendaftarkan produknya agar memperoleh sertifikat halal. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pemahaman di kalangan pelaku UMKM mengenai pengolahan makanan dan minuman yang sehat dan higienis, serta menendampingi proses perolehan sertifikat halal. Metode pelaksanaan pengabdian ini berupa observasi dan wawancara, sosialisasi, dan pendampingan. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilaksanakan di Dusun Posongan Purwoharjo Pemalang ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan para pelaku UMKM untuk meningkatkan kredibilitas produknya yang dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Sehingga para pelaku UMKM bersemangat dan antusias untuk mengikuti dan menyimak pemaparan materi yang diberikan serta dilakukan pendampingan langsung pada proses pengajuan sertifikat halal
MODEL RANTAI PASOK DAN NILAI TAMBAH MINYAK GORENG KELAPA SAWIT
Kelapa sawit adalah tanaman yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan menghasilkan minyak nabati yang bernilai ekonomi tinggi. Model rantai pasok dan nilai tambah pada CV. X berhubungan langsung dengan model rantai pasok dan nilai tambah yang diperoleh dari minyak goreng kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis mekanisme rantai pasok minyak goreng serta memperoleh nilai tambah dari CV X. Mendefinisikan dan menganalisis berbagai rantai pasokan menggunakan kerangka Vorst dan mengukur nilai tambah menggunakan metode hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota rantai pasok pemasok CV. Perusahaan X adalah perusahaan penghasil minyak kelapa sawit, distributor dan konsumen. Nilai tambah kelapa sawit besar sebesar 80,909% dan nilai tambah kelapa sawit besar sebesar 66,666%.
Oil palm is a plant that grows in tropical climates and produces vegetable oil with high economic value. The supply chain model and added value at CV. X is directly related to the supply chain model and added value obtained from palm cooking oil. The purpose of this study is to identify and analyze the mechanism of the cooking oil supply chain and obtain added value from CV X. Defining and analyzing various supply chains using the Vorst framework and measuring added value using the Hayami method. The results of the study indicate that members of the CV supplier supply chain. Company X is a palm oil producing company, distributor, and consumer. The added value of large palm oil is 80.909% and the added value of large palm oil is 66.666%
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN PADA BEST CAFE TEMBILAHAN
This research aims to identify the factors influencing consumer satisfaction at Best Café Tembilahan, with a sample size of 100 respondents. Data collection was conducted using questionnaires, and the data analysis employed a quantitative analysis method using a Likert Scale and SPSS version 25. The data analysis methods used include instrument testing, classical assumption tests, multiple regression tests, and hypothesis testing. The results of the coefficient of determination test show an adjusted R² value of 0.939, indicating that 93.9% of the consumer satisfaction variable is influenced by five explanatory variables, namely Product Quality (X1), Service Quality (X2), Emotional (X3), Price (X4), and Cost (X5). The remaining 6.1% is influenced by other variables not included in this research. The results of the t-test or partial test prove that Product Quality (X1) affects Consumer Satisfaction (Y), Service Quality (X2) affects Consumer Satisfaction (Y), Emotional (X3) affects Consumer Satisfaction (Y), Price (X4) affects Consumer Satisfaction (Y), and Cost (X5) affects Consumer Satisfaction (Y). The results of the f-test or simultaneous test show that Product Quality (X1), Service Quality (X2), Emotional (X3), Price (X4), and Cost (X5) together have a significant impact on Consumer Satisfaction at Best Café Tembilahan.
 
ANALISIS PERUBAHAN BARANG BUKTI MENJADI ALAT BUKTI DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL
Penelitian ini membahas tentang perubahan barang bukti menjadi alat bukti dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Latar belakang masalah yang diangkat adalah tingginya angka kekerasan seksual yang sebagian besar dialami oleh perempuan dan anak-anak di Indonesia, serta tantangan dalam proses pembuktian yang sering kali menjadi hambatan bagi aparat penegak hukum. Pemerintah merespons dengan memperkenalkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 untuk memperbarui ketentuan hukum yang ada, khususnya terkait dengan alat bukti dan barang bukti dalam kasus kekerasan seksual. Perubahan signifikan yang diatur dalam undang-undang ini adalah dimasukkannya barang bukti sebagai alat bukti dalam proses peradilan, yang sebelumnya tidak diakui dalam KUHAP. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui studi dokumen dan dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa perubahan status barang bukti menjadi alat bukti diatur secara jelas dalam Pasal 24 UU TPKS, yang memperkuat posisi barang bukti dalam sistem pembuktian hukum di Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual memberikan pengakuan terhadap barang bukti sebagai alat bukti yang sah, sehingga mempermudah proses pembuktian dalam kasus kekerasan seksual, yang sering kali terkendala oleh kurangnya alat bukti konvensional.
Kata kunci: Barang Bukti, Alat Bukti, Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Pembuktia