IAIN Salatiga Online Repository
Not a member yet
441 research outputs found
Sort by
PENGUPAHAN SISTEM IJOL DALAM PANDANGAN KONSEP AKAD IJARAH (Studi Kasus di Desa Tempel Kecamatan Wedung Kabupaten Demak)
Marom, Witri Nailil. 2024. Pengupahan Sistem Ijol Dilihat Dari Teori Konsep Akad Ijarah (Studi Kasus Di Desa Tempel Kecamatan Wedung Kabupaten Demak). Skripsi. Fakultas Syari’ah. Jurusan S-1 Hukum Ekonomi Syari’ah. Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Pembimbing: Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H.
Kata Kunci: Sewa-Menyewa/Ijarah, Hukum Islam, Pengupahan, Ijol.
Upah/ujrah menjadi unsur paling krusial dalam sebuah akad sewa-menyewa/ijarah, yakni pemanfaatan barang atau jasa seseorang dalam waktu yang telah ditentukan dengan penggantian tertentu. Adapun bentuk dari pengupahan itu sendiri terdapat berbagai macam, namun yang paling lumrah adalah dengan menggunakan sejumlah uang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pemberian upah dengan sistem ijol yang terjadi di masyarakat Desa Tempel Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Secara sederhana, pengupahan sistem ijol ini dapat diartikan sebagai pengupahan atas akad sewa-menyewa tenaga dalam bidang pertanian (bawang merah) yang mana penggantian upahnya adalah dengan menggunakan tenaga yang sama dari buruh tersebut.
Penelitian dan pembahasan terhadap masalah ini menggunakan metode Library Research (penelitian kepustakaan) dan Field Research (penelitian lapangan). Metode yang digunakan guna mengggumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian dilanjutkan pada proses analisis. Selain itu proses analisis tersebut juga didukung dengan pandangan ulama sebagai referensi untuk menganalisis data yang diperoleh dari lapangan. Sehingga dari proses tersebut akan diambil hasil akhirnya sebagai kesimpulan.
Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa praktek pengupahan dengan sistem ijol yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Tempel terdapat ketidakjelasan batas kadar tenaga yang harus dipertukarkan. Seperti beberapa unsur yakni kadar luasnya sawah, lamanya waktu kerja dan perbedaan kualitas tenaga dari buruh. Padahal hal tersebut dalam teori ijarah patut menjadi pertimbangan penting dalam bab pengupahan obyek yang sejenis. Dan secara eksplisit mengambil pandangan dari Mazhab Hanafi secara tegas memberikan ketentuan bahwa dalam Ijarah tidak diperbolehkan membayar upah sewa tenaga dengan tenaga. Karena upah tidak boleh berbentuk manfaat yang sejenis dengan ma’qud ‘alaih (objek akad)
CARA BARU MELATIH NALAR DAN ARGUMENTASI MELALUI MENULIS BERBASIS AI DENGAN CHATGPT
Kemunculan dan pematangan asisten penulisan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/AI) seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot, menandai fase baru dalam ekologi literasi akademik. Berbeda dengan generasi sebelumnya (pemeriksa ejaan, tata bahasa, atau thesaurus digital), model bahasa besar (large language models/LLM) menawarkan dukungan holistik yang meliputi penggalian ide, penyusunan kerangka argumen, parafrase, penyuntingan gaya, hingga simulasi pembaca kritis. Bukti empiris dalam konteks pendidikan bahasa menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat meningkatkan kualitas tulisan, memfasilitasi umpan balik yang lebih cepat dan granular, serta mengubah cara mahasiswa memaknai proses menulis sebagai praktik kognitif yang iteratif (Rafida et al., 2024; Rahayu et al., 2025)
Code Mixing and Code Switching Analysis Used by Kim VVUP in an Interview on KBS World Indonesian YouTube Channel
Rozana, Farih. 2025. Code Mixing and Code Switching Analysis Used by Kim VVUP in an Interview on KBS World Indonesian YouTube Channel. A Graduating Paper. English Education Department. Teacher Training and Education Faculty. State Islamic University Salatiga. Counselor: Dr. Hanung Triyoko, S.S., M.Hum. M.Ed.
This study aims to analyze the use of code mixing and code switching by Kim VVUP during her interview on the KBS World Indonesian YouTube Channel. The objective is to identify the types of language alternation and explore the underlying factors influencing its use in a media context. The study highlights the role of these linguistic phenomena in bilingual discourse and how they reflect identity, professionalism, and audience adaptation.
The research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected from the transcription of Kim VVUP’s interview video and analyzed using the typologies of Muysken (2000) for code mixing and Poplack (1980) for code switching. The theoretical frameworks of Myers-Scotton’s Markedness Model and Giles & Coupland’s Accommodation Theory were also applied to interpret the social motivations behind language choices.
The findings show that Kim frequently employed insertion, alternation, and congruent lexicalization in her code mixing, and used tag-switching and intrasentential switching in her code switching. Factors influencing these practices included multilingual identity, K-Pop industry norms, lexical efficiency, and emotional expressiveness. The study concludes that Kim VVUP's bilingual speech is a strategic and expressive tool that bridges local and global identities in digital media.
Keywords: code mixing; code switching; bilingualism
Penerapan Teknologi Artificial Intelligence pada Proses Produksi konten di PT. Cuan Islami Group
ABSTRAK
Qadafy, Alfarhan Qallay. 2025. Penerapan Teknologi Artificial Intelligence pada Proses Produksi Konten di PT Cuan Islami Group. Skripsi. Salatiga: Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Dra. Sri Suparwi. M.A.
Kata Kunci: Analisis, Artificial Intelligence, Produksi Konten,
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui penerapan teknologi Artificial Intelligenge pada proses produksi konten di PT. Cuan Islami Group. (2) Untuk mengetahui manfaat penerapan teknologi Artificial Intelligence pada proses produksi konten di PT Cuan Islami Group.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan karyawan bagian produksi konten PT. Cuan Islami Group. Untuk mengecek keabsahan data dengan melalui triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) PT. Cuan Islami Group menerapkan teknologi AI dalam proses produksi konten. AI diintegrasikan dalam proses produksi konten untuk: otomatisasi tugas, personalisasi konten, peningkatan kualitas video dan pembuatan konten sintesis. Tahapan penerapan AI pada proses produksi konten diawali tahap Pra Produksi untuk ideasi, riset tren dan penulisan outline, dilanjutkan tahap Produksi untuk pembuatan draft, voiceover atau pemilihan visual, dan diakhiri tahap Pasca Produksi untuk editing video, captioning otomatis atau penjadwalan konten. 2). Manfaat penerapan teknologi AI dalam proses produksi konten di PT. Cuan Islami Group yaitu : meningkatkan efisiensi produksi, Personalisasi konten dan peningkatan keterlibatan audiens, optimalisasi SEO dan akurasi konten, meningkatkan produksi konten dan penghematan biaya produksi dalam jangka Panjang
PENGELOLAAN LINGKUNGAN OUTDOOR DI RA SYAAMILA KIDS SALATIGA TAHUN PEMBELAJARAN 2024/2025
Wulandari, Dewi Intan. 2025. Pengelolaan Lingkungan Belajar dilingkungan
Outdoor di RA Syaamila Kids Salatiga Tahun Ajaran 2024/2025. Skripsi,
Salatiga: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing Sri Marwiyati,
M.Pd.
Kata kunci: Pengelolaan Lingkungan Belajar, Outdoor
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bagaimana pengelolaan
lingkungan belajar dilingkungan outdoor di RA Syaamila Kids. 2) untuk
mengetahui apa saja Faktor pendukung dan penghambat pengelolaan lingkungan
belajar dilingkungan outdoor di RA Syaamila Kids.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pemgumpulan
data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan verifikasi. Serta untuk menguji keabsahan data menggunakan
triangulasi teknik dan sumber.
Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan lingkungan belajar outdoor
dalam tahap yaitu: Pertama, Perencanaan lingkungan belajar meliputi penyamaan
persepsi dengan mengadakan rapat disetiap awal tahun pelajaran, menentukan
tujuan belajar dilingkungan outdoor, penyusunan program belajar dilingkungan
outdoor, mencatat faktor pendukung dan faktor penghambat pada tahap
perencanaan kegiatan belajar dilingkungan outdoor. Kedua, pengorganisasian belajar dilingkungan outdoor dengan membentuk tim pelaksana belajar
dilingkungan outdoor serta membagi tugas tim belajar dilingkungan outdoor
sosialisasi kegiatan lingkungan belajar outdoor. Ketiga, Pelaksanaan lingkungan
belajar outdoor yaitu pelaksanaan kegiatan lingkungan belajar outdoor melalui
kegiatan rutin, kegiatan sesuai tema dan kegiatan insidental, pengalokasian waktu
kegiatan lingkungan belajar outdoor, peran masyarakat pada kegiatan lingkungan
belajar outdoor, penilaian perkembangan anak, mendokumentasikan kegiatan
lingkungan belajar outdoor dan mencatat factor pendukung dan penghambat pada
tahap pelaksanaan lingkungan belajar outdoor. Keempat, Pengendalian lingkungan
belajar. Kelima, Evaluasi lingkungan belajar. Faktor pendukung pengelolaan
lingkungan belajar outdoor yakni adanya fasilitas, sarana prasarana dan APE
tersedia dengan cukup sehingga membuat guru tidak kebingungan dalam
menerapkannya. Pendukung lainnya yaitu guru-guru di RA Syaamila Kids
memiliki kesadaran diri dan rasa semangat dan motivasi kepala RA dan guru untuk
selalu meningkatkan mutu pembelajaran dalam rangka melayani anak usia dini,
masyarakat yang selalu mendukung kegiatan belajar dilingkungan outdoor dan
tersedianya banyak lingkungan belajar di luar kelas. Sedangkan faktor
penghambatnya yaitu kondisi cuaca yang kadang tidak menentu dan faktor dari
keterbatasan waktu dari pendidik hendaknya diantisipasi dengan mengatur jadwal
yang disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kegiatan pendidi
تحليل عوامل الصعبات في إتقان مهارة القراءة العربية لطلاب الصف الثامن بمدرسة "المنار" المتوسطة الإسلامية تنجارن سمارانج العام الدراسي ٢٠٢٣/٢٠٢٤
ملخص البحث
همة الثريا (23020190014)
تحليل عوامل الصعوبات في اتقان مهارة القراءة العربية لطلاب الصف الثامن بمدرسة "المنار" المتوسطة الإسلامية تنجارن سمارانج العام الدراسى 2023/2024.
المشرفة : نسوة الصالحة الماجستير
الكلمات المفتاحية : عوامل الصعوبات، مهارة القراءة
يهدف في هذا البحث فهو كمايلي:1) لمعرفة عوامل الصعوبات في إتقان مهارة القراءة العربية لطلاب الصف الثامن بمدرسة "المنار" المتوسطة الاسلامية تنجارن سمارانج العام الدراسي 2023/2024، 2) لمعرفة محاولة المعلمين للتغليب على صعوبات في إتقان مهارة القراءة العربية لطلاب الصف الثامن بمدرسة "المنار" المتوسطة الاسلامية تنجارن سمارانج العام الدراسي 2023/2024.نوع هذا البحث هو بحثا نوعيا بمعنى أن البيانات و المعطيات ثم جمعها في شكل الكلمات و الصور و ليس عدد. ولتحقيق تلك الأهداف استخدمت الباحثة طريقة جمع البيانات في هذا البحث العلمى فهي تتكون على طريقة المقابلة طريقة التوثيق لجمع البيانات.
تظهر نتائج البحث أن العوامل الصعوبات في إتقان مهارة القراءة تنقسم على القسمين وهما: العوامل الداخلية (عوامل في نفس الناس ) يحتوى على : العوامل الفسيولوجية، وهي عوامل الصحة الجسدية عند المرض، والنعاس في كثير من الأحيان، وبسبب الإعاقات الجسدية.و العوامل النفسية التي تحتوي على ستة جوانب تشمل مستوى ذكاء الطالب وموهبته والاهتمام بمهارة القراءة في تعلم اللغة العربية والدافعية للمشاركة في تعلم اللغة العربية وكذلك أساليب التعلم وأنواع وطرق التعلم عن الطلاب. بينما تنقسم العوامل الخارجية إلى ثلاثة، وهي العائلية و المجتمعية والمدرسية.
يتضمن حل التغلب على مشكلة الصعوبات في تعلم اللغة العربية باستخدام مهارة القراءة قدرة المعلمين على تنفيذ التعلم الممتع بحيث يكون الطلاب أكثر حماسا للمشاركة في عملية التدريس والتعلم وإضافة وسائل تعليمية مثيرة للاهتمام وزيادة دافعية الطلاب فيما يتعلق بأهمية مهارة القراءة . وبصرف النظر عن ذلك، يجب على الطلاب أيضًا تغيير العادات السيئة الموجودة، مثل تقليل مشاعر الكسل والقضاء عليها، ثم ممارسة قراءة النصوص العربية وزيادة الحماس في المشاركة في تعلم اللغة العربية، وخاصة في مهارة القراءة
Keterlibatan Laskar Hizbullah dalam Pertempuran Mempertahankan Kemerdekaan di Semarang tahun 1945
ABSTRAK
Abstrak
Peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang pada 15-19 Oktober 1945
merupakan salah satu peristiwa penting setelah Proklamasi Kemerdekaan 17
Agustus 1945. Pertempuran ini dipicu oleh penolakan tentara Jepang terhadap
pelucutan senjata oleh Laskar Hizbullah bersama-sama dengan para rakyat di
Semarang dan terbunuhnya dr. Kariadi. Penolakan ini menyebabkan pelucutan di
Semarang harus dilakukan dengan kekerasan, berbeda dengan penyerahan senjata
tentara Jepang di berbagai daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan
keterlibatan Laskar Hizbullah dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan
di Semarang tersebut. Pertanyaan pokok dalam penelitian ini adalah: bagaimana
keterlibatan Lazkar Hizbullah dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan
di Semarang?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode
sejarah yang mencakup empat tahap: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan
historiografi. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini antara lain
sejumlah surat kabar terbitan tahun 1945, salah satunya Kedaulatan Rakyat.
Sumber sekunder yang digunakan dalam penelitian ini yaitu buku, jurnal, dan
penelitian terdahulu yang relevan dengan topik keterlibatan kaum muslimin dalam
Pertempuran Lima Hari di Semarang. Sumber-sumber tersebut kemudian
diverifikasi melalui kritik eksternal untuk menjamin keaslian dan kritik internal
untuk menguji kredibilitas sumber. Selanjutnya, diperoleh fakta sejarah yang
kemudian diinterpretasikan dan menghasilkan pemahaman tentang keterlibatan
Laskar Hizbullah dalam mempertahankan kemerdekaan di Semarang tahun 1945,
kemudian dituliskan.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa keterlibatan Laskar
Hizbullah dalam perang mempertahankan kemerdekaan di Semarang tahun 1945
dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, antara lain penolakan Jepang terhadap
kemerdekaan, karena Jepang berjanji kepada Belanda untuk menjaga status quo
Indonesia. Setelah penolakan tersebut, Laskar Hizbullah dan para pemuda
melakukan pelucutan senjata, tetapi pihak Jepang bersikeras untuk
mempertahankan senjatanya. Terjadilah pertempuran antara kedua belah pihak.
Dalam pertempuran tersebut, Laskar Hizbullah membantu gerak laju Tentara
Keamanan Rakyat (BKR) di medan pertempuran dan membantu Badan Kepolisian
Negara (BKN) dalam mengamankan wilayah Semarang selama pertempuran
berlangsung. Laskar Hizbullah dari Karesidenan Kedu juga terlibat; satu kompi
pasukannya dikirimkan ke Semarang. Keterlibatan Laskar Hizbullah berakhir
seiring dengan rampungnya pertempuran tersebut. Berakhirnya pertempuran ini
terjadi setelah kedatangan pasukan Sekutu yang bertugas melucuti tentara Jepang
dan memulangkan mereka beserta warga sipilnya ke negara asalnya.
Kata Kunci: Laskar Hizbulah, Perang, Pertempuran Mempertahankan
Kemerdekaan, Semarang
Teachers' Difficulties In Teaching English As A Foreign Language In Elementary School
The purpose of this study was to find out the difficulties that teachers face when teaching English as a foreign language in elementary schools and the strategies teachers use to overcome the difficulties faced when teaching English as a foreign language in elementary schools. This study uses a qualitative method. The subjects in this study were four teachers of elementary school English teacher in Leyangan, Kalirejo and Kalongan areas. Data was collected by using interviews. The results of interview will be displayed descriptively to answer the research questions. The interview results showed that teachers face several difficulties in teaching English in elementary schools, such as the class size, differences in student abilities and student motivation in learning English. To overcome these difficulties, teachers apply strategies, namely using interesting media and teaching methods
JUAL BELI IKAN DI PEMANCINGAN DENGAN SISTEM ARISAN MANCING DITINJAU DARI HUKUM EKONOMI SYARIAH
ABSTRAK
Wijayanti, Erma. 2022. Jual Beli Ikan Di Pemancingan Dengan Sistem Arisan Mancing Di Tinjau Dari Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus Kelurahan Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang). Skripsi Fakultas Syariah, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing : Fahmy Asyhari, S.H., M.H.
Kata Kunci: Jual Beli, Sistem Arisan Mancing, Hukum Ekonomi Syariah.
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tidak akan lepas dari hal perekonomian, yaitu transaksi jual beli. Tempat pemancingan Kelurahan Pagersari sering diadakannya perlombaan karena didalam pemancingan ini terdapat sistem arisan yang manarik. Sistem arisan ini sangat menarik karena peserta mancing yang mendapatkan ikan yang berpita akan mendapatkan hadiah. Jual beli tersebut telah terjadinya tindakan maysir yang dimana jual beli ini juga mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) karena kegiatan jual beli tersebut dilaksanakan didalam air. Dimana kondisi didaerah Kelurahan Pagersari dalam melakukan kegiatan-kegiatan berbasis Agamis. Seperti kegiatan tahlilan, yasinan, maulid, sadranan, Merti banyu, Haul Desa. Tetapi juga masih ada yang belum melakukannya. Didalam Kelurahan tersebut juga belum ada aturan khusus terkait jual beli. Peneliti tertarik meneliti Bagaimana Praktik Jual Beli Ikan dengan Sistem Arisan Mancing di Pemancingan Kelurahan Pagersari? Bagaimana Pandangan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Jual Beli Ikan dengan Sistem Arisan Mancing di Pemancingan Kelurahan Pagersari?
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian lapangan (Field research). Dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data yang diperoleh menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah mendapatkan data, penulis lalu menganalisa data menggunakan metode Analisa kualitatif.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan Menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah jual beli ikan di pemancingan dengan sistem arisan mancing di Kelurahan Pagersari tersebut tidak sah, karena tidak terpenuhinya salah satu rukun dan syarat pelaksanaan jual beli. Yaitu barang yang dijual belikan harus dapat diserah terimakan dan barang yang diperjual belikan harus diketahui. Dalam pandangan Keislaman Menurut para ulama jual beli ikan di pemancingan dengan sistem arisan mancing di Kelurahan Pagersari tersebut tidak diperbolehkan dan termasuk jual beli haram. Karena jual beli tersebut mengandung unsur maysir dan gharar
Teaching University-Level English Courses through an Instructional Design Lens
University-level English teaching has seen significant developments alongside persistent challenges in recent years. The field is experiencing important transformations driven by global economic integration and increased demand for high-skilled talent (Rulin, 2025; Wang, 2024). Universities are implementing innovative strategies such as blended learning, international certifications, and curricular updates (Acosta et al., 2025). Higher education English programs are integrating digital tools, artificial intelligence (AI), and blended learning frameworks to better support academic English proficiency and communicative competencies among students (Li, 2025). Additionally, emphasis is being placed on cultivating students' core literacy through quality education rather than merely teaching theoretical knowledge (Zhu, 2023). However, these advancements bring challenges. Traditional English teaching models face substantial difficulties, including unclear teaching objectives, homogenized content, outdated methods, and insufficient teaching staff (Rulin, 2025). Given this complexity, effective instructional design is crucial for successful university-level English courses and encompasses multiple interconnected elements