Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Analisis Harga Pokok Produksi Rumah PadaNot a member yet
59215 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, AUDITOR SWITCHING, FINANCIAL DISTRESS, PROFITABILITAS DAN KOMITE AUDIT TERHADAP AUDIT DELAY (studi: perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI 2020-2024)
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai faktorfaktor yang memengaruhi audit delay pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Analisis dilakukan terhadap salah satu dari 35 perusahaan sampel yang memenuhi kriteria penelitian, dengan menggunakan metode analisis data berbantuan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, financial distress, profitabilitas, serta komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sebaliknya, variabel auditor switching terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap audit delay, sehingga pergantian auditor dapat memperpanjang waktu penyelesaian laporan keuangan. Temuan ini memberikan kontribusi pada literatur akuntansi, khususnya terkait faktor-faktor yang memengaruhi audit delay, serta dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan dan auditor dalam meningkatkan ketepatan waktu pelaporan keuangan. Nilai R² pada hasil regresi Variabel dependen sebesar 98,38% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain selain variabel yang digunakan dalam penelitian ini Kata kunci: kepemilikan institusional, financial distress, profitabilitas,komite audit, auditor switching, audit dela
KlasifikasiSentimenBitcoinTerhadapKomentarDiAplikasiXMenggunakanMetodeDecisionTreeC4.5
Abstrak−Analisis sentimen merupakan salah satu metode penting untuk memahami persepsi pengguna terhadap aset kripto seperti Bitcoin, yang pergerakan harganya sangat dipengaruhi oleh opini publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan sentimen komentar pengguna pada platform X ke dalam dua kelas, yaitu positif dan negatif, menggunakan algoritma Decision Tree C4.5. Dataset yang digunakan berjumlah 5.000 komentar berbahasa Indonesia yang diperoleh melalui proses web scraping dan telah melalui tahapan preprocessing teks serta ekstraksi fitur menggunakan TF-IDF. Model dilatih menggunakan skema pembagian data 70% data latih dan 30% data uji. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model C4.5 memperoleh akurasi sebesar 78%. Pada kelas positif, model mencapai nilai recall yang sangat tinggi sebesar 0.99 dengan F1-score sebesar 0.83, yang menunjukkan kemampuan model yang sangat baik dalam mengenali komentar positif. Sebaliknya, pada kelas negatif diperoleh recall sebesar 0.51 dengan F1-score sebesar 0.67, meskipun precision-nya tinggi sebesar 0.97. Perbedaan performa antar kelas ini dipengaruhi oleh distribusi data yang tidak sepenuhnya seimbang, di mana jumlah komentar positif lebih dominan dibandingkan komentar negatif, sehingga model cenderung lebih sensitif terhadap kelas mayoritas. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Decision Tree C4.5 cukup efektif untuk klasifikasi sentimen Bitcoin berbahasa Indonesia, namun masih memiliki keterbatasan dalam mengenali kelas minoritas. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji penerapan teknik penanganan data tidak seimbang atau algoritma yang lebih kompleks untuk meningkatkan keseimbangan performa antar kelas.Katakunci:Sentimen;Bitcoin;DecisionTreeC4.5;TF-IDF;KlasifikasiTek
RANSPARANSI PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA BUKIT PEDUSUNAN KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
ABSTRAK TRANSPARANSI PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA BUKIT PEDUSUNAN KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI OLEH : ALDO PERDANA PUTRA 11970514526 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkat transparansi pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam pembangunan Desa Bukit Pedusunan, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pemerintah desa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan perangkat desa dan perwakilan masyarakat, serta dokumentasi dokumen perencanaan dan pertanggungjawaban desa (RKPDes, APBDes, LPJ). Teknik analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Secara formal, pemerintah desa telah memenuhi aspek ketersediaan dokumen perencanaan dan pertanggungjawaban. Namun, implementasi transparansi dinilai kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh tiga faktor utama: (1) Kurangnya Kelengkapan Informasi: Publikasi anggaran (misalnya melalui baliho) seringkali hanya mencantumkan nilai global tanpa rincian volume, lokasi, dan sumber dana yang jelas; (2) Aksesibilitas yang Terbatas: Akses informasi masih bersifat konvensional (warga harus proaktif ke kantor desa) dan belum memanfaatkan media digital; serta (3) Partisipasi yang Rendah: Keterlibatan masyarakat cenderung terbatas hanya pada tahap perencanaan (Musdes), sementara partisipasi dalam tahap pengawasan dan evaluasi masih sangat minim. Kesimpulan: Transparansi prosedural telah terpenuhi, tetapi transparansi substantif dan efektifitasnya belum tercapai. Hambatan utama terletak pada keterbatasan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) perangkat desa dalam teknis penyajian informasi yang mudah dipahami dan rendahnya inisiatif pengawasan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kata Kunci: Transparansi, Alokasi Dana Desa (ADD), Pengelolaan Keuangan Desa
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAMMENGATASI FENOMENA SELF HARM SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL QUR’AN KAMPAR
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Fenomena Self Harm Santri Pondok Pesantren Darul Qur’an Kampar Fenomena self harm pada santri merupakan permasalahan serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai pendidik dan pembina akhlak di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru PAI dalam mengatasi fenomena self harm santri di Pondok Pesantren Darul Qur‘an Kampar serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah guru PAI, pengurus pesantren, dan santri. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dilakukan melalui pembinaan keagamaan, bimbingan dan konseling Islami, pendekatan personal, serta penguatan nilai keimanan dan akhlak. Faktor pendukung berupa lingkungan pesantren yang religius dan kepedulian guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pemahaman santri tentang kesehatan mental dan minimnya tenaga profesional. Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Self Harm, Santri, Pondok Pesantren
STUDENTS’ PERCEPTION TOWARD THE USE OF ENGLISH PODCASTS IN LEARNING LISTENING COMPREHENSION AT UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU
ABSTRAK Muhammad Al Anshari (2026) : Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan Podcast Bahasa Inggris dalam Pembelajaran Kemampuan Mendengarkan di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa semester 5 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Suska Riau terhadap penggunaan podcast bahasa Inggris untuk meningkatkan keterampilan listening. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner Likert dari 58 responden yang divalidasi (Cronbach's Alpha 0,888). Instrumen didasarkan pada teori persepsi Walgito (1990) dengan tiga indikator: Absorption, Understanding, dan Evaluation. Hasil menunjukkan skor rata-rata persepsi 74,45 (kategori positif). Indikator Absorption "uncertain" (57,84%), Understanding "positif" (76,52%), dan Evaluation "very positive" (88,96%) sebagai faktor dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap penggunaan podcast Bahasa inggris untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan termasuk dalam kategori Positif dan podcast juga efektif sebagai media autentik dan memotivasi untuk latihan mendengarkan mahasiswa
PERAMALAN INTENSITAS RADIASI MATAHARI KOTA PEKANBARU MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK
Kota Pekanbaru memiliki potensi radiasi matahari yang tinggi sebagai wilayah tropis untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), apabila didukung oleh data radiasi matahari yang akurat. Pengembangan PLTS tidak hanya memerlukan data historis, tetapi juga peramalan radiasi matahari di masa mendatang untuk mendukung optimalisasi sistem PLTS serta perhitungan kelayakan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model peramalan intensitas radiasi matahari untuk periode enam tahun ke depan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan algoritma backpropagation, melalui pengombinasian jumlah neuron pada hidden layer dan nilai learning rate guna memperoleh performa pelatihan terbaik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model dengan arsitektur 5–20–1 dan learning rate 0,01 memberikan kinerja optimal, dengan nilai MSE sebesar 0,013076, MAPE 1,97%, dan R² 0,898 pada tahap pelatihan, serta MSE 0,0307, MAPE 2,71%, dan R² 0,7657 pada tahap pengujian. Hasil peramalan periode 2025–2030 menunjukkan intensitas radiasi matahari berada pada kisaran 4,2–5,2 kWh/m²/hari dengan rata-rata tahunan sebesar 4,7 kWh/m²/hari, yang mengikuti pola musiman secara konsisten. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menyediakan metode dan informasi peramalan yang mendukung perencanaan serta pengembangan PLTS di Kota Pekanbaru
ANALISIS PENEMPATAN DAN KAPASITAS OPTIMAL DISTRIBUTED GENERATION BERBASIS PLTS UNTUK MITIGASI DROP TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI RADIAL 20 KV BERDASARKAN STANDAR SPLN 1:1995
Sistem distribusi radial 20 kV ULP Rumbai mengalami penurunan tegangan berlebihan pada penyulang meranti (17,76 kV/0,88 p.u, drop 11,20%) dan penyulang damar (17,40 kV/0,87 p.u., drop 13%), melampaui batas SPLN 1:1995 (maksimal 10%). Penelitian ini menganalisis penempatan dan kapasitas optimal Distributed Generation berbasis PLTS menggunakan metode Newton-Raphson pada DIgSILENT PowerFactory 15.0. Simulasi empat skenario penetrasi (50%, 100%, 140%, 150%) menunjukkan kapasitas optimal penyulang meranti 1.038,04 kW dan penyulang damar 1.531,168 kW (penetrasi 150%). Integrasi PLTS berhasil meningkatkan tegangan menjadi 18,00 kV (0,90 p.u.), memperbaiki faktor daya menjadi 0,98, mengurangi rugi-rugi daya aktif 8,40% dan reaktif 4,59%, serta menurunkan beban transformator menjadi 78,9% dan 60,5%. Penelitian menghasilkan perbaikan tegangan pada penyulang bermasalah menjadi batas bawah berdasarkan standar SPLN 1:1995 Kata kunci: Distributed Generation, PLTS, Drop Tegangan, Sistem Distribusi Radial, Newton-Raphson, DIgSILENT PowerFactory, SPLN 1:199
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KEDELAI MENGGUNAKAN METODE CONTINUOUS REVIEW PERIODIC (CRP), METODE MIN-MAX DQN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
Usaha tempe Mbak Sri merupakan industri rumah tangga yang bergerak di bidang produksi tempe, yang berlokasi di Jl. Tuah Karya Ujung, Tuah Karya, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru. Usaha ini sangat bergantung pada ketersediaan kedelai. Fluktuasi harga dan jumlah pasokan kedelai sering menimbulkan permasalahan dalam pengelolaan persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan biaya persediaan bahan baku kedelai menggunakan metode Continuous Review Periodic (CRP), Min-Max dan Economic Order Quantity (EOQ). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa total biaya persediaan bahan baku kedelai menggunakan metode Continuous Review Periodic (CRP) yaitu sebesar Rp.493.514.119, total biaya persediaan bahan baku kedelai menggunakan metode Min-Max yaitu sebesar Rp.447.720.000 dan total biaya persediaan bahan baku kedelai menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) yaitu sebesar Rp.389.265.130. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil yang lebih optimal yaitu dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), karena menghasilkan biaya yang lebih minimu
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAKAN AYAM BROILER SISTEM CLOSE HOUSE POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN BANDAR SEIKIJANG KABUPATEN PELALAWAN
Kecamatan Bandar Sei Kijang di Kabupaten Pelalawan memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan ayam broiler yang didukung oleh kondisi geografis, iklim, serta ketersediaan sumber daya, namun tingginya biaya produksi dan berbagai risiko usaha menjadikan analisis pendapatan dalam sistem kemitraan penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usaha peternakan ayam broiler dengan sistem close house pola kemitraan di Kecamatan Bandar Seikijang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan studi kasus pada dua kapasitas kandang, yaitu 25.000 ekor (Tipe I) dan 50.000 ekor (Tipe II). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tipe I menghasilkan biaya produksi sebesar Rp 726.927.572 dan penerimaan Rp 770.245.572 dengan pendapatan bersih Rp 43.318.000 serta nilai R/C 1,06. Tipe II memiliki biaya produksi Rp 1.618.493.145 dan penerimaan Rp 1.802.256.818 sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp 183.763.673 dengan nilai R/C 1,11. Analisis regresi menunjukkan bahwa model sangat baik (R Square 0,97), dan hanya jumlah panen yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (p < 0,05). Secara keseluruhan, usaha ayam broiler sistem close house layak dijalankan dan memberikan keuntungan lebih tinggi pada kapasitas kandang yang lebih besar. Kata kunci: ayam broiler, biaya produksi, close house, kemitraan, pendapata
ANALISIS PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BAHASA PADA ANAK TUNARUNGU USIA 6 TAHUN DI SEKOLAH LUAR BIASA PELITA NUSA KOTA PEKANBARU
Dea Ofni Pitaloka, (2025) : Analisis Penerapan Metode Pembelajaran Bahasa Pada Anak Tunarungu Usia 6 Tahun Di Sekolah Luar Biasa Pelita Nusa Kota Pekanbaru Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hambatan bahasa yang dialami anak tunarungu usia 6 tahun yang berada pada masa penting dalam perkembangan komunikasi. Keterbatasan akses terhadap bunyi bahasa membuat anak tunarungu membutuhkan metode pembelajaran yang bersifat visual, terstruktur, dan disesuaikan dengan kebutuhan individual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran bahasa pada anak tunarungu usia 6 tahun di SLB Pelita Nusa Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode pembelajaran bahasa pada anak tunarungu usia 6 tahun di SLB Pelita Nusa Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif pendidikan khusus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data primer yaitu kepala sekolah, guru, wali murid, serta tiga siswa tunarungu. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu dari tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pendekatan komunikasi total melalui kombinasi bahasa isyarat, gerak bibir, tulisan, visualisasi, dan ekspresi wajah. Pembelajaran diperkuat oleh media visual dan kegiatan ekspresif seperti pantomim. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, ketersediaan media, lingkungan kelas yang kondusif, serta keterlibatan orang tua. Faktor penghambat mencakup variasi tingkat ketunarunguan, keterbatasan alat bantu dengar, fokus anak yang fluktuatif, dan lemahnya pemahaman tulisan tanpa gambar. Secara keseluruhan, komunikasi total efektif mendukung perkembangan bahasa anak tunarungu. Katsa Kunci: Pembelajaran Bahasa, Anak Tunarungu, Komunikasi Total, Media Visual