Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Analisis Harga Pokok Produksi Rumah PadaNot a member yet
59215 research outputs found
Sort by
HUKUM OLAHRAGA TINJU (Studi Komparatif Syaikh Ibrahim Al-Bajuri (W. 1276 H) dan Syaikh Abdul Aziz Bin Baz (W. 1420 H)
ABSTRAK Puji Nur Aisyah (2025): Hukum Olahraga Tinju (Studi Komparatif Syaikh Ibrahim Al-Bajuri (w. 1276 H) dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz (w. 1420 H)) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pandangan ulama mengenai hukum olahraga tinju dalam perspektif hukum Islam. Sebagai salah satu bentuk olahraga modern, tinju menampilkan dua sisi yang saling bertentangan, yaitu potensi kemaslahatan berupa peningkatan kebugaran fisik dan ketahanan mental, serta potensi kemudaratan berupa risiko cedera serius yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Perbedaan penelitian terhadap aspek maslahat dan mafsadat inilah yang melahirkan perbedaan pendapat di kalangan ulama, khususnya antara Syaikh Ibrahim al-Bajuri dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan pandangan Syaikh Ibrahim al-Bajuri dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengenai hukum olahraga tinju, serta mengetahui dalil yang digunakan oleh kedua ulama tersebut dalam menetapkan hukum olahraga tinju. Penelitian ini merupakan penelitian hukum Islam normatif dengan metode kepustakaan (Library Research). Sumber data utamanya yaitu kitab Hasyiyah al- Bajuri „Ala Ibnu Qasim al-Ghazzi karya Syaikh Ibrahim al-Bajuri dan Fatwa- Fatwa Terkini karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif dan komparatif, yaitu dengan memaparkan pandangan serta dalil yang dikemukakan oleh masing-masing ulama, kemudian membandingkan pendapat mereka berdasarkan prinsip maqasid al-Syari‟ah, terutama dalam aspek perlindungan jiwa (hifz al-nafs). Hasil penelitian menyimpulkan: pertama, Syaikh Ibrahim al-Bajuri memandang hukum olahraga tinju bersifat kondisional, bergantung pada tujuan pelaksanaan dan tingkat kemudaratan yang ditimbulkan. Tinju dapat dibolehkan selama tidak bertujuan untuk menyakiti dan tetap menjaga keselamatan jiwa. Kedua: Syaikh Abdul Aziz bin Baz menetapkan hukum haram terhadap olahraga tinju karena dinilai mengandung unsur saling melukai yang bertentangan dengan prinsip perlindungan jiwa dalam Islam. Perbedaan pendapat ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan dalam menimbang maslahat dan mafsadat. Berdasarkan analisis fiqih muqaran, pendapat Syaikh Ibrahim al-Bajuri dinilai lebih kontekstual karena mempertimbangkan tujuan, cara pelaksanaan, serta dampak praktik tinju tanpa mengabaikan prinsip dasar syariat Islam. Kata kunci: Olahraga, Tinju, Syaikh Ibrahim Al-Bajuri, Syaikh Abdul Aziz bin Baz
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN SHOW AND TELL TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SDIT MUTIARA GLOBAL KABUPATEN KAMPAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Show and Tell terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDIT Mutiara Global Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa kelas V SDIT Mutiara Global yang terdiri dari dari 4 kelas dan berjumlah 102 siswa dengan sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas V Al-Rasyid sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan strategi pembelajaran Show and Tell dan kelas V Al-Alim sebagai kelas kontrol yang menggunakan strategi pembelajaran Storytelling, pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja keterampilan berbicara dan dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil uji Independent Samples t-Test pada pretest menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (Sig. = 0,519 > 0,05). Berdasarkan hasil uji normalitas, data posttest tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney U yang menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Show and Tell berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V di SDIT Mutiara Global Kabupaten Kampar. Kata kunci: Keterampilan berbicara , Strategi Pembelajaran Show and Tel
ANALISIS PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN CIVIC EDUCATION DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERILAKU BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MAHASISWA
Analisis Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Civic Education dan Implikasinya terhadap Perilaku Berpikir Kritis dan Kreatif Mahasiswa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Civic Education terhadap perilaku berpikir kritis dan kreatif mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah semester V di STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah semester V dan dosen pengampu mata kuliah Civic Education. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, angket terbuka, dan studi dokumentasi, dengan instrumen berupa pedoman wawancara dan angket terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence berimplikasi secara kondisional dan mediatif terhadap perilaku berpikir kritis dan kreatif mahasiswa, di mana Artificial Intelligence membantu pemahaman konsep kewarganegaraan, memperluas akses informasi, serta mendukung tahap awal analisis dan eksplorasi ide, namun penggunaan yang pasif tanpa regulasi diri berpotensi melemahkan evaluasi, refleksi, kemandirian berpikir, serta membatasi orisinalitas dan pendalaman gagasan kreatif ketika Artificial Intelligence dijadikan sumber jawaban instan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi digital kritis, pendampingan pedagogis dosen, dan kebijakan akademik yang etis diperlukan agar AI berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung, bukan menggantikan, pengembangan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa dalam pembelajaran Civic Education. Kata Kunci: Artificial Intelligence, Perilaku Berpikir Kritis, Berpikir Kreati
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA PLUS BINA BANGSA PEKANBARU
Penelitian ini berdasarkan rumusan masalah bagaimana implementasi gerakan literasi sekolah untuk meningkat minat membaca siswa pada mata pelajaran geografi dan faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan literasi sekolah di SMA Plus Bina Bangsa Pekanbaru, bertujuan untuk menggambarkan langkah-langkah implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dapat meningkatkan minat membaca siswa pada mata pelajaran Geografi di SMA Plus Bina Bangsa Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek meliputi siswa, guru Geografi, kepala sekolah, kepala perpustakaan, dan ketua tim literasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber untuk memastikan keakuratan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GLS berjalan melalui tiga tahap utama. Pertama, pembiasaan, dengan kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran. Kedua, pengembangan, yang mendorong siswa berpikir kritis dan mengaitkan bacaan dengan kehidupan nyata. Ketiga, pembelajaran, di mana literasi diintegrasikan ke dalam proses belajar mengajar. Keberhasilan GLS dipengaruhi oleh peran guru sebagai motivator, minat dan motivasi siswa, serta ketersediaan sumber daya seperti buku dan fasilitas membaca. Meski demikian, keterbatasan fasilitas dan waktu menjadi kendala yang perlu diatasi. Indikator keberhasilan terlihat dari penilaian awal, sosialisasi, kebijakan sekolah, integrasi literasi, pengembangan program, hingga evaluasi berkala. Kesimpulannya, GLS terbukti efektif meningkatkan minat membaca siswa Geografi melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Untuk pengembangan lebih lanjut, sekolah disarankan meningkatkan fasilitas literasi dan melibatkan orang tua secara aktif dalam mendukung budaya membac
REPRESENTASI KEKERASAN SIMBOLIK DALAM FILM “PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI”
Penelitian ini menganalisis representasi kekerasan simbolik dalam film "Pengepungan di Bukit Duri" (2025) karya sutradara Joko Anwar menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Kekerasan simbolik, konsep yang dikembangkan oleh Pierre Bourdieu, merujuk pada dominasi halus yang bekerja melalui simbol, bahasa, dan norma sosial yang tampak natural namun memperkuat ketimpangan struktural. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tiga tingkat signifikasi: denotasi (makna literal), konotasi (makna kultural), dan mitos (ideologi tersembunyi). Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi terhadap adegan-adegan film, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian mengidentifikasi lima bentuk kekerasan simbolik yang termanifestasi dalam film: (1) Bahasa dan ucapan merendahkan yang menormalisasi diskriminasi etnis melalui istilah seperti "Cina", "sipit", dan "babi" sebagai penanda identitas inferior; (2) Pengabaian suara yang merepresentasikan ketimpangan relasi kuasa antara guru-murid dan mayoritas-minoritas; (3) Stereotip gender yang memperkuat subordinasi perempuan dalam konstruksi patriarkal; (4) Norma dan nilai budaya yang melegitimasi hierarki rasial sebagai bagian alamiah masyarakat; dan (5) Media dan representasi yang berpotensi mereproduksi atau mengkritisi stereotip sosial. Temuan menunjukkan bahwa kekerasan simbolik dalam film bekerja secara sistemik melalui internalisasi habitus yang membuat diskriminasi diterima sebagai kewajaran, di mana identitas etnis Tionghoa secara konsisten diposisikan sebagai "liyan" yang rentan dan berbahaya, sementara struktur kekuasaan institusional mempertahankan dominasi melalui kekerasan verbal yang terlegitimasi. Film ini berfungsi ganda sebagai cermin realitas sosial Indonesia sekaligus kritik terhadap normalisasi ketidakadilan struktural yang masih mewarnai hubungan antarkelompok dalam masyarakat multikultural Indonesia. Kata Kunci: Kekerasan Simbolik, Representasi, Semiotika Roland Barthes, Film Indonesia, Diskriminasi Etni
ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERITA RAKYAT SAMPURAGA DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN KELAS VII DI SMP
Laila Anggraini, (2026): Analisis Unsur Intrinsik Cerita Rakyat Sampuraga dan Relevansinya dalam Pembelajaran Menulis Cerpen di SMP kelas VII. Pembelajaran menulis cerpen bertujuan memberikan manfaat untuk melestarikan budaya lokal, memperkaya pemahaman siswa tentang unsur intrinsik cerita rakyat dan mampu menulis cerpen sesuai dengan ketentuan yang baik dan benar berdasarkan unsur intrinsik, juga untuk menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter melalui sastra. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dipelajari dan dikuasai oleh siswa, terutama SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik Cerita Rakyat Sampuraga dan relevansinya dalam pembelajaran menulis cerpen di SMP. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan struktural. Adapun teknik yang digunakan adalah teknik analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Subjek penelitian ini adalah teks Cerita Rakyat Sampuraga. Setelah data dianalisis, diperoleh simpulan bahwa terdapat 56 data unsur-unsur intrinsik, yang terdiri atas 5 data tema, 12 data tokoh dan penokohan, 10 data alur, 5 data latar, 6 data amanat, 6 data sudut pandang, dan 12 data gaya bahasa beserta pencitraan. Hasil analisis data yang diperoleh direlevansikan ke dalam pembelajaran menulis cerpen di SMP kelas VII. Kata kunci: Cerita Rakyat, Unsur Intrinsik, Pembelajaran Menulis Cerpe
PENGARUH GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TELEKOMUNIKASI PEKANBARU
ABSTRAK M.Syahrofi Adlul Khuluki, (2026) : Pengaruh Gaya Mengajar Guru terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Telekomunikasi Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh gaya mengajar guru terhadap minat belajar Siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Telekomunikasi Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 137 orang, adapun sampel penelitian berjumlah 43 siswa yang ditentukan melalui teknik Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi regresi linear sederhana. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikan sebesar 0,002 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Kemudian melihat dari Koefisien diterminasi diperoleh nilai R Square adalah 0,493 yang berada pada kategori hubungan cukup kuat dengan arah positif. Hal ini berarti terdapat pengaruh signifikan gaya mengajar guru terhadap minat belajar siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Telekomunikasi Pekanbaru. Kata Kunci : Gaya Mengajar Guru, Minat Belajar Sisw
TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP PENJUALAN KOSMETIK ILEGAL DI KOTA PEKANBARU BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
Perkembangan industri kosmetik di Indonesia yang semakin pesat berdampak pada meningkatnya peredaran produk kosmetik ilegal di masyarakat, termasuk di Kota Pekanbaru. Kosmetik ilegal yang tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sering kali mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon yang dapat menimbulkan dampak kesehatan serius bagi konsumen. Kondisi ini menunjukkan lemahnya kesadaran hukum pelaku usaha dan kurangnya efektivitas pengawasan pemerintah, sehingga perlindungan hukum terhadap konsumen belum berjalan optimal sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab pelaku usaha terhadap penjualan kosmetik ilegal di Kota Pekanbaru serta menelaah langkah hukum yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Nusantara Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kasus dan konseptual. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan BBPOM, LPKSM, pelaku usaha, dan konsumen, sedangkan data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan teori tanggung jawab hukum Hans Kelsen dan teori perlindungan hukum Soerjono Soekanto. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanggung jawab pelaku usaha atas penjualan kosmetik ilegal di Kota Pekanbaru berupa pemberian ganti kerugian kepada konsumen sebagaimana diatur dalam Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun pelaksanaannya umumnya baru dilakukan setelah adanya pengaduan dari konsumen ke BBPOM kemudian penindakan dari BBPOM, sehingga menunjukkan tanggung jawab tersebut masih bersifat responsif dan belum didorong oleh kesadaran hukum preventif. Meskipun BBPOM Pekanbaru telah melakukan upaya preventif dan represif melalui sosialisasi, pengawasan, pengujian laboratorium, penarikan produk, dan penindakan, efektivitasnya masih terhambat oleh rendahnya kesadaran pelaku usaha, keterbatasan sumber daya, maraknya peredaran kosmetik ilegal secara daring, serta belum optimalnya peran dan koordinasi LPK. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pembinaan dan pengawasan terpadu oleh pemerintah, peningkatan sinergi antarinstansi, serta edukasi hukum yang berkelanjutan kepada pelaku usaha dan masyarakat guna meningkatkan kepatuhan hukum, menekan peredaran kosmetik ilegal, dan mewujudkan perlindungan konsumen yang lebih efektif
PENGARUH TERPAAN IKLAN GRATIS ONGKIR SHOPEE DI YOUTUBE TERHADAP PERILAKU IMPULSIVE BUYING PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI ANGKATAN 2022 UIN SUSKA RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Terpaan Iklan Gratis Ongkir Shopee di YouTube terhadap Perilaku Impulsive Buying pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2022 UIN Suska Riau. Landasan teori yang digunakan adalah Teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2022 UIN Suska Riau sebanyak 72 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara Terpaan Iklan (X) terhadap Perilaku Impulsive Buying (Y). Hal ini dibuktikan melalui uji hipotesis secara parsial pada setiap dimensi, di mana indikator Dorongan Emosional (Y3) memiliki pengaruh paling dominan dengan nilai thitung 14,245 dan R Square sebesar 0,744 (74,4%), diikuti oleh Spontanitas (Y1) dengan thitung 13,185 dan RSquare 0,713 (71,3%), serta Pembelian Tanpa Pertimbangan (Y2) dengan thitung 12,987 dan R Square 0,707 (70,7%). Secara keseluruhan, variabel Terpaan Iklan memberikan kontribusi pengaruh sebesar 91,7% terhadap perilaku belanja impulsif mahasiswa, sedangkan 8,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Kesimpulannya, stimulus iklan gratis ongkir di YouTube sangat efektif dalam membangkitkan respon emosional mahasiswa yang berujung pada tindakan pembelian tidak terencana
PERAN BAZNAS DALAM PENDISTRIBUSIAN BANSOS UNTUK UMKM DI KELURAHAN PERAWANG KECAMATAN TUALANG KABUPATEN SIAK
ABSTRAK NAMA : Dwi Rahmayani PRODI : Pengembangan Masyarakat Islam JUDUL : Peran BAZNAS Dalam Pendistribusian BANSOS untuk UMKM Di Kelurahan Perawang , Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh para Pedagang yang membuka usaha untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Peran BAZNAS Dalam Pendistribusian BANSOS Untuk UMKM Di Kelurahan Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Hasil dari penelitian ini memfokuskan bagaimana Peran BAZNAS Dalam Pendistribusian BANSOS UMKM di Kelurahan Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. bantuan UMKM juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan juga membuka solidaritas sosial. Kemudian UMKM berkontribusi secara signifikan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga, dengan adanya UMKM ini dapat membantu pedagang dalam mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. UMKM menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan devisi dengan membayar pajak serta mengikuti kegiatan-kegiatan Kelurahan. Kata Kunci : BAZNAS, Pendistribusian, UMKM