Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Analisis Harga Pokok Produksi Rumah PadaNot a member yet
59215 research outputs found
Sort by
PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO), CITA RASA, DAN CONTENT MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DADAR BEREDAR DI KOTA PEKANBARU
ABSTRAK PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO), CITA RASA, DAN CONTENT MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DADAR BEREDAR DI KOTA PEKANBARU OLEH : YAOMIL AIKINANTI 12270121209 Perkembangan media digital dan media sosial telah mengubah perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian, khususnya pada sektor kuliner. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO), Cita Rasa produk, serta strategi Content Marketing menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen, terutama di kalangan masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO), Cita Rasa, dan Content Marketing terhadap Keputusan Pembelian produk Dadar Beredar di Kota Pekanbaru, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Kota Pekanbaru yang pernah membeli produk Dadar Beredar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 96 orang, yang ditentukan berdasarkan rumus Lemeshow. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Pengujian data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FOMO), Cita Rasa, dan Content Marketing secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Dadar Beredar di Kota Pekanbaru. Selain itu, secara simultan ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis, kualitas sensori produk, serta strategi pemasaran berbasis konten digital memiliki peran penting dalam mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen pemasaran serta menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku usaha kuliner, khususnya UMKM, dalam merancang strategi pemasaran yang efektif dan sesuai dengan perilaku konsumen di era digital. Kata kunci: Fear of Missing Out (FOMO), Cita Rasa, Content Marketing, Keputusan Pembelian
P E N G A W A S A N O M B U D S M A N P E R W A K I L A N R I A U D A L A M MENANGANI MALADMINISTRASI PADA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2008 DI KOTA PEKANBARU PERSPEKTIF FIQH SIYASAH
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan bagian dari pelayanan publik di bidang pendidikan yang harus dilaksanakan secara adil dan transparan. Namun, dalam pelaksanaan PPDB jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Pekanbaru masih ditemukan berbagai bentuk maladministrasi, seperti pemalsuan dokumen, penyimpangan prosedur, dan penyalahgunaan wewenang. Hal ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat serta menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan. Oleh karena itu, peran Ombudsman Riau sebagai lembaga pengawas pelayanan publik menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem kerja Ombudsman Riau dalam mengawasi dan menangani maladministrasi pada proses PPDB SMA di Kota Pekanbaru berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008, mengetahui faktor yang mendorong dilakukannya pengawasan langsung, serta menganalisis peran pengawasan tersebut dalam perspektif Fiqh Siyasah.. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kerja Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau dalam menangani maladministrasi pada proses PPDB dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penerimaan dan verifikasi laporan masyarakat, pemeriksaan substansi laporan, koordinasi dengan instansi pendidikan terkait, serta pemberian rekomendasi sebagai bentuk tindakan korektif. Pengawasan langsung ke lapangan dilakukan apabila ditemukan laporan yang bersifat mendesak, terjadi secara berulang, dan memiliki dampak luas bagi masyarakat, sehingga memerlukan penanganan segera. Dalam perspektif Fiqh Siyasah, peran Ombudsman sejalan dengan prinsip amanah, keadilan, dan amar ma’ruf nahi munkar sebagai nilai dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pengawasan yang dilakukan Ombudsman termasuk dalam ranah Siyasah Idariyah dan Siyasah Dusturiyah karena berkaitan dengan pengawasan terhadap administrasi pemerintahan dan kebijakan publik di bidang pendidikan. Kata Kunci: Ombuds
CO-OPERATIONAL WIFI 802.11N 2.4GHZ/5GHZ HD-AP NON-OVERLAPPING CHANNEL
Keberadaan WiFi sebagai sarana telekomunikasi global saat ini melebihi kemampuan jaringan seluler dalam melayani komunikasi data berkecepatan tinggi secara wireless. Untuk meningkatkan kapasitas jaringannya baik dari sudut pandang luas area maupun bitratenya, WiFi harus dipasang dalam konfigurasi HD-AP. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan distribusi penerimaan daya pada setiap titik areanya demi mendapatkan jarak antar AP, daya pancar dan ketinggian pemasangan antennanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa AP yang digunakan dalam konteks hotspot memiliki batas penerimaan -81dBm, agar dapat bekerja optimal. Dalam konfigurasi HD-AP (Hight Dencity-Access Point) batas penerimaan minimum meningkat hingga -65dBm di mana distribusi penerimaan daya minimum dengan asumsi target capaian area hingga 70% dari layout yang diberikan. Hal ini hanya akan tercapai daam konfigurasi HD-AP dengan jarak antar AP sejauh 10-meter dan batas daya yang digunakan hingga 100mW pada frekuensi 2.4GHz dan 500mW pada frekuensi 5GHz. Jika ketinggian antena relatif kurang dari 2-meter, maka daya pancar dapat diminimalkan hingga 50mW pada frekeunsi kerja 2.4GHz dan 300mW pada frekuensi kerja 5GHz
PENGARUH WORKLOAD, BURNOUT OF AUDITOR, SKEPTISISME PROFESSIONAL, DAN MASA PERIKATAN AUDIT TERHADAP DEFISIENSI AUDIT
ABSTRAK PENGARUH WORKLOAD, BURNOUT OF AUDITOR, SKEPTISISME PROFESSIONAL DAN MASA PERIKATAN AUDIT TERHADAP DEFISIENSI AUDIT (Pada Auditor yang bekerja di Kota Pekanbaru) Oleh: FIONA NINDYTA NIM: 12070320651 Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh workload, burnout of auditor, skeptisisme profesional, dan masa perikatan audit terhadap defisiensi audit pada auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Pekanbaru. Defisiensi audit merupakan kegagalan auditor dalam melaksanakan prosedur audit sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang berpotensi menurunkan kualitas audit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada auditor KAP di Kota Pekanbaru dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Metode analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa workload dan burnout of auditor berpengaruh positif terhadap defisiensi audit, yang berarti semakin tinggi beban kerja dan tingkat burnout auditor, semakin besar kemungkinan terjadinya defisiensi audit. Skeptisisme profesional berpengaruh negatif terhadap defisiensi audit, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat skeptisisme profesional auditor, semakin rendah risiko terjadinya defisiensi audit. Sementara itu, masa perikatan audit berpengaruh positif terhadap defisiensi audit, di mana hubungan audit yang terlalu panjang berpotensi menurunkan independensi dan kualitas audit. Secara simultan, workload, burnout of auditor, skeptisisme profesional, dan masa perikatan audit berpengaruh signifikan terhadap defisiensi audit. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Kantor Akuntan Publik dalam mengelola beban kerja auditor, mencegah burnout, meningkatkan skeptisisme profesional, serta mengatur masa perikatan audit guna meminimalkan terjadinya defisiensi audit. Kata Kunci: Workload, Burnout of Auditor, Skeptisisme Professional, Masa Perikatan Audit, dan Defisiensi Audi
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS MENTIMETER TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP BABUSSALAM PEKANBARU
ABSTRAK Ulil Devia Ningrum (2025): Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Mentimeter terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Babussalam Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Mentimeter terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Babussalam Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experimental. Populasi pada penelitian ini seluruh Kelas VIII berjumlah 91 siswa, sampel terdiri dari 21 siswa kelas eksperimen dan 21 siswa kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Uji-T (independent-sampel t-test). Hasil Penelitian diperoleh nilai thitung (16,452) > ttabel (2,021), dengan taraf signifikansi sebesar 5% dan Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Nilai rata-rata (mean) kelas eksperimen sebesar 44,62 lebih tinggi dari kelas kontrol dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 34,76. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Mentimeter terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Babussalam Pekanbaru. Kata Kunci: Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Mentimeter, Keaktifan Belajar Sisw
PELAKSANAAN PERATURAN KOMISI YUDISIAL NOMOR 5 TAHUN 2024 TENTANG TATA CARA PENANGANAN DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIKDAN PEDOMAN PERILAKU HAKIM DIPENGHUBUNGKOMISI YUDISIALWILAYAH RIAUPERSPEKTIFFIQH SIYASAH
ABSTRAK Wulandary Oliviani, (2025): Pelaksanaan Peraturan Komisi Yudisial Nomor 5 Tahun 2024 Tentang Tata Cara Penanganan Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Dan/Atau Pedoman Perilaku Hakim Di Penghubung Komisi Yudisial Wilayah Riau Perspektif Fiqh Siyasah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Wilayah Riau dalam melaksanakan tugas penerimaan laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), melakukan pemantauan persidangan, serta memberikan edukasi mengenai KEPPH kepada masyarakat. Peraturan Komisi Yudisial Nomor 5 Tahun 2024 menjadi regulasi terbaru yang mengatur tata cara penanganan laporan, termasuk mekanisme forum konsultasi, verifikasi, analisis, pemeriksaan, hingga rapat pleno. Dengan cakupan kerja PKY Riau yang membawahi beberapa wilayah pengadilan serta keterbatasan sumber daya manusia, penelitian ini penting dilakukan untuk melihat bagaimana implementasi peraturan tersebut berjalan di lapangan. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini yaitu: bagaimana pelaksanaan tata cara penanganan laporan dugaan pelanggaran KEPPH oleh PKY Riau berdasarkan Peraturan KY Nomor 5 Tahun 2024?; Dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya?; Serta bagaimana tinjauan siyasah qadhaiyyah terhadap implementasi penanganan laporan tersebut?. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dan empiris dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di kantor PKY Wilayah Riau dengan informan terdiri dari pejabat dan staf PKY yang berwenang dalam penanganan laporan dan pemantauan persidangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Peraturan KY Nomor 5 Tahun 2024 di PKY Riau telah berjalan cukup efektif, terutama dengan hadirnya mekanisme forum konsultasi dan pemanfaatan sistem digital seperti SIPLM. Namun, pelaksanaan masih menghadapi beberapa hambatan seperti terbatasnya sumber daya manusia, belum tersedianya SOP turunan, serta kualitas laporan masyarakat yang beragam. Adapun dari perspektif siyasah qadhaiyyah, mekanisme penanganan laporan ini telah sesuai dengan prinsip-prinsip pengawasan (hisbah), kehati-hatian dalam pemeriksaan (tabayyun), musyawarah kolektif (syura/qadha’ jama’i), serta prinsip keadilan yang menjadi dasar pengawasan perilaku hakim dalam tradisi Islam. Kata Kunci: Pelaksanaan, Penanganan Laporan, Komisi Yudisial, KEPPH, Siyasah Qadhaiyya
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SOMATIC AUDITORI VISUAL INTELLECTUAL (SAVI) TERHADAP PENGUASAAN MUFRODAT BAHASA ARAB SISWA KELAS TUJUH MADRASAH MUTAWASSITHOH AL ISHLAH KAMPAR
ABSTRAK Usama Abdul Wadud (2025): Efektivitas Penggunaan Pendekatan pembelajaran Somatic Auditori Visual Intellectual (SAVI) terhadap Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab Siswa Kelas Tujuh Madrasah Mutawassithoh Al Ishlah Kampar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Pendekatan pembelajaran Somatic Auditori Visual Intellectual (SAVI) untuk meningkatkan Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab Siswa Kelas Tujuh Madrasah Mutawassithoh Al Ishlah Kampar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Penggunaan Pendekatan pembelajaran Somatic Auditori Visual Intellectual (SAVI) efektif untuk meningkatkan Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab Siswa Kelas Tujuh Madrasah Mutawassithoh Al Ishlah Kampar?”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII Madrasah Mutawassithoh Al Ishlah Kampar, dengan sampel siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa Madrasah Mutawassithoh Al Ishlah Kampar. Objek penelitian ini adalah Efektivitas Penggunaan Pendekatan pembelajaran Somatic Auditori Visual Intellectual (SAVI) untuk meningkatkan Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab Siswa Kelas Tujuh Madrasah Mutawassithoh Al Ishlah Kampar. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi dan tes. Dari analisis data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa Pendekatan Pembelajaran Somatic Auditori Visual Intellectual (SAVI) efektif meningkatkan Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab Siswa Kelas Tujuh Madrasah Mutawassithoh Al Ishlah Kampar. Hal ini dibuktikan dengan nilai t= 4,90 lebih besar dari tt pada taraf signifikansi 1%= 1,669 dan pada taraf signifikansi 5%= 1,998 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti Pendekatan pembelajaran Somatic Auditori Visual Intellectual (SAVI) efektif untuk meningkatkan Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab Siswa Kelas Tujuh Madrasah Mutawassithoh Al Ishlah Kampar. Kata Kunci : Efektivitas, Pendekatan Pembelajaran Somatic Auditori Visual Intellectual (SAVI), Penguasaan Mufrodat
STRATEGI PERANCANG MODEL BISNIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE 7P DAN ANALISIS SWOT SERTA PENERAPAN BUSINESS MODEL CANVAS DALAM UPAYA PENGEMBANGAN USAHA UMKM ES COKLAT TORO
STRATEGI PERANCANG MODEL BISNIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE 7P DAN ANALISIS SWOT SERTA PENERAPAN BUSINESS MODEL CANVAS DALAM UPAYA PENGEMBANGAN USAHA UMKM ES COKLAT TORO FAUZAN ASRI 12050216765 Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknlogi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. HR. Soebrantas Km. 15 No. 155, Pekanbaru ABSTRAK UMKM Es Coklat Toro merupakan usaha minuman kekinian yang berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Perawang, dengan produk unggulan berupa es coklat. Meskipun memiliki potensi pasar yang besar, usaha ini mengalami fluktuasi laba dari bulan Maret hingga Agustus 2025 dengan rata-rata penurunan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha menggunakan metode Marketing Mix (7P), SWOT, dan Business Model Canvas (BMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel 7P berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai tstatistics > 1,96 dan P-Value < 0,05. Analisis SWOT menghasilkan strategi SO, ST, WO, dan WT yang berfokus pada peningkatan inovasi produk, promosi digital, serta perbaikan sistem manajemen. Sementara itu, penerapan BMC digunakan untuk memperkuat promosi melalui media sosial, menambah varian produk baru, dan meningkatkan desain kemasan. Secara keseluruhan, kombinasi metode 7P, SWOT, dan BMC dapat membantu UMKM Es Coklat Toro dalam meningkatkan daya saing, menstabilkan laba, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Kata kunci: UMKM, Es Coklat Toro, Marketing Mix (7P), SWOT, Business Model Canva
PENGARUH POLA ASUH OVER PROTECTIVE ORANG TUA TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM TERPADU AL FITYAH PEKANBARU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemandirian siswa sebagai salah satu aspek perkembangan yang mendukung keberhasilan belajar dan kesiapan menghadapi kehidupan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kemandirian siswa adalah pola asuh over protective. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh over protective orang tua terhadap kemandirian siswa di SMA IT Al-Fityah Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pendekatan korelasional. Subjek dalam penelitian ini seluruh siswa SMA IT Al Fityah Pekanbaru dan objek dalam penelitian ini pengaruh pola asuh orang tua over protective terhadap kemandirian siswa. Populasi penelitian seluruh siswa di SMA IT Al Fityah Pekanbaru sejumlah 72 Siswa. Dengan sampel sebanyak 72 Siswa yang dipilih melalui total sampling.Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi sederhana dengan bantuan program SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pola asuh over protective orang tua berada pada kategori tinggi dengan persentase 35%, sedangkan tingkat kemandirian siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 44%. Berdasarkan hasil analisis regresi, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,362 > 0,05 yang menunjukkan bahwa pola asuh over protective orang tua tidak berpengaruh secara statistik terhadap kemandirian siswa
STUDI PSIKOLOGI QUR’ANI SURAH MARYAM AYAT 26 DAN PENGARUH PENGENDALIAN DIRI TERRHADAP TEKANAN SOSIAL
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kerentanan psikologis perempuan dalam menghadapi tekanan sosial dan gejolak emosional di era modern, yang sering kali berdampak negatif pada kesehatan mental. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggali konsep pengendalian diri melalui perspektif psikologi Qur’ani dengan merujuk pada keteladanan Maryam binti ‘Imran. Fokus kajian ini diarahkan pada analisis penafsiran para mufasir terhadap Surah Maryam ayat 26 serta identifikasi bentuk-bentuk pengendalian diri yang tercermin dalam ayat tersebut sebagai strategi menghadapi tekanan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi pustaka (library research). Sumber data primer merujuk pada al-Qur'an Surah Maryam ayat 26, didukung oleh rujukan otoritatif seperti kitab tafsir Rūḥ al-Ma‘ānī, Al-Misbah, dan Fī Ẓilāl al-Qur’ān. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian diri Maryam termanifestasi melalui mekanisme self-regulation yang mencakup aspek fisik dan spiritual, yakni pemenuhan kebutuhan dasar (makan dan minum) serta komitmen untuk melakukan puasa bicara (ṣawman). Simpulannya, sikap diam Maryam bukanlah bentuk kepasifan, melainkan strategi kognitif dan spiritual yang cerdas untuk menjaga stabilitas emosi, kehormatan diri, dan ketenangan batin melalui tawakal sepenuhnya kepada Allah Swt di tengah tuduhan sosial yang berat. Kata Kunci: Pengendalian Diri, Psikologi Qur’ani, Q.S Maryam: 2