Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Analisis Harga Pokok Produksi Rumah PadaNot a member yet
59215 research outputs found
Sort by
EXPLORING TEACHING EXPERIENCES OF INDONESIAN NON-NATIVE ENGLISH TEACHER (NNEST) ABROAD
ABSTRACT Royanda,(2025): Exploring Teaching Experiences of Indonesian Non-Native English Teacher (NNEST) Abroad This phenomenological study explores the lived experiences of Indonesian non-native English-speaking teachers (NNESTs) in Southern Thailand, focusing on the challenges they encounter, the strategies they employ, their pedagogical contributions, and the meanings they construct from teaching abroad. Using semi-structured interviews with two participants study employed Moustakas‘s (1994) phenomenological method and Braun and Clarke‘s (2006) thematic analysis to capture the essence of participants‘ professional and personal experiences. Findings reveal that the teachers faced multidimensional challenges, including language barriers, cultural adjustment, and student engagement issues. They responded through translanguaging practices, interactive and contextual learning, and trust-based motivation. Beyond coping, participants contributed meaningfully by designing localized curriculum materials, promoting cultural collaboration, and demonstrating cost-effective yet competent teaching. The study concludes that Indonesian NNESTs abroad are not only adaptive and innovative educators but also active agents of cultural exchange and professional transformation. These findings underscore the need for teacher-education programs to integrate reflective practice, intercultural training, and identity development to better prepare NNESTs for global teaching contexts. Keywords: Indonesian NNESTs, phenomenology, English teaching abroad, intercultural adaptation, identity construction, meaning-makin
IMPLEMENTASI APLIKASI BSI MOBILE SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN UANG KULIAH: STUDI EFEKTIVITAS DAN KEPERCAYAAN MAHASISWA DI INSTITUT AGAMA ISLAM ROKAN.
"ABSTRAK Ahmad Arifin (2025) : Implementasi Aplikasi Bsi Mobile Sebagai Alat Pembayaran Uang Kuliah: Studi Efektivitas Dan Kepercayaan Mahasiswa Di Institut Agama Islam Rokan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya digitalisasi dalam era zaman modern, salah satunya dalam dunia pendidikan. Dengan berkembangnya digitalisasi, pembayaran uang kuliah juga berubah dari sistem manual menjadi sistem digital. Institut Agam Islam Rokan mulai mengadopsi teknologi keuangan berbasis syariah guna meningkatkan efisiensi administrasi akademik. Namun, terdapat kendala seperti ketidakstabilan jaringan dan keterbatasan literasi digital yang menghambat adopsi teknologi secara menyeluruh. . Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpul melalui wawancara terhadap pengguna aplikasi tersebut sebanyak 5 orang Mahasiswa dan 3 orang Pengambil kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi BSI Mobile dalam Pembayaran uang kuliah, mengetahui efektivitas mahasiswa menggunakan Aplikasi BSI Mobile dalam pembayaran uang kuliah di Institut Agama Islam Rokan, dan mengetahui kepercayaan mahasiswa menggunakan Aplikasi BSI Mobile dalam pembayaran uang kuliah di Institut Agama Islam Rokan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BSI Mobile cukup efektif karena pengelola mendapat kemudahan proses pembayaran dan memiliki pencatatan digital yang sistematis, BSI Mobile efektif dalam melakukan pembayaran uang kuliah karena BSI Mobile mempermudah prosesnya, mempercepat transaksi dalam pembayaran, memiliki fitur yang lengkap dan keamanan data pribadi. kepercayaan mahasiswa terhadap aplikasi BSI Mobile terbentuk melalui unsur kepercayaan terhadap keamanan transaksi, keandalan sistem, privasi data pribadi, dan komitmen bank terhadap perlindungan. Kata kunci : Implementasi, , BSI Mobile, Efektivitas dan Kepercayaan, Institut Agama Islam Rokan.
IMPLEMENTASI DIGITALISASI POKDARWIS DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGEMBANGAN WISATA GULAMO DI KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR BERBASIS EKONOMI SYARIAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis digitalisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan Objek Wisata Gulamo di Kecamatan XIII Koto Kampar serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi syariah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang belum diimbangi dengan pengelolaan destinasi wisata berbasis digital secara optimal. Kajian pustaka dalam penelitian ini mencakup teori digitalisasi pariwisata, peran Pokdarwis dalam pengembangan objek wisata, serta konsep ekonomi syariah yang meliputi nilai tauhid, maqasid al-shari‘ah, etika bisnis, dan keadilan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Penggalian data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama Ketua Pokdarwis dan pengunjung Objek Wisata Gulamo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pokdarwis telah menerapkan digitalisasi melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, penyediaan informasi, dan penawaran paket wisata, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital, belum adanya website resmi, serta minimnya pelatihan digital. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, pengelolaan wisata Gulamo telah mencerminkan prinsip kehalalan, transparansi, keadilan sosial, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi Pokdarwis berperan penting dalam pengembangan Objek Wisata Gulamo, namun perlu penguatan kapasitas dan dukungan berkelanjutan agar pengelolaan wisata berjalan optimal dan sesuai dengan nilai-nilai ekonomi syariah. Kata kunci: Digitalisasi, Pokdarwis, Ekonomi Syaria
PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT ADAT TERHADAP TANAH ULAYAT OLEH PEMERINTAH DESA SIBERAKUN KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk perlindungan hak masyarakat adat terhadap tanah ulayat di Desa Siberakun,tanah yang telah dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat adat mengalami pengambil alihan tanpa persetujuan dan tanpa adanya kompensasi yang adil dan hambatan yang dihadapi oleh masyarakat desa Siberakun dalam upaya perlindungan hak masyarakat adat atas tanah ulayat dalam konteks hukum agraria Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan yuridis sosiologis menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini ada 2 yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder berupa buku-buku, jurnal-jurnal, dan hasil penelitian yang serupa dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Perlindungan hukum masyarakat adat yang bersifat normatif atau prosedural, seperti pengakuan dalam UUD dan upaya masyarakat menempuh jalur hukum sudah terlaksanakan, namun mayoritas perlindungan hukum belum terimplementasi karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap masalah hak masyarakat adat dan adanya keberpihakan terhadap perusahaan yang ada di Desa Siberakun. Masyarakat Desa Siberakun menghadapi banyak hambatan dalam melindungi hak atas tanah ulayat mereka. Hambatan tersebut mencakup pengabaian terhadap mekanisme adat, ketimpangan sosial ekonomi, lemahnya pengakuan hukum terhadap tanah ulayat, kerusakan lingkungan dan budaya akibat alih fungsi lahan, serta minimnya dukungan dan intervensi dari negara. Semua ini menunjukkan bahwa perjuangan masyarakat adat belum sepenuhnya mendapat perlindungan dalam sistem hukum agraria Indonesia. Kata Kunci: Tanah Ulayat, Hak Masyarakat Adat, Perlindungan Hukum, Konflik Agrari
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN FULL DAY SCHOOL DALAM MEMBENTUK AKHLAK SISWA DI SMP NEGERI 3 MINAS KABUPATEN SIAK
ABSTRAK Raga Bima Alamsyah (2025): Pelaksanaan Pembelajaran Full Day School dalam Membentuk Akhlak Siswa di SMP Negeri 3 Minas Kabupaten Siak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, akhlak peserta didik, faktor pendukung dan penghambat pembentukan akhlak peserta didik melalui sistem Full Day School di SMP Negeri 3 Minas Kabupaten Siak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian ingormasi penarikan kesimpulan, serta triangulasi. Hasil penelitian yaitu 1) Pelaksanaan pembelajaran Full Day School di SMP Negeri 3 Minas efektif dalam membentuk akhlak siswa melalui berbagai program pembiasaan dan keagamaan, 2) Peserta didik yang mengikuti full day telah menunjukkan perubahan signifikan seperti pelaksanaan sholat tidak harus diingatkan lagi, 3) Faktor pendukung yaitu tersedianya fasilitas yang memadai untuk pelaksanaan berbagai program pembinaan karakter dan keagamaan, dan 4) Faktor penghambat yaitu perkembangan zaman dan karakteristik dalam penggunaan gawai (gadget), terutama ponsel pintar yang mampu memberikan dampak buruk kepada peserta didik. Kata Kunci: Full Day, akhlak, sisw
PRAKTEK PENGANGKATAN ANAK OLEH MASYARAKAT KAMPAR PERSPEKTIF PLURALISME HUKUM INDONESIA
ABSTRAK Mutasir, 2026 :Praktek Pengangkatan Anak Oleh Masyarakat Kampar Perspektif Pluralisme Hukum Indonesia Praktik pengangkatan anak oleh masyarakat Kampar, jika dilihat secara keseluruhan maka akan ditemukan adanya usur yang menyalahi atauran yang di tetapkan oleh syari‟at seperti contoh adanya upaya menyembunyikan orang tua kandung, merubah nasab anak angkat ke orang tua angkat, adanya upaya menutupi orang tua kandung anak angkat dan sebagainya. Sebagian masyarakat Kampar yang melakukan pengangkatan anak tersebut terkesan lebih mengedepankan kebiasaan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat seperti mengangkat anak orang dengan tidak memberitahukan kepada khalayak ramai atau tidak melaporkan kepada dinas sosial atau melalui penetapan pengadilan agama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan pengangkatanan anak oleh masyarakat Kampar sekaligus sebagai rumusan masalah penelitian yang pertama, sedangkan rumusan masalah penelitian yang kedua menanyakan tentang alasan masyarakat Kampar melakukan pengangkatan anak, dan bagaimana tinjauan pluralisme hukum atas pengangkatan anak oleh masyarakat Kampar tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang didukung dengan data-data kepustakaan, dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Adapun sumber data penelitian ini adalah diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data-data tersebut kemudian dianalisis dengan deskriptif- analitik dengan pengambilan kesimpulan yang bersifat induktif dan terkadang deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek pengangkatan anak oleh masyarakat Kampar masih didasarkan kepada kebiasaan yang terjadi ditengah masyarakat sehingga ada beberapa bahgian praktek pengangkatan anak tersebut yang menyalahi aturan hukum Islam dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Dari data yang ditemukan terlihat juga bahwa praktek pengangkatan anak oleh masyarakat Kampar tidak berfokus kepada satau hukum yang berlaku atau sentralistik hukum, tetapi ada banyak hukum yang dipakai oleh masyarakat Kampar dalam pelaksanaannya atau yang lebih dikenal dengan pluralisme hukum yakni hukum Islam, negara, dan adat. Temuan ini sejalan dengan teori pluralisme hukum yang dicetuskan oleh John Griffiths menyatakan bahwa hukum merupakan fenomena sosial yang hidup dalam masyarakat dan tidak semata-mata bersumber dari negara. Dengan demikian, praktik pengangkatan anak di masyarakat Kampar memperlihatkan bahwa efektivitas hukum ditentukan oleh adanya penerimaan dan kepatuhan masyarakat, serta adanya harmonisasi antara hukum adat, hukum Islam, dan hukum negara menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban dan keadilan sosial Kata Kunci: Pengangkatan Anak Angkat, Kampar, Pluralisme Hukum Indonesi
REPRESENTASI CITRA TREN NONGKRONG DI ATLAS COFFEE & BIKE DI PEKANBARU
ABSTRAK Nama : Tiara Umairoh Jurusan : Ilmu Komunikasi Judul : Representasi Citra Tren Nongkrong Di Atlas Coffee & Bike Di Pekanbaru Fenomena menjamurnya coffee shop di Pekanbaru telah menggeser pola interaksi sosial masyarakat urban, khususnya generasi muda. Atlas Coffee & Bike hadir dengan konsep unik yang memadukan budaya kopi dan komunitas sepeda sebagai identitas utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Atlas Coffee & Bike merepresentasikan citra tren nongkrong di Pekanbaru serta pengaruhnya terhadap persepsi pengunjung. Dengan menggunakan metode kualitatif dan paradigma fenomenologi Alfred Schutz, penelitian ini menggali pengalaman sadar individu melalui motif in-order-to (tujuan) dan because (sebab). Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa image Atlas Coffee & Bike dibangun melalui elemen visual yang instagramable, suasana yang mendukung interaksi komunitas, dan lokasi strategis. Tren nongkrong di tempat ini telah bertransformasi menjadi ruang komunikasi untuk aktualisasi diri, pembangunan jejaring, serta representasi status sosial di media sosial. Kata Kunci: Representasi, Citra, Tren Nongkrong, Atlas Coffee Shop, Fenomenologi
PENERAPAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI BALI DI KECAMATAN RUPAT UTARA KABUPATEN BENGKALIS
PENERAPAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI BALI DI KECAMATAN RUPAT UTARA KABUPATEN BENGKALIS Azrul (12080111818) Di bawah bimbingan Restu Misrianti dan Elfawati INTISARI Sapi Bali memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan tropis dan ketahanannya terhadap pakan berkualitas rendah, terutama pada musim kemarau. Kecamatan Rupat Utara merupakan daerah potensial untuk pengembangan sapi Bali, hal ini dikarenakan populasi yang relatif besar serta lahan yang strategis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil peternak dan penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi bali meliputi pembibitan, perkandangan, pakan, pemeliharaan dan kesehatan ternak oleh peternak sapi bali yang ada di Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis, sesuai Permentan No 46/PK.210/8/2015. Penelitian ini telah dilaksanakan pada peternakan rakyat di Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis pada bulan Desember 2024 sampai dengan Maret 2025. Parameter penelitian ini adalah profil peternak meliputi jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, mata pencaharian utama, jumlah kepemilikan ternak dan lahan, serta penyuluhan atau pelatihan yang pernah diterima terkait pemeliharaan sapi bali; aspek teknis pemeliharaan sapi bali meliputi pembibitan, perkandangan, pakan, pemeliharaan, dan kesehatan ternak. Profil responden dalam penelitian ini seluruhnya berjenis kelamin laki-laki (100%), sebagian besar berada pada kelompok umur 46-50 tahun (40,7%), tingkat pendidikan SMA (49,2%), pengalaman beternak sapi selama 1-8 tahun (72,9%), mata pencaharian utama nelayan (57,6%), status sebagai pemilik ternak dan pemilik lahan (84,7%), serta tidak pernah memperoleh pelatihan atau penyuluhan terkait peternakan (100%). Persentase penerapan aspek teknis pada system pembibitan 20%, perkandangan 24,1%, pakan 4%, pemeliharaan 75%, dan kesehatan 80%. Umumnya penerapan aspek teknis belum memenuhi kriteria berdasarkan Permentan No 46/PK.210/8/2015. Kata kunci: aspek teknis pemeliharaan, Kecamatan Rupat Utara, sapi potong
PENYUSUNAN MODUL AJAR GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 4 PEKANBARU
ABSTRAK Pilar Sahputra (2025) : Penyusunan Modul Ajar Guru Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 4 Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai penyusunan modul ajar oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 4 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru PAI di SMK Negeri 4 Pekanbaru yang berjumlah lima orang, dengan tambahan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah sebagai subjek pendukung. Penarikan sampel menggunakan teknik sampling total. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir, penyusunan modul ajar guru Pendidikan Agama Islam memperoleh nilai rata-rata 75,00 dengan kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI telah mampu menyusun modul ajar dengan baik, yang berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. Penyusunan modul ajar oleh guru bukan sekadar memenuhi tuntutan administratif, tetapi merupakan wujud tanggung jawab profesional untuk menciptakan pembelajaran yang terarah, sistematis, dan kontekstual sesuai dengan karakteristik peserta didik di lingkungan sekolah kejuruan. Meskipun secara umum kompetensi guru sudah baik, peningkatan berkelanjutan tetap diperlukan agar modul ajar semakin efektif dan inovatif. Kata Kunci: Modul Ajar, Guru Pendidikan Agama Islam, Sekolah Kejurua
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD IT INSAN TELADAN KABUPATEN KAMPAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya kemampuan Numerasi siswa di sekolah IV SD IT Insan Teladan Kabupaten Kampar berdasarkan hasil data pra riset. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan Numerasi siswa. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design, Sampel penelitian melibatkan kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan IV B sebagai kelas kontrol dari total populasi 49 siswa. Data diperoleh melalui pretest dan posttest serta observasi, dengan instrumen berupa soal esai yang valid (rhitung>0,374) dan memiliki nilai reliabilitas sebesar (0,648). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan numerasi siswa antara kelas eksperimen dan kontrol (Sig. 0,000 < 0,05), dengan rata-rata posttest kelas eksperimen 86 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 74,78. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan Numerasi siswa. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan Numerasi siswa, sehingga disarankan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif. Kata Kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Numerasi, Pembelajaran Matematika, Quasi-Eksperimen, Siswa Sekolah Dasar