Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Analisis Harga Pokok Produksi Rumah Pada
Not a member yet
    59215 research outputs found

    EVALUASI FRAKSI SERAT WAFER RANSUM KOMPLIT BERBAHAN AMPAS SAGU DALAM FORMULASI RANSUM SAPI

    No full text
    Ampas sagu merupakan salah satu jenis limbah perkebunan dengan kandungan serat kasar 20,3% dan protein yang rendah(2,1%) sehingga perlu pengolahan lebih lanjut berupa wafer ransum komplit. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi nilai Acid Detergent Fiber, Neutral Detergent Fiber,dan Hemiselulosa wafer ransum komplit berbahan ampas sagu dalam formulasi ransum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2025. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 pengulangan yaitu wafer ransum komplit + 0% ampas sagu (P0), wafer ransum komplit + 10% ampas sagu (P1), wafer ransum komplit + 20% ampas sagu (P2), wafer ransum komplit + 30% ampas sagu (P3). Parameter yang diukur adalah nilai Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber dan Hemiselulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wafer ransum komplit berbahan ampas sagu memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber dan Hemiselulosa.Kesimpulan penelitian adalah perlakuan wafer ransum komplit dengan penambahan ampas sagu 30% tidak dapat menurunkan kandungan ADF dan NDF , dan dapat menurunkan hemiselulosa. Perlakuan terbaik adalah pada penambahan ampas sagu 20 % dengan nilai ADF 18,72%, NDF 51,76% dan hemisulosa 33,03%. Kata kunci : Acid Detergent Fiber, Ampas sagu, Hemiselulosa, Neutral Detergent Fiber dan wafer ransum kompli

    PENGARUH KEGIATAN ICE BREAKING PESAN BERANTAI TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BABUSSALAM KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU

    No full text
    Miftahul Aulia Rahmi (2025): Pengaruh Hubungan Kegiatan Ice Breaking pesan berantai Terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Babussalam Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ice breaking pesan berantai terhadap perkembangan sosial anak usia 5–6 tahun di TK Babussalam Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah guru dan anak usia 5–6 tahun di TK Babussalam, sedangkan objek penelitian yaitu pengaruh kegiatan ice breaking pesan berantai terhadap perkembangan sosial anak. Populasi penelitian adalah seluruh anak kelompok B di TK Babussalam yang berjumlah 32 anak, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 16 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji normalitas, dan uji hipotesis dengan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan (pretest), rata-rata perkembangan sosial anak berada pada kategori Mulai Berkembang (MB) dengan nilai rata-rata 12,31. Setelah diberikan perlakuan melalui kegiatan ice breaking pesan berantai sebanyak lima kali pertemuan, perkembangan sosial anak mengalami peningkatan secara bertahap, yaitu pada pertemuan pertama sebesar 56% (MB), pertemuan kedua 62% (MB), pertemuan ketiga 71% (BSH), pertemuan keempat 78% (BSH), dan pertemuan kelima mencapai 86% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Adapun nilai rata-rata perkembangan sosial anak setelah perlakuan (posttest) meningkat menjadi 18,12. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan nilai t hitung sebesar 15,215 lebih besar dari t tabel, sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (Hₐ) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ice breaking pesan berantai berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak usia 5– 6 tahun di TK Babussalam Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Kata kunci: Ice Breaking, Pesan Berantai, Perkembangan Sosial, Anak Usia Din

    PENERAPAN DEEP LEARNING UNTUK KLASIFIKASI CITRA MAGNETIC RESONANCE IMAGING TUMOR OTAK

    No full text
    Tumor otak merupakan salah satu penyakit serius yang membutuhkan diagnosis cepat dan akurat. Penelitian ini menerapkan pendekatan deep learning dengan arsitektur Convolutional Neural Network (CNN) untuk mengklasifikasikan citra Magnetic Resonance Imaging (MRI) tumor otak menjadi dua kelas, yaitu Glioma dan Meningioma. Arsitektur yang digunakan meliputi ResNet-50, DenseNet121, dan EfficientNet-B2 dengan penerapan data augmentation serta eksplorasi parameter seperti proporsi pembagian data, optimizer, dan learning rate. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa penggunaan data augmentation berpengaruh signifikan terhadap peningkatan akurasi model. Dari beberapa konfigurasi yang diuji, arsitektur ResNet-50 dengan optimizer RMSProp dan learning rate 0,001 menghasilkan performa terbaik dengan akurasi validasi dan pengujian mendekati 100%. Arsitektur DenseNet121 dan EfficientNet-B2 juga menunjukkan hasil baik namun masih di bawah ResNet-50. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan deep learning berbasis CNN dengan teknik transfer learning mampu melakukan klasifikasi citra MRI tumor otak secara efektif dan akurat. Pendekatan ini berpotensi mendukung pengembangan sistem diagnosis medis berbasis kecerdasan buatan untuk membantu proses deteksi tumor otak secara lebih cepat dan efisien

    PRAKTIK GADAI BERTINGKAT DI KENAGARIAN SARILAMAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT MENURUT FIQIH MUAMALAH

    No full text
    ABSTRAK Riski Indah Indriani, (2026): Praktik Gadai Bertingkat di Kenagarian Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat Menurut Fiqih Muamalah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian antara teori fiqh muamalah dan praktik gadai bertingkat yang terjadi di Nagari Sarilamak. Dalam perspektif syariat Islam, pemanfaatan marhun oleh murtahin dibatasi oleh syarat tertentu, namun dalam praktiknya sawah yang digadaikan dimanfaatkan sepenuhnya oleh murtahin dan dapat dialihkan kepada pihak lain, sehingga menimbulkan praktik gadai bertingkat yang merugikan rahin. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan praktik gadai bertingkat dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Berdasarkan analisis, faktor-faktor tersebut meliputi: kondisi ekonomi masyarakat, kurangnya pemahaman hukum, tidak dilibatkannya lembaga adat, tradisi lokal, terbatasnya akses ke lembaga keuangan syariah, rendahnya pendidikan dan literasi keuangan, serta keinginan untuk mempertahankan aset warisan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pelaksanaan praktik gadai bertingkat sekaligus meninjau kesesuaiannya dengan prinsip fiqh muamalah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan sumber data primer yang diperoleh dari masyarakat yang terlibat dalam praktik gadai bertingkat. Sumber sekunder berasal dari literatur, buku, dan dokumen yang relevan, sedangkan sumber tersier meliputi kamus serta dokumen pendukung lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap masyarakat yang terlibat langsung dalam praktik gadai bertingkat. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 12 orang, yang terdiri dari 5 orang rahin dan 5 orang murtahin sebagai informan utama, serta 2 orang aparat wali nagari sebagai informan pendukung. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum rukun dan syarat akad rahn telah terpenuhi, yakni adanya rahin, murtahin, marhun, serta ijab dan qabul meskipun dilakukan secara lisan. Namun, penerapan prinsip-prinsip muamalah tidak sepenuhnya terlaksana. Prinsip tolong-menolong dan amanah berhasil dijalankan, sedangkan prinsip keadilan, kerelaan, serta bebas dari riba dan gharar belum terpenuhi, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan dan ketidakjelasan dalam hubungan antara rahin dan murtahin. Temuan ini menunjukkan perlunya pengaturan dan kesepakatan yang lebih jelas dalam praktik gadai bertingkat agar sesuai dengan prinsip fiqh muamalah. Kata Kunci :rahn, gadai bertingka

    ANALISIS USER ENGAGEMENT TERHADAP PENGGUNAAN TIKTOK DI KALANGAN MAHASISWA MENGGUNAKAN SOCIAL MEDIA ENGAGEMENT THEORY

    No full text
    TikTok merupakan salah satu platform media sosial berbasis video pendek yang banyak digunakan oleh mahasiswa di Indonesia. Tingginya tingkat penggunaan TikTok tidak terlepas dari pengalaman pengguna (user experience) yang ditawarkan, baik dari aspek sosial maupun teknis, yang berpotensi memengaruhi keterlibatan pengguna (user engagement) dan perilaku penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor user experience terhadap user engagement mahasiswa dalam penggunaan TikTok, serta menganalisis pengaruh user engagement terhadap frekuensi penggunaan TikTok di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa aktif UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan Universitas Riau yang menggunakan TikTok. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Model penelitian mengadopsi Social Media Engagement Theory (SME) yang mencakup pengalaman sosial dan pengalaman teknis sebagai prediktor user engagement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh faktor user experience berpengaruh signifikan terhadap user engagement. Namun demikian, beberapa aspek pengalaman pengguna terbukti berpengaruh signifikan terhadap user engagement. Selanjutnya, user engagement terbukti berpengaruh signifikan terhadap frekuensi penggunaan TikTok. Temuan ini menegaskan bahwa user engagement berperan penting dalam menjembatani hubungan antara pengalaman pengguna dan perilaku penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PRESENTASI PENDIDIKAN INTERAKTIF BERBASIS CANVA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 14 PEKANBARU

    No full text
    ABSTRAK Ghefira Farisa (2025): Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Presentasi Pendidikan Interaktif Berbasis Canva Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Pekanbaru Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik mata pelajaran Ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran presentasi pendidikan berbasis canva pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah atas Negeri 14 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas kelas eksperimen yaitu pada kelas XI 12 yang menggunakan media Video PPT Interaktif berbasis Canva dan kelas kontrol pada kelaa XI.9 yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil olahan analisis data yang diperoleh hasil uji t uji independent sample t- test sig t tabel sebesar 1,996 dengan df 67 sedangkan t hitung 7,907 maka disimpulkan t hitung > t tabel maka HO ditolak Ha diterima sehingga disimpulkan adanya perbedaan siginifikan dalam penerapan penggunaan media pembelajaran presentasi pendidikan interaktif berbasis canva pada kelas eksperimen. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran presentasi pendidikan berbasis Canva terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa mata mata pelajara ekonomi di SMA Negeri 14 Pekanbaru. Kata kunci: Media Pembelajaran digital, Presentasi Pendidikan Interaktif, Canva, Hasil Belajar, Pembelajaran Ekonom

    STRATEGI MANAJEMEN KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 TAPUNG HILIR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagaimana strategi manajemen keuangan diterapkan dalam meningkatkan pelayanan sekolah di SMP Negeri 1 Tapung Hilir, dan (2) mengidentifikasi serta menjelaskan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan strategi manajemen keuangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, tenaga administrasi bagian keuangan, guru, dan siswa, sedangkan objek penelitian berfokus pada strategi manajemen keuangan di sekolah. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur dan semi-terstruktur, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) strategi manajemen keuangan di SMP Negeri 1 Tapung Hilir dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penganggaran, pelaksanaan, serta evaluasi dan pertanggungjawaban. Pelaksanaan anggaran diarahkan pada kebutuhan prioritas sekolah. Penelitian juga menemukan bahwa manajemen keuangan yang baik memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan sekolah. 2) Faktor pendukung dalam strategi ini antara lain perencanaan keuangan yang sistematis, pengorganisasian yang jelas, pelaksanaan yang transparan dan akuntabel, pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, serta dukungan kepemimpinan kepala sekolah. Namun, strategi ini masih menghadapi beberapa hambatan seperti keterbatasan dana, serta kompetensi SDM yang belum merata dalam penggunaan sistem digital

    HUBUNGAN ANTARA SCHOOL WELL-BEING DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SMA NEGERI 3 SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara school well-being dengan motivasi belajar pada siswa SMA N 3 Siak Hulu. Rendahnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan melalui ketidakterlibatan dalam pembelajaran, kurangnya ketekunan dalam menghadapi tugas, dan sikap pasif di kelas menjadi latar belakang penelitian ini. School well-being sebagai kondisi kesejahteraan siswa di lingkungan sekolah diduga memiliki hubungan dengan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 698 siswa SMA N 3 Siak Hulu dengan sampel sebanyak 254 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala school well-being yang dikembangkan berdasarkan teori Konu & Rimpelä (2002) dengan empat aspek (having, loving, being, dan health) sebanyak 24 aitem, serta skala motivasi belajar berdasarkan teori Sardiman (2018) dengan enam indikator sebanyak 20 aitem. Uji reliabilitas menunjukkan koefisien Cronbach's Alpha sebesar 0,729 untuk school well-being dan 0,747 untuk motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson dengan bantuan SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara school well-being dengan motivasi belajar pada siswa SMA N 3 Siak Hulu dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,625, yang berarti school well-being menjelaskan motivasi belajar sebesar 62,5%. Kategorisasi data menunjukkan bahwa school well-being siswa berada pada kategori sedang (33,5%) dan motivasi belajar siswa juga berada pada kategori sedang (45,3%). Semakin tinggi school well-being yang dirasakan siswa, maka semakin tinggi pula motivasi belajar mereka. Sebaliknya, semakin rendah school well-being, maka semakin rendah pula motivasi belajar siswa. Kata kunci: School well-being, motivasi belajar, sisw

    KECENDERUNGAN NOMOPHOBIA PADA SISWA DAN PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI MADRASAH TSANAWIYAH HASANAH PEKANBARU

    No full text
    "ABSTRAK Maisya Faradila Al Aziza (2026) : Kecenderungan Nomophobia pada Siswa dan Peran Guru Bimbingan dan Konseling di Madrasah Tsanawiyah Hasanah Pekanbaru Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kecenderungan nomophobia siswa di MTs Hasanah Pekanbaru, mengidentifikasi dimensi paling menonjol, serta menganalisis peran guru Bimbingan dan Konseling (BK). Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian melibatkan 141 siswa kelas VIII-IX dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) berisi 35 item valid (α=0,903) dan didukung wawancara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat nomophobia siswa mayoritas berada pada kategori sedang (68,8%), tinggi (24,1%), dan rendah (7,1%). Dimensi ""kehilangan kenyamanan"" merupakan yang paling dominan. Temuan mengungkap bahwa meskipun terdapat pembatasan penggunaan smartphone di sekolah, 92,9% siswa menunjukkan kecenderungan nomophobia yang memerlukan perhatian serius. Peran guru BK saat ini terbatas pada layanan responsif-administratif karena tidak adanya jam pelajaran BK terjadwal. Implikasi bagi layanan BK meliputi strategi preventif-edukatif (layanan informasi, bimbingan kelompok), konseling individual dengan pendekatan REBT, konseling kelompok dengan teknik self-management, serta perlunya kolaborasi strategis dengan orang tua dan guru mata pelajaran dalam mengevaluasi kebijakan pembatasan smartphone di sekolah secara komprehensif. Kata Kunci : Nomophobia, Peran Guru Bimbingan dan Konseling, Ketergantungan Smartphone

    EFEKTIVITAS PENERAPAN KONSELING KELOMPOK LINTAS BUDAYA TERHADAP SIKAP TOLERANSI SISWA KELAS X MAN INSAN CENDEKIA KABUPATEN SIAK

    No full text
    Indonesia memiliki beragam suku,ras, budaya, adat, dan tradisi serta keberagaman kepercayaan yang memberikan keindahan warna. Namun dibalik keberagaman ini rentan terjadi konflik karena rendahnya sikap toleransi. Sikap toleransi yang rendah menjadi salah satu masalah yang meresahkan disekolah setelah bulliying, itulah yang menjadi latar belakang mengapa penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sikap toleransi siswa sebelum dan sesudah konseling kelompok lintas budaya dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini merupakan siswa MAN Insan Cendekia Siak berjumlah 7 orang yang memiki kategori Rendah dan 2 orang yang memiki kategori Sangat Rendah, jumlah keseluruhannya 9 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah pre-test dan post-test berupa kuesioner sikap toleransi dengan model skala likert. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sikap toleransi siswa berada kategori Rendah dan Sangat Rendah, dan hasil post-test berada pada kategori Tinggi dan Sangat Tinggi. Hasil penelitian ini adalah konseling kelompok lintas budaya efektif secara seignifikan terhadap sikap toleransi siswa di MAN Insan Cendekia Siak. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon signe test didapatkan nilai Standardized test statistics (Z) Sebesar 2,670 dan nilai asymp sig. (2-tailed) 0.008 lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,05). Kata Kunci: Konseling Kelompok Lintas Budaya, Sikap Toleransi

    55,376

    full texts

    59,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Analisis Harga Pokok Produksi Rumah Pada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇