40171 research outputs found
Sort by
PENILAIAN DAN PEMBAYARAN JASA EKOSISTEM, METODE DAN APLIKASINYA DI PEDESAAN NEGARA-NEGARA BERKEMBANG
Ilmu ekonomi berkontribusi meletakan pentingnya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan melalui teknik valuasi jasa ekosistem. Perekonomian Pedesaan di Negara-negara berkembang sangat tergantung pada kelestarian jasa ekosistem.
Beragam manfaat yang diperoleh masyarakat pedesaan dari jasa ekosistem untuk kehidupan sehari-hari. Namun, sebagian besar kualitas dan kuantitas jasa ekosistem di pedesaan semakin menurun dikarenakan degradasi alam oleh kegiatan antropogenik. Belum lagi tidak semua jasa ekosistem dinilai dan diapresiasi secara ekonomi. Karenanya, studi dan gagasan tentang penilaian dan pembayaran jasa ekosistem di pedesaan menjadi penting untuk dilakukan. Buku ini memaparkan bagaimana latar belakang penilaian dan pembayaran jasa
ekosistem di pedesaan dengan fokus studi pada negara-negara berkembang dan menyajikan berbagai metode yang bisa dilakukan dalam melakukan penilaian jasa ekosistem. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah dalam
mempelajari penilaian dan pembayaran jasa ekosistem, khususnya pada kasus pedesaan di negara-negara berkembang
Formula padat Bacillus cereus STRAIN TLE1.1 untuk pengendalian penyakit busuk pangkal batang (Sclerotium rolfsii) pada tanaman tomat
ANALYSIS OF SOIL QUALITY INDEX AT POTATO PRODUCTION CENTER IN THE UPSTREAM OF LEMBANG WATERSHED
Potato is considered as one of the primary agricultural commodities in the upstream of Lembang watershed.
Rotation cropping system using shallots is occasionally adopted, due to market price influence and higher
profitability. This cultivation process typically instigates soil degradation devoid of conservation measures. The
land survey approach was employed as the research method, while proportional random sampling was used to
select the sample. Subsequently, the soils were categorized into intact and disturbed portions to analyze the
physical (texture, specific gravity, C-organic and permeability) as well as chemical (nitrogen, phosphorus,
potassium, calcium, magnesium, pH, and CEC) properties, respectively, at the Soil Laboratory of Agriculture
Faculty, Andalas University. These data were processed using Minitab 17 to determine the soil quality index. The
results showed the existence of three primary components (PC) termed, PC1, PC2 and PC3, believed to influence
the alternating index state by 80%. Furthermore, the dominant variables of these components include exchanged
potassium, organic C and clay fraction texture. Based on the calculation of component factors and soil properties,
the soil quality index (SQI) was classified into moderate, good and very good condition