DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    PENGGUNAAN JENIS MEDIA KONTRAS DALAM PEMERIKSAAN HISTEROSALPINGOGRAFI (HSG) PADA KASUS INFERTILITAS DENGAN STUDI LITERATUR

    Get PDF
    Infertilitas adalah masalah yang dihadapi oleh pasangan suami istri yang telah menikah selama minimal 1 tahun, melakukan hubungan senggama teratur, tanpa menggunakan kontrasepsi, tetapi belum memperoleh kehamilan. Proyeksi yang digunakan pada pemeriksaan HSG adalah Antero Posterior dengan menggunakan media kontras Oil Based dan Water Soluble. Tujuan penelitian untuk mengetahui keunggulan dan kekurangan media kontras oil based dan water soluble pada pemeriksaan histerosalpingografi (HSG) dengan kasus infertilitas. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan literatur review yang dilakukan pada bulan September 2020-Juni 2021. Sumber data utama dan pendukung sebanyak 8 jurnal yang digunakan diambil melalui data base jurnal yang resmi (Google Shcolar) dengan kata kunci : HSG, Oil-based contrast media, Water Soluble contrast media, Infertilitas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, mencari dokumen yang berupa jurnal dan Textboox yang relevan. Analisis data menggunakan analisis bibliografi, yaitu dengan cara mengumpulkan jurnal dan Textboox yang sesuai dengan topik yang penulis angkat, kemudian penulis mendownload jurnal tersebut dan dijadikan sebagai jurnal yang akan dimasukan kedalam penelitian Karya Tulis Ilmiah. Pencarian literatur ini dilakukan menggunakan situs online yaitu PubMed dan google scholar dan mengambil kesimpulan dan saran dari sumber yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pemeriksaan HSG menggunakan media kontras oil-based dan media kontras water soluble dengan keunggulan utama yang lebih banyak disebutkan pada penggunaan media kontras oil-based adalah menghasilkan tingkat keberhasilan kehamilan yang lebih baik dalam 6 bulan, sedangkan kekurangannya yaitu presentase tingkat komplikasi yang tinggi. Menurut pendapat penulis mengenai perbandingan pembahasan antar jurnal di atas didapatkan hasil bahwa lebih banyak disebutkan mengenai keunggulan utama dari media kontras oil-based baik dalam hal tingkat kehamilan selama 6 bulan

    HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang: Hubungan yang baik antara perawat dan klien dapat dilakukan dengan komunikasi terapeutik. Perawat sebagai komponen yang penting dalam proses keperawatan dan orang terdekat dengan pasien harus berkomunikasi dengan baik untuk membantu penyembuhan pasien. Pasien yang menjalani terapi hemodialisa kurang dari 12 bulan memiliki kualitas hidup yang lebih buruk daripada pasien yang menjalani terapi sudah lebih dari sama dengan 12 bulan. Tujuan: Mengetahui hubungan komunikasi terapeutik terhadap kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review, artikel dikumpulkan menggunakan mesin pencarian Google Scholar dan Pubmed. Kriteria artikel yang digunakan dalam rentang tahun terbit sejak 1 Januari 2016 – 8 Maret 2021. Hasil: Terdapat hubungan antara komunikasi perawat dengan kualitas hidup pada pasien hemodialisa. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup selain komunikasi perawat seperti: lamanya hemodialisa, tingkat pengetahuan dari tenaga kesehatan dan mekanisme koping. Simpulan dan Saran: Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa komunikasi perawat berpengaruh pada kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Diharapkan perawat untuk mengembangkan dan melaksanakan strategi komunikasi

    EFEKTIVITAS MANAJEMEN STRES DENGAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP HIPERTENSI PADA LANSIA: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Hipertensi atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah diatas ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg. Salah satu penyebab hipertensi yaitu stres, Stres adalah bagian alami dan penting dari kehidupan, akan tetapi apabila terlalu berat dan berlangsung dalam waktu yang berkepanjangan dapat merusak kesehatan (Kemenkes RI, 2018). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manajemen stres dengan teknik relaksasi otot progresif efektif terhadap penanganan hipertensi pada lansia. Penulisan literature dilakukan menggunakan 2 database yaitu goggle scholar dan pubmed. metode penelitian ini menggunakan Study Cros Sectional kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan tingkat stress pada lansia khususnya pada penderita hipertensi. Pada perubahan fisiologis terjadi penurunan sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi gangguan dari dalam maupun luar tubuh, salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami pada lansia adalah pada sistem kardiovaskuler dimana terjadi penyempitan pada pembuluh darah akibatnya aliran darah terganggu sehingga memicu peningkatan tekanan darah. Terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan tingkat stres pada lansia khususnya pada penderita hipertensi. Selain diberikan relaksasi otot progresif, pemberian terapi musik suara alam dan slow deep breathing juga berpengaruh terhadap lansia pada penderita hipertensi

    ANALISIS TINGKAT KEPATUHAN RADIOGRAFER TERHADAP PENGGUNAAN ALAT MONITORING DOSIS PERSONAL DI INSTALASI RADIOLOGI[STUDI LITERATUR]

    Get PDF
    Menurut Utami (2012) menyatakan bahwa pemanfaatan film badge pada pekerja radiologi di rumah sakit umum di Jawa Tengah dan Bali tahun 2003 menunjukkan bahwa 12% tidak memiliki film badge, 18% jarang memakai film badge, 34% kurang percaya terhadap hasil pencatatan film badge. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan radiografer terhadap penggunaan alat monitoring dosis personal di instalasi radiologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah systematic review dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil penelitian yang sudah diterbitkan dalam jurnal online nasional maupun internasional. Hasil menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang dampak radiasi dan motivasi dengan praktik penggunaan alat monitoring dosis personal. Tingkat motivasi dan pengetahuan radiografer di instalasi radiologi tergolong dalam kategori baik, hanya sebagian kecil dalam kategori tidak baik, sehingga perlu dilakukan penyegaran pengetahuan tentang proteksi radiasi dan menciptakan motivasi yang kuat dengan memberikan penghargaan dan hukuman

    DUKUNGAN KELUARGA PADA PASIEN LANSIA DENGAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Dukungan keluarga adalah kepedulian dari orang-orang terdekat yang memberikan kenyamanan, motivasi, perhatian, dan kasih sayang. Lansia dengan penyakit diabetes melitus tipe 2 membutuhkan dukungan keluarga untuk manajemen diabetes dimana keluarga terlibat dalam kegiatan yang dilakukan pasien dan perawatan kesehatan yang diperlukan pasien diabetes. Pentingnya dukungan keluarga terhadap lansia memberikan arti penting bagi kehidupan, karena dukungan keluarga sangat dibutuhkan untuk membantu lansia memenuhi kebutuhannya sehari-hari sehingga mencapai kualitas hidup yang baik. Tujuan: Mengetahui Dukungan Keluarga pada Pasien Lansia dengan Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 dan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga mempengaruhi kualitas hidup pada pasien lansia dengan penyakit diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelusuran literature dilakukan melalui Google Scholar dan Pubmed. Keywords yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah family support OR type 2 diabetes mellitus OR elderly sedangkan dalam bahasa Indonesia adalah dukungan keluarga OR diabetes melitus tipe 2 OR lansia. Penelusuran dilakukan dari tahun 2015- 2020, ditemukan jurnal dari database Google Scholar sebanyak 267 dan PubMed sebanyak 528. Kemudian dilakukan seleksi menggunakan diagram PRISMA dan studi kelayakan menggunakan JBI Critical Appraisal, sehingga dihasilkan 6 jurnal yang layak seleksi. Jurnal yang diambil adalah jurnal yang berfokus pada dukungan keluarga pada pasien lansia dengan penyakit diabetes melitus tipe 2. Hasil: Penelitian ini menggunakan 6 jurnal yang sudah dianalisis yaitu 2 jurnal internasional dan 4 jurnal nasional. Hasil dari jurnal yang dianalisis, 4 jurnal menunjukan angka dukungan keluarga tinggi, 1 jurnal menunjukan angka dukungan keluarga sedang, dan satu jurnal menunjukan angka dukungan keluarga rendah. Simpulan: Ada hubungan dukungan keluarga mempengaruhi kualitas hidup pada pasien lansia dengan penyakit diabetes melitus tipe 2. Tingginya dukungan yang diberikan oleh keluarga maka kualitas hidup pasien lansia menjadi lebih baik

    PEMANFAATAN ANODE HEEL EFFECT UNTUK MENGOPTIMALKAN DOSIS RADIASI PADA PEMERIKSAAN RADIOGRAFI PELVIS

    Get PDF
    Pada pemeriksaan radiografi, ketebalan tubuh mempengaruhi kualitas citra dan dosis radiasi yang diterima. Pelvis memiliki ketebalan yang kurang seragam dimana superior pelvis lebih tebal dibandingkan inferior pelvis. Pada pelvis terdapat organ intrapelvis yang sensitif terhadap radiasi yaitu gonad sehingga proteksi radiasi sangat penting untuk dilakukan. Orientasi anode heel effect pada pemeriksaan radiografi terdapat perbedaan intensitas sinar antara ujung anoda dan katoda sekitar 27% sampai 36%. Tujuan penelitian untuk mengetahui tentang anode heel effect, mengetahui teknik pemeriksaan radiografi pelvis anteroposterior dengan memanfaatkan anode heel effect, mengetahui dosis yang diterima pada pria dan wanita pada pemeriksaan radiografi pelvis dengan pemanfaatan anode heel effect, dan mengetahui berapa faktor eksposi yang sesuai agar kualitas radiograf pelvis anteroposterior dengan anode heel effect menjadi baik dan memenuhi kriteria radiograf. Jenis penelitian dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur review. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi data sekunder dengan dua sumber data yaitu sumber data utama berupa jurnal dan sumber data pendukung dari jurnal dan buku yang mendukung data utama. Penelitian ini dimulai pada januari- juni 2021. Dari penelitian ini diketahui bahwa anode heel effect merupakan intensitas keluaran sinar X yang tidak merata dimana terjadi pengurangan jumlah intensitas sinar X pada daerah anoda dan peningkatan ke arah katoda, teknik pemeriksaan radiografi pelvis dengan memanfaatkan anode heel effect sama seperti pada pemeriksaan radiografi pelvis rutin dengan kaki diarahkan ke daerah sisi anoda, dan dapat menurunkan dosis radiasi pada testis sekitar 27-36% sementara pada wanita tidak terjadi penurunan radiasi yang diterima. Karena dapat mengurangi dosis yang diterima organ testis pada pria sebaiknya pemeriksaan pelvis dengan pemanfaatan anode heel effect rutin dilakukan di rumah sakit

    LITERATURE REVIEW : PENGARUH PEMBERIAN SAFFRON DAN SPIRULINA TERHADAP KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA (TNF-α) PADA RHEUMATOID ARTHRITIS

    Get PDF
    Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun sistemik yang ditandai dengan adanya inflamasi pada sendi yang bersifat simetris dan kronis. Penyakit RA ini kebanyakan menyerang wanita dengan perbandingan tiga kali lebih banyak dari pria. Kadar Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) merupakan penanda inflamasi yang akan meningkat pada kasus RA. Penyakit ini dapat diterapi dengan pemberian saffron dan spirulina yang memiliki peran sebagai anti-inflamasi dan anti-oksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian saffron dan spirulina sebagai imunomodulator pada Rheumatoid Arthritis. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan melakukan pencarian jurnal pada database Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct dalam rentang waktu 2011 - 2020 dengan menggunakan metode PICO. Jurnal yang dicari yaitu tentang penelitian pengukuran kadar TNF-α pada hewan uji coba tikus dengan RA. Hasil penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang menunjukkan bahwa kadar TNF-α pada kelompok RA lebih tinggi daripada kelompok normal. Pada kelompok RA dengan perlakuan pemberian saffron dan spirulina, ditemukan kadar TNF-α yang lebih rendah daripada kelompok RA tanpa perlakuan. Selain itu, variasi penambahan dosis menunjukkan kecenderungan kadar TNF-α yang semakin rendah di RA. Adanya pengaruh berupa penurunan kadar TNF-α pada kelompok RA yang diberi perlakuan pemberian saffron dan spirulina menjadi bukti bahwa saffron dan spirulina dapat berperan sebagai imunomodulator pada RA. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dosis dan waktu pemberian yang lebih bervariasi untuk mengetahui efektivitas, menentukan batas minimal dan maksimal setelah pemberian saffron dan spirulina

    LITERATURE REVIEW :PENGARUH PEMBERIAN PENGOBATAN OBAT ANTI TUBERCULOSIS TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-10 PADA TUBERCULOSIS

    Get PDF
    Tuberculosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Tuberculosis yang mudah menular dan menyerang sistem organ paru. Infeksi TB juga disebabkan karena terjadinya penurunan sistem imun. Interleukin-10 merupakan sitokin anti inflammatory.Sitokin yang diproduksi oleh makrofag dan sel T selama infeksi TB.Dalam lingkup penyakit infeksi,sel T regulator merupakan sumber utama IL- 10. Obat Anti Tuberculosis (OAT) merupakan antibiotik yang sering di gunakan pada pengobatan pasien Tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Obat Anti Tuberculosis sebagai imunomodulator pada pasien dengan Tuberculosis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Studi Literature dengan melakukan pencarian jurnal pada database Google Scholar,Pubmed, dan Science Direct dalam rentang waktu 2011-2020 dengan menggunakan metode PICO.Jurnal yang dicari yaitu tentang penelitian pengukuran kadar Interleukin-10 pada pasien dengan Tuberculosis. Berdasarkan hasil penelusuran Literature diperoleh 10 jurnal yang menunjukkan bahwa kadar Interleukin-10 pada kelompok Tuberculosis lebih tinggi daripada kelompok normal.pada kelompok Tuberculosis dengan perlakuan pemberian Obat Anti Tuberculosis ditemukan kadar Interleukin-10 yang lebih rendah daripada kelompok Tuberculosis tanpa perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh berupa penurunan kadar Interleukin- 10 pada kelompok Tuberculosis yang diberi perlakuan pemberian Obat Anti Tuberculosi (OAT) akan tetapi tidak signifikan. Saran untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengukuran kadar Interleukin-10 pada pasien Tuberculosis sebelum dan sesuda pengobatan

    DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA HIV/AIDS: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    HIV merupakan suatu jenis virus yang mengganggu fungsi sel darah putih pada tubuh manusia sehingga menyebabkan penurunan kekebalan tubuh dan munculnya beberapa gejala penyakit yang berkembang menjadi penyakit AIDS. Dukungan keluarga penting untuk memperhatikan aspek kualitas hidup pada ODHA karena \ud penyakit infeksi HIV/AIDS bersifat kronis dan progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pada penderita HIV/AIDS. Penelitian metode literature review ini menggunakan kata kunci berupa dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pada penderita HIV/AIDS. Pencarian jurnal menggunakan dua database yaitu Google scholar dan Pubmed. Hasil jurnal yang di review sebanyak 6 yang sudah diseleksi menggunakan diagram PRISMA dan sudah dilakukan uji kelayakan menggunakan JBI Critical Apparasial. Hasil analisis didapatkan 6 jurnal yang menjelaskan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup HIV/AIDS. Dukungan keluarga sangat penting karena semakin besar dukungan keluarga maka akan meningkatkan kualitas hidup penderita HIV/AIDS sehingga keluarga dapat membantu ODHA dalam perawatan dan terapi. Di harapkan bagi pihak tenaga kesehatan, masyarakat, dan keperawatan ikut adil dalam memberikan dukungan keluarga terhadap penderita HIV/AIDS untuk dapat meningkatkan kualitas hidup

    Gambaran profil hematologi pada pasien demam berdarah dengue di RS PKU muhammadiyah gamping

    Get PDF
    Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang saat ini jumlah penderita dan lokasi penyebarannya masih terus berkembang di Indonesia. Menurut data World Health Organization (WHO), Indonesia merupakan negara dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Asia Tenggara sejak tahun 1968-2009 (Kementrian Kesehatan RI, 2011). Berdasarkan tingginya insidensi, penularan, dan angka kematian pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), maka tujuan penelitian ini Mendeskripsikan gambaran profil hematologi pada pasien demam berdarah dengue di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh pasien demam berdarah dengue yang menjalani perobatan rawat inap pada bulan Januari hingga Mei 2022 tahun 2021 di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Sampel berjumlah 60 responden. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Analisis data deskriptif dalam bentuk tabel dengan program Statistik SPSS. Kelompok usia dengan prevalensi tertinggi adalah usia 40 – 59 tahun. Kadar haemoglobin pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagian besar memiliki haemoglobin normal yaitu 81.7%. Kadar hematokrit memiliki hematokrit normal yaitu 81.7%. Kadar leukosit sebagian besar mengalami penurunan leukosit yaitu 63.3%. Kadar trombosit rata – rata mengalami penurunan trombosit yaitu 90%. Perlu dilakukan penelitian lebih mendalam untuk mendapatkan informasi mengenai faktor faktor yang mempengaruhi profil hematologi pada pasien demam berdarah dengue

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇