DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Senam Kaki Diabetes Mellitus Mengurangi Risiko Ulkus Kaki Diabetes Mellitus: Literature Review
Latar Belakang: Prevalensi diabetes mellitus (DM) mengalami kenaikan setiap
tahunnya. Untuk mengurangi terjadinya risiko ulkus kaki DM, maka perlu dilakukan
senam kaki DM untuk mencegah terjadinya perlukaan dan melancarkan peredaran
darah pada kaki.
Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk mereview tentang senam kaki DM
dalam mengurangi risiko ulkus kaki DM.
Metode: Literature review ini dilakukan berdasarkan issue, metodologi, serta
persamaan dalam inklusi dan ekslusi.
Hasil: Berdasarkan enam jurnal yang didapatkan tiga jurnal untuk menganalisa senam
kaki DM terhadap nilai ABI, satu jurnal berkaitan status neuropati, satu jurnal
berkaitan skor neuropati dan kadar gula darah dan satu jurnal berkaitan sensitivitas
kaki.
Simpulan dan Saran: Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa senam kaki DM
mampu mengurangi risiko ulkus kaki DM. Diharapkan pasien DM menerapkan senam
kaki DM dalam kehidupan sehari-hari
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Psikososial Anak Dengan Leukemia Limfoblastik Akut: Literature Review
Latar belakang: Leukemia menyumbang sekitar 28% dari semua kanker pada anakanak
dengan jenis yang paling umum pada anak-anak adalah leukemia limfoblastik
akut (ALL) (American Cancer Society, 2019). Sekitar 3 dari 4 kasus leukemia pada
anak-anak dan remaja adalah leukimia limfoblastik akut (LLA) (American Cancer
Society , 2021). Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian 90.000 anak
di dunia setiap tahunnya. Sementara itu, di Indonesia terdapat sekitar 11.000 kasus
kanker anak setiap tahunnya, dan sepertiga dari kanker anak adalah leukemia dengan
jenis terbanyak leukemia limfoblastik akut (Kementrian Kesehatan RI, 2015).
Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
psikososial anak dengan leukemia limfoblastik akut.
Metode: Penelusuran literature dilakukan melalui google scholar dan EBSCO (1
Januari 2015 - 1 September 2020). Kata kunci dalam bahasa Indonesia adalah “Factor
– faktor”, “Psikososial”, “Anak”, “Leukimia limfosit akut” sedangkan bahasa Inggris
“The factors”, “Psychological social”, “Children”, “Acute lymphoblastic leukemia”.
Hasil penelusuran didapatkan 82 artikel yang terdiri dari 69 artikel dari google scholar
dan 19 artikel dari EBSCO. Setelah diseleksi sesuai kriteria inklusi dan uji kelayakan
dengan JBI Critical Appraisal ditemukan 5 artikel yang di review. Metode penelitian
jurnal yang dianalisis adalah menggunkan metode Kuantitatif study cross sectional.
Hasil: Hasil analisa didapatkan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi psikososial
anak dengan leukemia limfoblastik akut. Faktor-faktor yang mempengaruhi
psikososial anak dengan leukemia limfoblastik akut diantaranya adalah peran perawat,
kemoterapi, transplantasi sel induk hematopoietik, dukungan emosional keluarga dan
psikologi caregiver.
Simpulan dan Saran: Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi psikososial anak
dengan leukemia limfoblastik akut. Saran: Perawat dan keluarga diharapkan dapat
meningkatkan pelayanan dan manajemen dampak psikososial yang adekuat
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Hipertensi pada Lansia: Literature Review
Latar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu masalah utama kesehatan
masyarakat di dunia. Hipertensi sering disebut sebagai Sillent Of Killer Death
(pembunuh diam-diam) karena penyakit yang mematikan. Angka penderita
hipetensi saat ini semakin meningkat dan menghawatirkan, banyak peneliti yang
menyimpulkan bahwa salah satu penyebab hipertensi adalah kualitas tidur.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur
dengan hipertensi berdasarkan penelusuran literature
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross
Sectional dan literature review atau studi pustaka. Bahan analisa terdiri dari empat
jurnal dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Dengan metode pencarian
electronic data base berupa google scholar dan pubmed.
Hasil: Penelitian menggunakan 1 jurnal internasional dan 3 jurnal nasional
berdasarkan penelusuran literature review terdapat beberapa hal terkait penelitian
hubungan kualitas tidur dengan hipertensi pada lansia. Tempat penelitian dari
artikel dilakukan di tempat yang berbeda.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan kualitas tidur dengan hipertensi pada
lansia yang di tunjukkan oleh hasil uji statistic dari literatur-literatur yang
direview yang masing-masing menunjukkan nilai p < 0,05. Diharapkan untuk
peneliti selanjutnya agar dapat meneliti mengenai kualitas tidur dengan hipertensi,
dan diharapkan dapat mengembangkan variabel yang berbeda serta faktor-faktor
yang mempengaruhi kualitas tidur sehingga dapat diperoleh hasil penelitian yang
lebih baik
Hubungan Riwayat Bayi Lahir Prematur dan BBLR Dengan Tingkat Perkembangan Balita: Literature Review
Prematur adalah bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu dan berat badan lahir
rendah (BBLR) merupakan bayi lahir dengan berat badan <2500 gram. Keduanya
seringkali menyebabkan komplikasi yang akan meningkatkan risiko keterlambatan
pertumbuhan dan perkembangan seperti perkembangan motorik, kognitif dan bahasa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan riwayat bayi lahir
prematur dan BBLR dengan tingkat perkembangan balita. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu literature review dengan menggunakan database google
scholar dan proquest. Kata kunci yang digunakan adalah “perkembangan balita”,
“riwayat prematur” dan “BBLR” serta“toddler under five development”,
“premature” dan “low birth weight”. Keseluruhan penelusuran didapatkan 3.267
artikel. Setelah diseleksi sesuai kriteria inklusi dan dilakukan uji kelayakan
menggunakan JBI Critical Apprasial ditemukan sebanyak 4 artikel yang akan di
review. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan riwayat bayi lahir prematur
dan BBLR dengan tingkat perkembangan balita.Tingkat perkembangan balita yang
mengalami gangguan kesehatan meliputi perkembangan motorik, perkembangan
kognitif dan bahasa serta anemia defisiensi besi yang dapat menyebabkan masalah
kesehatan yang serius, seperti penurunan kecerdasan, perkembangan motorik serta
perilaku pada anak-anak
Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus Type 2: Literature Review
Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis kompleks ditandai
dengan peningkatan kadar glukosa darah atau hiperglikemia, yang terjadi akibat
kegagalan sekresi insulin, penurunan sekresi insulin atau resistensi insulin. Kepatuhan
minum obat adalah perilaku seseorang meminum obat atau melakukan perubahan gaya
hidup (modifikasi gaya hidup) sesuai saran dari tenaga kesehatan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada pasien
diabetes mellitus tipe 2.
Metode: Penelusuran literature dilakukan melalui Ebshco dan Pubmed. Keywords yang
digunakan dalam bahasa inggris adalah Medication adherence and type 2 diabetes
mellitus. Penelusuran dilakukan sampai 2015-2020. Hasil penelusuran didapatkan 78
artikel terdapat 1 artikel yang duplikasi. Dari 77 artikel tersebut sebanyak 57 artikel
yang dikeluarkan, kemudian setelah diskrining adalah 20 artikel, dikeluarkan lagi 15
artikel sehingga artikel yang direview adalah sebanyak 5 artikel, yang berfokus pada
kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2.
Hasil: Penelitian menggunakan lima jurnal internasional dan didapatkan hasil yang
berbeda-beda, terdapat 2 jurnal yang menunjukan angka kepatuhan yang tinggi dan 3
jurnal lainnya didapatkan hasil yang rendah terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien
DMT2.
Simpulan: Berdasarkan hasil dan pembahasan literture review dari 5 jurnal, penelitian
menunjukan hasil bahwa kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes mellitus tipe 2,
terdapat 2 jurnal yang menunjukan angka kepatuhan yang tinggi dan 3 jurnal lainnya
didapatkan hasil yang rendah terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien DMT2
Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kontrol Marah Pasien Risiko Perilaku Kekerasan: Literature Review
Risiko perilaku kekerasan (RPK) adalah tindakan seseorang yang berbahaya terhadap
diri sendiri, orang lain, lingkungan sekitar pada saat merasa terancam. Relaksasi otot
progresif merupakan terapi non-farmakologi yang efektif mengurangi respon fisik
dan psikologi seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui relaksasi otot
progresif terhadap kontrol marah pasien RPK. Metode yang digunakan adalah
literature review. Keyword menggunakan bahasa Indonesia yaitu relaksasi otot
progresif, pasien RPK, skizofrenia, dan bahasa Inggris meliputi progressive muscle
relaxation, risk of aggressive behavior, schizophrenia. Database yang digunakan
adalah Google Scholar didapatkan 2721 artikel dan ClinicalKey for Nursing
didapatkan 17 artikel dalam rentang 1 Januari 2016 sampai 31 Desember 2020,
dengan menggunakan batasan PICOST framework, diseleksi menggunakan diagram
prisma dan dilakukan uji kelayakan menggunakan JBI Critical Appraisal studi Quasy
Experimental design dan Randomized Controlled Trial design. Jumlah jurnal
duplikasi didapatkan sebanyak satu artikel, jurnal tidak sesuai kriteria inklusi 2731
artikel, jurnal yang tidak lolos uji kelayakan berjumlah satu artikel, dan jurnal yang
diterima adalah lima artikel. Hasil penelitian lima jurnal menyatakan relaksasi otot
progresif efektif untuk mengontrol marah ditandai dengan menurunnya tanda gejala
fisik dan psikologis pasien RPK yang diberikan selama tiga minggu dalam durasi 2530
menit setiap sesinya. Kesimpulannya relaksasi otot progresif berpengaruh
terhadap kontrol marah pasien risiko perilaku kekerasan yang ditandai dengan
perubahan pada gejala fisiologis, emosional dan perilaku, diharapkan dapat
diaplikasikan perawat sebagai terapi non-farmakologi
Gambaran Hipertensi, Diabetes Melitus, Hiperlipidemia dan Dislipidemia Terhadap Kejadian Infark Miokard Akut : Literature Review
Latar Belakang : Kasus kematian akibat penyakit tidak menular terbanyak
disebabkan oleh penyakit jantung. Menurut CFR di Indonesia PJK tertinggi terjadi
pada IMA. Peningkatan terjadinya IMA di pengaruhi oleh beberapa faktor resiko.
Tujuan : Untuk mengetahui gambaran hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia,
dan dislipidemia terhadap kejadian IMA. Metode : Analisis jurnal menggunakan
guideline PRISMA disesuaikan dengan kriteria inklusi/ekslusi, kemudian melakukan
uji kelayakan menggunakan Cross Sectional. Hasil : Faktor pendukung terjadinya
IMA dikarenakan adanya pengaruh dari penyakit penyerta seperti dislipidemia dan
hiperlipidemia dengan diabetes melitus memiliki konstribusi yang tinggi
dibandingkan hanya diabetes melitus, sedangkan hipertensi dan diabetes melitus
tidak berkonstribusi pada tingkat keparahan IMA dan kejadianIMA, kemudian
homosistein menjadi salah satu faktor menyebabkan IMA. Kesimpulan :
Hiperlipidemia, diabetes melitus dan dislipidemia memiliki konstribusi pada kejadian
IMA, sedangkan hipertensi tidak berkontribusi pada kejadian IMA namun menjadi
salah satu karakteristik pasien IMA. Saran : Literature review ini dapat menambah
ilmu dan pengetahuan bagi masyarakat, tenaga medis, dan perguruan tinggi
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN KINESIOTAPING DAN AQUATIC EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL OSTEOARTHRITIS KNEE PADA LANSIA : NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Osteoarthritis knee merupakan salah satu kelainan pada sendi yang
disebabkan oleh faktor degeneratif yang bersifat kronik yang ditandai adanya abrasi tulang
rawan sendi dan pembentukan tulang baru pada permukaan persendian yang mampu
menyebabkan kelemahan otot dan tendon sehingga membatasi gerak dan menyebabkan
nyeri. Timbulnya nyeri tersebut mengakibatkan munculnya keterbatasan gerak dan
penurunan aktivitas fungsional pada penderita osteoarthritis knee. Tujuan: Untuk
mengetahui perbedaan pengaruh pemberian Kinesiotaping dan Aquatic Exercise terhadap
peningkatan kemampuan fungsional osteoarthritis knee pada lansia. Metode: Metode penelitian
ini menggunakan penelitian narrative review. Pencarian artikel dilakukan di portal jurnal online
yaitu PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate. Hasil dari penelusuran didapatkan sebanyak
6 artikel Kinesiotaaping dan 6 artikel Aquatic Exercise yang dilakukan review dalam penelitian
ini. Hasil: Hasil review 6 artikel yang membahas Kinesiotaping dan 6 artikel yang membahas
Aquatic Exercise didapatkan bahwa terdapat peningkatan fungsional pada responden setelah
dilakukan latihan.Terdapat beda skor pada Kinesiotaping dengan rata-rata selisih adalah 13,167
dan Aquatic Exercise dengan rata-rata selisih adalah 21,374 Kesimpulan: Berdasarkan hasil
penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan
antara Kinesiotaping dan Aquatic Exercise terhadap kemampuan fungsional osteoarthritis knee
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AQUATIC THERAPY PADA ANAK CEREBRAL PALSY SPASTIC TERHADAP MOTORIK KASAR: NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Cerebral Palsy merupakan kelumpuhan disebabkan oleh
gangguan perkembangan otak yang berlangsung pada masa kehamilan, atau
dapat terjadi saat proses persalinan, atau bahkan beberapa tahun pertama
setelah anak lahir. Kerusakan pada anak cerebral palsy terbanyak (70-80%)
adalah tipe spastik yang terjadi di traktus kortikospinalis. Kerusakan ini
ditandai dengan perkembangan motorik anak yang terlambat, reflek yang
seharusnya menghilang tetapi masih ada, serta adanya kekakuan pada
anggota gerak atas dan bawah. Timbulnya kerusakan ini mengakibatkan
munculnya keterbatasan gerak dan penurunan aktivitas fungsional pada anak
cerebral palsy spastik. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas aquatic
therapy pada anak penderita cerebral palsy spastic terhadap peningkatan
motorik kasar anak cerebral palsy spastik. Metode: Metode penelitian ini
menggunakan penelitian narrative review. Pencarian artikel dilakukan di
portal jurnal online yaitu PubMed dan Google Scholar. Hasil dari
penelusuran didapatkan sebanyak 10 artikel yang membahas efektivitas
penggunaan aquatic therapy dan dilakukan review dalam penelitian ini.
Hasil: Hasil review dari 10 artikel membahas efektivitas aquatic therapy
didapatkan bahwa terdapat peningkatan perkembangan motorik kasar pada
anak setelah dilakukan latihan. Kesimpulan: Pemberian intervensi aquatic
therapy dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar pada anak
cerebral palsy spastik
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Intensitas Mual Muntah Pasien Kemoterapi Kanker: Literature Review
Latar Belakang: Mual dan muntah merupakan salah satu efek samping yang umum
terjadi dalam penatalaksanaan kemoterapi dengan angka kejadian mencapai 40-80%.
Relaksasi otot progresif merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan dalam
mengatasi keluhan mual dan muntah akibat kemoterapi.
Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif dalam penurunan intensitas
mual dan muntah pasien kemoterapi kanker.
Metode: Penelusuran literature dilakukan melalui database proquest, researchgate,
dan google scholar. Pencarian jurnal menggunakan kata kunci Bahasa Indonesia
„relaksasi otot progresif, mual dan muntah, kemoterapi kanker‟ dan Bahasa Inggris
„progressive muscle relaxation, nausea and vomiting, chemotherapy cancer‟. Dari
hasil pengecekan kriteria inklusi dan uji kelayakan JBI Critical Appraisal didapatkan
5 jurnal terdiri dari 4 jurnal penelitan dari Indonesia dan 1 jurnal penelitan dari
Mesir.
Hasil: Hasil analisis pada kelima jurnal menunjukkan adanya pengaruh relaksasi otot
progresif dalam penurunan intensitas mual dan muntah pasien kemoterapi kanker.
Simpulan dan Saran: Intervensi relaksasi otot progresif memiliki pengaruh yang
baik dalam penurunan intensitas mual dan muntah pada pasien kemoterapi kanker.
Relaksasi otot progresif dapat dijadikan sebagai rekomendasi dalam menangani
keluhan mual dan muntah pasien kemoterapi kanker