DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Pengaruh perundungan terhadap harga diri remaja di Yogyakarta
Perundungan merupakan perilaku negatif berupa kekerasan fisik maupun kekerasan
mental yang dilakukan secara berulang oleh seseorang atau sekelompok orang yang dapat
merugikan orang lain. Terdapat banyak dampak dari perilaku perundungan itu sendiri, salah
satu nya adalah menurunnya harga diri. Harga diri ialah perasaan tentang nilai, harga atau
manfaat dari diri sendiri yang berasal dari kepercayaan positif maupun negatif dari seorang
individu tentang kemampuan dirinya untuk menjadi berharga. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh perundungan terhadap harga diri remaja di Yogyakarta. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Subjek penelitian adalah
remaja yang berusia 13-21 tahun yang berdomisili di Yogyakarta dengan teknik pengambilan
sampel purpossive sampling. Pengambilan data menggunakan skala likert dan dianalisis
menggunakan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh perundungan
terhadap harga diri remaja. Berdasarkan hasil uji regresi tersebut dapat diketahui bahwa nilai
F hitung = 6.549 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.012 > 0.05, maka model regresi dapat
dipakai untuk memprediksi variabel partisipasi atau dengan kata lain tidak ada pengaruh
antara variabel Perundungan dengan variabel Harga Diri
Pengaruh pemberian dual task training terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia dengan gangguan kognitif : narrative review
Latar Belakang: Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas.
Bertambahnya usia secara alamiah dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh
seperti, penurunan keseimbangan, penurunan kognitif, dan psikososial yang
berpengaruh pada fungsionalnya dan kualitas kehidupan lansia, sehingga lansia merasa
tidak nyaman dalam menjalani kehidupan. Ada berbagai macam modalitas fisioterapi
salah satunya adalah untuk menanggulangi risiko tersebut. Adanya intervensi Dual?task training (motor- cognitive) yaitu, latihan yang didesain dengan menggabungkan
tugas motorik dan kognitif yang dilaksanakan dalam satu waktu. Latihan ini efektif
dalam meningkatkan keseimbangan dengan gangguan kognitif. Tujuan: Untuk
mengetahui pengaruh pemberian dual task training pada peningkatan keseimbangan
lansia dengan gangguan kognitif . Metode Penelitian : metode penelitian yang
digunakan yaitu narrative review denga famework PICO (Population, Intervention,
Comparison, outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan
(PubMed, Sciendirect, Google Scholar, kemudia dimasukkan kedalam PRISMA
flowchart, data hasil ulasan narasi, menusun, meringkas, dan melaporkan hasil. Hasil
penelitian : Hasil review dari 11 jurnal didapatkan bahwa dual task training terbukti
efektif dalam meningkatkan keseimbangan pada lansia dengan gangguan kognitif.
Kesimpulan : Adanya Pengaruh pemberian dual task training terhadap peningkatan
keseimbangan pada lansia dengan gangguan kognitif
Pengaruh kegel exercise terhadap inkontinensia urine pada ibu postpartum : narrative review
Latar Belakang: Seorang ibu dalam masa postpartum akan mengalami perubahan fisik
pada hari dan minggu-minggu pertama setelah melahirkan. Perubahan ini normal terjadi,
namun sering kali menyebabkan timbulnya masalah penyesuaian seperti mengalami
inkontinensia urine yang merupakan ketidakmampuan menahan kemih. Untuk mengatasi
inkontinensia urine dengan internvensi Kegel exercise dapat meningkatkan vitalitas tubuh
setelah masa kehamilan dan melahirkan, memperpendek waktu pemulihan, dan dapat
mencegah terjadinya komplikasi yang membahayakan kondisi ibu. Kegel exercise dapat
meningkatkan kekuatan tonus otot dinding pembuluh darah, otot penyusun organ, otot
ligamen penyangga didalam panggul, sehingga dapat menurunkan inkontinensia urine.
Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Kegel Exercise terhadap penurunan Inkontenensia
Urine pada Ibu Postpartum. Metode: Penelitian menggunakan narrative review dengan
framework PICO (Population/Patients/Problem, Intervention, Comparison, Outcome).
Pencarian artikel yang relevan menggunakan database (Google Scholar, PubMed, Science
Direct) sesuai keywords dan mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Proses seleksi
artikel menggunakan PRISMA flowchart yang kemudian dilakukan penilaian kritis artikel
dan penyusunan hasil ulasan narasi. Hasil: Dari keseluruhan pencarian artikel dari 3
database dengan keywords yang telah ditentukan yaitu terdapat 1.631 artikel. Setelah
dilakukan screening judul dan relevansi abstrak serta screening full text diperoleh 11
Jurnal yang membuktikan mengenai Kegel Exercise Dapat Menurunkan Inkontinensia
Urin Ibu Postpartum. Kesimpulan: Kegel Exercise Dapat Menurunan Inkontinensia Urin
Pada Ibu Postpartum”. Saran: Bagi Fisioterapi diharapkan dapat mengaplikasikan latihan
kegel pada ibu postpartum yang mengalami inkontinensia urine
Hubungan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah pada pekerja
Latar Belakang: pekerjaan memiliki resiko untuk mengalami kecelakaan dan penyakit
akibat kerja. Salah satunya termasuk resiko mengalami nyeri punggung bawah karna durasi
duduk yang terlalu lama. Sehingga semakin lama durasi duduk maka semakin beresiko
untuk terjadinya penyakit akibat kerja. Dimana salah satu penyakit akibat pekerja yang
paling sering terjadi adalah nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawah adalah nyeri
yang terlokalisir antara tulang rusuk ke-12 dan bagian bawah lipatan gluteal dengan atau
tanpa nyeri menjalar ke kaki. Tujuan: tujuan penelitian ini aadalah untuk mengetahui
Hubungan Lama Duduk Dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja. Metode:
penelitian ini merupakan penelitian korelasi menggunakan metode analitik observasional
dengan rancangan cross sectiona, dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang pekerja.
Instrumen penelitian menggunakan alat ukur Visual Analogue Scale (VAS) dan kuisioner
pengolahan data dengan menggunakan analistik deskriptif dan analisis statistik. Teknik
pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji Rank Spearmen Test. Hasil: uji
Rank Spearmen Test menyimpulkan hubungan kuat. Angka koefisien korelasi bernilai
positif. Simpulan: disimpulkan adanya hubungan antara hubungan lama duduk dengan
kejadian nyeri punggung bawah pada pekerja. Saran: dengan menambahkan variable lain,
dan instrumen yang lebih akurat dibandingkan kuisioner seperti wawancara yang dilakukan
secara detail kepada responden
Perbedaan pengaruh calf raise exercise dengan balance strategy exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis lansia di Posyandu Kasuari Mrisen Caturharjo Sleman
Latar Belakang: Penuaan usia merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan.
Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan posisi agar tetap tegak berdiri
melawan gravitasi dalam menopang kemandirian, kesehatan agar tetap terjaga. Gangguan
keseimbangan dinamis lansia merupakan gangguan dimana seseorang tidak mampu
menyeimbangkan tubuhnya dalam keadaan teretntu yang berdampak resiko jatuh pada manusia
itu sendiri. Kejadian Resiko jatuh pada lansia sering jatuh adalah keseimbangan dengan
penurunan otot atau penyakit yang diderita. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh
Calf Raise Exercise dengan Balance Strategy Exercise terhadap peningkatan keseimbangan
dinamis pada lansia di Posyandu Kasuari Mrisen, Caturharjo, Sleman. Metode: Penelitian quasy
experimental dengan teknik purposive sampling yang sudah ditetapkan dengan kriteria inklusi
dan eksklusi. Sampel berjumlah 34 lansia. Uji statistik menggunakan Man Whitney U-Test
.Variabel yang diteliti yaitu keseimbangan dinamis lansia dengan instrumen penelitian
menggunakan Time Up and Go Test (TUGT). Hasil: Dari 34 lansia pada kelompok I
menggunakan paired sample T-test (p =0,000), pada kelompok II menggunakan Uji Wilcoxon
test (p=0,000). Hasil Uji Man Whitney U-Test didapatkan tidak ada perbedaan pengaruh Calf
Raise Exercise dan Balance Strategy Exerise (p = 0,301). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan
pengaruh Calf Raise Exercise dengan Balance Strategy Exercise terhadap peningkatan
keseimbangan dinamis pada lansia di Posyandu Kasuari Mrisen, Caturharjo, Sleman. Saran:
Agar kader-kader posyandu dapat menerapkan dan meningkatkan intervensi tersebut untuk
peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia aktif yang selalu mengikuti posyandu di
posyandu Kasuari Mrisen, Caturharjo, Sleman, Yogyakarta
Hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan waktu pulih sadar pada pasien laparatomi post general anestesi di IBS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Perawatan post anestesi sangatlah dibutuhkan untuk mengembalikan kesadaran
pasien semaksimal mungkin tanpa komplikasi, serta mempertahankan
hemodinamik, kebutuhan oksigen dan membantu proses penyembuhan. Pasien post
operasi laparatomi dengan menggunakan general anestesi jika tidak dikelola dengan
tepat akan mengalami keterbambatan pulih sadar. Keterlambatan pulih sadar dapat
terjadi karena penggunaan dosis obat yang tidak tepat sesuai kondisi pasien
berdasarkan indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan indeks massa tubuh (IMT) terhadap waktu pulih sadar pada pasien
laparatomi post general anestesi di PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Desain
penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan desain cross sectional.
Sampel yang didapat dengan menggunakan purposive sampling berjumlah 28
responden sesuai kriteria inkusi. Intrumen yang digunakan yaitu timbangan digital
dan stadiometer untuk menentukan indeks massa tubuh, stopwatch dan lembar
observasi aldrate score untuk waktu pulih sadar. Metode Analisa data yang
digunakan yaitu uji chi square untuk menunjukan uji beda yang dilakukan pada
variabel dengan skala nominal dan ordinal dimana hasil penelitian menunjukan
bahwa indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar responden sebagian kecil
terdapat 6 pasien (54,5%) yang mengalami gemuk ringan, serta terdapat 5 pasien
(45,5%) yang mengalami gemuk berat dengan waktu pulih sadar lambat dengan
nilai signifikan 0,000 yang artinya terdapat hubungan indeks massa tubuh dengan
waktu pulih sadar pada pasien laparatomi post general anestesi di IBS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta. Dari hasil penelitian diharapkan penata anestesi dapat
memperhatikan penggunaan dosis pada pasien-pasien dengan berat badan berlebih
Literature review : intervensi ekstrak ciplukan pada penurunan jumlah sel varian kanker menggunakan metode MTT
Tanaman ciplukan (Physalis angulata) adalah jenis tanaman yang berasal dari marga Solanaceae, ekstraks ciplukan dikenal memiliki aktivitas anti hepatoma akibat induksi
apoptosis dalam garis sel karsinoma hepatoseluler manusia. Selain itu, ciplukan banyak mengandung senyawa aktif seperti rangkaian flavonoid, physalins, withanolides, dan memiliki aktivitas sebagai antikanker.Penelitian ini bertujuan untuk
menilai intervensi ekstraks cipukan pada penurunan jumlah sel varian kanker dengan metode MTT Assay. Metode yang digunakan, yaitu literature review dengan penelusuran 11 jurnal terdahulu yang memiliki persamaan topik dalam waktu terbit 2012-2022. Berdasarkan hasil review dari 1 jurnal yang telah dilakukan, maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu tanaman ciplukan dengan konstrasi 50%
menunjukkan efek sitotoksisitas paling maksimal dalamjumlah sel kanker terutama sel kanker servik
Literature review: hubungan penyakit anemia dan infeksi cacing soil transmitted helminth (STH) pada anak sekolah dasar
Latar Belakang: Masalah kesehatan penduduk terhadap penyakit biasanya di sebabkan karena masalah kurang gizi, sosial ekonomi, kesehatan dan masalah infeksi penyakit yang menimbulkan berbagai dampak kesehatan seperti kerugian
gizi dan zat besi yang menyebabkan anemia, menurunkan produktivitas kerja, menghambat perkembangan fisik dan kecerdasan pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, serta dapat menurunkan ketahanan tubuh sehingga
mudah terkena penyakit lainnya. Penyakit kecacingan lebih banyak menyerang pada anak-anak sekolah dasar di karenakan aktivitas mereka yang lebih sering berhubungan dengan tanah. Soil Transmitted Helminth (STH) merupakan infeksi cacing yang menjadi masalah bagi manusia yang di tularkan melalui tanah. Soil Transmitted Helminth dikenal dengan istilah nematoda usus. Spesies cacing nematoda usus antara lain Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Trichuris trichiura (cacing cambuk), serta cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Tujuan: Mengetahui hubungan penyakit anemia dan anak sekolah dasar yang terinfeksi Soil Transmitted Helminth (STH). Metode: Telaah literature review dilakukan dari beberapa sumber data antara lain: Google
Scholar, ScienceDirect dan Medline Pubmed dengan menggunakan kata kunci PICO. Hasil: Berdasarkan penelusuran literature review yang diperoleh 10 jurnal yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan penyakit infeksi cacing Soil Transmitted Helminth (STH) dengan anemia karena infeksi yang
terjadi masih ditingkat yang ringan sehingga pengaruhnya kecil terhadap penurunan kadar hemoglobin. Simpulan: telah dibuktikan oleh beberapa penelitian tidak terdapat hubungan signifikan penyakit infeksi cacing Soil Transmitted Helminth (STH) dengan anemia karena infeksi yang terjadi masih di
tingkat yang ringan sehingga pengaruh kecil terhadap penurunan kadar hemoglobin. Kecacingan akan mengakibatkan anemia ketika infeksi yang terjadi mengalami tingkat sedang hingga berat. Saran: Penelitian lanjutan dengan metode diskriptif analitik mengenai hubungan infeksi cacing Soil Transmitted Helminth (STH) pada anak sekolah dasar dengan variabel status gizi, sanitasi lingkungan, personal hygiene. Kemudian dilakukan penangana sesuai program yang ada berupa pengobatan maupun penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) dalam upaya pencegahan infeksi
Pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap perilaku agresivitas remaja: literature review
Latar belakang: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Republik Indonesia pada tahun 2020 menunjukkan 20.505 kasus, dan meningkat menjadi
25.232 kasus kekerasan di Indonesia pada tahun 2021. KPAI tahun 2018 mencatat angka
tawuran di Indonesia kian meningkat dan naik 1,5%.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial teman
sebaya terhadap perilaku agresivitas remaja.
Metode: Penelusuran literature dilakukan dengan menggunakan database Google
Scholar dan Pubmed (1 Januari 2016-31 Desember 2021). Kata kunci yang digunakan
adalah dalam bahasa Inggris “Peer Social Support AND Adolescent Aggressiveness”.
Sedangkan dalam bahasa Indonesia “Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Agresivitas
Remaja”.
Hasil: Analisa didapatkan bahwa terdapat pengaruh dukungan sosial teman sebaya
terhadap penurunan dan peningkatan perilaku agresivitas remaja. Peningkatan dukungan
sosial teman sebaya berpengaruh pada penurunan agresivitas remaja, dan sebaliknya
penurunan dukungan sosial teman sebaya berpengaruh pada peningkatan agresivitas
remaja.
Kesimpulan: Dukungan sosial teman sebaya yang tinggi berpengaruh menurunkan
perilaku agresivitas yang dilakukan oleh remaja dan sebaliknya.
Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti
pengaruh lain yang dapat mempengaruhi perilaku agresivitas remaja yang belum diteliti
dalam penelitian ini
Pengaruh kepatuhan pengisian surgical safety checklist terhadap patient safety di instalasi bedah sentral literature review
Latar Belakang: Surgical safety checklist merupakan suatu alat atau sistem yang
sangat penting dalam penerapan patient safety selama pembedahan khususnya di
dalam ruang operasi. Salah satu program patient safety di IBS adalah penerapan
surgical safety checklist yang diakui penting oleh tim bedah dalam mengurangi
angka mortalitas dan morbiditas pasca pembedahan dan meningkatkan patient
safety.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan pengisian
surgical safety checklist terhadap patient safety di IBS.
Metode: Metode penelitian menggunakan literature review, dengan menggunakan
pencarian database Garuda, PubMed dan Science direct. Penelusuran jurnal yang
digunakan dari 1 Januari 2017-1 Januari 2022. Seleksi literature dengan naskah
sesuai topik penelitian dengan desain cross sectional.
Hasil: Penelusuran literature didapatkan hasil bahwa kepatuhan dalam pengisian
surgical safety checklist meningkatkan program patient safety di IBS dan
mengurangi angka kematian bedah di seluruh dunia.
Simpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh kepatuhan
surgical safety checklist terhadap patient safety di Instalasi Bedah Sentral.
Saran: Bagi tim bedah diharapkan mematuhi dan menerapkan Standar Operasional
Prosedur (SOP) dengan menggunakan surgical safety checklist sebagai alat atau
sarana yang penting dalam penerapan patient safety khususnya di ruang operasi