DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA KELAS X DI SMK N 1 GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2018
Remaja merupakan kelompok dalam jumlah besar karena seperlima penduduk dunia adalah remaja. Sembilan persen dari kasus aborsi tidak aman di Asia dilakukan oleh usia 15-19 tahun, dan 23% nya berusia 20-24 tahun. Survei yang dilakukan BKKBN tahun 2008 menyebutkan 63% remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks-pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai hubungan sikap orang tua, dukungan teman sebaya, dukungan akses media informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMK N1 GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA 2018. Jenis penelitian survay analitik, desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling yaitu semua siswa kelas X dijadikan populasi yang berjumlah 145 siswi. Hasil uji statistik menggunakan Kendali-Tau didapatkan p-value 0,000 <0,05. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan sikap orang tua, dukungan teman sebaya, dukungan akses media informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMK N1 GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA 2018. Terdapat hubungan teman sebaya, dan dukungan akses media informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang kespro remaja keeratan hubungan dengan kategori sedang nilai C= 0,473 (0,400-0,599). Bagi penelitian selanjutnya diharapkan bisa menambahkan variabel untuk melengkapi agar bisa menambah wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN TALIPUSAT DENGAN PELEPASAN TALIPUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING
Infeksi pada talipusat menjadi penyebab utama kematian bayi pada masa
pasca persalinan, yang terjadi karena perawatan talipusat yang tidak tepat. Perawatan
talipusat diperlukan untuk mencegah infeksi talipusat pada bayi baru lahir. Maka dari
itu ibu nifas perlu memiliki pengetahuan tentang perawatan talipusat agar talipusat
tetap kering dan bersih yang akan memberikan dampak positif yaitu talipusat terlepas
dengan cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu
nifas tentang perawatan talipusat dengan pelepasan talipusat pada bayi baru lahir di
RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini menggunakan survei analitik
dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian ini adalah ibu nifas yang
memiliki bayi usia 2 minggu sebanyak 65 orang dengan menggunakan teknik
pengambilan sampling accidental sampling. hasil analisis data uji statistik dengan
menggunakan Kendall’s Tau menunjukkan hasil 0,005 yang lebih kecil dari P-value
0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu nifas
tentang perawatan talipusat dengan pelepasan talipusat bayi baru lahir di RS PKU
Muhammadiyah Gamping. Ibu diharapkan dapat melakukan perawatan talipusat
secara baik dan bena
HUBUNGAN FUNGSI PENGARAHAN KEPALA RUANG DENGAN KEPATUHAN HAND HYGIENE PERAWAT DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang: Hand hygiene merupakan salah satu faktor yang mempunyai
pengaruh besar terhadap pencegahan terjadinya (HAIs), salah satu tenaga medis yang
langsung berintraksi dengan pasien khususnya perawat harus melakukan kepatuhan
Hand Hygiene. Kepatuhan hand hygiene perawat salah satunya dipengaruhi oleh fungsi
pengarahan kepala ruang.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan fungsi pengarahan kepala ruang dengan
kepatuhan Hand Hygiene perawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain
deskriftif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Metode sampel menggunakan
tehnik sampling purposive jumlah sampel 50 responden. Instrumen menggunakan
kuesioner fungsi pengarahan kepala ruang dan lembar observasi Hand Hygiene
perawat, analisis data dengan Kendall Tau.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fungsi pengarahan kepala
ruang sebesar 78,0% kategori baik, dan kepatuhan Hand Hygiene perawat sebesar
98,0% kategori patuh. Skor total kedua variabel diketahui nilai p 0,060 sehingga
tidak memiliki keeratan hubungan.
Simpulan dan Saran: Tidak ada hubungan signifikan antara fungsi pengarahan
kepala ruang dengan kepatuhan Hand Hygiene perawat di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Yogyakarta. Saran agar perawat lebih patuh dalam melakukan hand
hygiene dan kepala ruang lebih mengoptimalkan lagi fungsi pengerahan kepala
ruang
HUBUNGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN HAND HYGIENE DENGAN KEJADIAN FLEBITIS DI RSUD WONOSARI
Latar Belakang HAIs (Health Care Associated Infection) merupakan salah satu
penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia dengan jumlah 1,4
juta angka kematian. Kejadian flebitis di rumah sakit dapat menjadi salah satu
indikator pelayanan mutu rumah sakit. Angka kejadian flebitis dari tahun ke tahun
belum menunjukkan penurunan yang berarti. Kurangnya kesadaran dan kepatuhan
perawat dalam melakukan hand hygiene secara tepat disinyalir menjadi salah satu
penyebab tingginya kejadian flebitis
Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan perawat dalam melakukan hand hygiene
dengan kejadian flebitis di RSUD Wonosari.
Metodologi: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi
dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik
Random Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 67 responden. Sampel
yang akan digunakan yaitu Perawat dibangsal dewasa RSUD Wonosari. Penelitian
ini menggunakan kuisoner dan observasi. Metode analisis yang digunakan adalah uji
statistik menggunakan uji kendall tau.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepatuhan Perawat Dalam
Melakukan Hand Hygiene paling banyak kepatuhan tinggi sebanyak 64 (95,5%)
responden. kejadian flebitis paling banyak tidak mengalami kejadian flebitis
sebanyak 64 (95,5%) responden.
Simpulan: Terdapat hubungan kepatuhan perawat dalam melakukan hand hygiene
dengan kejadian flebitis, hasil penelitian ini diperoleh harga koefisien nilai p-value
sebesar 0,000 >0,05 dengan nilai keeratan -0,995 dalam kategori tinggi.
Saran: Bagi responden hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan
dan memberikan gambaran responden bahwa kepatuhan perawat dalam melakukan
hand hygiene sangat memberikan pengaruh pada pencegahan kejadian flebitis
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAT PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DUSUN PUNDUNG NOGOTIRTO GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang: Hipertensi masih merupakan faktor risiko utama untuk stroke,
gagal jantung penyakit koroner, dimanaperanannya diperkirakan lebih besar
dibandingkan pada orang yang lebih muda. hipertensi di seluruh dunia berjumlah 1
miliyar orang di dunia menderita hipertensi, dengan 3 juta kematian setiap tahun. 2/3
diantaranya berada di negara berkembang. Hipertensi menempati peringkat ke-2 dari
10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah sakit di Indonesia pada tahun
2010 dengan prevalensi sebesar 4,67%.
Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan
mengkonsumsi obat pada lansia penderita hipertensi di Dusun Pundung Nogotirto
Gamping Sleman Yogyakarta.
Metode penelitian: Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah
metode survey (survey research method). Pengambilan sampel menggunakan teknik
total sampling jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden. Sampel yang
akan digunakan yaitu lansia yang patuh mengkonsumsi obat di dusun Pundung
Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan kuisoner.
Metode analisis yang digunakan adalah uji statistik menggunakan uji Rank
Spearman.
Hasil penelitian: Dukungan keluarga yang baik sebanyak 20 (57,1%) responden,
Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Pada Lansia Penderita paling banyak kategori patuh
sebanyak 22 (62,9%) responden. Hasil korelasi didapatkan terdapat dukungan
keluarga dengan kepatuhan mengkonsumsi obat pada lansia harga koefisien nilai pvalue
sebesar 0,015 <0,05 dengan nilai keeratan 0,410 termasuk dalam kategori
sangat erat.
Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan mengkonsumsi
obat pada lansia harga koefisien nilai p-value sebesar 0,015 <0,05 dengan nilai
keeratan 0,410 termasuk dalam kategori sangat erat.
Saran: Bagi responden hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan
tentang perlunya responden meminta dukungan secara berkesinambungan pada
keluarga. Bagi Pemerintah Dusun Pundung hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan masukan kepada pihak pengurus Dusun Pundung untuk melakukan
program edukasi tentang pentingnya dukungan keluarga
PENGARUH EFEKTIFITAS LATIHAN ZIG-ZAG RUN DAN SELF MYOFASCIAL RELEASE TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN BASKET DI INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
Latar belakang: Olah raga bentuk dari latihan fisik yang memberikan kebugaran pada tubuh seseorang. Olah raga menjadi sangat penting bagi tubuh karena melatih jasmani maupun rohani. Bola basket adalah permainan yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing tim terdiri dari lima pemain. Studi pendahuluan pada pemain basket di institut Seni Indonesia Yogyakarta didapatkan jumlah pemain 20 orang. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh efektifitas latihan Zig-Zag Run dan Self Myofascial Release terhadap fleksibilitas otot Hamstring pada pemain basket. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi-Eksperimental dengan pre and post two group design. Jumlah sampel 20 orang dibagi 2 kelompok. Kelompok I diberikan latihan Zig-Zag Run dan kelompok II diberikan Self Myofascial Release dan dua kelompok diukur fleksibilitasnya dengan v-sit and reach. Hasil: Ada pengaruh yang signifikan pada latihan Zig-Zag Run terhadap fleksibilitas otot Hamsring. Pada kelompok I menggunakan Paired sample t-test dengan nilai p=0,000. Ada pengaruh Self Myofascial Release terhadap fleksibilitas otot hamsring. Pada kelompok ke II menggunakan paired sample t-test dengan nilai p=0,018. Pada kelompok I dan II dapat menggunakan Lavene Test untuk menguji homogenitas dan untyk meguji latihan Zig-Zag Run dan Self Myofascial Release terhadap Fleksibilitas otot hamstring pada pemain basket di Institut Seni Indonesia Yogyakarta
PENGARUH LATIHAN OTOT INTRINSIK KAKI TERHADAP KESEIMBANGAN STATIS PADA ANAK FLAT FOOT
Latar belakang: Anak yang mempunyai lengkungan telapak kaki normal dikatakan
lebih bagus karena tekanan dari berat badan dibagi secara sama rata ke seluruh
telapak kaki yang membuat mereka lebih stabil. Penurunan keseimbangan statis
dapat meningkatkan resiko jatuh pada anak sehingga anak dapat terluka, cidera
bahkan cacat fisik serta perkembangan fisik maupun psikis anak terganggu.
Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan otot intrinsik kaki terhadap
keseimbangan statis pada anak flat foot.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi
eksperimental)dengan desain penelitiannya menggunakan pre test & post test one
group design. Sampel didapat dengan metode purposive sampling, sampel terdiri dari
30 orang. Penelitian ini diberikan latihan otot intrinsik kaki, dilakukan setiap hari
selama 4 minggu. Alat ukur yang digunakan adalah Stork Stand Test.
Hasil: Uji normalitas dengan Saphiro Wilk Test. Hasil hipotesis penelitian ini
menggunakan Paired Sample T-test dengan hasil p = 0,003 (p<0,003).
Simpulan: Ada Pengaruh Latihan Otot Intrinsik Kaki Terhadap Keseimbangan Statis
Pada Anak Flat Foot.
Saran: Peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian dengan memperhatikan
COG (Center of Gravity), BOS (Base of Gravity), dan Line of Gravity
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN STABILITAS POSTURAL KOMBINASI VIRTUAL REALITY TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL TANGAN PASIEN PASCA STROKE
Latar belakang: Stroke dapat menyebabkan problematika pada tingkat impairtment berupa gangguan motorik, gangguan sensorik, gangguan memori dan kognitif gangguan koordinasi dan keseimbangan. Untuk memperbaiki masalah ini maka aktifitas fisik harus ditingkatkan dan juga untuk meningkatkan gerak fungsional pada tubuh maka akan diberikan latihan core stabilitas dan virtual reality.
Tujuan: Untuk mengetahui secara umum peningkatan gerak fungsional pada pasien pasca stroke di Pku Muhammadiyah Gamping yang diberikan intervensi stabilitas postural kombinasi virtual reality.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasy eksperimental penelitian menggunakan metode rancangan pretest and posttest two group design. 14 orang dijadikan sampel dengan teknik purposive sampling. Kelompok satu diberikan latihan stabilitas postural dan kelompok 2 diberikan latihan stabilitas postural kombinasi virtual reality. Alat ukur yang digunakan Chedoke Arm an Hand Activity Inventory (CAHAI-9).
Hasil: Hasil uji normalitas menggunakan shapiro wilk test pada kedua kelompok diperoleh nilai 0,904 dan 0,331. Hasil homogenitas menggunakan rumus Lavene's test diperoleh nilai 5,884. Hasil uji hipotesis I menggunakan Paired Sample T-test diperoleh nilai p=0,103 dan hasil uji hipotesis II menggunakan Paired Sample T-test diperoleh nilai p=0,082 yang berarti bahwa kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan fungsional tangan pasien pasca stroke di Pku Muhammadiyah Gamping pada masing-masing kelompok. Hasil hipotesis III menggunakan Independent Sample T-test diperoleh nilai p=0,823 yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh stabilitas postural dan virtual reality terhadap peningkatan fungsional tangan pasien pasca stroke.
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh pemberian latihan stabilitas postural dan virtual reality terhadap peningkatan fungsional tangan pasien pasca stroke
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA SENDANG SARI PENGASIH KULON PROGO TAHUN 2018
Prevalensi status gizi kurang secara nasional berdasarkan Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) pada tahun 2013 adalah 19,6%, yang terdiri dari 5,7% gizi buruk dan
13,9% gizi kurang. Menurut UNICEF mengungkapkan bahwa sebanyak 165 juta anak
di seluruh dunia terhambat perkembangan fisik maupun otaknya. Kondisi itu bisa
terjadi dikarenakan bayi mengalami gizi buruk. Kasus gizi buruk di Yogyakarta yaitu
sebanyak 5% terjadi bukan karena kemiskinan tetapi karena pola asuh dan pola makan
yang tidak benar. Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita
di Desa Sendang Sari, Pengasih, Kulon Progo tahun 2018. Penelitian ini menggunakan
jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah balita yang berusia 1-5 tahun di
Desa Sendang Sari yang berjumlah 472. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi sebesar 82 orang tua balita sebagai responden. Teknik sampling dalam
penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat
menggunakan uji korelasi kendall tau. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi
kendall tau didapatkan nilai p value sebesar 0,001. Hasil uji statistik tersebut dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita di Desa
Sendang Sari Pengasih Kulon Progo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan informasi kepada responden seputar pola asuh orang tua dan status gizi
balita menjadi lebih baik, serta dapat memotivasi orang tua untuk memantau
perkembangan dan pertumbuhan balita, agar tidak mengalami keterlambatan
perkembangan fisik maupun otak
EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) PREEKLAMSIA DAN EKLAMSIA DI RS PANTI WALUYO PURWOREJO
Preeklamsia merupakan salah satu penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) di Indoneisa dan jumlah kasus preeklamsia mengalami peningkatan. Sesuai tujuan pada penelitian ini, sehingga penulis ingin mengetahui evaluasi pelaksanaan SPO peeklamsia eklamsia di RS Panti Waluyo Purworejo.
Hasil penelitian dari wawancara dengan informan, evaluasi pelaksanaan Standar Prosedur Operasional (SPO) preeklamsia dan eklamsia belum pernah dilakukan. Hasil evaluasi menjadi tindak lanjut dabi tim penyusun SPO preeklamsia dan eklamsia untuk melakukan revisi