DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Perbedaan Pengaruh Workplace Exercisedan Abdominal Crunches Exercise Terhadap Fungsional Shoulder : A Narrativereview
Latar Belakang : Keluhan muskuloskeletal adalah sebuah kondisi yang mempengaruhi saraf, tendon, otot dan struktur pendukung seperti cakram di punggung. Keluhan muskuloskeletal salah satunya adalah keluhan pada shoulder. Alasan munculnya keluhan pada shoulder yang sering terjadi akibat dari bermacam-macam penyebab, salah satu penyebabnya yakni dari penggunaan komputer. Faktor risiko terkait dengan penggunaan komputer diantaranya termasuk duduk yang cukup lama, pergerakan yang cepat dan berulang, kurangnya dukungan untuk bagian atas anggota badan, posisi tubuh tidak netral, tidak aktif, kurangnya istirahat, ergonomi workstationyang buruk, konsentrasi tegangan mekanik (tekanan langsung pada hard permukaan atau tepi tajam pada jaringan lunak), penggunaan otot statis, kondisi fisik dan mental yang buruk, dan lain-lain. Maka dari itu, keluhan yang dialami pada area shoulder akan menyebabkan pula penurunan kemampuan fungsional pada shoulder. Fungsional shoulder merupakan kemampuan yang berhubungan dengan lingkup gerak pada sendi shoulder (bahu), misalnya menyisir, memakai baju, dan lain-lain. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh workplace exercise dan abdominal crunches exerciseterhadap fungsional shoulder pada pekerja kantor. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metodeNarrative Review, dengan cara mengumpulkan total sepuluh artikel yang sesuai dengan topik dan telah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kemudian kesepuluh artikel tersebut dijadikan rujukan dalam penyusunan narrative review. Hasil Penelitian : Beberapa literatur yang dijadikan sebagai rujukan membuktikan workplace exercise dan abdominal crunches exercise secara tidak langsungmemberikan efek terhadap fungsional shoulder.Kesimpulan : Adanya perbedaan pengaruh antara workplace exercise dan abdominal crunches exercise terhadap fungsional shoulder. Kedua exercise ini sama-sama bertujuan dapat meningkatkan kemampuan fungsional shoulder, meskipun tidak secara spesifik
PENGARUH PENAMBAHAN SLOW DEEP BREATHING PADA BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Jumlah penduduk lansia yang setiap tahun terus meningkat dan
seiring bertambahnya waktu menjadi perhatian dalam bidang kesehatan karena lansia
cenderung mudah terjangkit penyakit tidak menular karena proses degeneratif yang
dialaminya. Secara global penyakit tidak menular penyebab kematian nomor satu
setiap tahunnya adalah penyakir kardiovaskuler mengalami penurunan fungsi yang
mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan salah satunya penurunan fungsi sistem
kardiovaskular yang dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi pada lansia
meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan kematian. Untuk mencegah
terjadinya resiko tersebut terdapat intervensi slow deep breathing dan brisk walking
exercise. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penambahan slow deep breathing dan
brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah lansia. Metode Penelitian:
Metode penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan
di portal jurnal online seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect. Kriteria
inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal penelitian full text tentang tekanan darah,
intervensi slow deep breathing dan brisk walking exercise untuk menurunkan
tekanan darah pada lansia, jurnal dalam bahasa Inggris dan responden lansia baik
laki-laki maupun perempuan, diterbitkan dalm 10 tahun terakhir. Hasil penelusuran
jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal yang akan dilakukan review dalam penelitian
ini. Hasil Penelitian: Terdapat 5 jurnal dengan intervensi slow deep breathing dan 3
jurnal dengan intervensi brisk walking exercise yang memiliki pengaruh signifikan
terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Terdapat perbedaan pengaruh slow
deep breathing dan brisk walking exercise dibuktikan dengan slow deep breathing
lebih unggul sebagai intervensi yaitu sebanyak 5 jurnal menyatakan pengaruh yang
signifikan. Kesimpulan: slow deep breathing dan brisk walking exercise sama-sama
mempunyai pengaruh untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dan terdapat
perbedaan pengaruh antara slow deep breathing dan brisk walking exercise. Saran:
slow deep breathing dan brisk walking exercise dapat digunakan sebagai intervensi
dalam upaya menurunkan tekanan darah pada lansia
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ANGKATAN 2015
Latar Belakang: Kebugaran jasmani berkaitan dengan kemampuan tubuh untuk
melakukan aktivitas fisik. Sebagai salah satu indikator status gizi, Indeks Massa Tubuh
(IMT) menjadi salah satu pengukuran kebugaran jasmani seseorang. Tujuan: Untuk
mengetahui adanya hubungan IMT terhadap kebugaran jasmani mahasiswa teknik
sipil di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Metode: Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif korelasional teknik total sampling. Sample dalam
penelitian ini adalah mahasiswa teknik sipil yang berumur 21 sampai 23 tahun di
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berjumlah 34 mahasiswa. Alat
pengumpul data berupa alat pengukur IMT dan alat untuk mengukur kebugaran
jasmani dengan tes Multistage Fitness Test (MFT). Analisis data menggunakan uji
korelasi dengan pendekatan Kendal Tau. Hasil: Hasil penelitian ini menggambarkan
bahwa rerata IMT 23,62 dan sebagian besar termasuk dalam katagori IMT Gemuk
sebanyak 20 responden (58,8%). Pada kebugaran jasmani mayoritas sebanyak 15
responden (44,1%) termasuk dalam katagori kebugaran jasmani kurang. Hasil uji
korelasi menggunakan kendall’s tau diperoleh, nilai signifikan antara IMT dengan
kebugaran jasmani pada subyek penelitian sebesar p = 0,000 yang lebih kecil dari 0,05
(p < 0,05) dan nilai r = - 0,810. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna
antara IMT dengan kebugaran jasmani. Nilai korelasi r menunjukan korelasi arah
negatif dengan kekuatan korelasi sangat kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang
signifikan antara IMT terhadap kebugaran jasmani pada mahasiswa teknik sipil UMY
dan ada keeratan hubungan yang negatif, dimana semakin tinggi nilai IMT maka
semakin rendah nilai kebugaran jasmaninya. Saran: Disarankan untuk melakukan
studi terhadap faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil tersebut, penambahan
sampel yang lebih banyak dan menggunakan instrument yang lebih tepat serta
diperlukan konsultasi terpimpin oleh fisioterapis untuk dapat membentuk IMT dan
kebugaran jasmani yang baik
LITERATUR RIVIEW FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP PENCEGAHAN KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyakit yang paling banyak di
temukan pada seorang wanita.Penyebab utama penyakit kanker serviks adalah infeksi
virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker serviks mempunyai insiden yang sangat
tinggi. Menurut data 83% penderita kanker serviks terdapat di negara – negara sedang
berkembang. Di Indonesia, kasus baru kanker serviks juga sangat tinggi ditemukan 40-
45 kasus perhari. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi.
Beberapa faktor yang diduga menjadi faktor resiko atau secara tidak langsung
berpengaruh terhadap pertumbuhan HPV sehinngga terjadi lesi prakanker leher rahim
meliputi status sosial ekonomi, faktor aktifitas seksual yang meliputi usia dini saat
menikah, beberapa pasangan seksual, kehamilan multipara, kebersihan alat kelamin yang
buruk, kurang gizi, penggunaan kontrasepsi oral, dan kurangnya kesadaran. Tujuan
literature review Untuk mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sikap
Pencegahan Kanker Servik pada Wanita Usia Subur. Metode Penelitian ini adalah
literature review, yang dilakukan dengan cara mengamati penelitian sebelumnya yang
terkait dengan topik. Hasil literature review yang dilakukan menggunakan 11 jurnal
didapatkan faktor yang mempegaruhi sikap pencegahan kanker servik pada wus
yaituPengalaman pribadi, Pengaruh orang lain dianggap penting, Pengaruh kebudayaan,
Media Massa, Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama. Kesimpulan dan Saran: setiap
faktor saling berkaitan satu dengan yang lainnya hingga dapat mengubah sikap
pencegahan kanker servik pada wus, peran tenaga kesehatan, lingkungan masyarakat
sangat dibutuhkan untuk membentuk sikap pencegahan kanker servik. Informasi adalah
hal yang paling banyak mempengaruhi sikap pencegahan kanker servik, Pengetahuan,
Sikap, Kepercayaan atau keyakinan dan nilai-nilai, hal ini bisa terbentuk karena ada
informasi dari orang di sekitar
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP DENGAN KELENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI BAYI 0-12 BULAN DI POSYANDU TERATAI TERNATE MALUKU UTARA
Latar belakang: Imunisasi adalah salah satu strategi yang efektif dan efisien
dalam kesehatan nasional untuk mencegah enam penyakit mematikan yaitu
tuberculosis, dipteri, pertusis, tetanus, campak. Pengetahuan ibu tentang
imunisasi dasar sangat penting untuk kelengkapan imunisasi anak karena
pengetahuan mempengaruhi seseorang untuk melakukan perilaku kesehatan
terutama pada pemberian imunisasi sehingga anak yang tidak mendapatkan
imunisasi tubuh anak tidak mempunyai kekebalan yang spesifik terhadap
penyakit.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat
pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan kelengkapan pemberian
imunisasi bayi 0-12 bulan di Posyandu Teratai Ternate Maluku Utara.
Metode: Jenis penelitian cross sectional dengan Populasi semua ibu yang
memiliki bayi usia 11-24 bulan sebanyak 148 orang. Sampel sebanyak 62
responden. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan
sampel adalah non random sampling dengan kuesioner yang bertujuan untuk
mendapatkan data terkait pengetahuan ibu, dan buku KMS untuk kelengkapan
imunisasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan ibu yang
baik sebesar (66,1%) dan kelengkapan imunisasi dasar sebesar (66,1%%), dan
didapatkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan
kelengkapan pemberian imunisasi dasar (p = 0,015).
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu
dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi di Posyandu Teratai Ternate
Maluku Utara. Untuk ibu yang memiliki bayi agar membawa bayi ke posyandu
untuk mandapatkan imunisasi dasar lengkap
PENGARUH LATIHAN RITHMIC INITATION TERHADAP ACTIVITY DAILY LIVING PADA PASIEN STROKE ISKEMIK NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Penyakit serebovaskuler yang menyebabkan gangguan sirkulasi di
pembuluh darah otak, yang menyebabkan gangguan kesadaran mendadak dan
kelumpuhan. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan Ritmic
Initation terhadap Activity Daily Living pada pasien Stroke Iskemik. Prevalensi stroke
di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar 7 per mil dan yang
terdiagnosis tenaga kesehatan atau gejala sebesar 12,1 per mil. Dengan metode PNF
Metode Penelitian: Menggunakan metode Narrative Review, yaitu dengan
mengumpulkan sebelas artikel penelitian lalu dilakukan review. Hasil: Tujuh artikel
penelitian mengenai latihan Rithmic Initation terhadap aktivitas sehari-hari
memberikan hasil yang signifikan. Kesimpulan: Tujuh artikel penelitian
membuktikan bahwa latihan Rithmic Initation terbukti berpengaruh terhadap aktivitas
sehari-hari. Tetapi tidak semua artikel penelitian memberikan hasil yang positif
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF: LITERATUR REVIEW
ASI merupakan asupan alami bagi seorang bayi yang mengandung banyak zat gizi
yang di ciptakan Allah melalui perantara seorang ibu, yang mana ASI tersebut
dikeluarkan melalui payudara ibu dan berguna untuk memberikan nutrisi bayi selama
dua tahun pertama kehidupan, utamanya enam bulanl pertama masa kehidupanya.
Dukungan suami merupakan hal yang wajib dilakukan agar mendukung pemberian
ASI eksklusif, sehingga proses menyusui secara eksklusif oleh ibu dapat berjalan
dengan sukses. Dukungan suami sangat diperlukan agar pemberian ASI eksklusif
bisa tercapai. Menurut Dirjen Gizi dan KIA, keberhasilan ibu menyusui untuk terus
menyusui bayinya sangat ditentukan oleh dukungan dari suami, keluarga, petugas
kesehatan, masyarakat serta lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan dukungan suami terhadap keberhasilan ASI Ekslusif dengan
menggunakan metode literatur review dengan teknik scoping review pada 10 artikel
penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 6 hasil penelitian yang
menemukan hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan keberhasilan
pemberian ASI eksklusif pada bayi, khususnya dalam 6 bulan pertama. Adanya
dukungan dari suami dapat meningkatkan produksi ASI sehingga dapat
memaksimalkan pemberian ASI eksklusif pada bayi; di sisi lain, terdapat 4 hasil
penelitian yang pada dasarnya menyarankan adanya dukungan suami pada saat
pemberian ASI eksklusif, akan tetapi hal itu tidak dijadikan faktor utama dalam
proses tersebut, sebab ibu menyusui juga dituntut lebih awal dalam melakukan
pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menemukan data bahwa terdapat
hubungan dukungan suami terhadap keberhasilan ASI Ekslusif
PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE DENGAN STRENGTHENING TERHADAP PENINGKATAN LINGKUP GERAK SENDI KONDISI LOW BACK PAIN: METODE NARRATIVE REVIEW
Low back pain merupakan maslah kesehatanm dunia yang sangat umum.
Nyeri punggung merupakan nyeri musculoskeletal yang banyak di krluhkan
masyarakat. Faktor penyebab terjadinya low bacak pain adalah pekerjaan yang
memerlukan pengarahan kekuatan atau pengulangan yang berlebihan dari gerakan-
gerakan yang dapat menimbulkan cedera otot serta saraf, posisi canggung atau
posis yang tidak mendukung sehingga akan menimbulkan peregangan yang
berlebihan. Masalah yang muncul pada low back pain yaitu otot internal,
kelemahan otot, nyeri akibat pemendekan dan overactivity dari otot low back pain
seperti erector spine selanjutnya akan menimbulkan masalah-masalah seperti
gangguan ROM pada mumbal spine. Intervensi Core stability Exercise dan
Strenghthening Exercise, merupakan intervensi yang dapat mengurangi nyeri.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh intervensi Core Stability Exercise
dan Strengthening Exercise terhadap peningkatan Lingkup Gerak Sendi Low Back
Pain.
Metode penelitian menggunakan metode Narrative Review dengan cara
mengidentifikasi, menganalisis dan meringkas literature tentang Pengaruh core
stability exercise dengan strengthening terhadap peningkatan lingkup gerak sendi
kondisi low back pain
Hasil intervensi core stability exercise lebih baik daripada strengthening
exercise dalam meningkatkan aktivitas fungsional. Dikarenakan segmental
stabilization exercise lebih memiliki kualitas tinggi dibandingkan dengan
strengthening exercise pada penurunan nyeri, peningkatan kemampuan fungsional
dan perbaikan fisik. Aspek positif dari segmental stabilisasi exercise adalah ada
hasil signifikan memiliki efek jangka panjang pada penderita low back pain dan
menurunkan resiko kekambuhan nyeri punggung bawah yang lebih lama
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN PADA ASPEK BICARA DANBAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH 4-6 TAHUN
Keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa pada balita di Indonesia
cukup tinggi, dengan jumlah balita (0-4 tahun) di Indonesia sebesar 9,54% dari
seluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Intensitas
Penggunaan Smartphone Dengan Keterlambatan Perkembangan Pada Aspek
Bicara dan Bahasa pada anak prasekolah 4-6 tahun. Metode yang digunakan
dalam Literature Review ini menggunakan strategi secara komprehensif, seperti
artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan
ulang artikel antara lain Google Scholar, Sciendired. Pada tahap awal pencarian
artikel menggunakan kata kunci “Hubungan Intensitas Penggunaan Smartphone
Dengan Keterlambatan Perkembangan Pada Aspek Bicara dan Bahasa pada anak
prasekolah 4-6 tahun”, dengan jumlah artikel 10 dalam rentan waktu mulai tahun
2010-2020. Berdasarkan beberapa literature yang digunakan penulis yaitu 10
jurnal terkait hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan keterlambatan
perkembangan pada aspek bicara dan bahasa pada anak prasekolah 4-6 tahun.
Diketahui bahwasannya ada hubungan antara penggunaan smartphone dengan
keterlambatan perkembangan pada aspek bicara dan bahasa pada anak
prasekolah 4-6 tahun. Hal ini dibuktikan dari nilai Pvalue setiap hubungan
penggunaan smartphone dengan keterlambatan perkembangan pada aspek bicara
dan bahasa pada anak prasekolah 4-6 tahun adalah kurang dari 0,05. simpulan
Ada Hubungan penggunaan smartphone dengan keterlambatan perkembangan
pada aspek bicara dan bahasa pada anak prasekolah 4-6 tahun. Saran: diharapkan
dapat memberikan informasi kepada orang tua agar anak tidak terlalu dini
mengenal gadget yang berdampak anak tersebut akan kecanduan terhadap
gadget tersebut