DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    The Pandemic A Leap Of Faith - Covid-19 Vaccine Fatwa in Indonesia Religious Institutions Independence and Rival Politics

    Get PDF
    Imagine where we are in 2019. We are still living in best possible way, we gather, we socialize, and we celebrate plenty of things together with our loved one without worry. The 2019 is just two years ago, but in certainly feels like longer than that. Now, we are at the year of 2021. The pandemic has beeb with us for 17 months now. The countres all over the worlds loosen and tighten its boreder as the pandemics evolve into certainty when the vaccinations held. Indees, the catastrophic of the pandemics didn't just leave us behind, many of us losing out loved one and in grief. Yet we are still hopeful of the future especialyy when Science nurtured our thinking while God is with all of us at heart

    PENGARUH DIAPHRAGMA BREATHING EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI PARU PADA PASIEN ASMA NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Penyakit asma masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di hampir semua negara di dunia, yang sebagian besar diderita oleh anak-anak sampai dewasa dengan derajat penyakit dari ringan sampai berat, bahkan beberapa kasus dapat menyebabkan kematian. Dalam Mengatasi asma fisioterapi memberikan modalitas yaitu terapi berupa diaphragma breathing exercies membantu mengeluarkan sputum dan meningkatkan fungsi paru. Latihan pernapasan diaphragmatic breathing exercise merupakan salah satu teknik latihan pernapasan yang menitik beratkan penggunaan otot diafragma saat melakukan pernapasan (inspirasi dan ekspirasi). Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh diaphragma breathing exercise terhadap peningkatan fungsi paru pada pasien asma. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah penelitian narrative review.dengan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti PubMed, Science Direct, dan googel scholer. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal yang akan dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil Penelitian : Hasil dari 10 artikel yang telah penulis review, terdapat 10 artikel yang menyatakan bahwa diafraghma breathing exercise terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi paru pada pasien asma . Kesimpulan : Terdapat adanya pengaruh dari diafraghma breathing exercise terhadap peningkatan fungsi paru pada pasien asma. Saran : diafraghma breathing exercise dapat dijadikan refrensi dalam merancang sebuah laihan dan dapat dilakukan secara rutin untuk meningkatkan fungsi paru pada penderita asma

    PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Lansia merupakan kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. Dengan meningkatnya jumlah lansia, lansia mempunyai karakteristik mengalami berbagai perubahan fungsi tubuh yang berdampak pada fisik dan psikososialnya sehigga lansia minim melakukan aktivitas fisik. Lansia yang minim melakukan aktivitas fisik cenderung pola hidup yang sedentary lifestyle. Salah satu akibat dari pola sedentary lifestyle mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi kognitif pada lansia, penurunan fungsi kognitif meliputi kemampuan atensi, memori, pertimbangan, pemecahan masalah, serta kemampuan eksekutif seperti merencanakan, menilai, mengawasi dan melakukan evaluasi. Jika hal tersebut dibiarkan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan timbulnya permasalahan baru, yaitu kesulitan pemenuhan aktivitas sehari-hari pada lansia akibat penurunan kemampuan mengingat dan memproses informasi. Tujuan : Mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap fungsi kognitif pada lansia. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian artikel dengan format P (population), I (intervensi), C (comparison), O (outcome) kemudian proses pencarian dilanjutkan melalui portal artikel online seperti, Pubmed, Pedro, ResearchGate Hasil Penelitian : Hasil review dari 10 artikel didapatkan 8 artikel menyatakan bahwa Aktivitas fisikberpengaruh dalam fungsi kognitif pada lansia Namun terdapat 2 artikel yang menyatakan bahwa tidak terlalu berpengaruh atau mempercepat terjadinya penurunan fungsi kognitif pada lansia.Terdapat rerata selisih skor pre test dan post test sebesar 2,8. Kesimpulan : Aktivitas fisik berpengaruh dalam memelihara dan meningkatkan fungsi kognitif pada lansia. Saran : Aktivitas fisik dapat dijadikan referensi fisioterapi dalam program latihan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan fungsi kogitif pada lansia

    Efektivitas Muscle Energy Technique Terhadap Penurunan Nyeri pada Neck Pain: Narrative Review

    Get PDF
    Latar Belakang: Neck Pain atau nyeri leher adalah kondisi dimana terdapat nyeri yang dirasakan didaerah anatomi leher dengan atau tanpa keterlibatan radikuer. otot trapezius upper dan levator scapula cenderung digunakan secara berlebih selama beraktifitas, sehingga akan menyebabkan hipertonus dan spasme otot yang dapat mengurangi mobiltas leher serta dapat mengubah input propioseptik. Belum ditemukan literature review tentang efeketivitas muscle energy technique terhadap penurunan nyeri neck pain pada orang dewasa. Tujuan: Untuk mengetahui hasil dalam penelitian manfaat dari muscle energy technique untuk menurunkan nyeri neck pain pada orang dewasa. Metode: Subjek pada penelitian ini adalah orang dewasa dengan nyeri neck pain, metode penelitian dengan menggunakan narrative review, pencarian jurnal dengan menggunakan beberapa data base Pubmed, ScienDirect dan Google Scholar dengan metode penelitian pada setiap artikel randomized control trial dan experimental study yang diterbitkan 10 tahun terakhir yaitu 2011-2021. Hasil: Hasil keseluruhan dari 3 database melalui keyword yang telah ditentukan terdapat hasil 925 artikel. Kemudian melewati screening judul dan sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasilnya terdapat 6 dari 10 artikel yang dianalisa menyatakan bahwa terdapat manfaat dan keefektifan pemberian muscle energy technique terhadap penurunan nyeri neck pain, 2 artikel menyatakan intervensi lain lebih efektif daripada muscle energy technique. Kesimpulan: Adanya manfaat keefektifan pemberian muscle energy technique untuk menurunkan nyeri neck pain dengan variasi usia yang berbeda, serta terdapat perbedaan dalam dosis dan proses intervensi yang dapat menurunkan nyeri neck pain, menambah ROM dan meningkatkan kemampuan fungsional. Saran: Muscle energy technique dapat menjadi pilihan intervensi untuk membantu menurunkan nyeri neck pain

    Efektivitas Brandt-Daroff Exercise dalam Mengurangi Keluhan Benign Paroxsymal Positional Vertigo (BPPV) :Sebuah Narrative Review

    Get PDF
    Latar Belakang: Brandt-daroff exercise adalah metode rehabilitasi untuk kasus Benign paroxsymal positional vertigo.Metode brandt-daroff exercise memberikan efek adaptasi dan habituasi pada tingkat integrasi sensorik sehingga melancarakan aliran darah ke otak dan memperbaiki sistem penglihatan, sistem keseimbangan, dan sistem sensori umum yang meliputi sensor gerak, tekanan dan posisi. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas brandt-daroff exercise untuk mengurangi keluhan benign paroxsymal positional vertigo berdasarkan 11 jurnal narrative review. Metode: metode penelitian dilakukan dengan metode narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comarison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (Pubmed, Science direct, EBSCO, Microsoft Academic) dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Seleksi artikel menggunakan flowchart. Hasil: hasil dari 11 artikel bahwa brandtdaroff exercise memiliki efektivitas dalam mengurangi keluhan pada benign paroxsymal positional vertigo dan exercise dan menjadi lebih efektif ketika ditambah program latihan lainnya dan juga obat yang digunakan selain BrandtDaroff exercise terdapat dalam 11 jurnal yang direview oleh penulis. Adapun macamnya yaitu Manuver Epley, Manuver Semoth, Gaze Stability exercise, Half Somersault exercise, Cawthrone Cooksey exercise, obat Betahistine Dihydrochloride. Kesimpulan: Ada efektivitas Brandt-Daroff exercise dalam mengurangi keluhan pada Benign Paroxsymal Positional Vertigo. Dosis yang digunakan pada penderita BPPV dilakukan 2-3 kali dalam sehari dengan setiap gerakan diulangi 5 hingga 10 kali pengulangan demgan durasi 10 menit di tiap sesinya

    Pengaruh Pemberian Workplace Stretching Exercise dan William Flexion Exercise Terhadap Nyeri Pungguh Bawah: Narrative Review

    Get PDF
    Latar Belakang : Nyeri punggung bawah (low back pain) adalah kelainan umum yang melibatkan otot, saraf, dan tulang belakang. Rasa sakit yang anda rasakan bervariasi dari nyeri ringan hingga parah. Penyebab paling umum dari nyeri punggung bawah adalah ketegangan otot atau postur tubuh yang tidak tepat. Sesuatu yang dapat mempengaruhi timbulnya nyeri punggung bawah adalah kebiasaan duduk, bekerja membungkuk untuk waktu yang relatif lama, mengangkat dan membawa beban dengan sikap tidak ergonomis, tulang belakang abnormal, atau karena penyakit tertentu seperti penyakit degenerative, nyeri punggung bawah merupakan nyeri dan ketidak nyamanan, yang terlokalisasi di bawah sudut iga terakhir (costal margin) dan di atas lipat bokong bawah. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian Workplace Stretching Exercise dan William Flexion Exercise terhadap nyeri punggung bawah Berdasarkan 10 jurnal Narrative Review. Metode : Jenis metode yang digunakan adalah Narrative Review, dimana pencarian literature melalui Google Scholar, Pubmed, dan Pedro yang diterbitkan minimal pada tahun 2011. Strategi pencarian menggunakan format PICOT, kemudian dipilih melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil : Workplace Stretching Exercise dan William Flexion Exercise memiliki efektivitas terhadap penurunan nyeri pungguh bawah Berdasarkan analisis 10 jurnal. Kesimpulan : Hasil dari 10 artikel yang telah penulis review, terdapat 10 artikel yang menyatakan bahwa Intervensi Workplace stretching Exercise dan William Flexion Exercise terbukti efektif dalam menurunkan nyeri punggung bawah pekerja. Setiap intervensi memliki keunggulan masing – masing dimana kedua intervensi tersebut sama – sama memberikan hasil yang bisa menurunkan nyeri punggung bawah. Saran : Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu bentuk edukasi serta latihan dalam menangani pasien terkait keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja dengan metode latihan Workplace stretching Exercise dan William Flexion Exercise

    PENGARUH METODE NEURO DEVELOPMENT TREATMENT (NDT) TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL ANAK CEREBRAL PALSY SPASTIK: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Pada kasus cerebral palsy spastik otot akan mengalami spastisitas, kekakuan dan secara permanen akan menjadi kontraktur. Fisioterapi berperan dalam memperbaiki postur, mobilitas postural, kontrol gerak, dan mengajarkan pola gerak yang benar. Cara yang digunakan yaitu dengan mengurangi spastisitas, memperbaiki pola jalan, dan mengajarkan pada anak gerakan-gerakan fungsional sehingga diharapkan anak mampu mandiri untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari. Penelitian tentang bagaimana pengaruh Neuro Development Treatment (NDT) terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada anak cerebral palsy spastik.Pengukuran aktivitas fungsional pada kasus cerebral palsy spastik ini menggunakn gross motor function measure (GMFM).Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Neuro Development Treatment (NDT) terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada anak cerebral palsy spastik. Metode Penelitian: jenis penelitian ini menggunakan narrative review, dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (Google Schoolar,dan PubMed) diambil dari artikel yang dipublikasi tahun 2010-2020 yang berkaitan dengan intervensi fisioterapi pada anak cerebral palsy spastik dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Seleksi artikel dengan menggunakan PRISMA Flowchart, selanjutnya dilakukan tahapan penilaian artikel menggunakan critical appraisal dan menyusun hasil ulasan narasi Hasil Penelitian: Dari hasil keseluruhan pencarian 2 database terdapat 5.654 . Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 10 jurnal yang menyebutkan bahwa neuro development treatment (NDT) dapat meningkatkan aktivitas fungsioanal pada anak cerebral palsy spastik.Tehnik yang digunakan dalam pelaksanaan neuro development treatment (NDT) menggunakan tehnik inhibisi, fasilitasi, dan stimulasi.Untuk dosis pelaksanaan nya 3 sampai 5 kali setiap minggu nya dengan durasi 60 menit. Kesimpulan: Pemberian intervensi Neuro development treatment (NDT) efektif dalam meningkatkan aktivitas fungsional pada anak cerebral palsy spastik

    DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II: Literatur Review

    Get PDF
    Latar Belakang : Prevalensi DM dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penderita DM beresiko terkena penyakit lain seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Saat ini juga telah menjadi ancaman serius secara global dan bila tidak segera ditangani secara serius akan mengakibatkan peningkatan dampak kerugian ekonomi yang signifikan khususnya bagi negara berkembang di kawasan Asia dan Afrika. Peningkatan kasus yang signifikan tersebut tidak lepas dari faktor-faktor yang bisa mempengaruhinya baik faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satunya adalah dukungan keluarga. Tujuan : Mengetahui bagaimana hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe II berdasarkan penelusuran literatur. Metode : Studi literatur dari database google scholar dan science direct dengan kata kunci relationship OR correlation AND family support AND quality of life AND Diabetes Melitus Type II. Hasil : Berdasarkan tabel prisma dan uji kelayakan yang digunakan yaitu dengan JBI Critical Appraisal sesuai dengan jenis studi cross sectional meninggalkan 5 jurnal dimana 4 jurnal menyatakan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM tipe II. Jadi bisa disimpulkan hasilnya adalah ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Simpulan : Sejalan dengan konsep teori yang telah dipaparkan. Dukungan keluarga yang meliputi dukungan informasional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan emosional berhubungan dengan kualitas hidup pasien DM tipe II. Saran : Penelitian dengan systematic review, penggunaan database yang lebih banyak sangat direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya

    LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN SELF-CARE PADA PASIEN GAGAL JANTUNG

    Get PDF
    Latar belakang: Gagal jantung merupakan masalah kesehatan yang progresif dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Pasien gagal jantung yang memiliki tingkat self efficacy yang tinggi akan memiliki tingkat self-care yang baik. Sedangkan pasien yang memiliki tingkat self efficacy yang rendah menunjukkan tingkat self-care yang kurang baik. Self-care yang kurang baik dapat menyebabkan resiko kualitas hidup yang kurang baik dan meningkatkan angka rehospitalisasi pada pasien gagal jantung. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan self-care pada pasien gagal jantung berdasarkan penelusuran literatur. Metode: Penelusuran literatur dilakukan melalui Google scholar, PubMed, dan Science Direct dalam rentang tahun 2015-2020. Kata kunci yang digunakan dalam bahasa Indonesia adalah “gagal jantung” sedangkan dalam bahasa Inggris adalah “heart failure”. Analisa PICOST digunakan untuk menentukan kriteria inklusi. Seleksi literatur menggunakan PRISMA dengan skrining duplikasi, skrining inklusi dan dilakukan uji kelayakan menggunakan JBI critical appraisal tool: cross sectional study dan jurnal yang diterima sebanyak 2 jurnal dengan nilai kelayakan 71,42%. Hasil dan diskusi: Berdasarkan hasil review dan analisa 2 jurnal yang diterima. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara self efficacy dengan selfcare dengan data self efficacy yang rendah dikaitkan dengan self-care yang buruk pada pasien gagal jantung. Simpulan dan saran: Self efficacy yang rendah mempengaruhi perilaku perawatan diri, pemeliharaan perawatan diri dan manajemen perawatan diri yang kurang baik. Pasien gagal jantung diharapkan dapat meningkatkan self efficacy guna mengoptimalkan self-care untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik dan mengurangi kejadian rehospitalisasi

    EFEKTIVITAS LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE

    Get PDF
    Latar belakang :Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga didunia. menurut American Heart Association (AHA), angka kecacatan akibat stroke umumnya lebih tinggi daripada angka kematian, sekitar 15 juta orang terkena serangan stroke setiap tahunnya, satu pertiga meninggal dan sisanya mengalami cacat permanen. Pada pasien stroke, sekitar 70-80% mengalami hemiparesis dengan 20% dapat mengalami penigkatan fungsi motorik dan sekitar 50% mengalami gejala sisa berupa gangguan fungsi motorik atau kelemahan otot pada anggota ekstremitas bila tidak mendapatkan pilihan terapi yang baik dalam intervensi keperawatan maupun rehabilitasi pasca stroke. Tujun : Tujuan Literature Review ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan Range Of Motion (ROM) pasif terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke. Metode: penelusuran literature review menggunakan database google scholar dan pubmed, jurnal yang terbit pada tahun 2013-2018, naskah fulltext, dan merupakan jurnal intervensi latihan ROM pasif terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke dengan hemiparesis. Hasil : Berdasarkan lima jurnal yang telah direview tentang efektivitas ROM pasif terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke membuktikan bahwa latihan ROM pasif efektif untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke. Pemberian latihan ROM dilakukan minimal dua kali dalam sehari dengan durasi waktu 15-35 menit dan dilakukan minimal 4 kali pengulangan setiap gerakan selama 1-4 minggu latihan. Simpulan : kesimpulan dari lima jurnal tersebut yaitu latihan ROM pasif yang dilakukan secara terprogram dan berkelanjutan efektif untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke. peneliti merekomendasikan latihan ROM sebagai altiernatif untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke yang menjalani proses rahabilitasi

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇