DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF: LITERATURE REVIEW
Judul: Hubungan Tingkat stres dengan hipertensi pada usia produktif. Tujuan:
Untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan hipertensi pada usia produktif.
Metode: Menggunakan database Google Schoolar dan Science Direct (2017-2020)
bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan
eksklusi. Hasil: Berdasarkan hasil literature review didapatkan 4 artikel dari total
pencarian sebanyak 9.238 artikel. Tingkat stres pada usia produktif sebagian besar
tingkat stres sedang dan berat, kondisi ini dipengaruhi oleh tekanan darah yang
tinggi. Dapat dikatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres
dengan hipertensi pada usia produktif
STUDY NARRATIVE REVIEW PENGARUH AQUATIC EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA OSTEOARTHRITIS LUTUT
Latar Belakang: Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang memiliki tanda
degradasi dari tulang rawan sendi. Osteoartritis mengakibatkan rasa nyeri, terbatas,
menurunnya fungsi dilutut dan rendahnya kualitas hidup. Intervensi yang
digunakan menggunakan Aquatic Exercise Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh
Aquatic Exercise terhadap penurunan nyeri pada penderita osteoarthritis lutut.
Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan
framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Otcome).
Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (PubMed,
Googlescholar dan Sciencedirect) dengan kata kunci yang telah disesuaikan.
Seleksi artikel dengan menggunakan Prisma flowchart, selanjutnya dilakukan
tahap penilaian artikel menggunakan critical appraisal dan menyusun hasil ulasan
narasi. Hasil: Dari hasil keseluruhan pencarian artikel menggunakan 3 database
terdapat 16.469 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak
diperoleh 10 jurnal yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi terdiri 10 jurnal yang
membahas tentang aquatic exercise pada knee osteoarthtris. Ditemukan 10 artikel
penelitian tentang Aquatic exercise yang telah direview dapat disimpulkan bahwa
ada pengaruh terhadap penurunan nyeri pada penderita OA knee, dengan dosis 2
kali seminggu, di ulang selama 8 - 12 minggu, setiap sesi berlangsung selama 50-
90 menit, dengan total 16 sesi Kesimpulan: terdapat adanya efektivitas Aquatic
Exercise terhdap penurunan nyeri osteoarthtritis Saran: Aquatic exercise dapat
diberikan sebagai alternative intervensi untuk pasien yang mengurangi nyeri lutut
dan mengurangi ketergantungan obat anti nyeri
Pengaruh Pemberian Kinesio Tape Terhadap Ankle Sprain: Narrative Review
Latar Belakang: Ankle Sprain adalah cedera pada ligamen kompleks
lateral karena overstretch dengan posisi inversi dan plantar fleksi yang
terjadi secara tiba-tiba saat kaki tidak menumpu dengan sempurna.
ankle sprain di pengaruhi oleh jenis kelamin, usia, dan keterlibatan
dalam olah raga. Laki-laki berusia antar 18- 25 tahun memiliki tingkat
lebih tinggi terkena ankle sprain, dan perempuan usia 30 tahun
memiliki tingkat lebih tinggi terkena ankle sprain. Kinesio Tape adalah
palster berperekat yang bebentuk pita terbuat dari bahan
lateks.Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Kinesio Tape
Terhadap Ankle Sprain. Metode: Metode penelitian yang digunakan
yaitu narrative review dengan framework PICO (Population,
Intervention, Comparison, Otcome). Mengidentifikasi artikel
menggunakan database yang relevan (Googlescholar, PubMed,
researchgate.net) dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Seleksi
artikel dengan menggunakan PRISA flowchart. Hasil: Hasil
keseluruhan pencarian dari 3 database terdapat 648 artikel. Setelah
dilakukan screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 12 jurnal
yang membuktikan efektifitas Kinesio tape terhadap Ankle Sprain
dalam meningkatkan stabilisasi, performance, dan balance serta mampu
menggurangi nyeri pada ankle sprain. Kesimpulan: Kinesio tape
berpengaruh menggurangi nyeri, meningkatkan performance, balance
serta stabilisasi saat aktivitas tanpa menghambat ROM pada ankle
sprain
NARRATIVE REVIEW: EFEKTIVITAS MCKENZIE EXERCISE TERHADAP FORWARD HEAD POSTURE PADA MAHASISWA PENGGUNA GADGET
Latar belakang : Forward Head Posture adalah salah satu jenis kelainan postural
paling umum terjadi pada orang-orang dengan segala rentang usia, salah satunya
pada dewasa dan remaja. Penyebabnya diakibatkan oleh penggunaan gadget yang
lama. Mahasiswa adalah salah satu contoh yang sering menggunakan gadget dengan
waktu yang lama. Forward head posture dapat menyebabkan kelehahan, nyeri leher,
keterbatasan gerak leher dan perubahan postur. Salah satu cara untuk menangani
keluhan forward head posture yaitu dengan pemberian metode McKenzie Exercise.
Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas dari pemberian metode McKenzie exercise
terhadap forward head posture. Metode : Penelitian ini menggunakan metode
narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison,
Outcome). Selanjutnya Mengidentifikasi artikel yang berasal dari 2 database yang
relevan, yaitu Google scholar dan PubMed sesuai dengan keywords yang telah
ditentukan dan mengacu pada kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi pada
penelitian ini adalah artikel free full text tentang mckenzie exercise pada penderita
forward head posture yang dipublish tahun 2011-2021. Hasil: Hasil dari 12 jurnal
yang telah direview membuktikan efektifitas mckenzie exercise dalam mengurangi
nyeri leher akibat ketidakseimbangan kerja otot-otot daerah cervical, meningkatkan
lingkup gerak sendi,adanya perubahan postur leher serta peningkatan sudut
craniovertebra pada penderita forward head posture. Kesimpulan: Pemberian
mckenzie exercise pada penderita forward head posture efektif dalam mengurangi
nyeri leher daerah cervical, meningkatkan lingkup gerak sendi, terjadi perubahan
postur leher serta peningkatan sudut craniovertebra.. Saran: Penelitian ini dapat
dijadikan evidance based fisioterapi dalam menangani keluhan pada penderita
forward head posture dengan menggunakan metode mckenzie exercise
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN MYOFACIAL RELEASE TECHNIQUE (MRT) DAN KINESIOTAPING TERHADAP PENURUNAN NYERI MYOFACIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS : METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Permasalahan musculoskeletal sangat menganggu
kenyamanan berkerja dan produktvitas dalam menyelesaikan pekerjaan salah
satunya adalah pekerja dibidang industri. Akibat dari jam kerja tidak teratur
serta postur yang buruk membuat pekerja banyak mengeluhkan gangguan
musculoskeletal salah satunya ialah myofacial pain syndrome (MPS) otot
upper trapezius, Hal ini bila dilakukan terus menerus dapat mengakibatkan
terjadinya adaptasi pada jaringan tersebut yang dapat menimbulkan kelelahan
otot, kelelahan tersebut lama-kelamaan mengakibatkan spasme lokal, bila
berlangsung lama dan terus-menerus akan menekan saraf yang ada
disekitarnya dan nantinya akan menimbulkan nyeri, adanya intervensi
myofacial release technique dan kinesiotaping akan mejadi solusi arternatif
penyembuhan. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh
myofacial release technique dan kinesiotaping terhadap penurunan nyeri
myofacial pain syndrome otot upper trapezius. Metode : Penelitian ini
menggunakan penelitian narrative review, Pencarian jurnal di lakukan di
portal jurnal online seperti Science Direct, Google Scholar, dan PubMed
kriteria inklusi dalam penelitian narative review ini full text tentang intervensi
myofacial release technique dan kinesiotaping, di terbitkan minimal dalam
kurun waktu 2010-2020, dan metode yang di gunakan adalah Experimental
Studi, Rondomize control trial, dan Kuantitaf Studi yaitu jurnal yang isinya
terdapat perlakuan intervensi. Hasil : Hasil review 5 jurnal myofacial release
technique didapatkan hasil dari 3 jurnal dengan nilai rata-rata penurunan nyeri
VAS (4,94) dan 2 jurnal nilai rata-rata PPT (4,34) bahwa ada penurunan nyeri
dari masing-masing alat yang digunakan. Hasil review 5 jurnal kinesiotaping
bahwa ada penurunan nyeri dari 3 jurnal skor nilai rata-rata VAS (3) dan 2
jurnal skor nilai rata-rata PPT (1,75) bahwa ada penurunan nyeri dari masingmasing alat yang digunakan. Kesimpulan : Intervensi myofacial release
technique dan kinesiotaping berpengaruh menurunkan nyeri pada myofacial
pain syndrome otot upper trapezius dimana myofacial release technique lebih
berpengaruh namun tidak signifikan. Saran : Peneliti selanjutnya dapat
mengembangkan penelitian ini dengan mengunakan metode penelitian lain,
seperti eksperimental
PENGARUH BALANCE EXERCISE DALAM MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS AKIBAT OSTEOARTHRITIS LUTUT PADA LANJUT USIA: NARRATIVE REVIEW
Latar belakang : Salah satu penyakit degeneratif pada lanjut usia yaitu osteoarthritis
lutut. Hal ini diakibatkan oleh perubahan fisiologis sistem musculoskeletal, dampak
perubahan tersebut dapat menurunkan kekuatan otot dan mobilitas, yang merupakan
komponen utama dalam keseimbangan, melangkah dan berjalan. Kerusakan pada
rawan sendi menyebabkan ligamen kendur dan kapsul sendi mengalami kerusakan,
sehingga reseptor propioseptif yang terdapat pada sendi, tulang, otot dan ligament
mengalami gangguan. Penurunan keseimbangan tidak hanya dipengaruhi propioseptif
namun faktor kelemahan otot juga berpengaruh terhadap penurunan keseimbangan
postural dan stabilitas sendi. Oleh karena itu, penulis memilih latihan sederhana yang
dapat dilakukan pada lanjut usia dengan osteoarthritis lutut. Salah satu latihan yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai agar dapat
mempertahankan keseimbangan dinamis tubuh yaitu balance exercise. Tujuan :
Untuk mengetahui adanya pengaruh balance exercise dalam meningkatkan kekuatan
otot tungkai terhadap keseimbangan dinamis akibat osteoarthritis lutut pada lanjut
usia. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah penelitian narrative review.
Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti PubMed dan Science Direct.
Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal yang akan dilakukan review
dalam penelitian ini. Hasil Penelitian : Hasil review beberapa jurnal didapatkan hasil
bahwa ada peningkatan keseimbangan dinamis akibat osteoarthritis lutut pada lanjut
usia. Kesimpulan : Terdapat adanya pengaruh balance exercise terhadap peningkatan
keseimbangan dinamis akibat osteoarthritis lutut pada lanjut usia. Saran : plyometric
training dapat dijadikan refrensi dalam merancang sebuah laihan dan dapat dilakukan
secara rutin untuk meningkatkan keseimbangan dinamis sehingga mengurangi
kelemahan otot tungkai
HUBUNGAN FAKTOR RESIKO CEDERA TERHADAP KEJADIAN CHRONIC ANKLE INSTABILITY PADA KELAS KHUSUS OLAHRAGA (KKO) DI SMAN 1 SEYEGAN
Latar Belakang: Cedera pada pergelangan kaki ini sering dialami banyak
orang yang melakukan olahraga menggunakan kaki secara dinamik. Cedera
pergelangan kaki berupa ankle sprain adalah cedera yang paling umum pada
siswa sekolah dan pemain olahraga. Chronic ankle instability (CAI) adalah
sebuah kondisi dimana bagian pergelangan kaki melemah yang
dikarakteristikan oleh instabilitas pergelangan kaki Tujuan: Untuk
mengetahui hubungan faktor resiko cedera terhadap kejadian chronic ankle
instability pada kelas khusus olahraga (KKO) di SMAN 1 Seyegan. Metode:
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, analisis
data menggunakan analisis univariat dan bivariate. Hasil: Berdasarkan hasil
uji Chi Square menunjukkan bahwa nilai p-value 0,004 menunjukan ada
hubungan antara faktor resiko cedera dengan kejadian chronic ankle
instability. Dengan nilai Correlation Coefficient 0,381 dapat disimpulkan
bahwa keeratan hubungan dalam kategori rendah. Saran: Berdasarkan
temuan dalam penelitian ini maka perlu adanya peningkatan pengetahuan dan
kewaspadaan bagi siswa yang melakukan olahraga beserta pelatih terkait
standar keamanan berolahraga. Kesimpulan: Ada hubungan karakteristik
faktor resiko cedera terhadap kejadian chronic ankle instability pada kelas
khusus olahraga di SMAN 1 Seyegan
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN EMPATI PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP
Latar Belakang: Ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan baik di
Indonesia maupun di negara berkembang lainnya masih menjadi masalah.
Ketidakpuasan pasien yang diterima dalam pelayanan keperawatan akan
menimbulkan penurunan citra pelayanan rumah sakit dan penurunan jumlah
kunjungan ke RS apabila tidak segera ditangani. Kepuasan pasien merupakan faktor
yang sangat penting untuk mengevaluasi mutu pelayanan keperawatan yang dilakukan
oleh perawat di rumah sakit. karena sebagian besar pelayanan yang ada di rumah
sakit diberikan oleh perawat. dan perilaku empati perawat adalah salah satu aspek
yang berhubungan dengan pelayanan keperawatan, karena empati mencakup
hubungan antar manusia dan berpengaruh terhadap mutu pelayanan serta kepuasan
pasien di rumah sakit.
Tujuan: Mengetahui hubungan empati perawat dengan kepuasan pasien di ruang rawat
inap
Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Literature
Review. Pencarian artikel melalui Google Scholar dan ScienceDirect
Hasil: Berdasarkan hasil artikel yang penulis analisa didapatkan bahwa terdapat
hubungan antara empati perawat dengan kepuasan pasien.
Simpulan dan Saran: Berdasarkan hasil dari artikel yang direview didapatkan
kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara empati perawat dengan kepuasan
pasien di ruang rawat inap. Perawat hendaknya mengembankan kemampuan
pelayanan empati perawatkepada pasien dan meningkatkan skill dan pengetahuan
dengan meningkatkan jenjang pendidikannya dan mengikuti pelatihan
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN STROKE LANJUT USIA DI INDONESIA
Latar belakang: Stroke adalah suatu keadaan dimana ditemukan tanda klinis yang
berkembang cepat berupa defisit neurologic fokal dan global, yang dapat memberat
dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan
kematian. Kualitas hidup sangat berkaitan dengan dukungan keluarga, dukungan
keluarga diartikan sebagai bagian dari dukungan social, merupakan bentuk interaksi
antar individu yang memberikan kenyamanan fisik dan psikologis melalui
terpenuhinya kebutuhan akan afeksi serta keamanan.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan keluarga
terhadap kualitas hidup pasien stroke lanjut usia dengan usia 55-75 di Indonesia
berdasarkan penelusuran literature.
Metode: Literature Review dengan analisa PICOST dan penelusuran database.
Penelitian menggunakan dua database yaitu Google Scholar, dan ScienceDirect
dengan rentang tahun 2016-2021. Penelusuran artikel menggunakan kata kunci
yang telah ditentukan oleh peneliti. Seleksi literature menggunakan PRISMA,
dilakukan skrining sesuai kriteria inklusi yang telah ditentukan dan uji kelayakan
menggunakan JBI Critical Appraisal tool: cross sectional study.
Hasil: Berdasarkan literature review tersebut didapatkan faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi kualitas hidup pasien stroke, salah satunya adalah dukungan
keluarga. Hasil skrining dan uji kelayakan didapatkan 8 penelitian yang diterima. 8
penelitian tersebut menunjukkan bahwa dukungan keluarga dapat dikaitkan dengan
kualitas hidup pasien stroke.
Simpulan dan Saran: Keluarga memiliki peranan penting dalam meningkatkan
kualitas hidup pasien stroke lanjut usia sehingga upaya untuk meningkatkan
kualitas hidup pasien stroke lanjut usia dapat dilakukan melalui pendekatan
keluarga dimana keluarga dapat memberikan dukungan pada pasien stroke lanjut
usia baik dukungan instrumental, informasional, penilaian, maupun emosional.
Bagi perawat dapat menjadi masukan untuk memberikan penyuluhan terkait dengan
pentingnya dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pada pasien stroke yang
menjalani rehabilitas dengan cara memberikan pengarahan serta pendidikan
kesehatan kepada keluarga pasien sendiri tentang cara memberikan perawatan pada
pasien stroke yang dapat membantu proses pemulihan pasien stroke
EFEKTIVITAS PILATES EXERCISE TERHADAP TINGKAT FLEKSIBILITAS PADA LANSIA: NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Pada lansia akan mengalami kemunduran secara fisik yang akan
berpengaruh pada penurunan fleksibilitas. Fleksibilitas merupakan kemampuan dari
sendi, otot, ligamen dan jaringan disekitarnya sehingga dapat bergerak dengan luas dan
nyaman dalam ruang gerak maksimal. Penurunan fleksibilitas pada lansia dapat
menyebabkan pergerakan lebih lamban, terjadinya resiko jatuh, dan rentan terhadap
cedera otot, ligament, dan jaringan lainnya, sehingga akan mempersulit gerakan dari
duduk ke berdiri, jongkok, berjalan, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas fisik
sehari-hari. Salah satu intervensi yang dimiliki fisioterapi adalah pilates exercise,
dengan adanya dukungn dari beberapa teori, penelitian dan study literature mengenai
pemberian pilates exercise mampu meningkatkan fleksibilitas pada lansia, menjadi
alasan bagi penulis untuk melakukan penelitian dengaan metode narrative review
dengan judul skripsi “Efektivitas Pilates exercise pada Tingkt Fleksibilitas terhdap
Lansia”. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pilates exercise terhadap tingkat
fleksibilitas pada lansia. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative
review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Otcome).
Pencarian artikel menggunakan database yang relevan (Google Sholar, PubMed,
ScienceDirect) dengan kata kunci yang telah disesuaikan, dan mengacu pada kreteria
inkulusi dan ekslusi. Seleksi artikel dengan menggunakan Prisma flowchart yang
kemudian dilakukan penilaian kritis artikel dan penyusunan hasil ulasan narasi. Hasil:
Hasil dari keseluruhan pencarian artikel dari 3 database dengan keywords yang telah
ditentukan yaitu terdapat 648 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi
abstrak serta screening full text diperoleh 8 jurnal yang membuktikan pilates exercise
efektif dalam meningkatkan fleksibilitas pada lansia. Kesimpulan: Dari 10 artikel yang
di review diperoleh 8 artikel yang membuktikan pilates exercise secara signifikan dapat
meningkatkan fleksibilitas pada tiap segemen tubuh lansia, sedangkan 2 artikel lainnya
menyatakan kurang signifikan dalam memberikan hasil pada beberapa segmen tubuh
lansia