1,724,552 research outputs found
WANDA DASAMUKA DALAM LAKON SINTA BOYONG SAJIAN BAMBANG SUWARNO
Skripsi berjudul “Wanda Dasamuka Dalam Lakon Sinta Boyong Sajian
Bambang Suwarno” adalah penelitian yang fokus pada pendalaman
makna untuk melihat kegunaan serta peran boneka wayang Dasamuka
dalam pertunjukan yang bertempat di dukuh Sawahan, desa Kudu,
kecamatan Baki, kabupaten Sukoharjo tanggal 28 Desember 2017. Wanda
Dasamuka dijadikan objek penelitian karena kurangnya kajian pada wanda
Dasamuka, padahal wayang Dasamuka sendiri secara konvensi memiliki
banyak wanda. Lakon Sinta Boyong sajian Bambang Suwarno dipilih karena
pada pertunjukan tersebut menampilkan tiga wanda Dasamuka dan
pertimbangan kredibilitas Bambang Suwarno juga sebagai empu boneka
wayang kulit. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana
gambaran umum tentang wanda wayang kulit gaya Surakarta, (2)
bagaimana struktur lakon Sinta Boyong sajian Bambang Suwarno, (3)
bagaimana makna wanda Dasamuka pada lakon Sinta Boyong sajian
Bambang Suwarno dalam perspektif ikonografi.
Penelitian ini menggunakan landasan konseptual dari struktur
dramatik Soediro Satoto dan teori ikonografi oleh Panofsky yang telah
diaplikasikan Ahmad Bahrudin pada pengkajian Ornamen Minangkabau.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif
interpretatif, sedangkan untuk pengumpulan data menggunakan metode
studi pustaka, wawancara, dan observasi.
Capaian dari hasil penelitian ini adalah adanya kesesuaian pemilihan
wanda Dasamuka pada masing-masing suasana adegan pertunjukan
wayang lakon Sinta Boyong sajian Bambang Suwarno menunjukan
komunikasi atau kaitan erat antara konsep wanda dan pakeliran yang
saling menunjang untuk memperkuat rasa hayatan dalam pakeliran.
Keharmonisan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara tiap-tiap wanda Dasamuka dengan suasana adegan pada pertunjukan wayang lakon Sinta Boyong sajian Bambang Suwarno menjadi pengaruh besar dari kehadiran wanda Dasamuka. Merujuk dari hal itu, wanda Dasamuka dalam lakon Sinta Boyong sajian Bambang Suwarno berfungsi sebagai pendukung dan penguat hayatan pada drama pertunjukan.
Kata kunci : wanda Dasamuka, ikonografi, Sinta Boyong, Bambang Suwarno
Pakeliran wayang Sandosa"Alap-Alap Sukeksi"
Pakeliran wayang Sandosa"Alap-Alap Sukeksi"
Penyaji :Bambang Suwarno, dalam rangka malam kesenian Dies Natalis STSI Surakarta, Pendopo ISI Surakart
The Visualization of Wayang Kulit Purwa by Bambang Suwarno
Visualisasi Wayang Kulit Purwa Karya Bambang Suwarno. Artikel ini membahas tentang visualisasi wayang kulit purwa karya Bambang Suwarno, seorang dalang, guru dalang, dan pengembang pakeliran padat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui visualisasi wayang kulit karya Bambang Suwarno. Metode yang digunakan adalah bentuk deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil kreativitas berkarya ditunjukkan dalam berbagai karya wayang dari kondisi yang ambang, ricuh, dan mencoba sesuatu yang belum ada dari berbagai jenis tokoh wayang. Pengakuan berbagai tanggapan dalang tentang karya kreasi ini menunjukkan kreativitas berkarya yang memiliki konsep, dan mendukung pentas pakeliran. Selain itu, diharapkan wayang semakin indah dilihat, menjadi penghubung antar tokoh dalam lakon, memenuhi sanggit pakeliran, menambah perbendaharaan tokoh wayang, dan memperkuat pengakuan wayang di mata dunia. This article discusses the visualization of wayang kulit purwa by Bambang Suwarno, a puppet master (dalang), a puppet master’s teacher, and a developer of a short shadow puppet performance. The objective of the research is to find out the visualization of wayang kulit by Bambang Suwarno. The method employed was descriptive qualitative one. Techniques of data collection were observation, interview, and documentation. The result of working creativity could be seen in many wayang works from the threshold, chaotic condition to trying something new that has never existed yet in a variety of wayang characters. Recognition of various mastermind’s responses to the work of Bambang Suwarno indicted the creativity of work that has a concept, and supports the performance stage. In addition, it is hoped that wayang will be more attractive to watch, become a liaison between characters in the play, fulfill the sanggit pakeliran, increase the treasury of puppet characters, and strengthen the puppet recognition in the world.
- …
