1,720,981 research outputs found

    2. Studi penampilan pasar kayu jati di Kabupaten Sumbawa

    No full text
    Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur dan perilaku  pasar kayu jati (Tectona grandis)  telah dilakukan dengan metode deskriptif dan teknik survai dengan mengambil 41 petani jati, 3 pedagang besar 1 agen pedagang besar, dan 4 pengolah kayu. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur pasar kayu jati mengarah ke oligopsoni dengan konsentrasi tinggi, sedangkan perilaku  pasar kayu menunjukkan adanya kerjasama antar pedagang kayu di Kabupaten Sumbawa dan pedagang antar pulau. Abstract The research, to know structure and behavior of teak market (Tectona grandis), was conducted using descriptive method and survey technique. Samples included 41 teak farmers, 3 wholesellers, 1 major marketing agent , and 4 wood processor. The study revealed that market structure is rather olygopsony with high consentration while market behaviour indicated some collaboration among wood traders within the regency and with traders outside the island

    2. Pola penelolaan produksi dan tingkat pendapatan petani kayu jati di Kabupaten Sumbawa

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pola pengelolaan produksi kayu jati, (2) pendapatan dan kontribusi usahatani kayu dan non kayu terhadap total pendapatan petani jati, dan (3) alternatif peningkatan pendapatan petani kayu jati. Penelitian telah dilakukan dengan metode deskriptip dan teknik survai dengan mengambil 41 petani jati dan 10 petani empon-empon bawah naungan di Desa Batudulang Kecamatan Batulanteh. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Produksi kayu jati di Kabupaten Sumbawa bersumber dari lahan tegalan, kebun dan sawah yang berstatus milik dengan pola sebagai tanaman pinggir dan monokultur tidak teratur; (2) Rata-rata pendapatan petani dari usahatani kayu adalah Rp 4.985.714 per tahun dengan kontribusi 27,05 % terhadap total pendapatan rumahtangga petani; (3) Peningkatan pendapatan petani jati dapat dilakukan dengan pemanfaatan bawah naungan dengan tanaman empon-empon dan porang. Abstract The research objectives are to know: (1) production management pattern of teak (Tectona grandis), (2) income and contribution of wood farm and non wood to total farmers incomes,and (3) structure and behaviour of teak market. The research used descriptive method and survey technique. Samples included 41 teak farmers, and 10 farmers who grew crops under canopy in Batudulang Village Batulanteh District. The study revealed the following: (1) Teak production in Sumbawa Regency sourced from rainfed land, garden and cropping land owned privately. Teak were planted at the side of land and scattered monoculture; (2) Average farmer income from wood farm was Rp 4,985,714 per year, and contributed 27,05 % to total household income; (3) Farmers income could be increased by planting spices and porang trees under teak tree canopy. &nbsp

    PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL UNTUK MENDUKUNG KAMPANYE ANTI KORUPSI

    Get PDF
    PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL UNTUK MENDUKUNG KAMPANYE ANTI KORUPS

    ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PERSEDIAAN PADA PD. RUDY MOTORS DENGAN METODE POWER APPROXIMATION

    No full text
    ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PERSEDIAAN PADA PD. RUDY MOTORS DENGAN METODE POWER APPROXIMATIO

    PENAMPILAN PASAR GULA AREN DI NUSA TENGGARA BARAT Market Performance of Palm Sugar in West Nusa Tenggara

    Get PDF
    Abstrak Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penampilan  pasar dari aspek struktur dan perilaku pasar gula aren telah dilaksanakan dengan pengumpulan data melalui penelusuran dari produsen, pedagang sampai ke konsumen. Pemilihan produsen sengaja difokuskan pada Kabupaten Lombok Barat sebagai sentra produksi dengan mengambil tiga desa sentra utama gula aren yaitu Kekait, Penimbung, dan Sigerongan. Dengan snow ball sampling dan keterwakilan komposisi kelembagaan pemasaran yang terlibat, pasar sumber dan pasar target, maka dalam analisis melibatkan 85 pedagang pengumpul, 12 pedagang menengah, 88 pengecer pada lima salu­ran pemasaran dengan 375 total produsen. Selain data primer studi ini menggunakan menggunakan data sekunder harga bulanan dan Indek Harga Konsumen per kabupaten di NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) struktur pemasaran gula aren mengarah ke pasar oligopsoni. (2) Perilaku pasar gula aren menunjuk­kan bahwa: (a) perubahan harga di pasar Cakranegara dipengaruhi oleh semua pasar di luar kabupaten Lombok Barat, dan hanya pasar Praya yang membawa perubahan perilaku harga di pasar Ampenan dalam jangka pendek, (b) tidak terdapat indikasi kerjasama antar maupun inter lembaga dalam praktek penentuan harga, serta (c) penentuan harga masih merangsang kegiatan produksi dan pemasaran gula aren, (d) pelaku pasar yang lebih tinggi belum sepenuhnya mentransformasikan perubahan harga jual ke lembaga pemasaran di bawahnya,  dan (e) dalam jangka panjang terdapat keterpa­duan pasar yang sangat tinggi antar pasar kabupaten di Pulau Lombok. Abstract  The objective of this research is to know market performance in terms of market structure and conduct. Data were collected by investigating respondents from producers, traders to final consumer. The research was conducted in Western Lombok Regency as a centre of palm sugar industry. Three villages: Kekait, Penimbung, and Sigerongan were selected. Snow ball sampling method was applied to determine 375 producers, 85 collecting traders, 12 middlemen, and 88 retailers. Beside primary data, secondary data on monthly prices and consumers index prices were used in the analysis. The results of this research are (1) market structure of palm sugar tend to  be olygopsony, (2) in terms of market conduct,  the research indicated that: (a) prices in Cakranegara market were affected by all markets out side the Western Lombok, and only Praya market affects prices at the Ampe­nan market on the short run, (b) no cooperation among inter and intra marketing institu­tion in price determination, and (C) price determination still motivates production and marketing activities, (d) the upper markets players  not yet influenced market prices on the lower market institutions, (e) in the long run, it had been a high market integration inter regencies  in Lombok island

    6. WANITA PEDAGANG GULA AREN DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELUARGA DAN SUMBERDAYA BISNIS DI KABUPATEN LOMBOK BARAT

    No full text
    ABSTRAK          Wanita pedagang gula aren sangat berperan dalam   pengelolaan sumberdaya keluarga dan sumberdaya bisnis. Pengelolaan sumberdaya keluarga meliputi    pengaturan keuangan  86.6%, pengaturan pekerjaan rumah tangga 77.8%, dan semuanya berperan kegiatan pengasuhan anak. Sedangkan dalam pengelolaan sumber daya bisnis sangat  menunjang pandapatan keluarga  dan  terbesar dari total pendapatan rumahtangganya yaitu rata-rata sebesar Rp 20.000 perhari dengan curahan waktu kerja pada kegiatan produktif rata-rata 6.6 jam/hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita pedagang gula aren adalah letak dari pembelian gula aren, modal, harga jual, volume penjualan dan perbedaan waktu aktifitas pasar.   ABSTACT The women traders of aren sugar have a strategic role in family and business resources management.  Family resources are  financial regulation 86.6%,  household jobbing 77.8%, and the all of baby gent activities. While managing business rosources  most   sufficient family and total household  income.  Total income are Rp 20,000  per days and 42.99 % contributed to total household income. Time allocation for working on productive activity average 6.6 hour/days. Factors affecting on  time allocation of women traders of aren sugar are purchasing location, capital, selling price, selling volume, and different of time in market activities. &nbsp

    KAJIAN FILSAFAT KEBUDAYAAN PERTANIAN DI PULAU LOMBOK

    Get PDF
    Kajian filsafat kebudayaan pertanian di Pulau Lombok ini bertujuan untuk 1) menyelidiki dan menganalisis secara ontologis keadaan (eksistensi) dan hakekat dari budaya pertanian 2) menyelidiki dan menganalisis secara epistimologis adanya pengetahuan, sumber pengetshuan, asal usul pengetahuan tentang budaya pertanian dan 3) mengetahui secara aksiologis implementasi dan manfaat dari penerapan kebudayaan pertanian. metode penelitian menggunakan metode filsafat ilmu dan analisis fakta dilakukan secara deskriptif dengan neuro critical analisis. tehnik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, penelusuran: fenomena, artefak, pustaka dan naskah manuscript. hasil kajian menyimpulkan bahwa 1) secara ontologis ditemukan adanya (eksis) nya budaya pertanian dan budaya pertanian pada hakekatnya budaya pertanian merupakan cara hidup masyarakat di pulau lombok untuk menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya, serta merupakan strategi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya 2) secara epistimologis ditemukan adanya pengetahuan masyarakat tentang budaya pertanian yang berasal mulai dari: pengalaman masa lalu yang diwariskan leluhur, pengalaman pribadi yang berkembang, catatan catatan dari manuskrip kuno serta dari para penyuluh baik swasta maupun pemerintah dan 3) secara aksiologis budaya agraris telah terimplementasi secara masif di pulau lombok dalam kurun waktu lama serta sudah memiliki manfaat dlm pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pangan (swasembada beras tahun 1982) serta terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat

    ANALISIS INTEGRASI PASAR JAGUNG HIBRIDA DI PULAU SUMBAWA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis integrasi pasar jagung hibrida dalam jangka pendek, dan (2)menganalisis integrasi pasar jagung hibrida dalam jangka panjang di Pulau Sumbawa, menggunakan metode deskriptif.Unit analisis dalam penelitian ini harga jagung hibrida per bulan di level pasar kabupaten yang berada di Pulau Sumbawadaritahun 2016 sampai 2020. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah model regresi Ravallion dan Heytens (1986) dan Index Of Market Connection (IMC). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Pemasaran jagung hibrida di Pulau Sumbawa menunjukkan integrasi pasar dalam jangka pendek antara Pasar Sumbawa dengan Sumbawa, dan antar pasar Dompu dengan Bima dan sebaliknya, (2) Dalam jangka panjang pasar jagung hibrida di Pulau Sumbawa terintegrasi antar satu dengan pasar lainnya baik pasar lokal maupun pasar rujukan pada keempat pasar yaitu pasar: Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima. Petani diharapkan secara aktif mencari informasi pasar baik dari tingkat konsumen maupun pedagang, sehingga petani mengetahui dan memilih pola saluran yang paling efisie

    PENGARUH SUBSIDI BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN PULAU BUNGIN

    Get PDF
    Harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan nelayan kecil. Akses nelayan terhadap BBM bersubsidi akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan hingga kesejahteraan rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan rumah tangga nelayan kecil dan pengaruh harga BBM terhadap pendapatan serta tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan di Pulau Bungin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan unit analisis  40 rumah tangga nelayan. Pengambilan sampel dilakukan menggunaan metode Accidental Sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pendapatan rumah tangga nelayan kecil di Pulau Bungin mencapai nilai rata-rata sebesar Rp 31.048.228/tahun yang bersumber dari usaha penangkapan ikan Rp 27.729.671 (89,3%) dan dari luar usaha penangkapan ikan Rp 3.318.557 (10,7%).  Hasil perhitungan menunjukkan dengan adanya akses nelayan terhadap BBM bersubsidi dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga nelayan hingga 19,26% pertahun dan meningkatkan jumlah rumah tangga nelayan sejahtera dari 10% menjadi 55%

    ANALISIS PROFITABILITAS DAN PEMASARAN BIBIT SAYURAN DI KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH (STUDI KASUS PADA UD. JAGO FARM)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biaya produksi; profitabilitas, dan saluran serta efisiensi pemasaran produk usaha pembibitan tanaman sayuran UD. Jago Farm di Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik dan pedagang produk usaha UD. Jago Farm. Penentuan responden pedagang dilakukan secara Snowball Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, analisis profitabilitas, dan analisis saluran serta efisiensi Pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan tahun 2022 adalah biaya variabel adalah Rp. 15.275.000,- dan biaya tetap Rp. 386.960,- dengan total biaya produksi Rp. 19.395.000,- per periode produksi. Profitabilitas Usaha sebesar 61,16% lebih besar dari bunga bank BRI (3% per 6 bulan) dengan keuntungan Rp 12.098.040,- per periode produksi dan total penerimaan Rp 31.880.000,-. Sehingga usaha pembibitan tanaman sayuran layak untuk diusahakan. Pemasaran bibit tanaman sayuran UD. Jago Farm terdapat dua saluram yaitu:  produsen ‒ konsumen akhir dan produsen ‒ pedagang pengecer ‒ konsumen akhir. Usaha bibit tanaman sayuran di UD. Jago Farm, untuk bibit cabai rawit, cabai besar, cabai keriting, kubis, dan tomat terbilang efisien dengan margin pemasaran 40,00 sampai 75,00, share harga 72,73% sampai 84,62%, dan distribusi keuntungan yaitu 10
    corecore