24 research outputs found
The hardness, microstructure, and pitting resistance of austenitic stainless steel Fe25Ni15Cr with the addition of tungsten, niobium, and vanadium
KETAHANAN AUS ABRASIF DARI BEBERAPA JENIS MODIFIKASI 13Cr BAJA TAHAN KARAT MARTENSITIK [The Wear Abrasion Resistant of Modifications of 13Cr Martensitic Stainless Steel]
KOROSI BAJA TAHAN KARAT AISI 410 DI DALAM LARUTAN BRINE BUATAN
Abstrak:Baja AISI 410 adalah baja tahan karatmartensitik yang umumnya digunakan sebagai komponenvalve¸ pompa dan turbin.Penelitian ini bertujuan untuk menghitung laju korosi pada baja tahan karat AISI 410 pada proses pembentukan yang berbeda (Standar, casting dan forging) di dalam media larutan brine buatan. Sampel baja AISI 410 standar, casting, dan forging di potong dengan ukuran yang sama yaitu 1 cm. Kemudian permukaan sampel-sampel baja AISI 410 dihaluskan menggunakan kertas amplas sampai grit 800. Setelah itu, sampel-sampel baja direndam didalam larutan brine buatan dengan dialiri gas CO2selama 13 hari. Perubahan nilai pH larutan brine buatan dan potensial sirkuit bebas diukur setiap hari selama 12 hari. Pada hari ke 13 dilakukan penimbangan berat pada masing-masing sampel. Hasilpada sampel baja AISI 410 hasil proses forging mengalami penambahan berat yg cukup tinggi dari pada sampel lainnya. Kata Kunci: Baja AISI 410, martensitik, larutan brine buatan, standar, casting, forging, pH, laju korosi
Pitting Resistance of the Modified 13Cr Martensitic Stainless Steel in Chloride Solution
The effect of tempering temperature on pitting corrosion resistance of 420 stainless steels
Peningkatan Ketahanan Aus pada Baja Tahan Karat Martensitik 13Cr AISI 410 setelah Proses Austenisasi dan Tempering [Improvement of Wear Resistance of 13Cr AISI 410 Martensitic Stainless Steel after Austenitizing and Tempering Process]
EVALUASI INHIBITOR SODIUM NITRIT DI DALAM LARUTAN BETON SINTETIS
EVALUASI INHIBITOR SODIUM NITRIT DI DALAM LARUTAN BETON SINTETIS.Masalah korosi sering terjadi dalam baja tulangan khususnya pada struktur bangunan dan jembatan beton yang diakibatkan oleh infiltrasi ion klorida dari lingkungan sekitarnya. Salah satu cara untuk menghambat terjadinya korosi pada baja tulangan beton adalah dengan penambahan inhibitor. Telah dilakukan penelitian pengaruh inhibitor sodium nitrit dengan variasi konsentrasi 0,1M, 0,3M dan 0,6M untuk inhibisi korosi pada baja tulangan beton dalam larutan sintetis beton pada variasi pH 11, 9, dan 7 dengan larutan 3,5% NaCl. Pengukuran potensial korosi (Ecorr) dan laju korosi baja tulangan dilakukan denganmetode polarisasi Tafel pada scan rate 1,5mV/s berdasarkan standard ASTM G-5. Pengukuran potensial korosi (Ecorr) dan laju korosi baja tulangan beton dilakukan dengan merendam sampel uji selama 30 hari dalam larutan uji. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa inhibitor sodium nitrit terbukti dapat menaikkan potensial korosi (Ecorr) ke daerah pasif dan menurunkan laju korosi pada baja tulangan beton yang terkontaminasi klorida. Efisiensi inhibisi sodium nitrit yang paling optimal adalah konsentrasi 0,6 M pada semua variasi pH larutan uji
