3 research outputs found
Pengembangan Trainer Flip-Flop Pada Mata Pelajaran Elektronika Kelas X Elektronika Industri Di SmkNegeri 1 Kepanjen
ABSTRAK Hasil wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran elektonika jurusan elektronika industri di SMK negeri 1 Kepanjen didapatkan informasi bahwa belum tersedianya bahan ajar berupa trainer flip-flop. Pembelajaran mengenai flip-flop di SMK Negeri 1 Kepanjen masih kurang efektif, karena siswa merasa kesulitan untuk mengoperasikan dan memahami dasar fungsi–fungsi atau prinsip kerja dari berbagai kompetensi yang ada didalamnya. Pembelajaran praktikum flip-flop saat ini masih menggunakan simulasi karena belum tersedianya media pembelajaran trainer dan jobsheet sehingga siswa hanya bisa memperhatikan layar LCD atau laptop tanpa bersentuhan langsung dengan praktikum flip-flop. SMKN 1 Kepanjen terdapat potensi untuk mendukung penelitian yaitu sudah tersedianya oscilloscope dan power supply. Pemahaman akan materi flip-flop dapat meningkat jika dibantu dengan media pembelajaran yang mendukung. Manfaat dari adanya media pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik, lebih menarik, jelas dan interaktif, dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Berdasarkan permasalahan yang ada, SMK Negeri 1 Kepanjen Program Keahlihan Teknik Elektronika Industri membutuhkan media pembelajaran berupa trainer flip-flop, modul, jobsheet yang mengacu pada kurikulum 2013 revisi pada mata pelajaran Teknik Elektronika Dasar Kelas X semester 2. Flip-flop merupakan salah satu kompetensi dasar yang terdapat pada silabus kurikulum siswa kelas X jurusan Teknik Elektronika Industri di SMK negeri 1 Kepanjen. Tujuan dari adanya penelitian pengembangan ini adalah untuk merancang, membuat serta menguji kelayakan bahan ajar trainer flip-flop untuk siswa kelas X Elektronika Industri di SMK Negeri 1 Kepanjen. Bahan ajar trainer flip-flop akan dikembangkan berupa trainer flip-flop beserta modul dan jobsheet dengan kompetensi yang disesuaikan pada silabus kurikulum 2013 revisi. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE (Benny:127) yang telah dibagi lima komponen langkah penelitian. Langkah-langkahnya adalah: (1) Analysis yaitu analisis kebutuhan, (2) Design yaitu menentukan strategi pembelajaran (3) Development yaitu memproduksi program pembelajaran, (4) Implementation yaitu melaksanakan program pembelajaran, dan (5) Evaluation yaitu melakukan evaluasi program. Pengambilan data validasi pada penelitian dan pengembangan ini menggunaka n angket/kuisioner yang diberikan pada ahli media, ahli materi dan mahasiswa. Evaluasi satu lawan satu dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan evaluasi kelompok kecil dan evaluasi lapangan dilakukan oleh 37 siswa kelas X TEI 1
Analisa Perbandingan Perencanaan Pondasi Tiang Pancang Menggunakan Berbagai Macam Metode Pada Proyek Apartemen The Frontage Surabaya
Perencanaan pondasi tiang yang selama ini dilakukan menggunakan metode angka kemanan tunggal, dimana bila menggunakan angka kemanan tunggal maka terjadinya perubahan umur rencana bangunan tidak terantisipasi sehingga probabilitas keruntuhannya menjadi lebih besar seiring dengan meningkatnya umur rencana bangunan. Oleh karena itu untuk mengantisipasi perubahan terhadap umur rencana bangunan maka diusulkan perencanaan pondasi tiang dengan menggunaan metode Load Resistance Factor Design (LRFD).
Dalam tugas akhir ini penulis menganalisa perbandingan perencanaan pondasi tiang pancang menggunakan metode konvensional, statistik, dan probabilistik atau LRFD, dengan studi kasus pada proyek Apartemen The Frontage Surabaya. Perencanaan daya dukung pondasi tiang pancang menggunakan metode konvensional adalah berdasarkan angka keamanan (SF) tunggal, dipakai SF = 3. Metode statistik digunakan untuk menentukan parameter fisis tanah berupa N-SPT, berat volume jenuh (γsat), dan kekuatan geser undrained (Cu). Sedangkan metode probabilistik menggunakan angka pengali berupa faktor reduksi yang digunakan untuk menentukan daya dukung ijin tanah.
Metode konvensional untuk perhitungan daya dukung tiang pancang diameter 80 cm menghasilkan kebutuhan jumlah tiang sebanyak 1077 buah dengan kedalaman 36 m. Metode statistik menghasilkan jumlah tiang 1076 buah dengan kedalaman 34,5 m. Kemudian metode probabilistik menghasilkan kebutuhan jumlah tiang sebanyak 1047 buah dengan kedalaman 32 m.
Biaya material untuk perhitungan dengan metode konvensional adalah sebesar Rp 38.772.000.000, metode statistic Rp 37.122.000.000, dan metode probabilistic sebesar Rp 33.504.000.000. dari hasil perhitungan disimpulkan bahwa metode probabilistik merupakan metode yang paling efisien.
==================================================================================================================
Foundation design all this time use single safety factor method, where if we use single safety factor method thus the changes of building age will not be anticipated so probability of failures become bigger along with building ages. Therefore to anticipate the changes of designed building ages so foundation design with Load Resistance Factor Design (LRFD) method is suggested.
In this final project, author analyze comparison of design of driven pile foundation between conventional method, statistic and probabilistic, or LRFD, with case study apartement project of The Frotage Surabaya. Design of driven pile foundation with conventional method is depend on single safety factor, SF = 3. Statistic method is used to determine soil parameter like N-SPT, saturated unit weight(γsat) and undrained shear strengh (Cu). Whereas probabilistic method use multiplied factor like reduction factorthat used to detemine allowable bearing capacity.
Conventional method to calculate bearing capacity of pile foundation D80 cm resulting 1077 piles with depth 36 m. Statistic method resulting 1076 piles with depth 34,5 m. Then probabilistic method resulting 1047 piles with depth 32 m.
Cost of material with conventional method is Rp 38.772.000.000, statistic method is Rp 37.122.000.000, and probabilistic method is Rp 33.504.000.000. the conclusion is probabilistic method is most eficient
IMPLEMENTASI BIMBINGAN KEAGAMAAN DALAM MENGATASI PROBLEM PENYESUAIAN DIRI SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-BASYARI KECAMATAN SENDANG AGUNG LAMPUNG TENGAH
ABSTRAK
Bimbingan Keagamaan adalah sebuah layanan yang tidak
terpisahkan dari usaha yang dilakukan oleh sebuah Lembaga
Pendidikan salah satunya seperti Lembaga Pendidikan non formal
yaitu pondok pesantren yang berupaya memenuhi kebutuhan yang
diperlukan oleh individu secara manusia secara kognitif, mencakup
proses pemahaman, sudut pandang, sosial, dan spiritual. Ini
dikarenakan setiap individu memiliki kebutuhan spiritual mendasar
dalam diri mereka. Salah satu sasaran yang harus mendapatkan nilai�nilai keagamaan adalah para santri yang pada tahap awal mengenal
pondok pesantren. Rendahnya pemahaman agama pada setiap individu
dalam masyarakat secara langsung maupun tidak, ikut membentuk
lingkungan yang tidak sehat dalam perjalanan hidup seorang santri
yang dikategorikan seorang remaja. Salah satu santri yang
mendapatkan bimbingan keagamaan dan memerlukan penyesuaian
diri adalah santri baru di pondok pesantren, dimana pondok pesantren
merupakan suatu wadah atau tempat para santri menuntut ilmu agama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Bimbingan
Keagamaan Dalam Mengatasi Problem Penyesuaian Diri Santri Di
Pondok Pesantren Al-Basyari Kecamatan Sendang Agung Lampung
Tengah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research)
yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam
penelitian ini berjumlah 12 orang, terdiri dari 8 santri baru putra yang
mengikuti bimbingan keagamaan, 2 pengurus pondok pesantren, 1
ustadz pembimbing keagamaan dan pengasuh pondok pesantren Al�Basyari. Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini
diperoleh dari buku, dokumen, internet dan media cetak. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi,dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model
analisis data deduktif, metode dalam pengumpulan data yang
melibatkan penetapan suatu prinsip umum terlebih dahulu berdasarkan
pengetahuan yang ada, lalu data dikumpulkan dengan menggunakan
metode tertentu yang sesuai. Setelah itu, kesimpulan khusus ditarik
berdasarkan prinsip umum yang telah ditetapkan sebelumnya.
Hasil penelitianya yaitu: hasil penelitian yang penulis
dapatkan menunjukkan bahwa sebelumnya para santri baru banyak
yang belum bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang ada
di pondok pesantren seperti masih sering kabur dari
pesantren,berkelahi dengan santri senior,membolos saat ada jadwal mengaji dan tidak aktif mengikuti sholat berjamaah dimasjid.
Kemudian setelah mengikuti bimbingan keagamaan dengan metode
dan materi yang ditentukan dapat mengatasi permasalahan yang
dialami oleh santri. Mereka sudah dapat menyesuaikan diri mereka
dan memotivasi diri mereka sendiri untuk semangat dan istiqomah
selama menimba ilmu di pondok pesantren Al-Basyari.
Kata Kunci: Bimbingan Keagamaan, Penyesuaian, Santri,Pondok
Pesantren. ABSTRACT
Religious Guidance is a service that is inseparable from the
efforts carried out by an educational institution, one of which is a
non-formal educational institution, namely Islamic boarding schools,
which seeks to meet the needs required by individuals as humans
cognitively, including the process of understanding, point of view,
social and spiritual. This is because every individual has basic
spiritual needs within themselves. One of the targets who must obtain
religious values is the students who are in the initial stages of getting
to know Islamic boarding schools. The low understanding of religion
in every individual in society, directly or indirectly, contributes to
creating an unhealthy environment in the life journey of a student who
is categorized as a teenager. One of the students who receive religious
guidance and need to adjust themselves is the new students at the
Islamic boarding school, where the Islamic boarding school is a place
or place for students to study religion. This research aims to
determine the implementation of Religious Guidance in Overcoming
the Self-Adjustment Problems of Students at Al Islamic Boarding
School. -Basyari, Sendang Agung District, Central Lampung.
This type of research is field research which is descriptive
qualitative in nature. The primary data sources in this research were
12 people, consisting of 8 new male students who were taking
religious guidance, 2 boarding school administrators, 1 religious
guidance teacher and the caretaker of the Al-Basyari Islamic
boarding school. Meanwhile, secondary data sources in this research
were obtained from books, documents, the internet and print media.
The data collection techniques used were interviews, observation and
documentation. The data analysis technique used is a deductive data
analysis model, a method of data collection that involves establishing
a general principle first based on existing knowledge, then data is
collected using certain appropriate methods. After that, specific
conclusions are drawn based on previously established general
principles.
The results of the research are: the results of the research that
the author obtained show that previously many new students had not
been able to adapt themselves to the environment in the Islamic
boarding school, such as often running away from the Islamic
boarding school, fighting with senior students, skipping classes when
there was a Koran recitation schedule and not actively participating
in prayers. congregation at the mosque. Then, after following religious guidance with the specified methods and materials, you can
overcome the problems experienced by the students. They have been
able to adapt and motivate themselves to be enthusiastic and
persistent while studying at the Al-Basyari Islamic boarding school.
Keywords: Religious Guidance, Adjustment, Santri, Islamic
Boarding School
