3 research outputs found

    Studi Motif Batik Berbasis Kearifan Lokal Kota Malang

    No full text
    Nasrillah, Y. 2019. Studi Motif Batik Berbasis Kearifan Lokal Kota Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik.Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd (II) Dr.Nur Endah Purwaningsih, M.Pd. Kata Kunci: Motif Batik, Kearifan Lokal, Kota Malang Batik merupakan salah satu budaya yang sangat penting untuk dilestarikan dikarenakan batik merupakan salah satu media penyampai kearifan lokal yang sangat efisien melalui motifnya. Kearifan lokal tersebut  erat kaitannya dengan lingkungan sekitar pengrajin batik  meliputi gaya hidup, lapangan pekerjaan, topografi lingkungan, budaya dan masih banyak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi motif batik berbasis kearifan lokal  Kota Malang serta makna yang terkandung di dalam motif batik yang diproduksi oleh pengrajin batik di Kota Malang. Usaha batik yang dipilih sebagai subjek penelitian yaitu usaha Batik Blimbing dan usaha Batik Tulis Bu Suwignyo. Dua usaha batik tersebut terpilih dikarenakan terletak di wilayah Kota Malang dan menerima adanya kegiatan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari pemilik batik, pengrajin batik, budayawan dan sejarawan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari analisis sebelum di lapangan dan analisis di lapangan yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian pada usaha Batik Blimbing yaitu, jenis batik yang diproduksi memiliki jenis batik tulis, cap dan printing. Terdapat sembilan macam motif berbasis kerifan lokal Kota Malang, diantaranya adalah Motif Buah Blimbing, Motif Topeng Kenyuk, Motif Topeng Punakawan, Motif Ikan, Motif Garuda Gunungan Pancasila, Motif Abjad, Motif Car Free Day, Motif Tokek dan Motif Kampung Warna-warni. Berbeda dengan hasil temuan yang ada di usaha Batik Blimbing, pada usaha Batik Tulis Bu Suwignyo, memiliki fokus penciptaan motif berdasarkan kegiatan yang ada di lingkungan sekitar tempat usaha. Motif-motif tersebut diantaranya adalah Motif Tugu Kota Malang, Motif Teratai, Motif Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Motif Buah Sukun, Motif Raket dan Motif Keramik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada dua tempat tersebut, motif yang digunakan mengangkat tentang buadaya, pendidikan, aktivitas masyarakat, gaya hidup, dan pekerjaan yang ada di lingkungan pengrajin batik. Dimana masih belum ditemukan motif batik tentang bangunan tua yang bernuansa Eropa yang banyak ditemukan di Kota Malang dan juga motif mengenai makanan dan minuman khas Kota Malang. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan untuk kedepannya motif batik yang berkembang di Kota Malang juga memiliki tema batik bermotif kolonial dan motif batik bertema kuliner yang berasal dari Kota Malang

    Studi Motif Batik Berbasis Kearifan Lokal Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Nasrillah, Y. 2019. Studi Motif Batik Berbasis Kearifan Lokal Kota Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik.Universitas Negeri  Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd (II) Dr.Nur Endah Purwaningsih, M.Pd.   Kata Kunci: Motif Batik, Kearifan Lokal, Kota Malang Batik merupakan salah satu budaya yang sangat penting untuk dilestarikan dikarenakan batik merupakan salah satu media penyampai kearifan lokal yang sangat efisien melalui motifnya. Kearifan lokal tersebut  erat kaitannya dengan lingkungan sekitar pengrajin batik  meliputi gaya hidup, lapangan pekerjaan, topografi lingkungan, budaya dan masih banyak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi motif batik berbasis kearifan lokal  Kota Malang serta makna yang terkandung di dalam motif batik yang diproduksi oleh pengrajin batik di Kota Malang. Usaha batik yang dipilih sebagai subjek penelitian yaitu usaha Batik Blimbing dan usaha Batik Tulis Bu Suwignyo. Dua usaha batik tersebut terpilih dikarenakan terletak di wilayah Kota Malang dan menerima adanya kegiatan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari pemilik batik, pengrajin batik, budayawan dan sejarawan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari analisis sebelum di lapangan dan analisis di lapangan yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian pada usaha Batik Blimbing yaitu, jenis batik yang diproduksi memiliki jenis batik tulis, cap dan printing. Terdapat sembilan macam motif berbasis kerifan lokal Kota Malang, diantaranya adalah Motif Buah Blimbing, Motif Topeng Kenyuk, Motif Topeng Punakawan, Motif Ikan, Motif Garuda Gunungan Pancasila, Motif Abjad, Motif Car Free Day, Motif Tokek dan Motif Kampung Warna-warni. Berbeda dengan hasil temuan yang ada di usaha Batik Blimbing, pada usaha Batik Tulis Bu Suwignyo, memiliki fokus penciptaan motif berdasarkan kegiatan yang ada di lingkungan sekitar tempat usaha. Motif-motif tersebut diantaranya adalah Motif Tugu Kota Malang, Motif Teratai, Motif Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Motif Buah Sukun, Motif Raket dan Motif Keramik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada dua tempat tersebut, motif yang digunakan mengangkat tentang buadaya, pendidikan, aktivitas masyarakat, gaya hidup, dan pekerjaan yang ada di lingkungan pengrajin batik. Dimana masih belum ditemukan motif batik tentang bangunan tua yang bernuansa Eropa yang banyak ditemukan di Kota Malang dan juga motif mengenai makanan dan minuman khas Kota Malang. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan untuk kedepannya motif batik yang berkembang di Kota Malang juga memiliki tema batik bermotif kolonial dan motif batik bertema kuliner yang berasal dari Kota Malang

    Development of Learning Video Media on Pattern Transfer Techniques to Fabric (TEKA) for Pattern-making Making Subjects

    Get PDF
    This study aims to develop and determine the feasibility of the TEKA (Technique for Transferring Patterns to Fabric) instructional video as a learning medium for the Pattern Making subject at SMK Negeri 7 Malang. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The media was validated by subject matter experts and media experts and was tested on a limited scale involving 30 tenth-grade students from the Fashion Design and Production program at SMK Negeri 7 Malang. The validation results from subject matter experts showed an average score of 3.81, categorized as "Highly Feasible," with the material relevance aspect receiving a perfect score of 4.00. Media experts gave an average score of 3.66, with the highest rating on the operability aspect (3.71). The student trial yielded a satisfaction score of 85.7%, demonstrating that the media is suitable as an innovative tool for teaching pattern-transferring techniques onto fabric. The media effectively addressed students\u27 difficulties in visualizing and transferring patterns from paper to fabric. Its strengths lie in the systematic presentation of material, flexible usage, and its function as both an independent learning tool and a classroom supplement. The study recommends regular content updates to align with industry developments and suggests developing similar media for other competencies. These findings emphasize the importance of technology-based media innovation in enhancing the quality of vocational education
    corecore